NovelToon NovelToon
KINARA (Tresno Soko Kulino)

KINARA (Tresno Soko Kulino)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:256.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agus Nur Kasihani

Kinara Saraswati Wibowo siswi kelas XII IPA I SMA HARAPAN yang baru genap berusia 18 tahun harus menerima kenyataan saat ayahnya di vonis kanker hati stadium akhir dan sisa umurnya tidak lama lagi.

Saat itu juga sang ayah berniat menikahkan nya dengan anak temannya yang seusia dengan kinara. Ayahnya ingin menyaksikan anak bungsunya itu menikah sebelum ia meninggal.

Lalu bagaimana dengan keputusan kinara?? Apakah ia harus memenuhi permintaan ayahnya atau malah mengabaikannya??

Di saat yang sama ia bertemu dengan calon suami yang di pilihkan ayahnya yang ternyata teman baru di sekolah dan satu kelas dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus Nur Kasihani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

08 Canggung

...Assalamualaikum sahabat tercintaah ...

...Selamat membaca dan semoga terhibur☺☺ jangan lupa vomentnya 😀😉...

.......

.......

.......

Baebunta Selatan

Jumat 19/06/20 // 27syawal1441H

12:57 pm

...💞💞 Wajibku Menghormati mu sebagai imamku yang akan menjadi pembimbing jalanku menuju jannah NYA. Meski kita tak pernah saling mengenal sebelumnya. Namun takdirlah yang menyatukan kita meski tak ada cinta diantara kita.💞💞...

Rangkaian acara ijab kabul telah selesai. Azka dan Kinara masih berdiri menyalami para tamu undangan yang memberi ucapan selamat kepada mereka.

Reno and the gengs sengaja memilih giliran terakhir untuk memberi ucapan selamat karna mereka memang sengaja akan menggoda Azka.

"Gue jadi pengen...." gumam Reno

"Iya!! enak ya yang udah sah mau ngapain mah bebas.." tambah Fikar

"Ajak noh si Cimori..." Timpal Aldo

"Idiiihh ogah gua ma ondel-ondel.." jawab Fikar

"Idiiih jangan sok lo Kar..jodoh beneran tau rasa lo.." ucap Beno.

"Ogah gua amit-amit dah.. Aduuh paan sih nih main jewer aj lo.."Jawab Fikar sambil memegang telinganya yang di jewer Cici.

"Heh mulut ember lo ngomong apa barusan hah...?? Lo ngatain gue ondel-ondel?? Emang tampang lo cakep gitu??" ucap Cici dengan raut wajah kesal.

"Emang iya gua cakep..mau apa lo..??" Jawab Fikar tak mau kalah.

"Ciiiiihhh Cakep dari hongkong.. Pede amat lo..kali aja rabun tuh cewek yang bilang lo cakep... Wleeekk!!" Ejek Cici tak mau kalah

"Woi lu mau berantem sono di ring jangan disini brisik amat lo.. Gua doain jatuh cinta beneran lo pada.." ucap Reno menengahi.

"Enggak Sudi" jawab Fikar dan Cici bersamaan

"Nah kan jawabnya aja barengan.." timpal Aldo.

"Yuk ah cabut kuy..cacing di perut gue udah demo."Ajak Beno kepada mereka berempat.

"Heedeeh bilang aja lu laper..nih makan.."ucap Aldo sambil memukul pelan perut Beno yang buncit.

"Njir!! sakit ege...." jawab Beno memegang perutnya

Mereka berempat akhirnya berjalan ke pelaminan menyalami Azka dan Kinara.

"Selamat ya bray..baru 3 hari kita kenal lo udah nikung gua duluan.. Jangan lo paksa kalo sakit.. Bisik Reno di telinga Azka dan langsung mendapat balasan berupa bogeman halus di perutnya.

"Selamat ya Bro gue ikut seneng akhirnya Kinara ada yang jagain..

Ucap Fikar

"Selamat ya Bro akhirnya gue bisa makan enak juga..hehehe" ucap Beno.

"Enggak sekalian lu bawa pulang aja pake tronton Ben..noh di belakang masih banyak.." Jawab Azka menggoda yang hanya di jawab cengiran oleh Beno

"Lu udah siapin pengaman kan?? Inget jangan sampai kebobolan..lu belum lulus bray.." Bisik Aldo menggoda Azka. Saat Azka akan membalas Aldo sudah berlari menuju meja katering lebih dulu.

"Selamat ya sobat gue teruwuuwu..Lo tetep sahabat gue kan?? Gue sayang sama lo " ucap Cici terisak sambil memeluk Kinara.

