NovelToon NovelToon
Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Gadis Mungil Milik Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Romantis / Mafia / Tamat
Popularitas:180.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Rea Adelia, gadis sebatang kara yang lugu dan ceroboh, merantau ke kota besar demi mencari kerja. Namun, malam pertamanya di kota itu berubah menjadi mimpi buruk sekaligus awal takdir baru. Di sebuah gang sempit menuju kosannya, ia menemukan Galen Alonso—seorang pemimpin mafia kejam yang terluka parah akibat pengkhianatan.
Niat baik Rea membawanya menolong Galen ke dalam kamar kosnya yang sempit. Tanpa Rea sadari, menolong Galen berarti menyeret nyawa polosnya ke dalam dunia gelap yang penuh darah. Di antara sekat dinding kos yang rapuh, si gadis manis yang ceroboh harus hidup bersama sang mafia tampan yang berbahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Satu Mansion, Satu Kebohongan

Mobil SUV mewah itu meluncur membelah jalanan kota hingga berhenti di depan sebuah gerbang besi raksasa yang menjulang tinggi. Saat gerbang terbuka, tampak sebuah bangunan megah dengan pilar-pilar besar dan halaman yang sangat luas.

Rea menempelkan wajahnya ke kaca mobil, matanya membulat sempurna. Begitu pintu mobil dibukakan, ia turun dan mendongak menatap bangunan itu tanpa berkedip.

"Haaa... Paman kerja jadi tukang kebun di sini ya?" tanya Rea dengan nada takjub yang luar biasa polos .

Galen terdiam sejenak. Ia melirik mansion mewahnya, lalu melirik Rea. Menjadi bos mafia yang ditakuti sepertinya terlalu berat untuk dijelaskan sekarang. "Iya Rea, saya bekerja sebagai tukang kebun di sini," jawab Galen dengan wajah datar, meski dalam hati ia merasa lucu .

"Wahhh, hebat Pamannn! Kebunnya luas sekali, pasti Paman capek menyapunya setiap hari," seru Rea penuh simpati.

Leon, yang sedari tadi menahan tawa sampai perutnya kaku, segera menghampiri untuk mengambil koper pink usang milik Rea. "Mari, Nona, biar saya yang bawakan kopernya," ucap Leon dengan sopan.

"Aduh, Tuan! Jangan, biar saya bawa sendiri," tolak Rea panik sambil mencoba merebut kembali koper pink-nya. "Tuan ini pasti bosnya Paman Galen ya? Maaf ya Tuan, koper saya berat dan kotor."

Leon melirik Galen yang memberikan tatapan mematikan—kode keras agar Leon tidak membantah Rea. "Tidak apa-apa, Nona. Saya... saya asisten tukang kebun juga. Ini sudah tugas saya," sahut Leon sambil berusaha tetap terlihat serius .

Rea akhirnya tersenyum lebar. "Oh, sesama tukang kebun harus saling bantu ya? Baik sekali!"

Galen hanya bisa menghela napas panjang dan mulai melangkah masuk. "Ayo masuk, Rea. Kamarmu sudah siap."

Rea pun mengikuti Galen dengan langkah riang, sama sekali tidak sadar bahwa puluhan penjaga bersenjata yang bersembunyi di balik semak-semak sedang membungkuk hormat saat mereka lewat .

Rea melompat ke atas kasur empuk di kamar barunya yang sangat luas, jauh lebih besar dari seluruh luas kosannya dulu. "Wahhhh, besar banget kamarnya! Paman, kamarnya lebih bagus dari hotel kemarin!"

Galen bersandar di bingkai pintu, memperhatikan Rea yang tampak sangat bahagia. "Rea, dengar. Karena kau tinggal di sini, kau tidak boleh menganggur."

Rea langsung berdiri tegak dengan wajah serius. "Iya, Paman! Rea mau kerja! Terus Rea kerja di sini sebagai apa dong? Apa bantu Paman cabut rumput?"

"Tidak," jawab Galen cepat. "Kau jadi pelayanku saja."

Rea memiringkan kepalanya, tampak sangat bingung. "Haa? Emang tukang kebun ada pelayannya ya, Paman?"

Galen berdeham, mencoba mencari alasan paling masuk akal untuk menutupi status aslinya sebagai penguasa mansion ini. "Saya... saya tukang kebun senior di sini, Rea. Jadi saya punya hak untuk punya asisten sendiri."

"Wahhh! Hebat banget Paman! Ternyata di kota besar tukang kebun senior itu punya asisten dan kamar mewah begini ya?" Rea mengangguk-angguk kagum, wajah polosnya sama sekali tidak menaruh curiga . "Baik, Paman Senior! Mulai sekarang Rea akan layani Paman. Paman mau kopi? Atau mau Rea pijitin lagi?"

Galen hampir saja tersenyum tipis melihat semangat gadis itu. "Nanti saja. Sekarang kau mandi dan ganti baju. Pelayan rumah ini akan membawakan pakaian baru untukmu."

