NovelToon NovelToon
The Tyrant King'S Love Obsession

The Tyrant King'S Love Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Tiana Ayu novita

Dimulai dari Evalia dan teman sekampusnya mendaki ke gunung untuk sekian lamanya, tidak menduga menjadi awal kehidupan yang berubah.

Evalia terbangun sebagai gadis desa di suatu negeri yang tidak dia kenali dengan wajah jauh berbeda, dan sialnya dia malah membangun obsesi sang tiran perang.

apakah hidupnya kali ini adalah kesempatan kedua atau sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiana Ayu novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 07

Eva berlarian antara rumah satu dengan yang lain, tidak henti mengecek keadaan semua warga satu persatu Tampa lelah.

Wabah yang awalnya menyerang suku bar-bar, kini merambat ke warga Ilos. Sejak pagi tadi, Eva sudah sibuk membantu mengecek beberapa warga yang terkena dampak wabah.

Awalnya mereka mengeluh lelah, dan pusing namun semenit kemudian mereka muntah hebat, bahkan baru tiga jam mereka sudah tidak sadarkan diri.

Izkye dan Ella juga sudah bertugas di berbagai tempat, mengecek kondisi para warga yang sudah kritis dengan obat-obatan. Dan Eva mendapat tugas mengecek secepat apa penyebaran wabah.

"ini mengerikan, hanya butuh tiga jam para korban dinyatakan kritis. Hanya beberapa hitungan jam bisa dikabarkan kematian jika itu orang tua dan balita" Eva mengamati para korban.

eva mengamati gejalanya dengan cermat dan mencoba mengingat apakah itu termasuk wabah baru, atau wabah lama. Jika itu wabah lama, kemungkinan dia bisa buat obatnya kan.

Eva kembali kerumah, tidak lupa melepas semua pakaian yang dia pakai untuk mengecek para korban wabah, kemudian membakarnya karena dia paham pasti ada beberapa bakteri disana.

Eva memakai baju santainya, dan segera mencari data wabah di semua buku yang ada dirumahnya. butuh waktu lima jam untuk menemukan data wabah itu, dan dia mendapatkan masalah lain.

Wabah ofelion

wabah itu terkenal karena cepat menjangkit dan tinggi angka kematiannya, itu pernah terjadi di Ilos saat para penyihir masih ada, para penyihir bisa menyembuhkan wabah itu berkat sihir. Tapi ada juga metode peracikannya.

Selain sihir, ada tumbukan herbal untuk menjadi seperti antibody dari wabah, dan menjadi obat selain sihir jika kalau ada kejadian seperti inilah di masa depan.

Ada lima bahan, daun merah Phoenix yang ada di mata air dekat air terjun, batu metalium yang di hancurkan dan dilarutkan air tujuh mata pelangi, kelopak teratai merah, dan terakhir buah young.

Masalahnya adalah air tujuh mata pelangi, sumbernya ada di negeri Odelions. Dan itu kesulitannya, masa dia harus menyelinap ke negeri Odelions, karena dia paham kalau Odelions sangat ingin mengambil tanah Ilos yang merupakan peninggalan penyihir yang masih ada, dan sumber daya alam yang berharga.

 Eva menoleh ke pintu mendengar ketukan, bergegas menuju depan pintu. Mendapati Izkye dan Ella yang baru pulang dari tugas mereka.

 Keduanya masuk dan bergegas menganggu pakaian, tidak lupa memasukkan ke api agar virus yang menempel mati, sebelum akhirnya duduk bersama di ruang tamu.

 "semakin dibiarkan ini akan semakin berbahaya, semua sudah ku beritakan untuk karantina. Hanya kita yang bisa keluar untuk pengecekan, sisanya tidak boleh" ujar Izkye

 "papa ini wabah ofelion, dibuku ada cara buat menyembuhkan dan sekaligus antibiotik buat penyakit ini" Eva menunjuk bukunya, "hanya ada satu masalahnya".

Ella membaca, "Air tujuh mata pelangi, yah itu masalah selanjutnya yang harus diatasi sekarang".

Izkye memijat keningnya yang merasa masalah tumpang tindih dengan Odelions kali ini, masalah negeri itu yang ingin Ilos mengakui diri sebagai bagian Odelions, dan sekarang_

eva merasa kalau masalah kali ini benar-benar tidak bisa diabaikan, bahkan papanya saja sampai berkerut kening seperti itu.

"aku akan membicarakan ini dengan para warga, ini berurusan dengan Ilos. papa harap ada cara lain selain bersekutu dengan mereka". Izkye menghela nafas.

Eva meremas ujung bajunya, dia berharap ada cara lain agar para warga bisa selamat.

Eva masuk kekamar setelah kedua orangtuanya keluar rumah, dia melihat dari jendela kamar. desa yang kecil ini bisa dianggap wilayah negeri karena hanya ada mereka yang menjadi penjaga Ilos.

