ini menceritakan tentang kisah radiska dan Arvin yang terjerat oleh pernikahan kontrak.
namun siapa sangka cinta itu tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka.😊😊
warning!!
cerita ini mengandung adegan dewasa!! mohon bijak dalam membaca ya guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi whiby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7. mencari informasi
Saat jam makan siang tiba, Arvin masih berkutat dengan pekerjaan nya begitu juga dengan Adis. Mereka masih larut dalam pekerjaannya.
Tok tok..
Suara pintu yang diketuk membuat Arvin dan Adis saling memandang. “masuk.” Ucap Arvin.
“Sudah waktunya makan siang tuan, saya sudah menyiapkan semuanya.” Serua asisten Juna.
“Astaga aku melupakan sesuatu.” Pekik Adis menepuk keningnya sendiri.
“Apa yang kau lupakan?” tanya Arvin dengan suara berat nya menatap kearah Adis.
Juna yang sama sekali tidak tau dengan keberadaan Adis sontak terkejut. “nona Radishka” gumam Juna.
“eh, maaf tuan.” Ujar Adis yang lupa keberadaan nya “tuan apa masih ada yang harus diselesaikan lagi?” tanya Adis.
“Kenapa.” Tanya Arvin penasaran.
Juna yang mendengar pertanyaan Tuan nya semakin bingung.
“Aku ada urusan pribadi tuan dan aku harus pergi sekarang.” Ucap Adis lagi.
“Aku kasih kau waktu 30 menit untuk makan.” Tegas Arvin dengan wajah datarnya.
“Tapi tu..”
“kau ingin makan atau tidak sama sekali?” tanya Arvin menatap tajam pada Adis.
Adis yang mendengar perkataan Arvin hanya bisa pasrah, sebenarnya dia menyadari pekerjaan nya memang masih banyak, apalagi selama cuti 2 hari ini dia meninggal kan pekerjaan nya.
“Baiklah tuan, aku akan kembali 30 menit lagi. Seru Adis yang hanya dijawab anggukan oleh bosnya.
Setelah Adis kuat dari ruangan itu kini tinggalah Arvin dan asisten Juna yang masih membisu dengan wajah kebingungan nya. Arvin yang melihat wajah bingung asisten nya hanya membuang nafas nya kasar dan menjatuhkan tubuh nya di kursi kebesarannya.
“Kau langsung bawa yang aku inginkan tadi.” Ucap Arvin pada asisten nya.
“baik tua.” Jawab juna dengan wajah yang masih bingung dengan tuan dan sekertaris baru Tuan nya.
Arvin melihat wajah bingung asisten nya "Kau pasti penasaran kan dengan apa yang terjadi.” Ucap Arvin dengan suara berat nya.
“Maaf tuan, hanya saja anda terlihat berbeda.” Jawab Juna dengan menatap Arvin.
“Ya begitulah, aku saja bingung dengan diri ku sendiri.”
“Apa maksud tuan.” Tanya asisten Juna. “apa terjadi sesuatu?”
Arvin akhirnya menceritakan semua yang terjadi, dari mulai ancaman Daddy sampai permintaan mommy yang menginginkan Adis menjadi istri nya hanya karena foto yang dia dapat.
“kau cari informasi tentang sekertaris ku itu, aku mau setengah jam kemudian semua sedah ada dimejaku.” Perintah Arvin dengan wajah datarnya.
“Baiklah tuan.” Jawab Juna dan ingin meninggalkan ruangan.
“Tunggu.” Seru Arvin yang langsung membuat Juna berhenti dan membalikan badannya. “Aku ingin semuanya terlihat sempurna.”
" saya akan berusaha agar semua terlihat sempurna tuan.”jawab nya karena dia sudah mengerti keinginan tuannya.
...........
Mall.
“Lama sekali, aku bahkan sudah menunggunya 1 jam disini.” Gerutu gadis cantik itu.
“kau berdoa saja agar dia cepat datang.” Ucap si pria.
Sedangkan Adis yang baru sampai dikantin kantornya cepat cepat mengambil ponsel nya dari saku blazer nya, dia mencari nama yang akan dihubungi nya.
Adis menghubungi nomor yang dia cari setelah terhubung Adis langsung terkena siraman rohani dari seseorang yang menjadi lawan bicaranya.
“Dasar lama sekali, kami sudah menunggu mu dari dua jam yang lalu, kau tau menunggu itu adalah hal yang menyakitkan? Apa kau tidak kasian pada ku yang cantik ini?” kesal seseorang yang masih terhubung dengan Adis.
“Sudah ceramah nya? Kau tau kan aku ini sedang kerja dan aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku, jadi aku minta maaf ya.” Seru Adis dengan tak merasa bersalah.
“Kau itu selalu saja memberikan janji palsu mu itu.” Jawab sipenelpon semakin kesal.
“Ya.ya , aku tidak pernah berjanji pada mu oke, gini saja aku akan menemui kalian akhir pekan ini, bagaimana?” tanya Adis mencoba membujuk.
“kau selalu saja begitu.” Ketus nya lagi.
