NovelToon NovelToon
JODOH

JODOH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tunangan Sejak Bayi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Myatra

Jodoh itu misteri, siapa yang akan menjadi jodoh kita kelak, tak seorang pun mengetahuinya.

Sejak masih belia, Rian dan Dina dijodohkan oleh kedua orang tua mereka yang berkawan baik.

Mereka tidak kuasa menolak perjodohan, hingga pernikahan pun terjadi dan membuat orang yang mereka cintai patah hati.

Maretha, mantan pacar Ryan, yang terpaksa harus menikah dengan calon suami kakaknya.

Serta Fardhan, yang setengah hati menerima pernikahan dengan wanita pilihan orang tuanya, berharap bisa segera move-on dari Dina.


Apakah Ryan jodoh sejati untuk Dina? Bagaimana dengan para mantan, Maretha dan Fardhan?

Akankah rumah tangga mereka bertahan atau berpisah menjadi keputusan akhir mereka?

Bagaimana dengan para mantan yang patah hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Myatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketemu Mantan

"Serius banget kerjanya, pasti belum sempat makan siang saking sibuknya."

Dina yang sedang memeriksa pembukuan toko, mencocokan data di tablet dengan data nota, mendongakan kepalanya saat mendengar suara seseorang yang sejenak ingin dia hindari.

Mulut Dina sedikit terbuka saat melihat suaminya berdiri menjulang di depan meja kerjanya.

"Tutup tuh mulutnya! nanti masuk lalat."

Mendengar ucapan Ryan, spontan Dina menutup mulut dengan telapak tangannya. Melihat tingkah polos istrinya yang menggemaskan membuat, Ryan terkikik geli dan ingin mencubit pipi putih mulusnya.

Tiba-tiba, Ryan teringat kejadian semalam saat mengelus-elus pipi Dina.

"Toko kamu lumayan rame juga, setiap hari seperti ini?" tanya Ryan mengalihkan ingatannya.

Ryan menarik kursi terdekat, dan duduk di sebelah istrinya, menghadap ke bagian muka toko.

Dina melirik ke arah suaminya, heran dengan sikap Ryan yang bisa bertanya seringan itu, seolah tidak terjadi apa-apa antara Ryan dan dirinya tadi pagi. Sedang dirinya sekuat hati menahan debar di dadanya ketika mereka berdekatan.

"Udah nggak usah lihatin aku segitunya, aku tahu aku ganteng dan gemesin."

Dina menatap malas pada Ryan yang tingkat kepedeannya di atas rata-rata.

"Kakak ngapain ke sini?"

Akhirnya, Dina dapat mengeluarkan suaranya.

"Untuk bertemu istri aku lah..."

Dina menghela nafas pelan. Jika saja hubungan mereka normal seperti pengantin baru lainnya, tentunya Dina akan sangat bahagia mendengar penuturan suaminya.

Namun keadaan mereka saat ini, membuat Dina harus membentengi hatinya, agar tidak sampai jatuh hati kepada Ryan yang justru akan membuatnya sakit hati di kemudian hari.

"Tau dari mana toko aku?" Mengabaikan ucapan suaminya, Dina kembali menekuri pekerjaannya.

"Apa sih yang aku nggak tahu tentang kamu, mantan kamu juga aku tahu, tokonya yang sebelah mana sih dari sini?" jawab Ryan santai sambil memainkan bolpoin yang ada di atas meja.

Perkataan Ryan sontak membuat Dina kaget dan menolehkan kembali kepalanya ke arah samping.

"Nggak usah kaget gitu, biasa aja kali lihatnya." Ryan membalas tatapan istrinya.

"Kak Ryan mata-matain aku ya?"

"Oh, tentu. Aku harus tahu dong wanita seperti apa yang akan aku nikahi." Ryan mengedipkan sebelah matanya kepada Dina.

"Ish, nyebelin..." Dina memalingkan kembali wajahnya, pipinya memanas sedang bibirnya menahan senyum.

