Myro Aras adalah seseorang yang berdiri di puncak dunia dan berusia ribuan tahun. Ia merupakan bagian dari 5 puncak kaisar martial yang merupakan orang-orang terkuat di dunia. Bahkan tidak ada yang lebih kuat lagi dari para kaisar martial ini yang dapat mengendalikan seluruh langit dan bumi.
Myro Aras yang sudah mencapai puncak martial kaisar akan melakukan perubahan yang mengguncang seluruh dunia, ia akan meningkatkan kekuatannya dan menjadi seorang dewa martial yang merupakan ranah legenda dan belum ada yang pernah mencapainya. Dewa martial yang belum ada seorangpun bisa mencapai ranah tersebut dan bahkan dikatakan, seseorang yang mencapai dewa martial tidak akan bisa lagi mati.
Saat Myro berada di keadaan paling penting untuk menerobos, ia ternyata dikhianati oleh teman dan wanita yang paling percaya. Saat di antara hidup dan mati, Myro Aras hanya bisa berkata dengan marah kepada teman dan wanitanya yang paling dipercaya itu "Kalian tunggu! Bahkan jika aku Myro Aras akan mati, aku tidak akan menyerah! Aku pasti akan membalas dendam ini!".
Setelah Myro Aras menghembuskan nafas terakhirnya dan mati karena pengkhianatan.
Myro Aras yang berpikir bahwa ia sudah mati segera membuka matanya dan melihat ruang kelas yang tidak aneh lagi. Saat melihat ruangan tersebut, Myro terkejut dan menyadari bahwa ia sudah kembali! Ia kembali ke usia saat ia masih seorang murid SMA berusia 17 tahun.
Myro Aras tahu bahwa ini adalah kesempatannya untuk membalas dendam dan mendapatkan semua harta di dunia ini dengan pengetahuan yang ia miliki tentang masa depan.
Lihatlah perjalan Myro Aras kembali ke puncak seluruh dunia dan membalaskan dendamnya pada semua orang yang mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8 : RUMPUT DARAH
Melihat pria yang ketakutan itu, Myro menepuk pundaknya dan berkata dengan tersenyum cerah "Aku jauh lebih menakutkan daripada monster".
Walaupun senyum Myro saat ini sangat cerah. Tapi di mata pria berambut pirang ini, senyum Myro tidak jauh berbeda dengan iblis. Melihat pria tersebut yang ketakutan hingga tidak bisa berbicara lagi, Myro tidak berencana untuk membuang waktu lagi dan segera berkata "Karena kau akan mematahkan kakiku, maka aku akan mematahkan kakimu juga sebagai balasan".
"Tunggu, kau tidak bisa melakukan hal ini", teriak pria itu dengan panik.
Myro yang akan memukul kakinya hingga patah segera berhenti dan berkata dengan aneh "Kenapa aku tidak bisa?".
"Kau tidak bisa, aku adalah anggota dari Geng Harimau Hitam. Jika kau mematahkan kakiku maka Geng Harimau Hitam pasti tidak akan membiarkanmu", kata pria itu dengan panik.
Myro segera tersenyum dingin dan berkata "Kau pikir aku akan takut?".
Setelah itu, Myro tidak lagi menunggu jawaban pria tersebut dan segera mengayunkan rantingnya di kaki kanan pria tersebut.
"Krak!".
Suara tulang yang patah segera terdengar dan pria berambut pirang tersebut segera merasakan rasa sakit dari kaki kanannya. Pria tersebut segera melihat kaki kanannya yang saat ini memiliki bentuk yang aneh.
"Aaaaa!", pria tersebut segera memegang kakinya dengan kesakitan dan berbaring di tanah.
Melihat pria yang kesakitan itu, Myro sama sekali tidak peduli dan segera mencari-cari kantong celana pria tersebut. Myro segera mengambil sebuah dompet dari pria tersebut dan membukanya. Melihat uang 200.000 pada dompet, Myro segera menggelengkan kepalanya lalu mengambil uang tersebut sambil berkata "Aku akan mengambil uang ini sebagai ganti karena kalian membuang waktu milikku. Walaupun uang ini terlalu sedikit, tapi aku memang tahu bahwa orang-orang seperti kalian pasti tidak memiliki banyak uang".
