NovelToon NovelToon
MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

MILIARDER JALUR DEWA BALAS DENDAM SANG PEWARIS NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama tiga tahun menjadi menantu yang numpang hidup, Arya Permana dianggap tak lebih dari sampah. Ia dihina oleh ibu mertuanya, dipandang rendah oleh saingan bisnis istrinya, dan menjadi bahan tertawaan seisi kota Metropolitan. Arya diam dan menanggung semua penghinaan itu demi melindungi wanita yang dicintainya.
​Namun, kesabarannya memiliki batas. Ketika keluarganya didorong ke ambang kehancuran, setetes darah Arya tanpa sengaja jatuh ke atas cincin usang warisan mendiang ibunya.
​Ding! [Sistem Naga Leluhur Berhasil Diaktifkan!]
​Dalam semalam, takdirnya berbalik 180 derajat. Tabir masa lalunya terbongkar; Arya ternyata bukan anak yatim piatu miskin, melainkan pewaris tunggal dari keluarga konglomerat paling berkuasa di dunia yang sedang disembunyikan.
​Berbekal kartu hitam dengan saldo triliunan dolar, keterampilan medis tingkat dewa yang bisa menghidupkan orang mati, dan teknik kultivasi kuno pembelah langit, Arya mulai menunjukkan taring aslinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Evolusi di Puncak Salak dan Teror Tak Kasat Mata

​Angin malam berhembus kencang membawa suhu mendekati titik beku di puncak Gunung Salak. Jauh dari polusi cahaya dan udara Nusantara City, langit malam menampakkan taburan bintang yang jernih.

​Rolls-Royce Phantom berhenti di ujung jalan tanah berkerikil yang merupakan titik tertinggi yang bisa dicapai oleh kendaraan roda empat. Dari titik ini, hanya ada tebing berbatu dan hutan lebat.

​Arya melangkah keluar dari mobil, membawa kotak kayu cendana di tangannya. Ia menatap ke arah puncak berbatu yang jaraknya masih sekitar dua kilometer ke atas dengan kemiringan yang curam.

​"Thomas, perintahkan Pasukan Bayangan untuk membuat perimeter keamanan dengan radius lima kilometer dari titik ini," perintah Arya tanpa menoleh. Pendekatannya terhadap kultivasi sangat rasional; menerobos batas ranah energi adalah saat di mana tubuh paling rentan. Ia tidak akan membiarkan faktor eksternal acak mengganggu prosesnya. "Gunakan pengacak sinyal frekuensi tinggi. Jangan biarkan ada satelit sipil atau drone militer yang mendeteksi fluktuasi panas dari area ini."

​"Sesuai perintah, Tuan Muda," jawab Thomas patuh. Ia segera mengeluarkan perangkat komunikasi taktisnya.

​Arya melesat menaiki tebing curam. Dengan Fisik Petarung Tahap Puncak, gravitasi dan medan yang ekstrem hampir tidak memberikan hambatan berarti. Kakinya memijak tonjolan batu dengan presisi matematis, mendorong tubuhnya ke atas seperti bayangan yang meluncur melawan angin.

​Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit, ia telah mencapai puncak tertinggi yang datar dan tersembunyi oleh formasi bebatuan alami. Area ini bertindak sebagai cekungan yang mampu menahan dan mengumpulkan energi langit dan bumi, meskipun di era modern ini jumlahnya sangat tipis.

​Arya duduk bersila di tengah formasi batu tersebut. Ia membuka kotak kayu cendana. Aroma esensi kehidupan langsung menyeruak, mencoba menyebar ke udara terbuka. Namun, Arya tidak membiarkannya terbuang percuma.

​Banyak kultivator bodoh dalam sejarah yang langsung menelan tanaman spiritual utuh-utuh. Itu adalah tindakan yang sangat tidak efisien dan berbahaya, setara dengan menenggak minyak mentah untuk mendapatkan energi. Tubuh manusia memiliki batas toleransi dalam memproses energi padat.

​Arya mengeluarkan dompet jarum peraknya. Dengan gerakan secepat kilat, ia menusukkan sembilan jarum ke titik-titik meridian utama di tubuhnya sendiri—Baihui di puncak kepala, Danzhong di dada, hingga Yongquan di telapak kaki. Ini adalah metode akupunktur pembalik, dirancang untuk membuka pori-pori dan meridian hingga ke batas maksimal hisapan.

​Selanjutnya, ia mengambil Ginseng Darah berusia lima ratus tahun itu. Alih-alih memakannya, ia menekan ginseng tersebut di antara kedua telapak tangannya di depan dada, tepat sejajar dengan Dantian tengah.

​Ia menutup mata dan mulai memutar metode pernapasan dari Kitab Suci Medis Sembilan Naga.

​[Ding! Proses ekstraksi Qi spiritual terdeteksi. Sistem mengoptimalkan jalur meridian untuk mencegah kerusakan sel.]

​Wusss!

​Energi merah redup mulai menguar dari Ginseng Darah, ditarik secara paksa oleh pusaran Qi yang diciptakan oleh pola pernapasan Arya. Energi murni yang telah terkumpul selama lima abad itu mengalir masuk melalui telapak tangannya, menyusuri jaringan saraf, dan membakar sisa-sisa kotoran di dalam pembuluh darahnya.

​Rasa sakit yang luar biasa melanda. Pembaruan sel bukanlah proses yang magis dan tanpa rasa sakit; itu adalah destruksi mikro dan rekonstruksi yang terjadi secara simultan. Suhu tubuh Arya melonjak drastis hingga air embun di sekitarnya menguap menjadi kabut putih.

