"Argghhhhhhh!!! kenapa sih hidup gue selalu begini?!!! "
"Lo kenapa Zii?! " Galang berlari mendengar teriakan Izzi dari ruang sebelahnya.
"Nih! " Izzi menyodorkan sebuah kotak berwarna pink yang di atasnya ada pita berbentuk hati. Galang menutup mulutnya berusaha untuk tidak tertawa.
"Napa lo ketawa?! " Izzi melipat kedua tangannya di depan dada. " Sebel gue! "
"Lagi? "
"Hahhh!! pengen rasanya hidup gue tenang, tenteram aman dan damai gitu, gak bisa! si teroris tuh neror gue mulu tahu gak! "
"Waktu itu dia ngirim lo nasi uduk yang kotaknya warna ungu? sekarang pink? "
Izzi, wanita karir berusia 25 tahun, seorang sekretaris di kantornya. cantik, baik dan juga ramah. 2 tahun bekerja di perusahaan kerjanya ini hidupnya berubah menjadi 80 %. Seseorang selalu mengiriminya sebuah barang yang sangat di bilang antik. kalau bunga sih mending. Nah ini nasi uduk guys? nasi uduk??? setiap harinya Izzi selalu mendapatkannya dari pengagum rahasianya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Dewi48, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan Dalam kesempitan.
Hari ini hari yang sangat sangat sangat.... membahayakan bagi Izzi. Ingat ya guys, bagi Izzi ok!! Lagi-lagi Bosnya mengajukan presentasinya. Dia bilang bahwa presentasinya di adakan hari selasa, tapi apa?!! Tadi subuh pas jam 5 dia menelfonnya bahwa presentasinya di ajukan menjadi hari ini. Terpaksa Izzi bangun pagi lagi dan segera berangkat ke kantor. Bahkan Izzi belum sempat sarapan, bisa-bisa pingsan nih dirinya. Kakinya ia langkahkan dangat cepat menuju lift. Izzi menekan tombol angka 15. Zain menyuruhnya untuk langsung ke atas saja. Pasti si Zain iprit itu sudah stand bay di sana, pikirnya. Hingga pintu lift terbuka menampilkan sosok pria tinggivsedang berdiri tegap sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana. Izzi menelan ludah susah payah. Kenapa ia jadi gugup begini. Izzi berjalan pelan dan berdiri di samping Zain.
Izzi berdehem pelan untuk mengurangi kegugupannya. Izzi melihat sebelahnya ada dinding yang transparan. Hah... untung saja tidak terlalu kelihatan.
"Telat lagi? Sampai berkeringat begitu. " Izzi membelalakkan matanya tak percaya.
Ingin sekali Izzi berkata dan berteriak padanya,
Semua ini karena bapak!!!!!
Tapi sayangnya itu hanyalah khayalan belaka. Mana mungkin Izzi meneriakki seorang Zain Amami??
"Iya, tadi macet di jalan. " Izzi jawab asal. Zain mengkerutkan keningnya.
"Pagi-pagi begini jalanan macet? Mustahil. " Izzi menaikkan sebelah alisnya.
"Maksud Bapak? " Izzi bertanya datar.
"Saya tadi bilang sama kamu presentasinya jam 8."
"Bukannya Bapak menelfon saya jam 5 buat ngasi tahu bahwa sekarang presentasinya?! " Izzi mulai menaikkan volume bicaranya. Apa-apaan orang ini?
"Tapi saya sudah ngasi tahu kamu sekarang kan? "
"Tapi Bapak ngasi tahunya telat! "
"Yang penting saya sudah ngasi tahu kamu. "
Kalau ada cangkul di sini, pasti Izzi akan menguburnya hidup-hidup tanpa ampun.
"Bapak tahu? gara-gara bapak, saya jadi tidak menikmati tidur saya. "
"Loh kenapa? "
Tuh muka bisa gak sih gak usah sok polos? Dasar drama King!!!
"Bapak nelfon saya subuh-subuh, jadinya saya langsung siap-siap. "
"Salah siapa bangun. "
Astaghfirulloh hal'adzimmm!!!!!
Demi upin ipin yang gak gede-gede!!! Sumpah ya!! Ingin sekali rasanya Izzi mencekik pria di hadapannya ini.
"Bos ya tetep bos. " Gumam Izzi.
"Kamu bilang apa tadi? "
"Ah! Gak ada, cuma di sini sempit sekali. "
"Oh... sempit ya... " Izzi memundurkan langkahnya ketika Zain mendekatinya.
"Ba-bapak mau ngapain? "
"Memangnya mau apa? " Zain memasang wajah polos. Izzi menjadi semakin muak melihatnya.
"Bapak bisa mundur sedikit? ini sedikit sempit. "
"Maka dari itu saya harus melakukan ini. " Apa hubungannya kamprettttt!!!!!
Zain mengangkat tangan kanannya. Menyentuh lembut kulit Izzi. Seketika Izzi terdiam.
"Bapak ngapain?! Bapak mau ngambil kesempatan dalam kesempitan ya?!! " Zain diam, hingga detik berikutnya tertawa keras. Izzi mengerutkan keningnya.
Apa benar pria di hadapannya ini adalalah Zain Amami? Baru kali ini Izzi melihat seorang Zain tertawa bahkan sampai terpingkal-pingkal.
"Kamu ini ada-ada saja. " Zain memegangi perutnya. " Saya tadi hanya ingin menghilangkan sesuatu di wajahmu. "
Apa? Memangnya ada apa di wajahnya?
Izzi meraba wajahnya, tidak ada apa-apa?
Dasar tukang modus!!! Izzi mencebikkan bibirnya sebal. Bisa-bisanya dia menipu dirinya.
"Gak usah marah gitu, nanti cantiknya hilang. "
Ini memang pendengarannya yang salah apa memang dirinya yang budeg? Dia memuji dirinya? Sejak kapan?!!
Izzi mencubit pelan pipinya
Awwww!!Sakit.
Ini tidak mimpi???
Apa Zain lagi kesurupan setan cinta???