Setelah itu, Myro segera berdiri dan melempar kembali ke pria tersebut yang masih berbaring kesakitan dan memegang kakinya. Li Siyu yang berdiri di samping saat ini juga melihat Myro dengan ketakutan karena ia baru menyadari bahwa Myro sangatlah kejam.
Selama di kelas, Li Siyu sama sekali tidak menyadari apapun tentang Myro kecuali seorang yang cerdas dan memiliki nilai yang sangat baik. Tapi Myro sama sekali tidak memiliki otot, bahkan terlihat sedikit kurus sehingga tidak ada yang mengetahui bahwa Myro bisa begitu kuat dan kejam. Apalagi Myro selama berada di kelas adalah orang yang ramah dan tidak bertarung sama sekali dengan orang lain.
Myro saat ini segera menyimpan uang tersebut di kantong celananya lalu melihat kearah Li Siyu. Li Siyu saat ini merasa ketakutan saat mengetahui Myro melihatnya dan tidak bisa berbicara apapun. Myro sama sekali tidak memperdulikan Li Siyu lagi dan segera pergi dari gang tersebut. Lagipula para pengganggu ini tidak akan bangun selama paling tidak sejam sehingga Li Siyu bisa pergi dari sini.
Setelah Myro pergi, Li Siyu segera menghela nafas dan menghilangkan kekhawatirannya. Tapi Li Siyu tiba-tiba merasa malu karena Myro membantu dirinya sendiri, walaupun cara Myro membantunya sangat kejam tapi Myro tidak melukai dirinya. Li Siyu merasa malu karena tidak bisa berterimakasih kepada Myro dan bahkan merasa ketakutan padanya. Oleh karena itu, Li Siyu memutuskan untuk berterimakasih pada Myro di kelas besok.
Melihat para pengganggu yang masih tidak bisa berdiri, Li Siyu segera pergi dari tempat ini. Pada awalnya, ia hanya kembali ke rumah sedikit terlambat karena harus berbicara dengan temannya yang lain dan hari ini supir ayahnya juga sama sekali tidak datang untuk mengantarnya karena ayah Li Siyu memiliki kesibukan hari ini dan membutuhkan supirnya. Oleh karena itu, Li Siyu harus kembali ke rumah sendiri dan berjalan kaki sehingga hal ini terjadi.
...----------------...
Myro saat ini berjalan kembali ke toko keluarga Shi Yan untuk bekerja. Memegang kantong di celananya yang memiliki uang 200.000, Myro sedikit tersenyum. Walaupun uang ini sangat sedikit bagi Myro yang dulu, tapi Myro yang sekarang sama sekali tidak memiliki uang. Jadi Myro mengambil uang ini.
Alasan Myro mengambil uang tersebut karena Myro tahu bahwa ia saat ini masih membutuhkan makan dan minum sehingga ia membutuhkan uang. Jika kultivasi Myro sudah cukup tinggi maka tidak masalah bagi Myro untuk tidak makan selama beberapa bulan ataupun tahun.
Apalagi di bumi ini, berbagai obat-obatan dan tumbuhan obat dijual dan harus dibeli dengan uang. Toko-toko tersebut menjual tumbuhan obat dengan uang sehingga di bumi ini uanh masih memiliki nilai yang sangat penting untuk kultivasi.
Lagipula beberapa toko yang menjual tanaman obat sama sekali bukan orang yang berkultivasi sehingga mereka hanya menerima uang dan hanya berpikir bahwa tanaman obat ini hanya berguna untuk kesehatan. Mereka tidak akan berpikir bahwa tanaman obat itu sangat penting untuk meningkatkan kultivasi seseorang karena mereka sama sekali tidak mengetahui tentang kultivasi.
Myro segera bergegas menuju toko Shi Yan. Sebenarnya toko milik orang tua Shi Yan adalah sebuah minimarket yang menjual kebutuhan sehari-hari, karena hal tersebut sehingga mereka tidak membutuhkan banyak tenaga kerja sama sekali untuk mengelola toko.
