Bunga selama 6 tahun dia menanti kekasih nya yang bernama Yudha seorang polisi yang bertugas di luar pulau jawa.
Dia menanti kekasih nya selama itu karena tidak ada kata perpisahan diantara mereka, hanya sebuah perpisahan sementara dan Yudha berjanji akan kembali tahun depan untuk melamar Bunga.
Sehingga Bunga merasa dia masih kekasih Yudha karena tidak ada kata putus diantara mereka hanya hilang tanpa kabar.
Karena penantian Bunga selama ini menanti kekasih nya kembali dia selalu menutup hatinya untuk lelaki lain.
Anton teman Bunga yang seorang guru dia jatuh cinta terhadap Bunga namun Bunga selalu menolak perasaan Anton karena dia masih mengharap kan Yudha kembali kepadanya.
Apakah Bunga dan Yudha akan bertemu kembali..??
Apakah Yudha masih menjaga hatinya seperti Bunga..???
Atau Bunga lebih memilih Anton..???
Extra Part
Menceritakan kisah cinta Shapira yang sudah dewasa, dengan seorang laki - laki bernama Fathir yang berprofesi sebagai seorang polisi.
Kisah cinta kehidupan rumah tangga mereka yang penuh dengan masalah, dan hadir nya sang mantan Fathir bernama Anggi yang berada di tengah - tengah rumah tangga mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback on 5
Mobil yang dikendarai Yudha dan Bunga akhirnya sampai di kediaman rumah Yudha di daerah Ciawi. Rumah dengan halaman yang luas dan rumah berlantai 2 bergaya Eropa dengan taman dan pohon - pohon disekelilingnya membuat kediaman Yudha terasa nyaman dipandang mata siapa saja yang melihatnya.
"Hayo turun . " Ucap Yudha sambil merupakan pintu mobil nya.
"Ini rumah kamu sayang. " Tanya Bunga sambil melihat - lihat sekeliling halaman rumah Yudha.
"Hayo masuk.. " Ajak Yudha sambi menggemgam jemari Bunga.
"Assalamu'alaikum mah pah. " Ucap Yudha memberi salam sambil membuka pintu rumah nya.
Lalu turunlah dari lantai atas wanita paruh baya dan seorang laki - laki paruh baya yang wajahnya mirip seperti Yudha dia adalah papah nya Yudha dan mamahnya Yudha.
"Walaikumsalam salam nak? " Ucap mamahnya.
Lalu Yudha dan Bunga bersalaman sambil mengecup punggung tangan mereka.
"Siapa ini nak ?" Tanya papah Yudha.
"Iya ini siapa Yudha cantik sekali. " Ucap mamah Yudha.
"Kenalin mah pah ini calon istrinya Yudha. " ucap Yudha
Bunga yang mendengar perkataan Yudha dia menyebutnya calon istrinya kepada orang tua Yudha Bunga terasa sangat bahagia hatinya.
"Nama kamu siapa nak?" Tanya mamah Yudha.
"Bunga Tante." Jawab Bunga.
"Jangan panggil tante dong panggil mamah sama papah saja ya.." Ucap mamah Yudha.
"Iya nak Yudha itu baru pertama kali bawa perempuan ke rumah sendiri yah walau kebanyakan perempuan nya yang pada datang sendiri tapi Yudha cuek orang nya. " Ucap papah Yudha.
Bunga hanya tersenyum memandang wajah kedua orang tua Yudha.
"Nak barangkali mau sarapan nanti biar bibik yang siapin . " Ucap mamah Yudha.
"Nanti saja mah yudha pengen istirahat dulu mungkin Bunga mau tiduran bentar di kamar yudha mah . " Ucap Yudha sambil beranjak dari duduknya dan meraih tangan bunga untuk mengikuti ke kamarnya.
"Eh.. Bunga mau istirahat dimana Yudha. " Tanya mamah nya
"Dikamar Yudha. " Jawab Yudha.
"Terus kamu istirahat dimana? " Tanya mamah Yudha kembali.
" Ya di kamar Yudha lah mah masa di kamar mamah sama papah . " Jawab Yudha enteng.
"Eh enak saja nggak boleh . " Ucap mamah Yudha.
"Emang kenapa mah kamar Yudha sendiri. " Ucap Yudha.
"Kamu tidur di sofa ruang keluarga di lantai atas biar Bunga tidur di kamar kamu. " Ucap papah Yudha.
"Iya bener kata papah kamu, kalian belum halal tahu . " Ucap mamah bunga.
"Ya makan nya mamah sama papah lamarin Bunga untuk Yudha . " Ucap yudha.
Tiba-tiba Bunga mencubit lengan Yudha sangat keras hingga yudha Tersontak kaget.
"Ih.. yank kenapa sih maen cubit - cubit saja sakit tahu . " Ucap Yudha kesal.
" Aa apaan sih yank minta maen langsung lamar Bunga segala kan kita baru jadian . " Bisik Bunga.
"Kan kalau udah dilamar enak yank terus langsung nikah kita kan biar setiap hari langsung itu tuh . " Ucap Yudha sambil menaik turunkan alisnya.
