NovelToon NovelToon
Tidak Melakukan Apapun, Aku Menjadi Kuat!

Tidak Melakukan Apapun, Aku Menjadi Kuat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Hari Kiamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Ren cuma pegawai kantoran biasa.

Setiap hari, ia mengurus dokumen para Awakened sambil berharap bisa pulang tepat waktu. Tapi setelah sebuah insiden, hidupnya berubah total.

Ia mengalami Awakening … dan mendapatkan kemampuan paling aneh yang pernah ada:

"Tidak Melakukan Apapun."

Kekuatan yang terdengar payah. Tidak berguna. Bahkan memalukan.

Masalahnya, kemampuan itu mungkin jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan siapa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Keesokan paginya, Ren terbangun tanpa sisa berat di tubuhnya. Padahal semalam ia bekerja dua kali lipat. Rift, lembur, tikus raksasa yang mencoba menjadikannya sarapan. Semua itu seharusnya meninggalkan sesuatu. Pegal, setidaknya.

Tidak ada.

Jam digital di meja samping tempat tidur menunjukkan 06.10. Cahaya pagi menyusup dari sela garden yang menutupi jendela, tipis tapi tegas. Dunia berjalan normal.

"Ini akhir pekan," pikirnya.

Ia kembali berbaring. Menatap langit-langit. Mengulang kejadian kemarin seperti memutar rekaman yang retak. Tikus itu menerjang. Rahang menutup. Gelap. Lalu… tidak ada apa apa.

Lima menit berlalu tanpa suara selain napasnya sendiri.

"Tak Melakukan Apa Pun," gumamnya. "Absurd."

Ia duduk. Baiklah. Kalau kekuatannya memang tidak melakukan apa apa, setidaknya ia bisa memastikan bahwa ia memang tidak melakukan apa apa.

Ia bersila di atas kasur. Menutup mata. Mencoba merasakan sesuatu di dalam dirinya. Aliran. Tekanan. Getaran halus seperti energi Rift yang biasa ia deteksi dari luar.

Kosong.

Ia menunggu lebih lama.

Tetap kosong.

"Tidak ada sama sekali," katanya pelan. "Jadi bukan tipe eksternal."

Ia membuka mata. Mengulang lagi, kali ini dengan fokus lebih tajam. Menarik napas, menahan, mengembuskan. Jika ada sesuatu yang bersembunyi di balik tulang rusuknya, ia akan menemukannya.

Nihil.

Baik. Kalau bukan terasa, mungkin terlihat saat diuji.

Ingatan tentang tikus itu muncul lagi. Rahangnya. Bau tanah dari tubuhnya. Cara giginya menutup tepat di sekeliling dirinya.

Ia mengangkat tangan.

Menatap telapak tangannya sejenak, seperti sedang mempertimbangkan kontrak kecil dengan dirinya sendiri.

"Maaf," gumamnya entah pada siapa.

Plak!

Suara tamparan itu bersih. Nyaring di kamarnya yang sunyi.

Ren terdiam. Menunggu rasa perih merambat dari pipi ke pelipis.

'Tidak ada.'

Ia menyentuh pipinya. Hangat. Kulit. Tekstur biasa.

"Tch."

Ia menarik napas lebih dalam.

Plak!

Lebih keras kali ini. Kepalanya sedikit miring karena hentakan.

Sunyi.

Jantungnya berdetak, tapi bukan karena sakit. Lebih karena bingung.

"Tidak sakit," katanya datar.

Bukan mati rasa. Ia bisa merasakan sentuhan. Tekanan. Suhu. Tapi rasa sakitnya seperti dihapus dari persamaan. Seperti dunia mencatat kejadian itu, lalu memutuskan untuk tidak memproses akibatnya.

"Tak Melakukan Apa Pun," ucapnya lagi, lebih lirih. "Ini benar benar konyol."

Kemarin, serangan tikus itu melewatinya. Seolah ia tidak ada. Hari ini, tamparannya menyentuhnya, tapi berhenti di permukaan. Tidak pernah menjadi konsekuensi.

Ia berdiri dan berjalan ke arah cermin lemari.

Wajahnya tampak biasa saja. Rambut acak. Mata sedikit sembap. Tidak ada bekas merah. Tidak ada tanda bahwa barusan ia mencoba menyakiti dirinya sendiri.

Ia menatap tangannya, kosong. Seolah tamparan tadi tidak benar-benar terjadi.

Ia menghela napas, memikirkan apa yang akan dilakukannya pada hari ini.

"Makan," gumamnya. "Aku perlu makan dulu."

Ia bangkit. Merapikan kasur. Peregangan singkat. Ototnya bergerak normal. Tidak ada yang terasa salah.

Ia membuka kulkas.

Kosong.

Rak bagian atas hanya menyisakan sebotol air. Lampu kecil di dalamnya menyala terlalu terang untuk ruang yang hampa.

"Astaga," katanya datar.

Ia jarang belanja. Itu bukan hal baru. Namun saat ia berdiri di depan kulkas yang kosong itu, ia menyadari sesuatu.

Ia tidak merasa lapar.

Tidak ada perut berbunyi. Tidak ada rasa ringan yang meminta diisi.

Ia sadar, dari malam hari dirinya belum makan. Ia tetap lelah. Namun rasa laparnya tidak ada.

Ren menutup pintu kulkas perlahan.

"Aneh," gumamnya.

Ia secara kebetulan mendapatkan kebenaran lainnya dari membuka kulkas. Bahwa dirinya bukan hanya mendapatkan kekuatan untuk menghadapi bahaya.

1
Filan
benda yang bakal memutar balikan keadaankah?
Ironside: Enggak sih, konteksnya sesuai judul cerita ini.
total 1 replies
Filan
kayaknya sekarang Ren bakal dapat kekuatan
Filan
satu Bab nya pendek juga ya.
Ironside: Legenda Penapak Langit
total 3 replies
Filan
ahli artefak dia...
Ironside: Iya, dia admin pemerintah/AFC soalnya. Jadi tahu banyak soal artifak, atau ... hal lain juga /Doge/
total 1 replies
Filan
untung ditepuknya ga kenceng ya 😅
Ironside: Kalau kencang, bisa remuk. xixixi 😆
total 1 replies
Filan
kalau langit-langit itu dalam bahasa Indonesia plafon.
Liu Bang Xie Lit (Hiastus)
sudah 28 chapter dan tidak ada insect, kecewa...
hiat: berakkkkk aja dia mah
total 6 replies
Became of Patung Berhala
Tikus Besar/Proud/
Ironside: Collosal Rat /Curse/
total 1 replies
Became of Patung Berhala
cepet banget abis kak/Curse/
Ironside: Memang pendek-pendek chapternya Kak /Curse/
total 1 replies
Became of Patung Berhala
keren banget kak semangat!😍
Aoooo
Insectnya mana kak/Curse/
Ironside: Tidak ada insect Kak /Curse/
total 1 replies
fernan Do
semangat thor
hiat
PoV 3 omnicient?
Ironside: /Scowl/, Hentikan /Curse/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!