Yang sebenarnya, Ryan tidak pernah memata-matai Dina. Saat mencari toko Dina, Ryan hendak bertanya pada seorang pria yang berdiri di depannya, namun dia seperti tidak mendengar sapaan Ryan, pria tersebut mematung menatap sesuatu, setelah Ryan perhatikan arah pandangnya ternyata pria tersebut memandang Dina yang sedang fokus dengan pekerjaannya.

Dapat, Ryan lihat luka di matanya. Sebelum pria tersebut menyadari keberadaannya, Ryan memilih pergi. Ryan sudah tahu letak toko istrinya, tapi memilih untuk tidak langsung menghampiri Dina. Ryan ingin tahu sampai berapa lama pria tersebut memandangi Dina.

Ada bara di hati Ryan saat melihat seorang pria memandangi istrinya dengan tatapan memuja seperti itu. Ada perasaan tak rela mengetahui, jika ada seorang pria yang masih mengharapkan wanita yang sudah menjadi istrinya. Apalagi dia belum mengetahui perasaan Dina kepadanya, mungkin saja Dina juga memendam perasaan yang sama untuk pria tersebut.

Ryan sempat berfikir, apakah dia cemburu kepada pria itu? Apa mungkin alasan, Dina ingin cepat-cepat kembali kerja, agar bisa menemui pria tersebut? lalu bagaimana perasaan Dina, jika tahu dia masih berhubungan dengan kekasihnya?

Banyak tanya di benak Ryan. Lebih dari tiga puluh menit, Ryan menunggu, namun pria tersebut tidak menghampiri, Dina. Pun dengan, Dina, dia fokus dengan pekerjaannya. Akhirnya, Ryan memasuki toko Dina, beberapa saat kemudian dapat, Ryan lihat, jika pria tadi berlalu dari depan toko istrinya.

"Kakak ngapain ke sini?"

"Ternyata sendirian di rumah bosan juga. Padahal dulu juga sendirian tapi biasa aja. Kamu udah makan siang?"

Jam makan siang, biasanya banyak pengunjung datang. Dina dan karyawannya akan bergantian istirahat. Dina biasanya yang pertama beristirahat, tapi hanya shalat saja. Sedang tiga karyawannya yang lain bergantian shalat dan makan.

Ryan berdecak tak suka mendengar penuturan istrinya.

"Udah sedikit sepi, kita makan siang di luar yuk!"

"Lho, kak Ryan belum makan siang? Aku kan udah siapin makanan untuk makan siang."

"Makan sendiri nggak enak, nggak berselera," Ryan beralasan.

"Di sekitar sini ada makanan yang enak nggak?"

Dina nampak berfikir sebentar. "Mau makan di sini atau di tempatnya?"

"Ke tempatnya aja yuk, biar leluasa makannya."

Dina menandai pekerjaannya, setelah itu berdiri yang diikuti juga oleh Ryan berjalan keluar toko. Dina mendapat godaan dari karyawannya saat menitipkan toko hendak makan siang.

"Cie teh Dina sekarang makan siangnya bareng suami euy... dulu mah sama..."

Sebelum karyawan Dina menyelesaikan ucapannya, Dina mengkode dengan memelototinya agar karyawannya diam tak meneruskan ucapannya.

"Ups lupa, maaf teh.." ucap karyawan Dina tak enak, menutup mulut dengan tangannya.

Tak mengindahkan permintaan maaf karyawannya, Dina melanjutkan langkahnya keluar toko.

"Kenapa pegawai kamu di suruh berhenti, padahal terusin aja kali ucapannya, aku juga tahu."

"Kak Ryan suka lotek atau gado-gado nggak?" Dina bertanya, mengalihkan pembicaraan Ryan.

"Aku gado-gado aja deh, udah lama nggak makan itu."

Mereka berjalan bersisian, Ryan mengikuti kemana Dina membawanya. Saat hendak menyebrang jalan, refleks tangan Ryan menggenggam tangan Dina, membuat Dina kaget dan melihat pada tautan tangan mereka. Jari-jemari Ryan, terasa sangat pas mengisi sela-sela jemari Dina.