"Idiiih lebay ah Ci.. Dah sana gih." ucap Kinara

"Jagain sobat gue yak pak, soalnya limited edition enggak ada lagi stok cewek seunik dia.😁😁" ucap Cici pada Azka

"Siiip laah.. Lu juga jagain noh si Fikar soalnya gak ada lagi stok cowok senyebelin itu!!limited edition buk". Balas Azka

"Ciihh ogah!!! wani piroo??" Sahut Cici sambil berjalan menuju meja katering bergabung dengan yang lain.

💐💐💐💐💐💐

Semua tamu pulang dan acara telah selesai, keluarga dari pihak Azka pun telah pamit hanya tersisa Papa dan Mama Azka.

Kinara berjalan menuju kamarnya sedangkan Azka berjalan tepat di belakang nya.

Berhubung jarak taman belakang ke kamarnya lumayan dan harus menaiki tangga, di tambah kaki terasa kebas dan pegal, Kinara menghentikan langkahnya menoleh ke belakang.

"Azka..."panggil Kinara pelan

"Iya... " Azka mendongak

"Berat...bisa tolong pegangin ini enggak?" cicit Kinara pelan sambil menunjuk ekor gaunnya yang panjang.

"Hmm... Iya" jawab Azka dengan canggung. Ia segera meraih ekor gaun Kinara.

"Makasih mas" ucap Kinara saat mereka sampai di kamar. Azka mengeryitkan alisnya heran.

"Mas? Plin plan nih anak ya?" batin Azka.

"Iya sama-sama" Balas Azka masih dengan tatapan anehnya.

Kinara duduk di tepi ranjang menyandarkan tubuh mungilnya pada tiang ranjang. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya pelan. "Ya Allah nasibku berubah 360 derajat celcius, beri hamba kebesaran hati menjalani ini dengan ikhlas" batinnya.

Sedangkan Azka memilih duduk di sofa sembari melepas jas dan dasinya. Ia mengambil bantal kecil yang ada di sampingnya lalu merebahkan tubuh kekarnya. Matanya meneliti sekeliling kamar yang di hias seindah mungkin. Wangi khas aroma terapi yang lembut menusuk rongga hidungnya.

"Sumpah canggung banget, ngenes amat nasib gue,bingung mau ngapain, arrghh gimana,gimana" batin Azka menatap langit-langit kamar. Ia kagum saat melihat lukisan kaligrafi di dinding kamar,"Baru kali ini gue liat kamar cewek lukisan nya kaligrafi semua di sepanjang dinding. Unik juga seleranya." batinnya lagi.

Kinara masih duduk di tepi ranjang,ia memandangi kingsize yang penuh taburan kelopak mawar merah. Di semua sudut ruangan di hias seindah mungkin. Bahkan di tempat khusus ia melaksanakan sholat pun tak luput di hias. Ada dua sajadah yang terbentang dan ada Al-Qur'an yang terpajang rapi di sebuah meja kecil di sisi kanan sajadah. Serta lilin di kedua sisi Al-Qur'an.

"Hmm pasti semua ini ulah Bude Tutik dan Cici." Batin Kinara menebak

Kinara melihat jam di dinding"ayah akan terbang sejam lagi. Sebaiknya aku membersihkan diri dulu." Batin Kinara lalu beranjak menuju ruang ganti. Di saat yang sama Azka juga beranjak ingin ke kamar mandi.

"Aduuh"

Kinara hampir tersungkur ke lantai karna ekor gaunnya tersangkut benda kecil di sisi ranjang,namun Azka dengan sigap menahan berat tubuhnya dari depan. Kinara memegang kedua lengan Azka sehingga mereka nampak seperti akan berpelukan.

Azka menatap lekat manik coklat itu yang juga menatapnya intens.

1 detik

5 detik

Ada desiran halus di hati Azka saat memandang wajah teduh Kinara.

"Emm kamu enggak papa kan?" tanya Azka mengalihkan pandangannya. Rasa canggung masih menguasai dirinya. Kinara segera melepas genggaman tangannya di lengan Azka. Ia merasa kikuk. Jangan lupakan wajahnya yang bersemu merah karna malu.

"I-iya gak papa cuma tersangkut" jawab Nara gugup

"Jangan bergerak!" perintah Azka. Ia segera melepas ekor gaun yang tersangkut di sisi ranjang.

"Makasih " ucap Nara.

"Sama-sama"

"Ekhmmm..." Suara Cici berdehem di balik pintu yang sedikit terbuka.

