sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
.
..
Aroma bawang putih dan cabai yang digoreng Rea mulai memenuhi seisi apartemen. Axelle masih duduk di sofa, tapi matanya nggak lepas merhatiin punggung Rea di dapur. Pikirannya masih kacau; antara bayangan Rea pake handuk tadi sama foto si Kenziro di toko perhiasan.
"Nih, makan. Gak usah banyak protes kalau kepedesan," ucap Rea sambil meletakkan sepiring nasi goreng telor pedas di depan Axelle.
Axelle menyuap nasi itu dengan kasar. "Pedas banget, gila! Lo mau ngeracunin gue biar bisa bebas jalan sama si Grandmaster itu?"
Rea mendengus, duduk di seberang Axelle. "Gak usah bawa-bawa Ziro terus. Dia cuma temen masa kecil gue, Papa kami temenan bisnis. Udah, titik."
"Temen masa kecil biasanya berakhir jadi 'pelaminan masa depan' kayak di sinetron, Re. Gue gak bego," sahut Axelle sinis. "Lagian, ngapain dia beli cincin kalau bukan buat nembak cewek? Dan di sekolah ini, siapa lagi cewek yang dia tempel terus selain lo?"
Rea terdiam. Pikirannya mendadak melayang ke percakapannya dengan ziro beberapa hari lalu yang sempat bilang mau ngasih 'kejutan' sepulang dari Swiss. Masa iya itu cincin? batin Rea ragu.
tapi sedetik kemudian Rea menatap axelle intens "nah itu.. lo juga punya bubub lo itu kan? dari kecil kalian udah bareng, bisa jadi lu juga mau ke pelaminan sama dia.. "
panggilan mereka aja udah lebay gitu, axelle malah sok sok banget jadi cenayang yang padahal belum kejadian. andai Rea tau panggilan bubub itu, panggilan mommy axelle waktu axelle dalam perut.
"Kenapa diem? Bener kan tebakan gue?" Rea meletakkan sendoknya,
axelle mendengus "Valerie adek gue! " ucap axelle tegas
"oh ya.. Ziro juga teman gue! " bala Rea
mereka ujung ujung nya debat panas dan di akhiri kepergian axelle ke tongkrongan nya
...----------------...
ziro masuk ke kelas dengan sebuah kotak beludru kecil yang tersimpan di saku jas MPK-nya. Dia sengaja melewati meja Rea dan memberikan senyum paling manis yang pernah ada.
"Re, nanti istirahat ke taman belakang ya? Ada sesuatu yang mau gue omongin secara pribadi," bisik ziro
Rea mengangguk saja sebagai jawaban.
waktu jam istirahat, Rea siap siap mau ke taman belakang sesuai janji dengan ziro, sayang nya axelle yang baru turun dari rooftop menghalangi jalan nya
"mau kemana lo? " tanya axelle datar
"bukan urusan lo" jawab Rea, lalu melangkah mendahului axelle, sayangnya tangan Rea malah di tarik axelle
"Axel! Sakit! Lepasin!" Rea mencoba melepaskan tangan nya
Axelle nggak peduli. Dia narik Rea ke gudang belakang lagi—tempat persembunyian favorit karena di sana gak ada orang. Begitu di dalam, Axelle langsung mengunci pintu.
"Apa-apaan sih lo?!" bentak Rea.
"Lo mau nemuin dia kan? " tanya axelle datar
"Kenapa?! Ziro mau ngasih sesuatu, mungkin itu oleh-oleh dari Swiss!"
"Oleh-oleh di toko perhiasan? Jangan bohongin diri sendiri, Re!"Axelle memojokkan Rea ke tembok.
"gue cuma lindungin lo dari modus laki laki kayak dia! " ucap axelle menatap mata di balik kaca itu
"Denger ya, Axelle Aididev Atharick, gue nggak butuh perlindungan lo!"
Axelle cuma senyum miring, natap cewek di depannya tajam. "Masalahnya, Rea Zelene Xavandra, lo itu udah jadi urusan gue sekarang."
"masalah nya.. kita sama sama tau, kita nikah karena apa? jadi jangan sok ngatur hidup gue! " tantang Rea jengkel
axelle beneran kesal mendengar ucapan Rea, apalagi tatapan mata Rea tajam di balik kaca matanya seolah mengintimidasi axelle.
tangan axel menyentuh dagu Rea lalu tersenyum miring membalas tatapan mata Rea, gadis itu mendadak gugup karena posisi axelle yang masih memojokan nya dan ekspresi axelle yang seperti ini membuat jantung Rea rasanya ingin keluar dari tempatnya
sedetik kemudian..
