NovelToon NovelToon
Istri Rahasia

Istri Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:110.9k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

Apa rasanya ditanya kapan nikah hampir di setiap hari?

Mengesalkan!

Ya, itulah yang dirasakan oleh Ghaliza.

Tapi Ghaliza tak pernah menyangka jika ia harus menjadi ISTRI Rahasia dari seorang pria yang tak ia kenal.

Bingung ya?

Penasaran, ikuti kisahnya yuukk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 ( Jadi Karyawan )

Pernikahan Raja dan Ghaliza memang sudah diumumkan. Namun Ghaliza masih menolak tinggal serumah dengan suaminya itu. Dan anehnya Raja tak keberatan dengan apa yang dilakukan Ghaliza. Yang protes justru orangtua mereka.

" Pernikahan macam apa ini. Kenapa Kalian ga tinggal serumah. Sampe kapan Papa sama Mama nunggu dapat Cucu dari Kalian...?!" protes Rahmat.

" Eit, Papa ingat kesepakatan Kita kan. Setelah Aku menyetujui perjodohan ini, Aku ga mau seorang pun ikut campur dalam urusan rumah tanggaku. Lagipula Aku dan Ghaliza nyaman dengan keadaan ini. Masalah Cucu, bukannya Papa udah punya banyak Cucu. Mau nambah berapa lagi sih emangnya...," sahut Raja.

" Tapi akan banyak pengganggu kalo Kalian tinggal berjauhan gini Nak...," kata Sendini menengahi.

" Mama tenang aja. Aku dan Ghaliza dalam tahap saling mengenal sekarang. Hal yang terlewat oleh Kami. Harusnya Kami lakukan sebelum menikah, tapi Eyang maksa nikah cepet. Akhirnya hanya ini yang bisa Kami lakukan...," sahut Raja lagi.

" Terserah Kalian aja deh. Mama sama Papa udah nyerah...," kata Sendini.

" Besok Ghaliza dan Aku bisa lebih sering ketemu Ma. Karena Ghaliza akan jadi karyawan di kantor pusat dan itu dekat denganku...," kata Raja sambil tersenyum.

" Wah bagus kalo gitu. Istri cantikmu itu jangan terlalu sering diabaikan Nak. Akan banyak kucing liar yang mengejarnya nanti...," gurau Rahmat yanng diangguki Sendini.

" Tentu saja Pa. Ga akan Aku biarkan kucing atau serangga kecil mengganggunya...," sahut Raja sambil tersenyum penuh makna.

\=\=\=\=\=

Hari itu PT. Reksa Utama mengadakan interview untuk para pelamar kerja yang akan ditempatkan di beberapa divisi. Ghaliza ada diantara para pelamar yang telah lulus seleksi. Ghaliza memang berkeras meminta Raja mengijinkannya masuk ke perusahaan itu melalui jalur formal yaitu test, seleksi dan interview seperti yang lainnya. Raja pun tak dapat menolak keinginan istri cantiknya itu. Karena yakin Ghaliza akan lulus dengan mudah, Raja pun mengijinkan istrinya masuk melalui jalur formal.

Raja tiba di perusahaan dan melewati loby yang dipadati calon karyawan yang akan interview. Saat itu matanya mencari keberadaan Ghaliza. Namun Raja nampak kecewa karena tak menemukan Ghaliza diantara para pelamar.

" Saya minta data para pelamar yang lolos interview...," kata Raja pada asistennya yang bernama Arifin.

" Baik Pak. Tapi interview diperkirakan selesai setelah jam makan siang Pak...," sahut Arifin.

" Gapapa. Saya juga sekalian mau liat siapa aja yang bakal menempati posisi yang kosong itu...," kata Raja sambil melangkah cepat ke dalam ruangannya.

Tiba di ruangannya Raja segera menghubungi Ghaliza. Tak ada respon meski pun terdengar nada sambung.

" Ayolah Sayang. Dimana sih Kamu...," gumam Raja gemas.

Sementara itu Ghaliza baru saja masuk ke dalam sebuah ruangan. Penampilan Ghaliza sedikit 'udik'. Namun rupanya pihak perusahaan tak mempermasalahkan hal itu. Mereka tetap memegang prinsip bahwa kemampuan dan otak seseorang tidak bisa dinilai melalui penampilan luarnya saja. Terbukti perusahaan itu berkembang pesat dan kaya dengan keaneka ragaman.

