NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22 Kambuh?

"Bagaimana misinya, Ma? Apa pejabat itu benar-benar selingkuh?" pertanyaan Sean yang nampak tenang, bahkan terkesan menuntut jawaban menyambut Venus tepat saat ia melangkah melewati pintu depan.

Bocah itu duduk di sofa ruang tamu dengan buku tebal di pangkuannya, namun matanya yang tajam langsung mengunci sosok sang ibu. Jam di dinding menunjukkan pukul satu pagi, dan Sean jelas tidak berniat tidur sebelum memastikan ibunya pulang dengan utuh.

Venus menghela napas panjang, meletakkan tas tangannya di atas meja dengan gerakan yang sedikit lunglai.

"Pejabat itu memang bermasalah, Sayang. Tapi semuanya terkendali."

"Mama terlihat sangat lelah," ucap Sean sembari bangkit berdiri. Ia berjalan ke dapur dan kembali beberapa saat kemudian dengan segelas air putih dingin. "Minumlah dulu."

"Terima kasih, Sayang," ucap Venus. Ia melepas topeng kulitnya yang terasa menyesakkan, lalu menyesap air itu perlahan.

Namun, saat Venus mendongakkan kepala untuk menghabiskan sisa air di gelas, mata Sean menyipit. Ia condong ke depan, memperhatikan area leher dan dada atas ibunya yang tidak tertutup gaun hitam itu. Wajah bocah itu mendadak berubah sangat serius, hampir terlihat panik.

"Ma! Apa alergi Mama kambuh lagi?" tanyanya dengan nada polos namun penuh kekhawatiran. Sean menunjuk bintik-bintik kemerahan yang menghiasi kulit leher Venus, tanda yang ditinggalkan Dante di balkon tadi.

Uhuk! Uhuk!

Venus tersedak air putihnya seketika. Ia terbatuk-batuk hebat hingga wajahnya memerah sempurna, bukan hanya karena tersedak, tapi karena malu yang luar biasa.

"Pasti Paman Leo!" seru Sean sambil menoleh tajam ke arah Leo yang baru saja masuk sambil bersiul kecil. "Paman memberi mama makanan yang ada udangnya, ya? Paman tahu kan mama sangat alergi makanan laut? Lihat itu, leher mama sampai merah-merah semua!"

Leo yang tadinya ingin ikut duduk, mendadak membeku. Ia melirik tanda di leher Venus, lalu menatap wajah kakaknya yang sudah seperti kepiting rebus. Senyum jahil mulai terukir di sudut bibirnya. Ia sangat tahu itu bukan alergi makanan, melainkan alergi terhadap pesona seorang Dante Carson.

"Oh, itu..." Leo berpura-pura memeriksa leher Venus dengan wajah sok serius, mengabaikan tatapan membunuh dari kakaknya. "Iya, Sean. Sepertinya tadi ada hewan yang menggigit mama di pesta. Hewannya cukup besar, liar, dan sangat sulit diusir. Paman sudah mencoba mencegahnya, tapi hewan itu sangat keras kepala."

"Hewan apa? Kenapa mama tidak memukulnya?" tanya Sean bingung, tangannya sibuk mengambil kotak obat di bawah meja. "Apa perlu aku ambilkan salep anti kuman, Ma? Merahnya banyak sekali, pasti gatal."

"Sean, cukup! Mama tidak apa-apa," potong Venus dengan suara yang sedikit meninggi karena panik. Ia segera menarik kerah gaunnya ke atas, berusaha menutupi jejak-jejak panas itu. "Ini... ini hanya karena udara di pesta tadi terlalu panas dan pengap. Bukan alergi, bukan juga gigitan hewan."

Leo tertawa kecil sambil duduk di seberang mereka.

"Iya, Sean. Udara di sana memang sangat panas. Paman saja sampai gerah melihatnya."

Venus melemparkan bantal sofa tepat ke arah wajah Leo. "Diam kau, Leo! Atau aku akan benar-benar memberimu racun udang besok pagi!"

Leo menangkap bantal itu sambil terbahak-bahak, sementara Sean hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa ada yang aneh dengan tingkah laku kedua orang dewasa di hadapannya ini.

"Sudahlah, mari kita bahas hal yang lebih penting," ucap Venus berusaha mengalihkan pembicaraan secepat mungkin sebelum Sean bertanya lebih jauh soal hewan liar tadi.

"Gedung Golden Lotus. Kita harus masuk ke sana akhir pekan ini. Bukti pembakaran rumah kita ada di brankas bawah tanah itu."

Ekspresi Sean langsung berubah. Kepolosan anak kecilnya menguap, digantikan oleh sorot mata detektif yang cerdas. "Penjagaan di sana berlapis, Ma. Berdasarkan skema yang kubobol dari peladen pusat mereka, ada sensor gerak dan pemindai retina di pintu menuju basement."