Cup
mata Rea membola, kaget? tentu saja, ciuman pertama nya di ambil begitu saja tampa persetujuan.
Rea membeku sesaat, ketika sadar ini beneran nyata dan jantung nya beneran udah gak aman Rea mencoba mendorong axelle agar kecupan itu terlepas. sial nya bukan nya lepas, axelle makin memojokan nya ke dinding hingga tubuh mereka menempel dan kecupan itu berubah jadi gigitan kecil.
mulut Rea terbuka ingin mengumpati axelle, sayang nya mulut Rea terbuka axelle melumat abis tampa memberi gadis itu nafas
Di dalam gudang yang pengap dan hanya diterangi cahaya matahari yang menyelinap dari celah ventilasi, waktu seolah berhenti. Rea awalnya mencoba memberontak, tangannya memukul dada bidang Axelle berkali-kali, tapi tenaga Axelle jauh lebih besar.
Lama-kelamaan, pukulan Rea melemah. Jantungnya berpacu gila-gilaan, bukan lagi karena marah, tapi karena sensasi asing yang menjalar ke seluruh sarafnya. Ciuman Axelle yang awalnya menuntut dan penuh amarah karena cemburu, perlahan berubah menjadi lumatan yang dalam dan... haus akan afeksi.
Axelle melepaskan tangannya dari dagu Rea, beralih menarik pinggang Rea agar semakin menempel pada tubuhnya. Dia seolah ingin menghapus jarak, memastikan bahwa cewek di depannya ini adalah miliknya
Rea yang sudah kehabisan oksigen akhirnya hanya bisa mencengkeram erat kerah seragam Axelle yang mulai berantakan. Matanya terpejam rapat, kepalanya mendongak pasrah saat Axelle mulai menyesap bibirnya dengan ritme yang memabukkan.
"Eungh..." lenguhan kecil lolos dari bibir Rea saat Axelle memberikan gigitan kecil yang nakal.
Seketika, Axelle melepaskan tautan bibir mereka. Keduanya terengah-engah, dahi mereka saling menempel, berbagi napas yang sama di ruangan yang sempit itu. Benang tipis salivasi sempat terlihat sebelum Rea memalingkan wajahnya yang sudah merah padam sampai ke telinga.
"Axelle... lo... lo gila," bentak Rea serak. Suaranya nggak lagi berwibawa khas Ketua OSIS, melainkan terdengar bergetar penuh amarah
Axelle menatap bibir Rea yang kini tampak sedikit bengkak dan kemerahan akibat perbuatannya. Dia menyeringai, jempolnya mengusap sudut bibir Rea dengan lembut. "Gue emang gila, Xavandra. Dan biar lo ingat!! lo punya gue."
Rea buru-buru mendorong dada Axelle. Kali ini Axelle membiarkannya. Rea merapikan rambutnya yang berantakan dan membetulkan letak kacamatanya yang sempat miring. Dia merasa sangat berdosa, sekaligus bingung dengan detak jantungnya sendiri yang nggak mau santai.
Rea tertegun. Dia melihat pantulan wajahnya di kaca jendela gudang yang kusam. Bibirnya bener-bener kelihatan "abis diapa-apain".
...----------------...
Di Taman Belakang - Pukul 12.45 WIB
Kenziro Harata melirik jam tangan peraknya berkali-kali. Istirahat tinggal 15 menit lagi, tapi sosok yang ia tunggu tak kunjung muncul. Di tangannya, ia menggenggam kotak beludru kecil yang berisi cincin emas putih yang tampak estetik itu
Ziro menghela napas. Dia sudah menyiapkan kata-kata manis. Dia ingin bilang kalau dia serius ingin menjaga Rea, bukan cuma sebagai sahabat, tapi sebagai pelindung masa depannya.
"Re... lo di mana?" gumam Ziro kecewa.
beberapa menit menunggu bahkan hampir setengah jam Rea tak juga kunjung muncul menemuinya
Ziro mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kotak cincin itu tertekan. Dia melangkah pergi meninggalkan taman dengan aura yang sangat gelap. Dia menuju ke arah gedung olahraga, berniat mencari Rea.
Namun, tepat di lorong tengah, dia berpapasan dengan Axelle yang berjalan santai dengan tangan masuk ke saku, menyeringai menang.
Ziro mengabaikan axelle dan memilih balik ke ruang OSIS mencari rea
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