" Selamat pagi Pak...," sapa Ghaliza.

" Selamat pagi. Silakan duduk Ibu Ghaliza...," sahut karyawan tersebut ramah.

" Terima kasih...," kata Ghaliza sedikit gugup.

" Mmm, maaf sebelumnya. Usia Ibu hampir tiga puluh tahun dan hanya punya dua pengalaman kerja aja. Boleh tau kenapa...?" tanya sang penginterview.

" Betul Pak. Saya memang type orang yang fokus. Dan Saya akan bertahan di suatu tempat sesulit apa pun itu...," sahut Ghaliza mantap.

" Bagus. Memang itu yang Kami perlukan. Karyawan yang tetap bertahan meski pun banyak tawaran menggiurkan datang padanya. Selamat bergabung Bu Ghaliza, Anda diterima di perusahaan ini...," kata sang penginterview sambil mengulurkan tangannya.

" Eh, apa ini ga salah Pak. Yang ditanya cuma itu aja...?" tanya Ghaliza ragu.

" Betul Bu Ghaliza. Kami sudah melihat nilai test Anda dan itu sangat memuaskan. Jadi Kami cuma perlu tau sedikit aja tentang Bu Ghaliza untuk memperkuat alasan Kami menerima Anda bergabung dengan perusahaan Kami...," sahut sang karyawan sambil tersenyum.

Ghaliza pun tersenyum lalu menjabat tangan sang karyawan. Setelah keluar dari ruangan Ghaliza pun duduk bersama peserta yang lain. Tiba-tiba ponsel Ghaliza kembali bergetar. Ghaliza melihat nama si penelephon, ternyata nama Raja yang tertera di layar ponselnya.

" Kamu dimana sih Sayang. Katanya mau ngelamar kerjaan di sini. Jadi ga...?" tanya Raja.

" Iya, Aku malah udah diterima nih. Katanya sih tinggal nunggu penempatan aja. Tapi Aku sedikit bingung, kenapa interview tadi sebentar banget ya. Jangan bilang Kamu yang ngatur semuanya...," kata Ghaliza tak suka.

" Ya ampun Sayang. Kan Kamu bilang mau masuk jalur formal. Yah emang kaya gitu cara kerjanya...," sahut Raja sambil tersenyum.

" Stop panggil Aku Sayang. Ga enak dengernya...!" kata Ghaliza galak.

" Iya, iya. Ya udah, selamat bergabung ya Istriku...," sahut Raja lalu menutup pembicaraan mereka.

" Ck, kebiasaan...," gerutu Ghaliza lalu kembali ke tempat semula.

Setelah interview pada calon karyawan selesai, maka para karyawan baru pun diarahkan untuk berkumpul di ruang meeting. Mereka berjumlah lima belas orang saja. Delapan pria dan tujuh wanita.

Diantara para wanita itu hanya Ghaliza yang tampil sederhana. Rambut sebahunya dibiarkan tergerai dengan bandana kecil menghias di atas rambut hitamnya itu. Ghaliza juga mengenakan kaca mata yang membuat penampilannya sedikit klasik. Gaun Ghaliza pun sangat tertutup berupa blouse lengan panjang dan rok hitam di bawah lutut. Banyak diantara mereka yang meremehkan penampilan Ghaliza.

Tiba-tiba puntu terbuka. Asisten Raja pun masuk lebih dulu dan menarik kursi untuk Raja. Sementara Raja menatap kearah Ghaliza dengan pandangan takjub karena tak menyangka jika istrinya akan berpenampilan sangat sederhana seperti itu. Ghaliza nampak salah tingkah saat Raja menatapnya.

" Baik, selamat datang di perusahaan ini. Perkenalkan dulu, ini Bapak Raja Rahadian. Cucu dari pendiri PT. Reksa Utama. Sekarang beliau menjabat sebagai Direktur Utama. Ada beberapa pesan yang ingin beliau sampaikan. Silakan Pak Raja...," kata Arifin dengan santun.

Arifin sudah mengenali Ghaliza sebagai istri Raja. Namun sesuai perintah Raja, Arifin diminta bersikap biasa saja saat di kantor dan di depan umum.

