NovelToon NovelToon
Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Suami Dadakanku Penjual Bakso Bakar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / CEO
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Arumi tidak pernah menyangka hidupnya akan berakhir sebagai "jaminan" utang. Dipaksa menikah dengan seorang rentenir tua yang kejam demi melunasi hutang keluarganya, Arumi nekat melakukan aksi gila .
Dalam keputusasaan di tengah taman kota matanya tertuju pada sosok pria tampan yang sedang sibuk mengipasi tusukan bakso. Tanpa pikir panjang, Arumi menarik tangan Elang, sang penjual bakso bakar, dan mengakuinya sebagai calon suami di hadapan Ayahnya
Siapa sangka, Elang yang terlihat sederhana dengan apron hitamnya itu menyanggupi tantangan Arumi. Namun, di balik aroma asap arang dan bumbu kacang, ada rahasia besar yang disimpan Elang. Apakah pernikahan Dadakan ini akan membawa kebahagian ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kemenangan diatas hinaan

Ketegangan di ruang tamu itu memuncak hingga ke titik didih. Arumi merasakan telapak tangannya dingin, namun ia mencengkeram lengan Elang dengan kekuatan yang lahir dari keputusasaan murni. Di hadapannya, Juragan Dirga lelaki yang dalam bayangan Arumi lebih mirip predator daripada seorang calon suami menatapnya dengan mata yang menyipit penuh amarah

"Seperti yang pernah Ayah katakan padaku! Aku mempunyai dua pilihan dan saya memilih pilihan kedua! Aku memilih menikah dengan pilihanku sendiri! Dan aku hanya mau menikah dengan lelaki pilihanku sendiri, Yah!"

Arumi memberi penjelasan dengan suara yang ia usahakan agar tidak bergetar

Ia menatap Ayahnya, Pak Rahmad, yang wajahnya tampak kaku. Arumi hanya bisa berdoa dalam hati agar ayahnya tidak menjilat ludah sendiri dan mengingkari janji yang telah diucapkan sebagai jalan keluar terakhir bagi Arumi.

Mendengar penolakan yang begitu terang-terangan, Juragan Dirga berdiri dari kursi kulitnya yang mewah. Derit kursi itu terdengar seperti geraman di telinga Arumi.

"Jadi kamu menolakku?" tanya Juragan Dirga dengan suara yang berat, sedikit membentak. Aura kekuasaan yang biasanya ia gunakan untuk menundukkan lawan bisnisnya kini ia arahkan sepenuhnya pada gadis di depannya

.

"Maaf, Tuan! Saya tidak bisa menikah dengan Tuan karena saya sendiri sudah mempunyai calon suami yang sangat saya cintai!" Arumi berusaha menjelaskan, sambil memberikan tatapan memohon pada Elang agar pria itu tetap diam dan mengikuti permainannya.

Juragan Dirga tertawa sinis, sebuah tawa yang kering tanpa rasa humor. "Omong kosong soal cinta! Saat ini yang kamu butuhkan adalah uang dan kesenangan! Aku masih memberimu kesempatan, Arumi. Kamu mau menikah denganku tidak? Kalau kamu menikah denganku, maka kamu akan bergelimang harta dan kesenangan! Apa pun yang kamu inginkan akan saya wujudkan!"

Dengan kesombongan yang meluap-luap, ia mencoba merayu Arumi. Namun, setiap kata yang keluar dari mulut pria itu justru membuat Arumi merasa mual. Bagi Arumi, setiap kemewahan yang ditawarkan Juragan Dirga terasa seperti rantai emas yang akan menjerat lehernya selamanya.

"Maaf Tuan, saya memang butuh harta. Tapi saya juga ingin menikah dengan lelaki yang sangat saya cintai!" Arumi mencoba mengatur nada bicaranya. Ia sadar betul siapa pria di depannya ini. Juragan Dirga bukan orang sembarangan; ia punya pengaruh besar di daerah ini. Salah bicara sedikit saja, masa depan Arumi bisa lebih hancur dari sekadar pernikahan paksa.

"Sudahlah Arumi! Kamu tidak akan kenyang makan cinta! Untuk apa kamu memilih lelaki kere seperti dia? Lebih baik kamu menikah denganku, maka kamu akan aku jadikan seorang ratu!" Juragan Dirga menunjuk Elang dengan jijik, seolah Elang hanyalah sebutir debu yang mengganggu pemandangannya.