"Gua boleh masuk enggak nih?" tanya Cici kemudian

"Masuk aja" ucap Azka

"Gua mau ambil tas.."

"Kamu mau pulang Ci?" tanya Kinara

"Iyalah...masak iya gua disini nemenin lo?"

"Ra maaf koper aku di simpan dimana ya?" tanya Azka saat hendak menuju kamar mandi.

"Udah siap di ruang ganti tadi mama lu yang natain di lemari. Gue yang bantuin." jawab Cici

"Owh makasih" jawab Azka berlalu menuju kamar mandi.

"Ci bantu aku lepas gaun ini dong.." pinta Kinara. Cici mengeryitkan alisnya.

"Hedeeehhh nyonya Azka ribet amat lo.. Sono di ruang ganti gih lu mau telanjang disini?" Ucap Cici sembari menyeret Kinara ke ruang ganti.

-----

Azka sudah selesai membersihkan diri. Ia hanya mengenakan handuk yang menutupi pinggangnya.

Saat hendak menuju ruang ganti langkahnya terhenti ketika mendengar suara Kinara dan Cici sedang tertawa dari dalam.

"Make up lo tuh.."ucap Cici

"Iya bentar.. pasangin dulu gih nih kancing bra," pinta Kinara

"Gak usah pake deh..udah sah hahahahaa.." Goda Cici

"Paan sih Ci.. Kamu udah tau aku belum siap!"

"Ciiih belum siap.. Lu masih ingat yang onoh??" goda Cici.

"Enggak..!!" jawab Nara

"Kirain..eh gue denger dia udah balik sih ke Indonesia."

"Trus..?" Ucap Nara menimpali

"Ya sapatau dia mau CLBK gituuhh.." Papar Cici

"Enggak! Posisi aku sekarang udah beda lah Ci..." Jawab Nara tegas

"Kalo si onoh yang mau..?" selidik Cici

"Kita kan masih bisa temenan..". Jawab Nara.

"Yakin??" Ucap Cici menyelidik

"Iyalah ngapain juga buka masa lalu Ci.." Papar Nara

"Gue tanya,Jujur lu masih ngarep dia gak?"

"Enggak Ci.. Statusku sekarang udah beda,semua yang ada dalam diriku hanya untuk suami bukan untuk yang bukan siapa-siapa aku".

"Bener juga sih lu.." ucap Cici membenarkan

"Udah lumrahnya gitu siap enggak siap ya harus nerima lah.. Gitu pesan Almarhum ibu dulu. Jadi perempuan harus nurut apa kata orang tua apalagi kalo sudah bersuami."

"Cieee....udah move on??" ledek Cici

Puk

Kinara menepuk dahi Cici pelan

"Nikah sono jangan kebanyakan ngehalu-in Kak Hamka." Ucap Nara

"Inggih Bu Nyai...😁😁 Enggak nyangka lu sedewasa ini sekarang. Gua bangga sama lu Ra"

"Dah yuk keluar.." ajak Kinara.

------

Tak mau berlama-lama berdiri di depan pintu, Azka lalu memutuskan untuk mengambil benda pipih yang ia simpan di atas nakas.

Kreeeekk (Suara pintu ruang ganti bergeser?

"Aaaaaaaaa...." suara Cici dan Nara berteriak..Kinara langsung berlari menuju kamar mandi sedangkan Cici masih berdiri di depan pintu ruang ganti menutup mata dengan tangannya.

Azka menoleh heran lalu melangkah melewati Cici menuju ruang ganti.

"Minggir gua mau lewat"! Ucap Azka ketus lalu menggeser pintu.

"Ishh... Dasar mentang² udah sah". Gerutu Cici sembari berjalan keluar setelah mengambil tas nya.

10 menit kemudian Kinara keluar dari kamar mandi dengan baju gamis biru navy dan jilbab instan berwarna pink salem. Bersamaan dengan Azka yang keluar dari ruang ganti mengenakan kaos putih dan jeans pendek berwarna hitam.

Mata mereka bertemu dan saling menatap sejenak, Azka lebih dulu memutus pandangan mereka.

Kinara memutuskan untuk mengikuti Azka turun ke bawah namun sebelum itu ia memoles sedikit wajahnya dengan sedikit powder dan liptin tipis agar tidak terlihat pucat.

"Mbok Ayah dimana ya?" tanya Nara saat ia tiba di dapur.

"Bapak lagi istirahat di kamar Non karna sejam lagi mau berangkat." Jawab Mbok Jum

"Ya udah aku mau liat ayah dulu Mbok." ucap Nara berlalu menuju ke kamar ayahnya.