" Baik. Selamat datang dan terima kasih karena telah memilih bergabung bersama PT. Reksa Utama. Saat ini ada beberapa divisi yang membutuhkan kehadiran Anda di sana. Saya harap Kita bisa bekerja sama dengan baik. Dan tolong patuhi semua peraturan yang ada. Sebab Saya tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apa pun itu. Memang tak ada yang sempurna di dunia ini. Tapi lihat, karena semua mematuhi peraturan dengan baik maka perusahaan ini bisa besar dan berjaya seperti ini. Terima kasih dan selamat bekerja...," kata Raja.

Semua karyawan baru nampak kagum dengan penampilan dan cara bicara Raja. Mereka nampak mengerti lalu menganggukkan kepalanya. Kemudian Arifin mulai membacakan nama dan di divisi mana mereka akan bekerja.

" Ghaliza, Anda di divisi keuangan...," kata Arifin.

" Baik Pak...," sahut Ghaliza lalu bergabung bersama dua orang yang masuk divisi keuangan.

Lalu mereka diarahkan masuk ke divisi yang ditunjuk. Setelah saling berkenalan dengan karyawan lain yang lebih dulu ada di divisi masing-masing, mereka pun diperbolehkan pulang. Mereka akan mulai bekerja keesokan harinya.

Sementara Raja nampak puas saat melihat hasil test dan interview milik Ghaliza. Raja kembali tersenyum simpul saat mengingat penampilan Ghaliza tadi.

" Apa pun cara yang Kamu lakukan, Kamu ga akan bisa lari dariku Sayang. Karena Aku telah mengenalmu lebih dari yang Kamu tau...," gumam Raja sambil tersenyum.

\=\=\=\=\=

Memasuki hari ke lima bekerja di PT. Reksa Utama membuat Ghaliza mulai hapal akan kondisi di perusahaan itu. Termasuk tata letak ruangan dan orang 'penting' di sana.

Sang manager keuangan bernama Lia adalah seorang wanita cantik. Usianya terlihat matang dan nampaknya ia belum menikah. Atasan Ghaliza itu sering menekan bawahannya dengan pekerjaan yang berat dan agak sedikit tak wajar. Meski pun begitu, semua karyawan tak keberatan karena mengingat ucapan Raja saat pertama kali memberi kata sambutan.

Hari itu kebetulan Raja datang ke divisi keuangan secara mendadak. Selain ingin melihat Ghaliza, ia juga ingin tahu cara kerja semua karyawannya. Lia nampak menyambut kedatangan Raja dengan antusias dan sedikit berlebihan. Dengan sekali melihat saja semua orang tahu jika Lia sangat tertarik pada Raja.

" Selamat siang Pak Raja...," sambut Lia sambil tersenyum manis.

" Siang. Bagaimana keadaan di sini...?" tanya Raja sambil menatap ke sekelilingnya dan mencoba mencari keberadaan istrinya.

" Aman terkendali Pak...," sahut Lia.

" Terus dimana tiga orang karyawan yang baru diterima itu...?" tanya Raja sambil melangkah masuk ke dalam ruangan manager.

" Mmm, mereka Saya suruh latihan beberapa pekerjaan lain Pak...," sahut Lia salah tingkah.

" Pekerjaan lain apa maksudnya...?" tanya Raja tak mengerti.

Lia tak bisa menjawab. Ia nampak kebingungan. Melihat hal itu Raja meminta Arifin memanggil tiga karyawan baru itu. Ghaliza, Anna dan Faris adalah tiga karyawan baru yang dimaksud. Ketiganya menghadap Raja yang nampak duduk dengan tenang di sofa ruang kerja Lia.

" Selamat siang Pak...," sapa Ghaliza, Anna dan Faris bersamaan.

" Selamat siang. Apa yang Kalian lakukan di jam kerja seperti ini. Kenapa Saya ga melihat Kalian di meja masing-masing...?" tanya Raja sambil menatap mereka satu per satu.

Ghaliza dan kedua temannya nampak saling menatap. Karena tak ada yang menjawab, maka Arifin yang mewakili mereka bicara.

" Anna Saya liat di pantry Pak, sedang membersihkan meja dan perlengkapan pantry. Faris Saya liat sedang membereskan gudang. Sedangkan Ghaliza Saya liat sedang foto kopy berkas yang tak penting Pak...," sahut Arifin sambil menyerahkan tumpukan kertas yang tadi di fotokopy oleh Ghaliza.