"Itu bagianku," sahut Leo, suaranya kini kembali serius. "Aku akan masuk melalui saluran udara. Tapi aku butuh pengalih perhatian di lobi utama agar sistem keamanannya bisa aku kuasai selama sepuluh menit."

"Dan di sinilah peran Paman Leo yang sebenarnya dimulai. Paman harus merayu Bianca agar dia membawa Paman ke area privat lobi. Saat dia sibuk dengan pesona Paman, aku akan masuk ke sistem melalui tablet jarak jauhku." celetuk Sean sambil melirik Leo dengan senyum penuh arti.

Leo mendesah berat, lalu menyandarkan punggungnya di sofa. "Harus lewat jalur Bianca lagi? Kenapa hidupku jadi seputar wanita ular itu?"

"Karena Paman adalah senjata rahasia kita," puji Sean, meski nadanya terdengar seperti sedang mengejek. "Lagipula, tadi Paman bilang dia mabuk dan meracau, kan? Itu artinya dia sudah mulai goyah. Gunakan momen itu. Buat dia merasa bahwa Paman adalah satu-satunya orang yang bisa dia percaya setelah tuan udang mencampakkannya."

Venus menatap adiknya dengan penuh harap. "Leo, tolong. Jika kita mendapatkan dokumen itu, kita bisa memenjarakan ayah Bianca dan membuktikan pada dunia bahwa kebakaran tujuh tahun lalu bukan kecelakaan. Status kita akan pulih dan kita tidak perlu bersembunyi di balik topeng lagi."

Leo terdiam, menatap kedua orang yang sangat ia sayangi itu. Ia tahu risikonya sangat besar. Jika Bianca tahu ia adalah adik Dante yang menyamar, nyawanya bisa tamat. Tapi melihat harapan di mata Venus dan kecerdasan Sean yang mempertaruhkan masa kecilnya demi keadilan, Leo tak punya pilihan lain.

"Baiklah, baiklah," gerutu Leo sambil berdiri. "Aku akan merayu ular itu. Tapi Sean, kau harus janji satu hal."

"Apa, Paman?"

"Jika suatu saat aku benar-benar stres karena wanita itu, kau harus membelikanku konsol game keluaran terbaru sebagai kompensasi kesehatan mental," ucap Leo dramatis.

Sean terkekeh, lalu mengacungkan jempolnya. "Setuju. Asalkan Paman tidak benar-benar membawa wanita itu pulang ke rumah ini."

"Idih! Amit-amit!" seru Leo sambil melangkah menuju kamarnya, membuat Venus dan Sean tertawa bersama.

Malam itu, di tengah candaan kecil dan rencana besar yang berbahaya, Venus merasa sedikit lega. Meski bayangan ciuman Dante masih membekas di bibirnya, ia tahu fokus utamanya adalah masa depan Sean.

1
Nice1808
bacanya sambil mewek lihat sean yg menangis dlm pelukan dante😭.Ayolah sean terima dan maafkan papamu agar bianca gk ambil papamu lagi🤣
Senja: Peluk jauh kak🥰
total 1 replies
Arbaati
othooor...tanggung jawab...aku mewek ini
Senja: peluk jauh kak😚
total 1 replies
Sri Rahayu
ayolah Sean maafkan papa mu...karena semuanya itu bukan keinginan Dante...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Senja: Siapp
total 1 replies
tinie
akhirnya mulai luluh tembok dingin itu😭😭😭
Senja: huuhuhum
total 1 replies
Sri Rahayu
baru tau kamu Dante....anak mu Sean sangat cerdas, mulutnya pedas dan pemberani...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣rasakan kau dantee
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tidak bergeming = tidak diam?
Senja: Beda2 ya kak, 🤣🤭
total 4 replies
tia
nikmati benih u dante 😁😁
🇧🇬
😆😆😆
D
infooo si Venus makan apa sih waktu hamil??
sampe punya anak seJenius Sean??
Eh tapi kayaknya Anak seJenius Sean cuma ada di Novel deh 🫪
D
tau tuh si Dante, loe mau anak istri loe kembali,
tapi loe masih punya istri lain???
Huweeeeekkkkkkk, Venus gak akan sudiii Oiiiiii 😠
D
Udah didalem kamar pun masih nyaut 🥸
Tiara Bella
papahmu itu Sean....
D
bener kata Sean Ve,,,,, Suami mafia mu itu,, Oneng nya tuh Ngoneng bangettt /Scream//Scream/
D
Wkwkwkkwkwkwk
Boleh juga idenya si Leo 🤪🤣🤣
lovely_day
ayo Sean.. makan with papa🤗
D
Ttttaaapiiiii ucapan Sean bener loh 😳
D
Sayangnya suami mamamu itu adalah papamu Sean 👀👀
gimana donk??
D
Tapi elooo juga punya istri baru dante,
kata² cinta loe 7 tahun lalu itu Beneran pretttttttt pada waktunya 🙎
Dew666
💃💃💃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!