Anna tau bahwa ayahnya adalah orang kaya, dan semua kakaknya tampan tapi ia tak pernah menyangka jika keluarganya cukup populer bahkan ia di sebut-sebut sebagai putri yang di sembunyikan sampai ia pindah ke sekolah baru yang terkenal.
Bukan hanya itu saja, ia juga baru tahu bahwa dia bukan manusia biasa dan cinta pertamanya juga bukanlah manusia.
Siapakah keluarga Anna sesungguhnya?
Misteri apa saja yang baru di ketahui Anna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Seorang gadis muda berlari menghampiri Anna dengan kedua tangan yang penuh tas belanjaan.
" Mina, apa yang sedang kau lakukan di sini? bukannya kau pergi liburan ke pantai? " tanya Anna kaget, tak di sangka mereka bisa bertemu di tempat itu.
" Tadinya, tapi tiba-tiba ibuku mendadak ada pekerjaan jadi mau tidak mau aku harus membantunya " jelas Mina.
" Memang ibumu ada pekerjaan apa? "
" Oh iya aku belum bilang ya, ibu ku seorang desainer kemarin tiba-tiba saja ia di minta ikut kerjasama dengan temannya membuat beberapa baju untuk pagelaran Fashion Show di sebuah hotel " jawab Mina menjelaskan.
" Oh begitu "
" Kau sendiri sedang apa di sini? "
" Oh iya, kenalkan ini ibu ku. Aku sudah cerita kan aku ada janji dengan ibu ku " ujar Anna memperkenalkan.
" Halo aku ibunya Anna, nama ku Maria " ujar Maria mengulurkan tangan.
" Halo juga tante, senang bertemu anda. Baiklah aku harus segera pulang ibu ku pasti sudah menunggu belanjaannya " ujar Mina pamit.
" Baiklah hati-hati di jalan, sampai jumpa " ujar Anna membiarkan Mina pergi.
" Dia kelihatan sangat periang dan baik, kau beruntung punya teman sepertinya " ujar Maria menatap kepergian Mina.
" Iya " jawab Anna menyetujui.
" Baiklah ayo kita lanjut lagi " ujar Maria mulai melangkah lagi menyambung perjalanan mereka yang sempat terhenti.
* * *
Kastil tua tampak sepi meski Anna mendapati beberapa pelayan yang hilir mudik membersihkan rumah, sejak pulang Anna tidak menjumpai satu pun kakaknya apalagi ayahnya padahal hari sudah malam.
" Bibi Joy kemana yang lain? " tanya Anna merasa kesepian.
" Owh nona Tuan besar dan tuan Shigima masih di kantor, tuan Ken juga sepertinya masih sibuk dengan pekerjaannya kalau tuan Reinner ada kelas malam. Nah jika tuan Ryu saya tidak tahu karena dia pergi begitu saja tanpa memberi tahu " jelas kepala pelayan itu.
" Oh, terimakasih "
" Sama-sama ".
Anna berlari menuju kamarnya, menjatuhkan tubuh ramping itu di atas ranjang empuk. Rasanya cukup menyebalkan tinggal di rumah sebesar ini tanpa kehadiran saudara, tiba-tiba terlintas begitu saja ide yang cukup menarik.
" Pelayan " panggil Anna keluar kamar.
" Nona memanggil saya? " jawab seorang pelayan menghampiri.
" Tolong suruh supir menyiapkan mobil "
" Baik " jawab pelayan itu dan segera pergi menjalankan tugas.
Dengan menggandeng tas kecil yang sempat ia taruh tadi Anna kembali berlari keluar rumah, menaiki mobil yang sudah ia minta tadi.
" Kita mau kemana Nona? " tanya sang supir.
" Ke kafenya kak Ken " jawabnya.
Mobil segera melaju membawa Anna yang sudah tak sabar ingin segera sampai, sejak Ken memutuskan untuk membuat usaha sendiri dan lepas dari tanggungjawab Jack ia membuat kafe yang di dukung penuh oleh semua anggota keluarga termasuk Anna.
Pernah sekali Anna di bawa ke kafe itu saat acara pembukaan, desain kafe yang menarik dengan mengangkat tema pedesaan membuatnya betah berlama-lama. Sayang itu sudah lama sekali dan ia tak pernah mengunjungi kafe lagi karena sibuk belajar.
Ken juga selalu main ke rumah ibunya dulu untuk mengunjunginya karena itu ia tidak memiliki alasan untuk pergi ke kafe.
" Nona kisa sudah sampai " ucap sang supir memberitahu.
" Oh iya terimakasih, kau boleh langsung pulang tidak perlu menunggu ku "
" Baik nona ".
Mobil kembali melaju meninggalkannya di depan kafe, dari luar Anna melihat tulisan ' close ' terpajang di pintu masuk. Namun tentu ia tak perduli, Anna tetap masuk ke dalam.