Mendengar laporan Arifin, Raja pun marah dan menggebrak meja hingga semua orang di ruangan itu terkejut.

" Apa-apaan ini Lia. Kamu memberi tugas kepada mereka di luar aturan. Kamu pikir siapa yang menggaji mereka. Kamu telah membuat perusahaan rugi dengan membiarkan keahlian mereka terbuang sia-sia...!" kata Raja marah sambil menatap tajam kearah Lia.

" Maafkan Saya Pak. Saya hanya ingin mendidik mereka agar bisa menghargai karyawan yang lebih senior...," sahut Lia ketakutan.

" Bukan begitu cara mengajarkan mereka. Tunjukkan kalo Kamu lebih baik dari mereka dalam kualitas pekerjaan dan bukan kekuasaan. Saya kecewa sama Kamu Lia. Selama ini Saya memang mengabaikan semua berita yang masuk ke telinga Saya tentang Kamu. Tapi hari ini Saya melihatnya sendiri. Dan seperti yang pernah Saya katakan, Saya tidak mentolerir kesalahan sekecil apa pun itu. Maka silakan kemasi barang-barangmu dan pergi dari sini. Arifin, urus gaji dan pesangon untuknya...!" kata Raja tegas.

Ghaliza dan kedua temannya ternganga melihat sikap tegas Raja dalam menghukum bawahannya itu. Sedangkan Lia langsung menangis dan duduk bersimpuh di depan Raja memohon ampun dan belas kasihan. Namun Raja mengabaikannya dan memilih pergi dari ruangan itu.

Saat hendak keluar Raja sengaja menyentuhkan lengannya dengan bahu Ghaliza hingga membuat Ghaliza menoleh kearahnya. Ghaliza melihat tatapan Raja yang mengintimidasi dan tak terbaca. Menyadari posisinya saat itu Ghaliza pun kembali menundukkan wajahnya.

" Kalian bisa melanjutkan pekerjaan Kalian...," titah Raja sebelum berlalu.

" Baik Pak...," sahut Ghaliza dan kedua temannya lalu bergegas kembali ke meja kerja mereka masing-masing.

Nampak Arifin membantu Lia berdiri sebelum mengikuti langkah Raja.

" Tolong bantu Aku. Aku ga mau dipecat. Aku bersedia jadi karyawan biasa asal Aku tetap bekerja di sini...," kata Lia terisak.

" Maaf, Aku ga bisa bantu. Kamu udah pernah Aku ingatkan dulu, tapi Kamu mengabaikannya. Sekarang udah terlambat...," sahut Arifin datar lalu bergegas keluar dari ruangan itu.

\=\=\=\=\=

Berita pemecatan Lia terdengar hingga ke penjuru perusahaan. Ghaliza dan Anna nampak bingung karena berita tersebar dengan cepat.

" Kasian juga ya Bu Lia...," kata Ghaliza saat jam makan siang di kantin.

" Biarin aja. Orang sombong kaya dia udah seharusnya dipecat. Asal Kamu tau ya, dia itu bahkan pernah nyuruh karyawan buat benerin mobilnya yang rusak. Kan itu ga ada hubungan sama kerjaan Kita. Kalian sendiri, apa yang dia tugasin kemarin ga masuk akal. Hei, Kita divisi keuangan masa disuruh bersihin pantry, foto kopy, beresin gudang. Itu kan kerjaan OB...!" kata Rasti marah.

" Iya juga sih. Bu Lia emang sedikit keterlaluan...," sahut Ghaliza.

Semua karyawan membicarakan sepak terjang Lia yang memang sudah di luar kendali. Sebagian besar karyawan mendukung pemecatan Lia, hanya segelintir orang yang menyayangkan pemecatan Lia.

\=\=\=\=\=

Sore harinya saat jam pulang kantor. Keadaan mulai sepi karena sebagian besar karyawan sudah pulang.

Ghaliza sedang melangkah keluar dari divisi keuangan menuju lift. Saat itulah kedua matanya melihat Raja yang melangkah kearah yang sama dengannya. Saat melintas di sampingnya Raja menarik tangan Ghaliza dan membawanya masuk ke dalam lift khusus yang diperuntukkan untuk orang penting di perusahaan itu.

