( Duda The Series )
Yafiq - Raisa Story
Sedang tahap Revisi, guna meningkatkan kualitas tulisan 🙏
Seorang anak bernama Bagas, yang sangat mendambakan memiliki sosok Ibu.
Untuk menemani hari-harinya, mendampingi, serta menjaganya. Dia sangat iri dengan anak-anak lain apalagi, teman di sekolah TK-nya.
Beberapa bulan ini, Bagas selalu memperhatikan Raisa, seorang pelayan di cafe sahabat Papa-nya. Karena, gadis itu polos, cantik, ceria, dan juga sangat menyukai anak kecil. Maka dari itu, dia mencari cara agar Raisa bisa menjadi Ibu sambungnya, dan, menikah dengan Yafiq Ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-yen94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 7
Perjamuan malam ini begitu meriah, menyambut kemenangan Lidia sebagai model paling berpengaruh di perusahaan entertainment ini. Modeling starlight merupakan perusahaan terbesar di Indonesia dalam bidang permodelan, dan model kebanggaan mereka saat ini adalah Lidia.
Lidia berhasil membuat nama perusahaan ini harum, menjadikannya sebagai perusahaan model terpengaruh di Asia. Pantas saja jika dirinya begitu sibuk, dan tidak pernah ada waktu untuk bertemu dengan kekasihnya.
Walaupun dia sangat mencintai Yafiq tetapi, karir adalah nomor satu baginya. Sudah terhitung 4 kali Yafiq mengajaknya menikah, bahkan Yafiq berjanji jikalau dia mampu menafkahi dia.
Kekasihnya itu ingin dia menjadi istrinya, dia juga mengijinkan Lida untuk menjadi model seperti keinginannya. Sayangnya dia menolak permintaan Yafiq, dia tidak ingin mempunyai anak dalam waktu dekat.
Padahal, Yafiq termasuk kaya raya. Dia beralasan tidak mau ketergantungan pada Yafiq. Baginya, menjalani profesi sebagai model adalah impiannya. Maka selagi muda mengapa tidak , dia meraih kesuksesannya.
Dia percaya Yafiq mau menunggunya. Dia ingin menikah di 1 tahun lagi, karena di usia itu menurutnya pas untuk menjadi seorang istri dan juga ibu. Apalagi, Yafiq ingin sekali mempunyai seorang anak perempuan yang cantik.
" Sabar ya sayang, aku pasti akan menjadi istri kamu!" batin Lidia
Ketika Lidia sedang membayangkan pernikahan dan juga rumah tangga bersama Yafiq. Seorang pria yang merupakan bossnya itu, menghampiri dia.
" Hei Lidia, selamat ya. Semoga makin sukses!" ujar Andre
Lidia menoleh, kemudian gadis itu mengulum senyumnya dan berterimakasih kepada atasannya tersebut.
" Mari bersulang!" ujar Andre
" Mari !" ujar Lidia
Keduanya bersulang untuk merayakan kemenangan kekasih Yafiq itu.
Malam ini Juan akan menjenguk Raisa di rumah sakit. Dokter mengatakan jika Raisa besok boleh pulang, dia akan memberi tahu gadis cantik itu, jikalau dia bisa pulang ke Bandung untuk menemui Umminya.
Setelah mengendarai mobilnya beberapa menit, pria itu memarkirkan mobilnya di area parkir di rumah sakit ini. Dia segera turun dari mobilnya dan bergegas menuju ruangan Raisa di rawat. Betapa terkejutnya dia saat melihat Yafiq yang sedang berdiri di depan pintu ruang rawat Raisa.
Lantas dia langsung menyapa Yafiq, tetapi pria itu hanya memberikan senyuman terbaiknya.
" Jangan bilang, kalau lo takut Bagas di culik Raisa? " ujar Juan
" Begitulah adanya gue takut, anak gue satu-satunya ini diculik. Dan gadis itu mau minta tebusan. Yang membuat perusahaan gue bangkrut !"
" Gila Lo, mana ada Raisa kayak gitu. Dia itu wanita baik-baik tahu! Astaghfirullah!" ujar Juan kesal
" Ya ampun Juan, gue gak mau jawab gitu. Gue juga nggak tahu kenapa gue datang kesini dan cuma nunggu di sini lama banget.!" batin Yafiq
" Ah, Sudahlah. Gue mau ngomong ke Raisa dulu. Dia besok boleh pulang ke Bandung!"
" Apa, Bandung? Mau ngapain, Bagas ikut nggak? "
" Dia mau kunjungi Ibunya, udah lama banget nggak ketemu, kasian. Nggak tahu Fiq kalau itu, Lo tanya aja ke Bagas !" ujar Juan
Yafiq menghela napasnya
" Kita masuk bareng, udah lama gue disini. Gue pengen liat Bagas! " ujar Yafiq bohong
Juan tersenyum simpul, dengan begini dia tidak repot untuk membuat keduanya dekat. Karena pasalnya, Yafiq sendiri yang berinisiatif untuk dekat dengan Raisa.