" Permisi... " ucapnya sambil membuka pintu.
" Oh maaf dik, kafenya sudah tutup " ucap seorang pegawai kafe yang sadar akan kedatangan Anna.
" Iya aku tahu, aku sudah melihat tandanya di pintu "
" Kalau begitu kenapa kau tetap masuk? " tanya pegawai itu.
" Aku mencari kak Ken " jawab Anna sedikit ragu.
" Kak Ken? oh, maksudmu bos Ken? " tanya pegawai itu menerka.
" Sepertinya begitu, pokonya aku ingin mencari pemilik kafe ini "
" Baiklah silahkan duduk dulu, aku akan memanggilnya "
" Terimakasih " jawab Anna.
Ia memilih duduk di sebuah kursi dekat lukisan pegunungan, sambil menunggu di lihatnya interior ruangan yang sudah banyak berubah. Di beberapa sudut ruangan ada tempat duduk bertemakan lesehan.
Namun nuansa pedesaan tetap kental, rupanya Ken berhasil mewujudkan impiannya membangun tempat usaha sendiri.
" Anna... " panggil Ken tak percaya adiknya berada di sana.
" Kak Ken.. "
" Apa yang sedang kau lakukan di sini? " tanya Ken menghampiri.
" Di rumah tidak ada orang, karena kesepian jadi ku pikir lebih baik aku mengunjungi kafe kakak " jawab Anna.
Ken tersenyum senang mendengar ucapan adiknya.
" Baiklah karena kau sudah ada di sini bagaimana kalau ku buatkan minuman " tawar Ken.
" Benarkah? aku mau.. " jawab Anna riang.
Mereka berjalan menuju dapur dimana semua pegawai Ken masih berada di sana, sedikit gugup karena semua mata itu memandangnya Anna mengucapkan salam seraya menunduk.
" Untuk hari ini cukup sampai di sini saja, kalian boleh pulang sekarang " umum Ken kepada pegawainya.
" Baik, terimakasih bos " jawab mereka yang segera pergi meninggalkan ruangan.
" Nah Anna kau ingin minum apa? " tanya Ken.
" Apa ya, mungkin sesuatu yang hangat "
" Bagaimana dengan kopi? "
" Tidak mau, nanti kalau aku susah tidur bagaimana? "
" Baiklah kalau begitu teh "
" Bagaimana kalau susu " ujar Anna yang justru membuat Ken tertawa.
" Ha Ha Ha astaga Anna, kau masih minum susu meski sudah masuk SMU? "
" Astaga kakak aku masih dalam masa pertumbuhan, jika aku tidak minum susu bagaimana bisa aku tumbuh setinggi kakak " jawabnya.
" Kau tidak perlu tumbuh setinggi aku, dengan tinggi yang segini sudah cukup untuk anak perempuan. Membuatmu terlihat lebih imut "
" Aaarrhh, sudahlah buatkan saja minumannya " teriak Anna kesal.
Ken mulai menyiapkan bahan, karena Anna ingin sesuatu yang hangat dia mencampur susu dengan jahe dan bahan lainnya. Menuangkan minuman itu ke dalam gelas dan menghiasnya dengan daun mint.
" Wah.... cantik sekali " teriak Anna kagum.
" Minum dengan pelan-pelan itu masih panas " ujar Ken memperingati.
Anna menyeruput minuman itu secara perlahan.
" Aaahhhh enak sekali, kakak sangat pandai membuatnya " teriaknya lagi.
" Terimakasih " jawab Ken puas mendengar pujian untuknya.
" Ngomong-ngomong kenapa kak Ken pulang terlambat? "
" Ini kan akhir pekan, jadi kafe buka sampai larut di tambah tadi setelah tutup kakak mengadakan meeting dulu "
" Kenapa harus meeting di jam larut seperti ini, kan pasti sangat melelahkan "
" Kakak hanya meminta pegawai lebih giat bekerja lagi dan terus fokus dalam bekerja, soalnya tadi siang ada pelanggan yang komplain "
" Benarkah? tentang apa? "
" Pelayanannya, dia kurang puas dengan pelayanan yang di berikan " jelas Ken.
" Oh begitu " jawab Anna mengerti.
" Sudahlah, itu hal biasa di kafe. Cepat habiskan minuman mu kita pulang sekarang "
" Oh baiklah tunggu sebentar " jawab Anna segera meminum susunya.
Aaaaaaaaaaahhhhh
" Kenapa? " tanya Ken panik
" Phanhas... " jawab Anna menjulurkan lidah sambil mengipasinya.
" Astaga, kan sudah kakak bilang pelan-pelan " jawab Ken menahan tawa.
Dengan wajah marah Anna menatap Ken seolah menuduh itu semua adalah kesalahan Ken.
Two Worlds