​Namun, ekspresi Arya tetap datar. Otaknya secara logis memisahkan rasa sakit fisik dari kesadaran mentalnya. Ia memandu energi liar itu, menjinakkannya, dan memadatkannya ke dalam Dantian di bawah pusarnya. Ginseng di tangannya perlahan mulai mengering, warnanya memudar menjadi abu-abu pucat, kehilangan esensi kehidupannya.

​Satu jam berlalu. Dua jam berlalu.

​Tepat ketika fajar mulai menyingsing di ufuk timur, memancarkan semburat cahaya keunguan, seberkas energi yang sangat padat meledak dari tubuh Arya. Gelombang kejut tak kasat mata menyapu puncak gunung, meratakan rerumputan liar dalam radius sepuluh meter.

​[Ding! Terobosan Berhasil!]

[Status Tuan Muda: Ranah Pembentuk Fondasi Qi (Tahap Awal).]

[Peningkatan Terdeteksi: Kapasitas selular meningkat 500%. Indera keenam (Radius Deteksi Qi: 100 meter) aktif. Kepadatan tulang setara dengan paduan titanium.]

[Fungsi Baru Terbuka: Proyeksi Qi Eksternal (Mampu menggunakan energi Qi sebagai pelindung atau proyektil mematikan tanpa medium fisik).]

​Arya membuka matanya. Tidak ada kilatan cahaya berlebihan dari matanya, hanya kejernihan absolut yang seolah bisa menembus ilusi dunia materi. Ia membuka telapak tangannya yang kini memegang sisa debu dari Ginseng Darah, lalu membiarkan angin membawanya pergi.

​"Ranah Pembentuk Fondasi," gumamnya, mengepalkan tangan dan merasakan kekuatan yang mengalir murni tanpa hambatan. "Kini, peluru konvensional dari senjata api ringan tidak akan lagi mampu menembus lapisan pelindung Qi di kulitku."

​Ia berdiri dan menarik napas panjang. Sudah saatnya kembali ke dunia nyata. Pembersihan ekosistem bisnis dan dunia bawah tanah Nusantara City belum selesai.

​Sementara itu, di sebuah ruang rapat bawah tanah rahasia dengan tingkat keamanan militer di pusat Nusantara City.

​Suasana di ruangan itu sangat mencekam. Tiga pria paruh baya yang merupakan kepala dari Tiga Keluarga Besar yang tersisa—Keluarga Lim, Keluarga Surya, dan Keluarga Atmaja—duduk mengelilingi meja bundar dengan wajah tegang.

​Di layar proyektor besar di dinding, terpampang foto markas cabang Asosiasi Naga Hitam yang kini disegel oleh kepolisian, serta foto buram penangkapan Hendra Salim malam sebelumnya.

​"Hanya dalam waktu dua puluh empat jam," buka Tuan Lim, suaranya serak dan bergetar karena kurang tidur. "Grup Wijaya hancur lebur tanpa sisa. Hendra Salim dijebloskan ke penjara dengan bukti yang tidak bisa dibantah. Dan kini... intelijen bayangan kita melaporkan bahwa Fang Wu dan seluruh tim pembunuh elitnya ditemukan tewas di rute tebing selatan."

​Tuan Surya menggebrak meja dengan frustrasi. "Bagaimana ini mungkin secara logis?! Asosiasi Naga Hitam memiliki dukungan kultivator! Hendra memiliki pengamanan ketat! Ini bukan sekadar pengambilalihan bisnis biasa. Dragon Corp sedang melakukan pembersihan, dan mereka menggunakan kekuatan militer atau entitas yang jauh lebih menakutkan!"

​"Kita telah menandatangani persetujuan awal dengan Hendra untuk membagi aset Dragon Corp," kata Tuan Atmaja, wajahnya pucat pasi. "Jika Dragon Corp memiliki bukti dokumen itu... kita adalah target selanjutnya."

​Keheningan melanda ruangan tersebut. Ketakutan yang rasional menguasai pikiran para konglomerat yang biasanya memegang kendali atas ekonomi kota. Mereka terbiasa bermain dengan saham dan manipulasi pasar, bukan dengan eksekusi brutal di tengah malam.

​"Kita tidak bisa melawan secara konvensional," ujar Tuan Lim akhirnya, memecah keheningan dengan nada dingin. "Jika Dragon Corp dipimpin oleh sosok radikal yang baru kembali, kita harus menggunakan pion yang tepat untuk mendekatinya, atau setidaknya mencari kelemahannya."

​"Pion apa yang kau maksud?" tanya Tuan Surya.

​Tuan Lim menekan beberapa tombol di tabletnya, dan layar proyektor berganti menampilkan profil Riana Kusuma.

​"Riana Kusuma. Kemarin malam, Grup Wijaya dihancurkan tepat setelah Kevin Wijaya menghina suami Riana yang tidak berguna itu. Selain itu, Riana adalah satu-satunya entitas bisnis di Nusantara City yang menerima suntikan dana segar tanpa alasan logis pagi ini," jelas Tuan Lim, matanya menyipit penuh perhitungan.

​"Berdasarkan analisis kausalitas, ada hubungan antara kebangkitan Dragon Corp dan keluarga Kusuma. Riana mungkin adalah kunci atau bahkan 'jembatan' yang digunakan oleh pemimpin baru Dragon Corp untuk masuk ke pasar Nusantara City. Kita harus mengamankan Riana, baik melalui kerja sama koersif... atau dengan kekerasan. Jika kita memiliki sandera bernilai strategis, Dragon Corp akan terpaksa bernegosiasi."

​Para kepala keluarga itu saling berpandangan dan mengangguk setuju. Itu adalah langkah bisnis yang kotor namun logis untuk bertahan hidup.

1
T28J
hadiir 👍
Aisyah Suyuti
menarik
Glastor Roy
update ya torku yg baik hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!