Terkadang Tuhan mematahkan hatimu untuk menjauhkanmu dari jodoh yang salah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quemeela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang tahun Arsan
Hari ini, 3 februari adalah ulang tahunnya Arsan, aku
sengaja mengabaikannya seharian untuk memberi kejutan padanya. Sepulang dari
kampus aku meminta temanku menemaniku ke mall untuk membeli kado ulang tahun
Arsan, tahun lalu aku sudah menghadiahi jam tangan untuk Arsan, tahun ini aku
bingung harus menghadiahi apa lagi untuk Arsan. Aku juga sudah pernah
memberinya baju yang ku jahit sendiri di aniversary satu tahun hubungan kami.
Aku memang punya ketrampilan menjahit, yang kupelajari sewaktu
SMA, awalnya baju yang ku jahit sendiri itu, aku siapkan untuk kado ulang tahun
Arsan tahun lalu, namun karena aku kurang percaya diri dengan karyaku sendiri,
aku memilih menghadiahkan jam tangan.
Sementara baju yang ku jahit itu, aku berikan pada Arsan
sebagai kado Aniversary satu tahun hubungan kami, walaupun Arsan hanya
memberikanku bunga di Aniversary hubungan kami tapi aku bahagia, dia berjanji
suatu saat dia akan memberikanku liontin, aku memang tidak terlalu berharap,
tapi aku senang mendengar apa yang dikatakannya.
---kembali kemasa sekarang---
Aku masih berjalan-jalan mengitari mall, aku masih belum
menemukan ide apa yang akan ku beli, aku mengambil ponselku dari dalam tas,
ternyata sudah ada 20 missed call dan 5 pesan dari Arsan, ponselku memang
sengaja aku setting mode diam, “Arsan pasti sangat kesal sekarang” gumamku
senang.
Tak lama kemudian ada panggilan masuk dari ponselku,
ternyata Arsan, dia sangat kesal, aku tidak pernah tidak menjawab telpon atau
tidak membalas pesan darinya sebelumnya
-“ kamu kemana aja sih, telpon nggak di angkat, sms juga nggak di balas”? tanya Arsan kesal
-“iya maaf sayang, tadi lagi banyak tugas kampus, aku nggak sempat cek HP, maafin ya?”
-“kamukan tau aku disini sendirian, aku merasa kesepian, makanya aku ngehubungi kamu, sayang, kalau aku punya teman aku nggak akan ganggu kamu kok”
-“kok malah ganggu, kamu bukan gangguan buat aku, iya hari ini aku yang salah aku minta maaf ya”
Arsan lalu menutup telpon, sangat susah membujuknya kalau
dia sudah kesal, padahal ini semua aku lakukan demi membuat kejutan untuknya
Aku menelpon Arsan kembali,
-“sayang kamu masih marah ya” tanyaku lembut
-“kenapa nelpon lagi, bukannya kamu lagi sibukya, nanti aku ganggu kamu lagi”
Lama-lama aku juga kesal dengan sikapnya,
-“sayang kamu lebih suka warna biru apa hitam” tanyaku
Aku belum sempat mendengar jawaban dari Arsan, tiba-tiba
temanku menanyakan pendapatku tentang baju yang baru dibelinya
-“tukan lagi sibuk, telponnya kalau udah sampai rumah aja” Arsan menutup telpon
“ oh tuhan beri aku kesabaran untuk menghadapi orang ini” gumamku
Aku akhirnya memutuskan akan membeli hoodie dan kemeja untuk
Arsan, karena sudah malam aku mencari tempat untuk membungkus kado secepatnya
-“untuk pacarnya ya dek” tanya yang jaga toko
-“iya bang” jawabku singkat
-“wah, beruntung sekali ya pacarnya”
Aku hanya tersenyum, aku mengirimkan paket itu ke daerah
tempat tinggal Arsan, tidak lupa aku menuliskan “Happy Birthday”.
Sampai di rumah aku menghubungi Arsan, aku masih sangat
lelah, tapi jika aku tidak menghubunginya dia pasti akan sangat marah,
-“alangkah lamanya, kamu tau dari tadi aku tunggu telpon dari kamu” Arsan masih sangat marah, sepertinya usahaku untuk membuatnya kesal hari ini berhasil melebihi ekspektasi
-“sayang besok tolong ambil paket dari aku di pos ya”
-“aku nggak butuh paket dari kamu, aku butuh perhatian, bukan dicuekin seharian”
-“iya sayang, hari ini aku sibuk nyari paket buat kamu”
-“aku nggak butuh paket dari kamu, kamu kasih ke adek kamu aja, suruh adek kamu aja yang ambil, aku nggak mau” lagi-lagi dia menutup telpon semaunya.
Aku mencintaimu lebih dari yang pernah kau tau
Aku membutuhkanmu lebih dari yang pernah kau tau
Tak pernah sedikit terpikirkan olehmu perhatikanku
Tak pernah sedikit terpikirkan olehmu menyayangiku
Aku mengirimkan pesan yang berisi lirik lagu dari Armada,
yang aku rasa mewakili perasaanku saat ini, dan ku harap Arsan dapat mengerti
perasaanku, namun pesanku hanya di bacanya saja
***
Alarm ku berbunyi tepat jam 23.57 WIB aku menghubungi Arsan
“hallo” Arsan mengangkat telponnya dengan suara yang agak berat, pasti dia sedang tidur
“Happy birthday to you, Happy birthday to you, Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday to you, selamat ulang tahun sayang” aku menyanyikan selamat ulang tahun untuk Arsan
“makasih sayang, semoga hubungan kita langgeng terus, dan bertahan selamanya” kata Arsan
“Amin, udah kamu tidur lagi ya, aku juga mau tidur” balasku sambil menutup telpon
Paginya aku ke kampus, dia menghubungiku
-“ sayang paketnya udah aku terima, makasih ya kamu udah mau repot demi aku”
-“iya, nggak apa-apa sayang, gimana kamu suka?” tanyaku
-“aku sangat suka, ukurannya pas, kamu memang paling tau selera aku, makasih ya sayang”
Dia memang menerima kadoku, dan berterima kasih
padaku, tapi dia tidak minta maaf dia sudah marah-marah padaku semalam, tapi ya
sudahlah yang penting sekarang hubungan kami sudah kembali baik