Ryan tetap tidak melepaskan genggaman tangannya, malah mempererat saat Dina mencoba menarik tangannya.

Dina duduk di samping Ryan setelah memesankan pesanan mereka pada penjual gado-gado. Dina sedikit menjaga jarak, namun Ryan memperpendek jarak diantara mereka dengan mendekat ke arah Dina, hingga bahu mereka bersentuhan.

"Punya kamu ko sedikit?" tanya Ryan begitu pesanan di antar ke meja mereka.

"Aku pesan setengah porsi aja."

"Pantesan kutilandarat," Ryan berkata setengah berbisik.

"Apa?" Dina mendelik tak suka kepada suaminya.

"Bukan apa-apa. Udah buruan makan, aku udah lapar banget," ucap Ryan lalu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

Dina yang terlanjur kesal mendengar perkataan suaminya, mengambil mangkuk kecil berisi sambal dan menuangkan beberapa sendok kecil ke atas piring gado-gadonya. Ryan sampai harus menghentikan aksi Dina, dan menjauhkan mangkuk tersebut dari jangkauan Dina.

Dengan kesal, Dina mengaduk-aduk agar sambal tercampur merata.

Tiba-tiba, Dina dikejutkan dengan kedatangan mantan pacarnya yang duduk di sebrangnya. Tempat duduk di penjual gado-gado berupa meja panjang dengan dua kursi panjang di sisi kiri dan kanannya.

"Gado-gado kamu kebanyakan sambal, ganti ini aja, kamu kan nggak kuat makan sambal," Fardhan berkata sambil menukar piringnya dengan piring Dina, setelah itu memakan gado-gado Dina dengan santai, tanpa menghiraukan Dina yang masih terpaku saking kagetnya dan Ryan yang mengepalkan kedua tangannya.

**BERSAMBUNG

Bisa doubel up 👏👏

Do'ain ya supaya mood ngetiknya nggak naik turun lagi.

Selalu dukung cerita ini, jangan lupa like, vote dan komen sebanyak-banyaknya.

Selamat membaca**.

1
Ajwan Syah
Luar biasa
Adiba Shakila Atmarini
nah gtu.jdi suami hrus tegas.jngn lmbek hnya krna mlihat air mta buaya..
Adiba Shakila Atmarini
aamiin yra..
Sarah Yuniani
hindari yang haram ...segerakan yang halal
Sarah Yuniani
Ryan Dina lah pemeran utama .. sulit suiiit
Sarah Yuniani
nah sayang ajalah , daripada luph , Aneh 😅
Sarah Yuniani
luph kok aneh gitu ya
Faris Fahmi
kalo mahdaf syafi'i bersentuhan suami istri itu batal wudhu'
dan adzan maupun iqomah hanya dilakukan laki2
Tamirah
ceritanya menarik kita tunggu apa alur cerita nya kenceng aja atau berliku liku
Sarah Yuniani
asik ya , santai bawaannya .. nggak yang mewah mewah an ...
Sarah Yuniani
cinta itu buta
Sarah Yuniani
meskipun sudah sah .. kalo bersentuhan tetap wudhu lagi ..
Mamah Kekey
Alhamdulillah akhirnya... di terima
Mamah Kekey
semoga ta aruf nya terlaksana.... gemes nih yg baca Thor....
Mamah Kekey
semoga di ijabah doa nya lewat jalur langit teh..
Mamah Kekey
gitu dong..cinta gak bertepuk sebelah tangan ✋😂🤭
Mamah Kekey
grecep vaza aku suka lelaki harus jentelmen 😂
Mamah Kekey
fardan mau melakukan segala cara untuk kesembuhan putrinya...wah bahaya nih..
Mamah Kekey
ending yang bagus... ceritanya mengalir Tampa ada tipo satset...
Mamah Kekey
orang tuanya gak berjodoh ..mungkin anak,,mereka yg berjodoh...😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!