Di Kamar Pak Wibowo

"Aku dengar Anthony sudah kembali ke Indonesia." ucap Pakde Wahyu

"Ya, aku juga sudah mendapat kabar tentang itu mas, bahkan sekarang kondisinya lebih memprihatinkan".

Balas Pak Wibowo.

"Bukan cuma itu, yang ku dengar dia kembali bersama seorang gadis" jelas Pakde Wahyu

"Seorang gadis?"tanya Pak Wibowo

"Hanya itu informasi yang aku dapat, sampai detik ini bawahanku pun tidak bisa melacak keberadaannya" jelas Pakde Wahyu

"Hmm aku tak pernah menyangka persahabatan kami sejak kecil harus berakhir semenyedihkan ini. Aku tahu dia orang yang sulit di tebak, namun satu hal yang aku tau dia hanya takut kehilangan." kenang pak Wibowo

"Assalamualaikum ayah,pakde, Nara boleh masuk kan?"

"Waalaikumsalam kemari nak, " sambut pak Wibowo

"Ayah udah makan dan minum obatnya?"

"Udah.. Azka mana?"

"Lagi di depan sama yang lain"

"Mas, 45 menit lagi kita berangkat" Ucap Dokter Hermawan yang tiba-tiba sudah ada di depan pintu.

"Kebiasaan Om, kalo masuk salam dulu.."

"Hehe😁😁..aku ulangi lagi ya.. Aku keluar dulu." balas Dokter Hermawan

"Gak ada siaran ulang" sahut Nara

"Nyenyenyenyenye...😛" ejek Dokter Hermawan menjulurkan lidahnya.

"hahahahaha kalian ini dari dulu enggak pernah berubah kalo ketemu kayak kucing sama anjing, yang gede gak inget umur mentang2 duda muda hahhhaa" Gurau Pakde Wahyu.

"Duren Sawit Pakde.." sahut Nara

"Apa tuh?" Tanya Pak Wibowo

"Duda Keren Sarang Duwit haha🤣🤣" Ucap Nara tertawa.

"🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣..."

"Bisa ae.....😂😂😂" sahut author yang tiba-tiba nimbrung.

Semua tertawa lepas mendengar ucapan Kinara.

_________________________💮💮💮💮💮

Readers Net : Thor siapa Anthony??🤨

Author : Emmm siapa ya??🤔🤔

Readers Net : Hmm mulai nihh🙄🙄

Author : Diem lu Net, tunggu aja part selanjutnya😉😉

Readers Net : Ya udah deh😒😒 tap..tapi 👉👈

Author : apa...apa 😲😲

Readers Net : Enggak jadi deh 😁😁

1
alvika cahyawati
kenapa ceritanya banyakan keiasya ya
alvika cahyawati
wah keiysa hamil lg
alvika cahyawati
ya moga andin jodoh nya reno ya
alvika cahyawati
aduh susah klu org udah terlanjur cemburu
alvika cahyawati
sudah lah keiysa lupakan sj reno ngk usah km pikirkan km kan udah ada hanan
alvika cahyawati
emg enak syok2 dech km reno emg enak
alvika cahyawati
semoga si reno tidak terlambat buat ungkapin perasaan nya sm keiysa dan semoga keiysa blm d lamar sm hanan.
alvika cahyawati
mungkin bukan jodoh kali
alvika cahyawati
ya memang benar pepatah mengatakan klu cinta itu tak dpt di paksakan😁😁😁
alvika cahyawati
apakah keiysa akan kembali pada reno dan menerima reno kembali
alvika cahyawati
semoga keiysa tidak menolak hanan dan malah milih reno kasihan hanan..
alvika cahyawati
ha..ha...nyesel kan km reno udah ninggalin keisya....
alvika cahyawati
duh keluarga yg amburadul tuh nama nya d luar kelihatan baik2 sj bahagia tetapi sesungguh nya d dlm nya kacau.
alvika cahyawati
knp km harus menghindar terus sich reno dr keiysa
alvika cahyawati
waduh bnyk kali y d ulang sich
alvika cahyawati
ya syng nya tidak ada visual pemeran nya
alvika cahyawati
ya nama nya jg jodoh reno tidak ada y tau kasihan keluarga pak bowo dr kepisah sm anak kembar nya sampai istri nya meninggal.
alvika cahyawati
semoga amanah ya keisya dan semoga km selalu bahagia bersama kakak dan ayah kamu
alvika cahyawati
menyesalkan reno udah ninggalin
alvika cahyawati
biar buat reno menyesal thor bikin keisya menikah sm pria lain thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!