Eva tidak tau kenapa Ilos tidak menjadikan wilayah mereka seperti kekaisaran Odelions, hanya menjadi desa kecil yang tidak memiliki bangsawan untuk menjadi pemimpin utama, bahkan Eva tidak tau siapa yang menjadi pemimpin Utama di desa Ilos ini_

eva terdiam sejenak, dia mulai merasa janggal dengan sesuatu.

Jika Ilos tidak ada bangsawan yang memimpin, setidaknya ada kepala desakan atau perangkat lainnya. Ini kenapa seperti dibuat seakan warga memiliki satu pikiran saja.

Eva menoleh ketika mendengar kepak suara burung, burung hitam itu seperti biasa kembali berkunjung.

"ah maaf ya aku tidak menyiapkan apapun untukmu, disini ada wabah penyakit". Eva merasa tidak enak saat tidak bisa menyajikan apapun pada burung itu.

Burung itu hanya mengangguk, seakan paham apa yang di katakan Eva.

Eva kembali sibuk dengan beberapa permanen untuk mencari cara lain untuk wabah kali ini, dia tidak bisa diam saja ketika kedua orangtuanya sibuk membantu kesana kemari. Setidaknya dia harus bisa mencari petunjuk lain.

"ah iya aku belum mengabari Flery kalau aku tidak bisa menemuinya, kira-kira bagaimana keadaan nya ya?", Eva teringat Flery ketika sedang membaca.

Walau Izkye sudah memberi berita untuk tidak keluar semasa wabah, kecuali keluarga mereka saja, tapi dia sedikit cemas mengingat Flery sedang terluka paska kemarin bertempur dengan pemberontakan negeri Odelions.

Eva mengambil jubahnya, mengelus sebentar burung hitam itu lantas menuju kandang kudanya, dia harus mencoba mengecek apakah Flery kesana, dan dia harus mengambil daftar obat yang ada di catatan mengenai ofelion.

Tidak butuh waktu lama sampai di air terjun, kudanya berhenti dengan tepat di tempat biasa, Eva harus bergegas turun dan mencari racikan obatnya.

Eva sibuk mengambil daun merah Phoenix dan memetik buah young, dia berniat mengambil batu metalium terakhir karena harus masuk ke air. Dan dia tidak membawa baju ganti sama sekali. Dan untuk bunga teratai merahnya_

eva menarik pedang dari sarungnya, menahan sebuah anak panah yang hampir menikamnya. Wajahnya mulai awas dengan situasi, siapapun itu dia ingat pemberontak sudah tau lokasi ini.

Dari hutan muncul musuh utama Ilos, bukan dari Odelions tapi dari negeri gurun merah. Negeri Hyutaka, kekaisaran gurun timur laut. Yap waktu yang bagus memang untuk membantai negeri Ilos, tapi jika mereka mendekat sama saja bunuh dirikan ke area wabah.

"wow gadis Ilos memang cocok untuk kami pemuda Hyutaka", salah seorang prajurit tersenyum miring melihatnya.

"Cih, bagi kalian saja ya. Tapi bagi kami kalian bahkan tidak sebanding dengan kami", Eva menatap kesal.

"sombongnya, mari kita lihat apakah nanti kamu bisa sesombong itu". Tetep di akhir kalimat mereka menerjang Eva serentak.

Eva mampu mengimbangi para pasukan dengan baik, latihan dengan Flery sedikit membantunya dalam bertarung. Walau Flery lemah bertarung,tapi taktik bertempur nya sangat cerdas.

Namun Eva tidak bisa langsung senang, karena pasukan lain mulai muncul dan mendesaknya. Mau secerdas apapun taktiknya, jika melawan musuh seorang diri terlebih itu laki-laki, tentu dia akan kalah.

"EVA AWAS!!" Eva terdiam.

Darah merembes mengotori baju Luantys, gadis itu terduduk di samping Eva.

"wajah itu_dia terkena wabah, kita pergi sekarang", panik mereka dan bergegas pergi sebelum tertular.

Luantys terbatuk, dia menghindari bersentuhan dengan Eva. Eva menatap Luantys dengan perasaan cemas luar biasa, kenapa bisa Luantys ada di air terjun, bahkan sejak kapan dia terjangkit. Padahal sebelumnya tadi Luantys masih membantunya mengecek perkembangan wabah.

Luantys terkekeh "aku sudah terjangkit sejak tidak sengaja terkena para pewabah saat lewat, tentu saja aku tertular karena aku tidak tau kalau wabah ini tertular dari jenis sentuhan fisik apapun dari penjangkit".

"kenapa kamu disini?" Eva melihat luka Luantys, jika gadis itu terluka masalah penyakit itu akan semakin cepat membunuh nya.

"jika aku tidak kesini kau akan mati bodoh" Luantys terkekeh, "maaf kali ini aku merepotkan mu".

Eva menangis dalam tunduk nya, dia harus mencari cara secepatnya atau dia akan kehilangan sahabat terbaiknya.

...****************...

1
Alia Chans
saling support, sabi kali ya😍✍️👈
Wawan
Salam kenal Buat Eva ✍️
anggita
like iklan👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!