"Siap, Paman Senior!" Rea memberikan hormat dengan riang .

Begitu Rea masuk ke kamar mandi, Galen segera menoleh ke arah Leon yang berdiri tak jauh dari sana. "Leon, pastikan semua orang di rumah ini tahu: di depan gadis ini, saya adalah tukang kebun senior. Siapa pun yang berani menyebut saya 'Tuan Besar' atau 'Bos', akan saya potong gajinya—atau lidahnya."

Leon hanya bisa mengangguk pasrah. "Siap, Tuan... maksud saya, Paman Senior."

Rea segera bangkit dari kasur empuknya dengan wajah bingung sekaligus takjub. Ia baru saja selesai mandi dan mengenakan piyama tipisnya saat mendengar ketukan pintu. Begitu pintu dibuka, ia melihat seorang pelayan berseragam rapi membawa nampan perak berisi makanan mewah.

"Siapa Anda?" tanya Rea polos, matanya mengerjap-ngerjap.

"Oh, saya diperintahkan oleh Senior Kebun untuk mengantar makanan pada Nona," ucap pelayan itu dengan nada sangat sopan, hampir membungkuk sembilan puluh derajat.

"Hahhh?" Rea melongo. "Maksudnya... Paman Galen?"

"Iya Nona, Tuan—maksud saya, Bapak Senior Kebun berpesan agar Nona menghabiskan makanan ini sampai bersih," lanjut pelayan tersebut, hampir saja salah bicara karena grogi diawasi Leon dari kejauhan.

Rea menerima nampan itu dengan tangan gemetar. "Waaah... hebat sekali ya. Paman Galen baru jadi Senior Kebun saja sudah bisa memerintah orang berseragam begini untuk antar makanan. Keren banget!"

Setelah pelayan itu pergi, Rea segera membawa makanan itu ke meja. Ia mencicipi satu sendok dan matanya langsung berbinar. "Enak banget! Ini lebih enak dari ketoprak dekat kosan!"

Sambil makan, Rea bergumam sendiri, "Ternyata jadi asisten Senior Kebun itu enak ya. Kamarnya besar, makannya enak, dan ada yang antar pula. Rea harus kerja rajin nih biar Paman tidak dipecat!"

Sementara itu, di balik pintu kamar yang sedikit terbuka, Galen sedang berdiri memperhatikan Rea yang makan dengan lahap. Ia sedikit tersenyum tipis melihat betapa mudahnya gadis itu bahagia, meskipun dia masih percaya dengan kebohongan konyol tentang "Senior Kebun" itu.

1
diannnnnnnnn@,,,
thor boleh nanya gk? di cover nya ad label END ko setelah di baca berakhirnya ngegantung?
Brimob 🍒: Tunggu aja yaa 🙏
total 3 replies
Salvina Putri anessa
seru dan lucu
lanjut thorrr 👍👍👍
Salvina Putri anessa
seru👍
Ruth Khoiriyah
gimana ceritanya ini muter2 thor
Melia Gusnetty
tau2 dh nikah aja...jd bingung...dn bab nya d ulang
Yasinta Niken
lanjutttttt
Yasinta Niken
wkwkwk wkwk
Yasinta Niken
begitulah kehidupan orang yang tidak punya rasa syukur
Yasinta Niken
wkwkwk wkwk
Yasinta Niken
takut tttt
Yasinta Niken
hati2 galen musuh utama orang2 terdekat mu jaga rea jangan ditinggal walaupun dengan ibumu 🤭🤭🤭
Yasinta Niken
kasihan rea tp nasi sdh menjadi bubur ya dilakoni aja sama berdoa semoga mendapat hidayah yang terbaik
Mao mao
tong sampah ?? wkwkwk tong sampah wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
Yasinta Niken
rea jangan mau jadi atm orang yang julid kayak sepupumu lupakan aja
Yasinta Niken
Aduhhh semoga rea selalu bahagia 🤭🤭🤭
Yasinta Niken
wkwkwk
Tek deli
ah ga seru,jadi ga nyambung ceritannya
Tek deli
bab nya di ulang,tiba" aja udah manggil mas,padahal ceritanya bagus dari awal,membingungkan thor
Riska Baelah
salah mu galen, karn rea gak kmu knal kan sebagai istri mu sama si dosen vian 🤭 itu saudra ny rea kok bisa satu kampus sama rea, bkan ny d desa
Kam1la: Halo, Kak 😊
Aku baru publish novel berjudul Mafia Jatuh Cinta Pada Gadis Desa
Kalau Kakak berkenan mampir baca atau kasih like. Terima kasih sebelumnya 🙏
total 2 replies
Riska Baelah
kk,, cerita kk bgus, tp alur ny ngebut bnget, kdang bingung 🤭
Brimob 🍒: mampir juga di karya lain ku ya 🙏😄, judulnya Mawar indah tuan Ferguson
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!