Bram Albert Wijaya, seorang duda berusia 33 tahun yang bergelar dokter bedah sekaligus pewaris Wijaya Group. Bram berhenti sementara dari profesinya sebagai dokter bedah untuk menggantikan posisi ayahnya memimpin perusahaan karena sang ayah mengalami kecelakaan dan harus fokus pada terapinya agar kembali prima.
Anabella Romaisa, seorang single mom muda berusia 23 tahun karyawan bagian marketing di Perusahaan Wijaya Group. Sudah 3 tahun Bella mendedikasikan tenaganya di Perusahaan tersebut.
Satu kejadian mempertemukan Bram dan Bella, ya takdir tidak bisa di tolak jodoh yang di gariskan Tuhan pun tidak bisa di tebak. Suka tidak suka itulah yang mereka terima.
Lalu hubungan apa yang terjadi pada Bram dan Bella? Marii kitakupas tuntas kisah mereka.
Happy Reading guys❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black moonlight, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wedding Organizer
Pagi itu di hotelnya Bram menghubungi Bella melalui pesan singkat
Bram : Bella, jam berapa kita berangkat?
Bella : Sebentar lagi Mr, Queen sedang rewel. Aku akan menidurkannya terlebih dulu.
Bram : Siapa Queen?
Bella : Putriku, oh ya aku tak sempat mengenalkannya. Maaf
Bram : Tak apa, saya pun baru ingat kamu memiliki seorang putri. Ajaklah jika kamu tidak merasa kerepotan. Nanti saya akan bantu menjaganya.
Bella : Baiklah kalo seperti itu, Mr bisa jemput saya sekarang
Bram : Oke saya berangkat
Bram menjemput Bella, di perjalanan Bram meminta di antar ke baby care, dia menyewa sebuah car seat untuk Queen.
“Dudukan Queen, tidak aman jika kamu menggendongnya seperti itu. Bila terjadi sesuatu di perjalanan kita, Queen bisa celaka" Titah Bram. Meski tidak ada perasaan terhadap Bella ataupun Queen, Bram tetaplah seorang dokter yang terbiasa merawat dan memastikan keselamatan orang-orang. Mereka pun melanjutkan perjalanan, sampai di wedding organizer Bella menggendong Queen yang tengah tertidur. Mereka di sambut oleh bagian resepsionis.
“Silahkan tuan dan nona perkenalkan saya indri, ada yang bisa kami bantu untuk acaranya?" Tanya resepsionis itu.
“Ya kami akan mengadakan pesta pernikahan, saya ingin seluruh kebutuhan pernikah kami di siapkan oleh WO" Ucap Bram
“Tentu tuan, mari saya antar ke ruangan Bu Salma. Beliau yang akan menerangkan lebih lanjut mengenai paket yang sesuai dengan kebutuhan Tuan dan Nona."
tok .. tok
“Permisi bu, Tuan Bram dan Nona Bella sudah tiba untuk berkonsultasi mengenai acara pernikahan mereka" Ucap Indri
“Ya terimaksih ndri kamu bisa melanjutkan tugasmu" Indri pun meninggalkan ruangan. Salma mempersilahkan Bram dan Bella untuk duduk dan melihat-lihat paket apa yang ingin mereka pilih. Setelah menentukan pilihan, Salma mengajak Bram dan Bella ke fitting room untuk memilih beberapa busana yang cocok untuk mereka. Bella menyerahkan pilihan kepada Bram, biarlah bagaimana selera Bram saja begitu pikirnya. Bram memilih beberapa kebaya dan jas, giliran Bella mencoba kebaya itu. Bella meletakkan Queen di pangkuan Bram.
“Mr.Bram I need your help. Pleas take care of her" Pinta Bella
“Sure, come here baby." Bram menengadahkan tangannya dan memeluk Queen di pangkuannya.
Bella pun mencoba beberapa dan menunjukannya pada Bram, Bram pun menentukan apa yang cocok dan tidak. Fitting selesai, memilih dekorasi dan jamuan selesai tinggal menentukan undangan yang akan di cetak.
Waktu menunjukan pukul 1 siang, Bella mengajak Bram beristirahat shalat di sebuah Mesjid. Mereka bergantian shalat karena harus menjaga Queen. Perut sudah terasa lapar, mereka mampir di sebuah rumah makan seafood. Bella sangat bersemangat, seafood adalah makanan kesukaannya. Bella mendudukan Queen dan memberikan sebotol dot susu padanya, Bella merawat Queen dengan telaten. Meskipun masih muda Bella sangat bertanggung jawab dalam merawat putrinya. Bram pun lelaki dewasa yang sudah sangat matang, meskipun belum pernah memiliki anak secara naluriah Bram bisa merawat Queen. Mereka bergantian melakukan banyak aktifitas agar bisa menjaga Queen bersamaan. Gambaran keluarga kecil nan bahagia, begitulah orang-orang menatap mereka. Padahal mereka sendiri tidak menyadari kehangatan itu, mereka hanya merasa melakukan apa yang perlu di lakukan tanpa ada urusannya dengan perasaan. Mereka masih menjaga hati masing-masing. Bella dengan sebagian kecil memory akan Adam dan perasaan terhadap Akbar, sedangkan Bram masih menutup hatinya hanya untuk almh.Dilara seorang.