"Ih mesum saja otak nya. " Ucap Bunga merasa malu di depan kedua orang tua yudha.
" Yaudah mah pah yudha antar Bunga ke kamar dulu ya. " Ucap Yudha pamit lalu menuju ke lantai atas ke kamar yudha.
Saat tiba di depan kamar yudha pintu kamar pun dibuka oleh yudha lalu Bunga melangkah kan kakinya masuk ke kamar pacar nya yang begitu rapih wangi dan ada beberapa buku - buku yang berjejer sangat rapih. Dan photo - photo yudha saat masih pendidikan kepolisian dan ada photo yudha bersama Tio dan kedua orang tua nya.
"Yank kamu istirahat dulu ya nanti habis ashar kita ke puncak. " Ucap Yudha sambil menekan tombol AC kamarnya.
"Bunga istirahat dulu ya sayang capek banget ." Ucap Bunga langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur milik yudha.
"Nanti kalau butuh apa - apa Aa ada di sofa ruang tengah . " Ucap Yudha sambil berlalu meninggalkan Bunga dikamarnya.
Tak terasa Bunga tertidur pulas dikamar Yudha hingga waktu ashar tiba. lalu Yudha masuk ke kamar Bunga untuk membangun kan kekasih hatinya.
"Yank bangun. " Ucap Yudha sambil mengelus pipi Bunga dengan punggung tanganya.
Bunga mengeliatkan tubuhnya merasa ada yang mengelus pipi nya lalu terbangun.
"Ini jam berapa yank?" Tanya Bunga sambil mengucek matanya.
"Sudah jam setengah empat yank hayo bangun cuci muka wudhu sholat ashar bareng sama Aa di kamar".
Lalu Bunga menuju kamar mandi yang ada didalam kamar yudha untuk mencuci muka nya dan ambil air wudhu untuk sholat ashar.
"Yank kamu belum wudhu . " Tanya Bunga.
"Ini baru mau ." Ucap Yudha sambil melangkah menuju kamar mandinya.
Mereka pun lalu melaksanakan sholat ashar berjamaah bersama di kamar yudha. Dengan lantunan ayat suci Al-Quran yang begitu merdu di dengar yudha dengan lantangnya membacakan nya.
Setelah selesai sholat ashar mereka lalu turun ke lantai bawah menuju meja makan.
"Yank makan dulu kamu kan belum makan nasi baru sama soto mie saja. " Ucap Yudha.
"Mamah sama papah mana yank kok nggak makan bareng ." Tanya Bunga.
"Mamah pergi arisan sama ibu - ibu komplek sedangkan papah sedang ke Tajur sama mang asep . " Ucap Yudha menjelaskan karena disaat Bunga tertidur kedua orang tua nya pergi dan hanya berpamitan dengan Yudha saja.
"Ohhh..." jawab Bunga singkat.
Lalu Bunga menyiapkan makan untuk Yudha dengan mengambil kan piring dan mengambil kan nasi dan lauk nya.
"Makasih ya.. sayang. " Ucap Yudha sambil meraih piring yang sudah terisi nasi dan lauk nya.
Mereka pun makan berdua di meja makan tanpa ada suara hanya ada suara sendok dan garpu saja.
Saat ini mereka menuju arah puncak untung saja hari ini jalanan tidak macet sehingga perjalanan sangat lancar menuju arah puncak. lalu mereka pun berhenti di kedai jagung bakar sambil menikmati pemandangan.
" Yank kita nongkrong disini aja yuk. " Ajak Yudha.
" Boleh yank kita makan jagung bakar ya. " Ucap Bunga.
"Iya sayang ini langganan Aa sama Tio kalo ke puncak nongkrong nya disini. " Ucap Yudha.
"Mang jagung bakarnya 4 . " Ucap Yudha.
"Baik den saya bakarin dulu ya . " Ucap pedagang jagung bakar.
Hingga akhirnya jagung Bakar pesanan nya pun tiba. merek pun menikmati jagung Bakar itu dan sambil menikmati pemandangan dari puncak.
Lalu mereka pun kembali kedalam mobil menuju kostan nya Bunga. Sambil menyetir tangan sebelah kiri Yudha memegang jemari Bunga.
"Yank makasih ya.. " Ucap Bunga sambil mengelus punggung tangan Yudha.
"Iya sayang sama - sama . " Ucap Yudha.
"Yank rasanya pengen berduaan terus sama kamu. " Ucap Bunga sambil menyenderkan kepalanya di samping kursi mobil Yudha.
"Nikah yuk ." Ucap Yudha.
"Mau kan nungguin Bunga lulus? " Tanya Bunga.
"Aa bakalan nungguin kamu yank sampai lulus kuliah nanti Aa bakalan ke Indramayu menemui kedua orang tua kamu. " Ucap Yudha sambil tersenyum.
Sesampainya di kost an Bunga Tio sudah ada di depan rumah nya yang baru saja sampai. Tio yang melihat kedatangan mobil Yudha pun merasa heran.
Lalu pintu mobil terbuka dan saat melihat Yudha dan bunga turun dari mobil Tio merasa kaget.