Myro segera membuka pintu dan melihat bahwa toko itu saat ini tidak terlalu sibuk. Tidak banyak orang yang datang, jadi pekerjaaan sehari-hari tidak terlalu banyak.
Setelah melihat Myro yang datang, Shi Yang segera tersenyum di wajahnya yang gemuk dan menepuk bahu Myro lalu berkata "Baiklah Myro, karena kau sudah datang kesini maka aku bisa pergi bermain".
Setelah itu, Shi Yan segera pergi dari toko tersebut untuk bermain. Melihat Shi Yang yang pergi dengan sangat cepat, ibu Shi Yan segera menghela nafas dan berkata "Maaf Myro karena harus merepotkan mu. Aku tidak tahu, apa yang dilakukan Shi Yan. Anak ini selalu sering pergi bermain akhir-akhir ini dan bahkan menghabiskan uangnya setiap hari. Kami jadi harus merepotkan mu padahal kau juga seorang murid SMA dan senang bermain bersama temanmu. Tapi kau hanya perlu mengatur beberapa barang di toko, setelah itu kau bisa pergi bermain".
Myro segera menggelengkan kepalanya dan berkata "Tidak masalah bibi. Aku bisa membantu menjaga toko ini sampai tutup".
"Kau masih seorang murid SMA dan seharusnya untuk pergi bersenang-senang dengan temanmu. Jadi kau tidak perlu menemani kami menjaga toko sampai tutup, lagipula toko ini tidak terlalu ramai sehingga kami tidak membutuhkan bantuan mu untuk mengaturnya", kata seorang pria yang berusia sekitar 40 tahun dan memiliki wajah yang gemuk serta terlihat mirip dengan Shi Yan.
Melihat pria tersebut, Myro mengetahui bahwa itu adalah ayah Shi Yan. Karena ayah dan ibu Shi Yan berkata begitu maka Myro hanya bisa mengangguk dan berkata "Jika begitu maka baiklah, aku akan mengatur barang-barang di toko lalu pergi".
Setelah itu, Myro mulai mengatur barang-barang di toko sambil berpikir bagaimana cara untuk meningkatkan kultivasinya.
kekuatan bisa ditingkatkan hanya dengan duduk dan berkultivasi tapi cara seperti itu terlalu lambat. Cara tercepat adalah menggunakan obat ataupun tanaman obat tertentu yang dapat meningkatkan kultivasi dengan cepat. Tapi tanaman obat seperti itu pasti cukup mahal dan dengan uang Myro yang sekarang maka tidak mungkin untuk membelinya.
Saat Myro sedang sibuk berpikir saat mengatur barang, Myro segera mendengar pembicaraan seorang wanita dengan teman di sampingnya.
"Aku tidak berbohong, aku sebelumnya pernah pergi ke gunung di kota ini dan melihat sebuah rumput dengan warna seperti darah. Aku berpikir bahwa mungkin ada kejadian pembunuhan di gunung dan pelaku segera membuang mayatnya tapi ia tidak menyadari bahwa sebuah rumput masih memiliki tanda darah", kata wanita tersebut dengan marah ke temannya.
"Mungkin kau salah lihat atau rumput tersebut diwarnai", kata temannya dengan tidak percaya lalu berkata lagi "Bagaimanapun kau pergi ke sana pada malam hari jadi tidak aneh kalau kau salah lihat".
"Mungkin kau benar, bagaimanapun aku melihatnya saat berada di mobil dengan kecepatan yang cukup cepat. Tapi anehnya rumput tersebut bersinar cukup terang dengan warna darah tersebut", kata wanita itu lagi.
"Kalau begitu maka mungkin ada lampu dibalik rumput itu. Tidak mungkin rumput bisa bercahaya saat gelap kan?", kata temannya lagi.
"Kau benar, mungkin aku terlalu berlebihan", kata wanita itu.
Setelah itu mereka segera pergi ke ibu Shi Yan untuk membayar apa yang mereka pergi. Tapi mereka sama sekali tidak menyadari bahwa Myro yang mendengarkan perkataan mereka saat ini menjadi sangat terkejut. Myro segera berkata dipikirannya dengan penuh keterkejutan "Kenapa aku bisa lupa dengan keberadaan Rumput Darah?".