Mendengar kalimat itu, batin Arumi menjerit muak. "Ratu?" pikirnya pahit. Ia sering mendengar bisik-bisik tetangga tentang bagaimana Juragan Dirga memperlakukan istri-istrinya. Bagi pria itu, istri hanyalah piala yang bisa dipajang, dan jika piala itu melakukan kesalahan sekecil apa pun, ia tidak segan-segan bermain tangan. Rumah mewahnya hanyalah penjara indah yang dialasi dengan air mata.

"Maaf Tuan, mau bagaimanapun saya tetap memilih Mas Elang sebagai suami saya! Karena saya sangat mencintainya dan saya ingin hidup bersamanya!" Arumi kembali menolak dengan halus namun teguh. Ia merasakan Elang di sampingnya sedikit menegang, namun pria penjual bakso itu tetap berdiri kokoh, tidak menunjukkan ketakutan meski berhadapan dengan penguasa wilayah.

"Memang apa sih kelebihan lelaki itu dibanding aku?" tanya Juragan Dirga lagi, suaranya kini mengandung nada meremehkan yang amat sangat. Ia memandang Elang dari ujung kepala hingga ujung kaki, memperhatikan baju yang sedikit kumal dan aroma asap bakso yang masih tertinggal.

"Maaf Tuan, saya sangat mencintai calon suami saya. Dan saya tidak bisa hidup tanpa dia," Arumi membalas cepat, mencoba mengunci argumennya agar tidak ada celah bagi Juragan Dirga untuk masuk lagi.

"Beneran kamu menolakku?" Juragan Dirga bertanya untuk terakhir kalinya, matanya berkilat penuh ancaman.

"Maaf Tuan, saya tidak bisa menikah dengan Tuan," jawab Arumi dengan tegas, menatap langsung ke mata pria tua itu

"Baiklah kalau itu memang keputusanmu! Tapi kamu jangan sampai menyesal dengan keputusan yang kamu ambil!" ujar Juragan Dirga sambil merapikan jasnya yang mahal.

Wajahnya merah padam karena harga dirinya baru saja diinjak-injak oleh seorang gadis muda di depan umum.

"Insyaallah, saya tidak akan menyesal dengan keputusan yang sudah saya ambil," jawab Arumi tanpa keraguan sedikit pun.

Mendengar itu, Juragan Dirga tidak berkata apa-apa lagi. Dengan gerakan kasar, ia memberi isyarat pada para pengawalnya yang berbadan besar. Ia berjalan keluar dari rumah Arumi dengan langkah yang menghentak lantai. Namun sebelum benar-benar pergi, ia berhenti di ambang pintu dan menoleh pada Pak Rahmad yang sejak tadi hanya diam mematung.

"Rahmad! Karena anakmu menolak menikah denganku, maka kamu harus membayar semua utang-utangmu beserta bunganya Aku tidak mau tahu, lunasi hutangmu atau asetmu aku sita!" ancam Juragan Dirga sebelum akhirnya menghilang ke dalam mobil mewahnya yang menderu pergi.

Pak Rahmad hanya bisa menganggukkan kepala dengan lemah. Ia tidak berani menatap kepergian pria itu. Arumi merasa dadanya sedikit lapang melihat bayangan mobil itu menjauh. Satu masalah besar selesai, namun ia tahu masalah baru sedang menanti.

Suasana ruang tamu kembali sunyi, hanya detak jam dinding yang terdengar. Pak Penghulu dan dua orang saksi yang sudah dibayar oleh ayahnya tampak bersiap-siap untuk pamit.

"Kalian mau kemana ?"

"pulang pak ,Bukannya acara pernikahannya tidak jadi, Pak?" tanya Pak Penghulu dengan ragu.

"Acara pernikahan tetap akan terjadi! Karena Bapak akan menikahkan anak saya dengan lelaki itu sekarang juga!" seru Pak Rahmad sambil menunjuk Elang dengan jari yang gemetar karena marah.

"Baik, Pak!" jawab Pak Penghulu dan para saksi bersamaan. Mereka tidak mau ikut campur dalam drama keluarga ini; bagi mereka, tugas adalah tugas.

