Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
Nurul yang dihampiri pria itu langsung tersenyum. Dan beranjak dari tempat duduknya untuk menyambut dan menyalami pria tampan itu.
" Tumben abang mampir sini. Apa ada urusan di kota ini?" tanya Nurul tersenyum.
" Apa ngak boleh kangen sama ade sendiri. Kapan pulang, gimana kabar Aliya?" tanya pria itu yang tak lain Bram, kakak kandung Nurul.
" Insyaallah akhir bulan ini bang, Aliya baik baik saja. Pasti dia juga kangen sama pakde nya. jika tahu abang mampir kesin. Aliya pasti sangat senang" kata Nurul yang cepat menarik kursi untuk sang kakak
" Hai bang Bram apa kabar, tambah ganteng aja abangku ini" sapa Via ikut nimbrung.
" Hahaha...kau ini Vi, kau ngak berubah sama sekali. Kapan menikahnya. Abang tunggu undangannya lho. Masa belum mulai juga. Nanti keburu tua" kata Bram tersenyum.
" Aish salah sendiri bang Bram ngak mau nyariin jodoh buat Via. Makanya Via sampai sekarang masih menjomblo" seloroh Via yang ikut duduk di sebelah Nurul.
" Bukannya ngak laku, tapi kamunya yang pilih pilih. Abang ngak berani jodohin orang, tuh Nurul aja nyari sendiri. Karna itu masalah hati. Lalu kapan sebar undangannya, bukannya kamu sudah bertunangan " kata Bram sembari menatap Via
" Hm...tunggu saja bang, kita bakal kesana kok kalo sudah siap. Apa bang Bram ada urusan datang kesini?" tanya Via basa basi.
" Ya tapi urusannya nanti siang. Jadi mampir dulu buat nengok Nurul sama kamu.
Apa kalian baik baik saja?" tanya Bram sembari menatap Nurul lekat. Karna ia sempat melihat Nizam bersama wanita lain saat dikota B.
" Nurul baik baik saja kak, begitu juga Aliya, ya kan Vi" kata Nurul melirik sahabatnya itu.
" Yup...seperti yang abang lihat" kata Via tersenyum manis.
" Syukurlah, abang harap selalu begitu. Tapi ngomong ngomong tempo hari abang sempat lihat Nizam dikota B. Apa dia sedang dinas luar, apa sekarang sudah pulang?" tanya Bram penuh selidik menatap wajah Nurul lekat.
Deg....
Via dan Nurul saling pandang. Yang membuat mereka mengerti apa alasan Bram mampir ketoko mereka.
" Itu ...." kata Nurul berhenti sejenak. " Kak Nizam dinas luar bersama temannya bang. Bagaimana abang tahu, apa bang Bram melihat mereka?" tanya Nurul
" Ya....sepertinya mereka berdua itu bukan hanya sebatas teman kerja. Tapi lebih dari itu. Bahkan wanita itu sangat berani, mengandeng tangan suamimu di depan umum" jelas Bram yang curiga adik nya itu punya masalah di dalam rumah tangganya.
" Wah dasar si Lara gatal, benar tuh bang malah dia bilang mau menikah sama kak Nizam " kata Via
" Apa... !!" kata Bram kaget langsung menatap Nurul seakan ingin tahu.
" Ups.. .maaf " kata Via yang tak sadar keceplosan bicara
" De....jangan kamu bilang suamimu itu sudah selingkuh!! " tegas Bram dengan penuh selidik.
" Huh.....masalahnya rumit bang, itu....." kata Nurul yang menceritakan semua apa yang terjadi dengan Nizam pada kakaknya.
" Apa berani sekali Nizam berbuat begitu padamu, awas saja jika dia berani macam macam" kata Bram yang terlihat emosi. Tak bisa menerima adik satu satunya itu disakiti.
" Abang tenang dulu. Jangan emosi, biar Nurul yang akan menyelesaikannya. Tapi jika kak Nizam nekat mau tidak mau Nurul akan membawa Aliya pulang ke kota B" jelas Nurul yang tak mau kakaknya itu ikut campur.
" Ok....bang Bram tak akan ikut campur urusan rumah tanggamu, tapi jika dia berani menikahi perempuan itu. Pulanglah kerumah, pintu rumah kita masih terbuka lebar untukmu dan Aliya. Jika pun kau menjadi janda masih banyak teman bang Bram yang mau denganmu. Jadi ade tak perlu terlalu khawatir jika Nizam menceraikan mu " kata Bram tegas
" Ya bang, Nurul tahu itu" kata Nurul sembari menghela nafas panjang. Tadinya ia ingin sekali menyimpan rahasia rumah tangga nya itu rapat rapat dari sang kakak. Tapi rupanya abangnya tahu lebih dulu darinya. Yang membuat Nurul makin kecewa pada Nizam. Sebab ia tahu pasti abangnya tak akan tinggal diam saja, jika tahu dirinya tidak baik baik saja saat ini.
