NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Siap Bertanggungjawab

"Haus!" Dengan suara beratnya Nina beranjak dari tempat tidurnya. Tepat pukul dua dini hari, ia merasakan tenggorokannya begitu kering. Biasanya ia selalu menyiapkan air minum sebelum tidur, berhubung ada insiden yang tak mengenakkan membuatnya lupa, dan akhirnya ia terpaksa keluar untuk mengambilnya.

Setibanya di dapur ia berjongkok di depan kulkas untuk mengambil air dingin di dalam botol, bersamaan dengan itu, seseorang datang dan langsung menyerobot botol yang dipegangnya.

"Argh!" Dia terkejut bukan main. Suasana sangatlah sepi tiba-tiba seseorang mengejutkannya.

"K-kak?"

Seketika bola matanya melebar saat mendapati seorang pria dengan tubuh kekarnya yang tak memakai baju dan menunjukkan d4da bidangnya yang kokoh.

Roti sobek delapan kotak terlihat begitu menonjol di sekitar area perutnya, sungguh mempesona, gadis itu diam-diam mengamatinya.

"Kenapa bengong gitu?"

"Ah...! Enggak!" Nina gugup dan langsung membuang muka.

Rendra meneguk air dingin dengan tetes tetes mengalir di jakunnya. Begitu terlihat sangat seksi, namun gadis itu mati-matian menahan diri untuk tidak mengamatinya.

"Kalau udah minum berikan botolnya padaku, aku akan membawanya ke kamar."

Tangan kanannya menengadah namun matanya tak berani menatapnya.

"Jam segini kamu kok belum tidur?" tanya Rendra dengan menutup kembali botol air minumnya dan menyerahkan kepada Nina.

"Aku nggak bisa tidur," jawab Nina.

Tak ingin terjadi kesalahpahaman dia pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya, namun saat membalikkan badan kakinya terkilir.

"Aduh!"

"Hati-hati!" Rendra langsung menangkapnya.

"Ada apa?" tanya Rendra panik.

Nina meringis kesakitan. "Kakak, sepertinya kakiku terkilir, sakit sekali."

"Biar kubantu!"

Pria itu langsung membopongnya ala bridal style menuju kamarnya.

Aroma maskulin begitu menyeruak menempel hingga mengenai kulitnya. Nina mengeratkan tangannya melingkari leher jenjangnya.

Rendra merebahkannya di atas kasur. Dia juga membantu memijitnya perlahan.

"Aduh, sakit sekali. Bagaimana kalau besok nggak kunjung membaik, aku nggak bisa ke kampus."

Dalam kondisi kesakitan masih juga memikirkan soal kampus. Nina sudah berjanji berangkat lebih awal karena ada hal yang ingin diselesaikan, tapi tak disangka nasibnya begitu buruk, insiden tak terduga terjadi padanya.

"Kamu itu lagi kesakitan gini masih mikirin mau pergi ke kampus. Udah, istirahat aja di rumah," tegur Narendra. "Di mana kamu menaruh obat-obatan? Biar aku bantu ambilkan."

"P3k ada di ruangan sebelah bagian ujung kak. Di sana obat-obatan lengkap," jawab Nina.

"Yaudah, tunggu sebentar, biar aku ambilkan."

Rendra bergegas menuju ruangan yang ditunjukkan olehnya, tak menunggu lama pria itu kembali dengan membawa minyak urut.

"Sini aku bantu oleskan." Perlahan Rendra mengoleskan minyak urut merata dan memijitnya perlahan.

"Aduh kak, sakit sekali." Nina mengeratkan giginya menahan sakit yang seolah memutuskan syarafnya.

"Sabar..., ini kakak udah pelan-pelan loh!"

Dengan telaten Rendra membantu memijitnya hingga rasa sakit itu mulai mereda.

"Apakah yang tadi malam masih sakit?" tanya Rendra.

Nina melebarkan matanya. "Kamu itu ngomong apaan sih?"

"Tegang amat! Aku kan cuma nanya doang. Kali aja kalau masih sakit aku bantu olesin salep."

Blus,, wajah gadis itu semburat memerah. Ia pikir Rendra sosok yang dingin penuh misteri, ternyata cukup membuatnya salah tingkah.

"Kalau misalnya hamil kamu jangan sungkan bilang padaku, aku bakalan bertanggung jawab."

Berlama-lama bersamanya sungguh tak membuatnya nyaman. Ia pikir kejadian itu tidak perlu diusik kembali, apalagi hubungannya kini bukan lagi orang asing, tapi bersaudara dekat.