" Lepasin...," kata Ghaliza sambil mendorong tubuh Raja.

Tapi Raja malah menarik Ghaliza ke dalam pelukannya dan mengunci pelukannya itu hingga membuat Ghaliza tak berkutik.

" Apa yang Kamu lakukan...?!" tanya Ghaliza.

" Memeluk Istriku...," sahut Raja singkat.

" Ck. Lepasin, ga enak kalo ada yang ngeliat...," kata Ghaliza sambil berdecak sebal.

" Biarin...," sahut Raja cuek.

" Kita udah sepakat kan. Kamu ga boleh melanggar janji Kamu sendiri dong...," protes Ghaliza sambil terus berusaha melepaskan diri dari pelukan Raja.

" Kamu tau ga, Aku lagi kesel sama Kamu. Kenapa Kamu ga bilang apa yang dilakukan Lia sama Kamu. Dia cuma karyawan, tapi Kamu kan Istriku. Kok bisa-bisanya dia menindas Kamu...?!" kata Raja sambil menatap Ghaliza.

Ghaliza terdiam sambil balas menatap Raja. Ada rasa hangat mengaliri dadanya saat mendengar Raja mengatakan hal itu. Ghaliza pun tersenyum hingga membuat Raja gemas lalu mencium bibirnya.

bersambung

1
Guntar Nugraha
Bintang yg bicara Ok BossQu 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍 👍👍👍👍👍🙏🙏🙏
any Sulistiani: Alhamdulillah ..., mksh supportnya kk
total 1 replies
Guntar Nugraha
Lach coba itu...😊😊😊
any Sulistiani: he he ... 😅
total 1 replies
Guntar Nugraha
Tetap semangat optimis dan yakin Thor... 💪💪💪🙏
any Sulistiani: insyaa Allah siaappp 👌😉
total 1 replies
Ibuk Kumaiyah
semangat terus nulisnya
any Sulistiani: insya Allah siaapp. Alhamdulillah..., mksh suportnya ya say...
total 1 replies
SEPTi
sweet
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut kk...
total 1 replies
SEPTi
aku kadang bingung namanya Suci/Sukma
any Sulistiani: lanjuutt kk..
total 1 replies
SEPTi
aku kira dulu raja mau main main sama pernikahan ini ngga taunya udh ada rasa dari awal
any Sulistiani: betul. lanjut ya kk, mksh..
total 1 replies
Guntar Nugraha S
Bintang yg bicara Ok Ttp Semangat @UmmiQu...
Riffa
aku suka novelmu thor tidak berbelit²
Elis Nurida
bagus sekali
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say..
total 1 replies
Ibu Idah
Bagus
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya say...
total 1 replies
Guntar Nugraha
Bagus bingiiiiiittt....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh suportnya bii..
total 1 replies
Regita Regita
Buat Author aku cuma bisa kasih kopi dan bunga....
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh say. lanjuuutt ya say
total 1 replies
Regita Regita
ceritanya bagus,tapi yg baca masih sedikit.aku mampir kesini dulu...langsung fav.semangat Author...semoga selalu sehat dan diberkahi rizki yang melimpah Aamiin.
any Sulistiani: yup, met gabung ya say. # Aamiin yaa Robbal'alamiin..., doa yg sm utkmu say. mksh..
total 1 replies
abu😻acii
bagus cerita nya
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh udh mampir ya say. Baca karya aq lainnya yuk, smg suka yaa, mksh..
total 1 replies
neng ade
bagus .. meskipun kisah cinta yg berliku antara Galiza dan Raja .. namun kesabaran mereka berbuah manis dngn kehadiran baby boy nya .. dngn takdir cinta nya berakhir bahagia ..
𝑐𝑖𝑛𝑑𝑦 𝐴𝑛𝑒𝑙𝑖𝑎
dasar emak emak Rempong🖕
any Sulistiani: he he..., betul say..
total 1 replies
Maikel Takasili
lanjut... kayaknya bagus ni..
any Sulistiani: Alhamdulillah..., lanjut lg ya kk.., mksh..
total 1 replies
elena
ka nulisnya banyak span span nya pusinggg
Takdir QU
ko kbnyakkan spasi ny ka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!