Terdengar suara ketukan pintu, dan Raisa mempersilahkannya. Karena sebelumnya Juan, meminta agar gadis itu di rawat di ruang VIP supaya dia tidak perlu izin dari dokter lagi, untuk menjenguk Raisa.
" Assalamualaikum!"
" Waalaikummussalam!"
Juan tersenyum manis saat bertemu pandang dengan Raisa, tidak dengan Yafiq yang begitu datar. Pandangannya seolah tidak peduli dan hanya berfokus pada Bagas putranya saja.
" Ra, kamu udah boleh pulang besok!" ujar Juan
Pria itu memulai percakapan, karena atmosfer di ruangan tersebut begitu sunyi saat dia dan Yafiq masuk.
" Malam-malam Bapak datang ke sini cuma mau ngomong kayak gitu?" ceplos Raisa
" Ya nggak sih, sekalian saya mau ngasih ini ke kamu. Supaya Ummi kamu cepat sembuh, bawalah dia berobat!" ujar Juan
Raisa terharu saat Juan memberikan sebuah amplop, entah berapa isinya yang jelas dia merasa tersentuh dengan perbuatan Juan. Pria itu begitu baik, dan sangat peduli terhadapnya.
Yafiq yang melihat itu hanya diam, dia merasa sedikit bersalah sudah menuding yang tidak-tidak tentang gadis itu.
" Apa ibu kamu sakit parah? " tanya Juan
" Ummi sakit-sakitan aja sih Pak. Namanya juga udah tua, nanti mungkin saya akan berhenti bekerja di cafe and resto milik Bapak. Karena Ummi nggak ada yang jagain!" ujar Raisa
Juan menatap wajah Raisa, gadis itu adalah gadis yang rapuh saat ini. Tidak seperti biasanya, pegawainya itu begitu manis dan ceria.
" Jangan Ra, bawa ibu kamu kemari. Saya akan memberikan Fasilitas untuk kamu, karena Bagas sangat menyukaimu !" ujar Yafiq
Entah apa alasannya, pria itu ikut nimbrung dengan percakapan Boss dan bawahan itu. Raisa menoleh, dia menatap lekat wajah pria itu. Gadis itu tersenyum, dan berterimakasih padanya.
" Nggak Pak. Saya tidak mau menerima itu, saya tidak pantas!" ujar Raisa
" Baiklah saya hanya ingin yang terbaik saja untuk kamu!. Fiq, Raisa nggak mau, jadi biarin aja, mungkin di Bandung adalah pilihan terbaik " ujar Juan
" Tapi, Aih sudahlah lupakan saja!" ujar Yafiq
Juan rupanya sedang menguji Yafiq, apakah pria itu sudah mau membuka pintu hatinya untuk wanita lain. Atau masih tetap setia kepada Lidia?. Entahlah, yang jelas Lidia selalu menjadi nomor satu di hatinya. Tetapi kali ini ada yang berbeda, seolah Yafiq tidak ingin Raisa pergi dari sini dengan dalih Bagas menyukai wanita itu.
" Apakah kutub es sudah mulai mencair?" batin Juan
" Emmmh, Papa kalau Mama mau ke Bandung. Bagas ikut ya, pengen ketemu Nenek!" ujar Bagas
Anak itu menyentuh kedua matanya dan menguceknya.
" Kamu bangun Nak? " tanya Yafiq
" Papa sih berisik banget sama Papa Juan ! " ujarnya polos
" Sssst... Ya udah Bagas bobo lagi ya, ini urusan orang dewasa oke !" ujar Raisa
Lagi dan lagi, kedua pria itu terutama Yafiq merasa Raisa adalah gadis yang baik hati. Terutama Yafiq, dia merasa sangat kagum dengan sosok gadis yang saat ini sedang mengusap kepala putranya sayang.
" Dia gadis yang penyayang, seandainya dia lebih dulu datang kepadaku sebelum aku berpacaran dengan Lidia! " batin Yafiq
" Seandainya, Om Imran tidak menyukai Raisa dan lebih memilih Lidia. Pasti aku akan mengejar cintanya Raisa!" batin Juan
Kedua pria itu saling terdiam, sembari menatap kagum Raisa yang begitu keibuan itu. Jarang sekali ada wanita yang mempunyai sikap seperti itu menurut keduanya, termasuk Lidia gadis pujaan mereka . Memang benar kata orang, usia tidak menjamin kedewasaan seseorang, karena dewasa adalah dinilai dari sikapnya bukan usianya .
**Bersambung...
A-yen94 💕**