“Oke sebagai permintaan maaf ku, aku akan minta bunda untuk membuat kan kue kesukaan kalian. Cake toping keju, puding, atau bolu pandan.” Seru Adis tapi tidak mendapat kan jawaban dari sebrang sana. “Baiklah kau tidak mau, aku...”
“Baiklah,. Kamu menunggu ditempat biasa”
Tut..Tut..
Belum sempat Adis melanjutkan perkataannya yang ditelpon sudah menyambar dan mematikan telpon sepihak.
“Huh, melelahkan sekali.” Gumam Adis dan memakan makanan yang sudah ia pesan dari tadi.
.........
Saat ini Arvin sedang makan diruangan nya, karena dia memang sedang tidak ingin keluar.
Tok.tok..
Pintu ruangan Arvin terbuka, dan ternyata yang masuk adalah Adis.
“Maaf tuan, aku lancang masuk mengganggu tuan.” Jawab adis merasa bersalah.
“ Masuklah.” Ucap Arvin dengan wajah datarnya.
Adis menurut dan duduk berhadapan dengan Arvin.
“Makan ini dan habiskan.” Perintah Arvin, karena makanan itu memang dipesan oleh Arvin untuk dirinya dan juga untuk Adis. Adis yang perintah Arvin sontak membulat kan matanya.
“Tapi tuan, aku sudah makan dan sekarang aku kenyang.” Ucap Adis dengan menatap wajahnya. bahkan melihat nya saja membuat Adis mual.
“Baiklah, kau ambil map yang berwarna merah diatas meja kerjaku, antar kebagian keuangan.” Seru Arvin dengan wajah tetap datar.
“Baiklah tuan.” Adis langsung mengambil berkas yang harus diserahkan kebagian keuangan.
Selama ini Adis belum pernah melihat ruangan lain karena pekerjaan yang dilakoni nya hanya sebatas ruangan nya dan bosnya. Untuk yang lain menjadi tanggung jawab Juna.
Adis berjalan di tempat yang lumayan banyak karyawan nya. “permisi mbak, saya mau tanya ruangan keuangan dimana?” tanya Adis dengan sopan.
Sedangkan yang ditanya masih memandang Adis dengan menyelidik. “Kau sekertaris baru itu kan?” tanya wanita itu balik bertanya.
“iya mbak, dimana ruangannya?” tanya Adis lagi.
“disana.” jawab wanita itu dengan malas menunjukkan kearah ruangan keuangan. “Makanya kenalan dong sama yang lain, jangan Cuma bisa kelonan doang sama bos.” Lanjut nya dengan nyinyir.
Wanita itu adalah Mira, bekerja menjadi supervisor dibagian marketing.
Adis yang mendengar perkataan tidak senonoh wanita itu hanya ngelus dada, dia tidak mau mengambil pusing dengan orang yang tidak dikenalnya. “ terimakasih mbak.” Seru Adis dan labgsung pergi menuju ruangan keuangan.
“Ah tidak ada bagusnya jadi sekertaris.” Ucap Mira dengan Wajah sinis, karena sebenarnya dulu Mira ingin menjadi sekertaris CEO namun gagal, malah sekarang hanya menjadi karyawan marketing.
Tok tok..” Adis mengetuk pintu bagian keuangan yang memang tidak tertutup.
“Masuk.” Jawab seorang wanita yang mungkin 2 atau 3 tahun lebih tua darinya.
“Permisi mbak, saya Radishka sekertaris CEO yang baru.”
“Masuk.” Ucap wanita itu memberikan arahan dan langsung diikuti oleh adis. “kenapa baru kelihatan serang sih, padahal aku udah penasaran dengan sekertaris nya CEO dingin itu.” Seloroh wanita itu.
“Iya mbak, karna saya tidak pernah melihat lihat kesini, saya hanya bekerja diruangan saya selama 2 bulan ini.” Jawab adis.
“oh iya, ini saya mengantar kan berkas dari tuan Arvin.” Adis menyerah kan map berwarna kuning.
“Pantas saja kamu kelihatan. Biasanya bos hanya percaya kan semuanya pada asisten kaku itu.” Ucap wanita tertawa dan langsung menutup mulutnya.”maaf aku kelepasan.” Jawabnya dengan tersenyum.
“Tidak masalah mbak, mungkin asisten kaku itu sedang ada urusan.”
“Mungkin juga, oh ya nama ku Icha nama kamu siapa?” tanya wanita itu sambil mengulurkan tangannya.
Adis menyambut tangan Icha dengan tersenyum senang. “Aku Radishka, mbak bisa panggil adis saja.” Jawabnya. “Oh ya mbak, aku permisi ya takut disembur sama bos.” Ucap Adis dengan nada berbisik.
Icha yang mendengar nya langsung tertawa, “kau ini lucu sekali, lain waktu mari kita makan siang bersama.” Ajak Icha dengan tulus.
“tidak masalah mbak, kalau soal makanan aku pasti datang” seloroh Adis lalu meninggalkan ruangan.
Icha yang mendengar jawaban Adis hanya menggeleng kan kepala nya dan tersenyum. “ternya dia anaknya seru juga.” Gumam Icha, karena selama ini para karyawan mengatakan kalau sekertaris baru itu sangat sombong, bahkan untuk makan saja dia akan bawa keruangan nya.
seruh deh