"Udahlah kak, nggak usah dibahas lagi. Jangan sampai Mama sama Papa tahu kita pernah berhubungan badan. Lagi pula kita melakukannya cuma sekali, jadi sangatlah mustahil aku bakalan hamil. Lebih baik mulai sekarang kita menjaga jarak, jangan sampai orang tua kita curiga."

"Justru kalau mereka tahu itu lebih baik, karena dengan begitu kita bisa menikah. Memangnya kamu nggak mau nikah sama aku?"

Nina mendengus dengan mukanya tertekuk. Semakin tak jelas saja pemikiran Rendra yang memiliki harapan ingin menjalin hubungan lebih dari sekedar saudara.

"Coba kamu pikirkan lagi tawaranku tadi. Bukannya aku mendesakmu untuk kuajak menikah, tapi kan kehormatanmu sudah kurenggut."

Nina membuang muka dengan menarik kakinya yang tengah diolesi salep oleh Rendra. Ia akui kejujuran pria itu, tapi masalahnya apakah orang tuanya bakalan setuju?

"Kurasa tidak semua pria memiliki prinsip yang sama seperti aku," kembali dia memberinya nasehat. " Nyatanya kekasihmu yang kamu anggap paling pengertian masih juga menduakanmu."

"Tapi masalahnya kita ini saudara kak, biarpun kita tidak dilahirkan oleh orang yang sama, kita nggak bisa menikah. Papa kamu sudah menikahi mamaku, haruskah aku nikah sama kamu? Mereka nggak bakalan ngasih restu buat kita."

Nina berusaha memberikan pengertian padanya. Ia tidak ingin menaburkan garam di atas luka yang dirasakan oleh orang lain, akan sangat perih rasanya. Rendra baru kembali, dia belum tahu betul bagaimana karakternya, begitupun juga sebaliknya. Ditambah lagi dengan kedua orang tuanya yang begitu pengertian, sangatlah syok jika sampai mereka tahu dirinya memiliki hubungan spesial dengan saudara tirinya.

"Kembalilah ke kamarmu, istirahatlah. Aku juga ingin istirahat." Naina berusaha mengusirnya secara halus.

"Istirahatlah, aku ingin istirahat di sini. Aku temani."

Bukannya pergi pria itu malah merebahkan tubuhnya di ranjang dekat Nina. Gadis itu membelalak dan kembali menegurnya.

"Kak! Jangan ceroboh kamu! Kalau sampai Mama sama Papa tahu kamu ada di sini bagaimana? Mereka pasti bakalan salah paham."

"Mereka nggak bakalan tahu terkecuali kamu yang kasih tahu mereka. Sudahlah, ayo cepat tidur!"

Rendra menarik selimut dan memejamkan matanya. Nina dibuat kelimpungan tak tenang, apalagi pintunya tak dikunci. Ia yakin, jika sampai orang tuanya datang ke kamarnya bakalan ada bahaya besar, cukup sekali saja ceroboh, tak ingin mengulanginya lagi.

"Kak, please jangan membuatku takut. Kalau sampai ada yang tahu kita akan kena marah. Pintunya nggak dikunci, aku khawatir Mama tiba-tiba nyelonong masuk."

Rendra terganggu oleh rengekannya, dia beranjak dan menyibakkan selimutnya lalu berjalan ke arah pintu untuk menguncinya.

"Sekarang sudah aman kan, pintu sudah terkunci, ayo kita tidur."

Pria itu kembali bergabung di ranjangnya tanpa melihat betapa takutnya gadis itu. Dia berkomitmen, apapun yang sudah berkaitan dengannya tak akan mudah untuk dilepaskan, apalagi gadis itu kehilangan kehormatannya gara-gara ulahnya.

"Tap—tapi?"

"Nina sayang! Apa lagi yang kau risaukan? Pintu sudah terkunci, masih juga takut. Ayo tidur, atau aku akan menidurimu lagi!"

Rendra mendorong tubuhnya perlahan hingga membuatnya terjatuh dengan posisi kepalanya tepat di atas bantal. Dia menindih dan menarik selimutnya.

Posisinya sama persis seperti pasangan suami istri yang tengah berbagi kehangatan. Di situ Nina menegang dengan  bibir mengatup, tak bisa berkata-kata.

"Tidurlah, jangan pikirkan hal-hal yang membuatmu tak nyaman."

Terpaksa Nina memejamkan matanya dengan posisi yang begitu dekat, nyaris tak berjarak.

1
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!