Disisi lain Nizam yang baru turun dari mobil di depan toko keheranan. Ketika melihat mobil mewah sedang parkir di depan toko.
" Apa ada pembeli VIP di sini?" bathin Nizam yang lalu masuk kedalam toko. Namun ketika ia melangkah ke meja kasir. Terlihat jelas siapa pria yang duduk di depan istrinya.
' Bang Bram, astaga.....apa Nurul mengadu padanya" Nizam pun berhenti melangkah. Namun Nurul yang melihat suaminya itu datang untuk menjemputnya untuk makan siang. Hanya bisa menghela nafas dalam. Melihat suaminya itu kaget melihat kakaknya datang ke toko.
" Kak Nizam sudah jemput, bang Bram mampir kesini untuk menengok Nurul dan Aliya kak" kata Nurul yang tahu suaminya itu segan pada sang kakak.
" Nizam...." sapa Bram
" Bang ..apa Khabar, apa ada urusan penting dikota ini. Sehingga bang Bram mampir ketoko" kata Nizam yang langsung menyalami kakak iparnya itu
" Hmm....hanya mampir untuk melihat keadaan Nurul. Apa kau sibuk, apa besok kita bisa bicara sebentar saat jam makan siang. Aku berada di hotel Holiday in besok" kata Bram hanya melirik sekilas adik iparnya itu.
" Oh ....bisa bisa bang, atur saja nanti Nizam yang akan temui abang disana" jawab Nizam sedikit gugup. Sambil matanya melirik Nurul yang terlihat tenang tanpa suara.
" Baiklah, kalo begitu abang pergi dulu. Vi...titip Nurul ya. Zam bang Bram duluan. Karna ada urusan yang harus abang selesaikan sebelum jam makan siang" kata Bram bangkit dari kursinya.
" Ya bang, mampir kerumah jika sempat. Kami dengan senang hati menunggu abang bisa datang kerumah" kata Nizam basa basi.
"Ya kita lihat besok jika masih sempat. Rul bang Bram pergi dulu ya. Oh ya ada oleh oleh buat Aliya dimobil. Ambil gih de " kata Bram sembari berbalik badan melangkah keluar untuk meninggalkan toko
" Terimakasih bang, kok pakai repot repot segala" kata Nizam yang memberi kode pada Nurul untuk ikut mengantar Bram keluar.
" Aku tidak merasa repot zam. Aliya itu keponakan ku. Sudah kewajibanku untuk membahagiakannya. Apalagi jika sampai ayahnya lupa dan lalai membuatnya bahagia " sindir Bram.
Membuat Nizam terdiam. Dia hanya melangkah pelan berjalan disebelah Nurul Mengikuti Abang iparnya itu di keparkiran. Sesampainya di parkiran Bram langsung membuka bagasi dan mengeluarkan dua kotak dus besar untuk di turunkan.
" Astaga kok banyak sekali bang" kata Nizam kaget. Saat mengangkat dus besar itu terasa sedikit berat.
" Hmm....ini tak seberapa. Jika besok Aliya pulang ke kota B. Aku akan membelikannya apa saja yang ia sukai." tegas Bram sembari melirik Nizam sekilas
" Tapi bang, jangan terlalu sering. Takut Aliya jadi manja nanti ." kata Nizam yang tahu kakak iparnya itu sangat menyayangi putrinya. Walau ia belum pernah sama sekali mampir ke rumah Bram. Sebab Bram hanya datang saat ia menikah dengan Nurul untuk menjadi wali istrinya. Karna Nurul tak pernah bercerita siapa kakak iparnya itu.
" Kenapa, kau sendiri lupa membawa oleh oleh untuk putri mu saat pulang dari kota B. Aku melihatmu saat sedang bersama dengan seorang wanita tempo hari" kata Bram seakan menyindir. Yang membuat Nizam kaget. Lalu melihat kearah Nurul. Namun Nurul hanya diam tak bersuara sama sekali untuk membelanya.
" Dia hanya teman sekantor bang" jelas Nizam tak ingin Bram curiga padanya.
" Aku harap begitu zam, tapi jika wanita itu lebih dari sekedar teman. Kembali adikku baik baik padaku. Sebab tak mungkin ada wanita baik baik berani merangkul suami orang di depan umum , jika dia hanya sebatas teman kerja" tegas Bram sebagai isyarat tanda menjaga Nurul. Sehingga wajah Nizam seketika pias, jika kakak iparnya itu sempat melihatnya dengan Lara.
" Mampus aku, bisa bisanya bang Bram melihatku waktu dikota B " batin Nizam merasa panik sendiri tanpa sebab.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