Pak Rahmad kemudian berbalik menatap Arumi. Tatapannya tidak mengandung kasih sayang sedikit pun, hanya ada kekecewaan dan kemarahan yang mendalam.

"Arumi, seperti apa yang sudah aku katakan! Kalau kamu memilih pilihan yang kedua, kamu harus menikah saat ini juga dan setelah itu, kamu harus pergi dari rumah ini! Kamu bukan lagi bagian dari keluarga ini!" suaranya menggelegar di ruangan itu.

Di pojok ruangan, Bu Lastri, ibu tiri Arumi, tampak tersenyum puas. Ia menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil melipat tangan, menikmati pemandangan Arumi yang akan segera ditendang keluar dari rumah peninggalan ibu kandungnya. Baginya, kepergian Arumi berarti seluruh kendali rumah ini akan jatuh ke tangannya tanpa ada yang merintangi.

"Iya, Yah," jawab Arumi singkat. Ia sudah menduga ini akan terjadi. Hatinya hancur, namun ia sudah membulatkan tekad. Lebih baik hidup di jalanan daripada menjadi budak nafsu Juragan Dirga.

Arumi menoleh pada Elang. Ia merasa bersalah. "Mas Elang, maaf ... Mas jadi terseret sejauh ini. Mas boleh pergi sekarang kalau Mas mau, aku akan menghadapi Ayah sendiri," bisiknya pelan.

Namun, di luar dugaan Arumi, Elang justru menggenggam tangannya lebih erat. "Sudah terlanjur basah, Arumi. Saya bukan laki-laki yang meninggalkan wanita di tengah badai. Lagipula, Pak Penghulunya sudah siap, kan?"

Arumi tertegun. Pria ini, yang baru ia temui di taman karena bakso bakar, benar-benar mau menikahinya?

1
Neng Saripah
lama2 istrimu bisa curiga kamu belanja sebanyak itu ,lang 🤭
MayAyunda: he .he. .Iya kak
total 1 replies
Dwiwinarni
suatu saat nanti gilang akan membahagiakan arumi, sabar ya arumi sapa tahu gilang anak horang kaya😃
MayAyunda: he he
total 3 replies
Dwiwinarni
Arumi tidak sudi menikah sama juragan dirga, mending hidup jadi gembel dijalanan.. Elang bersedia menikah sama arumi...
Dwiwinarni
Bagus arumi jangan mau menikah juragan dirga sibandot tua itu🤭
Dwiwinarni
Elang hanya penjual bakso tusuk bakar, dihina abis2an...
Dwiwinarni
bagus itu baru pria gentmen elang...
Dwiwinarni
Kasian arumi yg jadi korbannya menikah sama bandot tua botak🤣🤭
MayAyunda: iya kak😄😄
total 1 replies
Rosmenti Sitanggang
lanjut thor💪💪
MayAyunda: terimkasih
total 1 replies
Dwiwinarni
Ini mah kebalik cewek ngelamar cowok🤣dasar arumi belum kenal dah berani ngelamar😃
MayAyunda: he he 😁
total 1 replies
Nanik Arifin
semoga pernikahan kalian samawa & langgeng. baik tinggal dikontrakan petak maupun di mansion
MayAyunda: aamiin
total 1 replies
Nanik Arifin
tenang Arumi, suamimu ceo, pemilik perusahaan t4 kamu kerja
MayAyunda: iya kak .he.he
total 1 replies
Nanik Arifin
puas"in senyumnya Bu Lastri, krn setelah kepergian Arumi, gaya hidupmu & anakmu minta dilunasi. klo tak ada uang, ya udah bayar aj putrimu atau dirimu sendiri. lumayan kan, jadi istri Tuan Dirga yg kaya...😜
MayAyunda: .he .He ..betul itu kak😁
total 1 replies
Nanik Arifin
enak aj suruh Arumi yg membuat hutang lunas, kan yg pakai uangnya kalian? suruh aj tuh Rina nikah sama juragan Dirga, lagian pacarnya yg direktur blm tentu mau nikahi juga kan ? y ogahlah punya istri + mertua benalu
Nanik Arifin: masama. semangat thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!