Xaviena Avanzi seorang petarung bebas di Mexico tidak pernah tau siapa orang tua kandungnya.
Hidup seorang diri membuat Xaviena hanya peduli dengan dirinya saja. Tidak pernah berusaha mengetahui dunia luar, dan hanya fokus pada pekerjaannya sebagai petarung. Xaviena tertidur panjang karena diracuni oleh seorang pria yang tidak terima dikalahkan oleh gadis itu.
Saat membuka mata, dia terkejut karna terbangun di tubuh seorang wanita asal Spanyol yang sudah menikah. Bukan pernikahan yang bahagia tapi pernikahan yang hanya membawa kesakitan dan penolakan untuk sang wanita. Xaviera bertekat untuk membalas semua kesakitan dan perbuatan suaminya.
Bagaimana jika jiwa Xaviena, si petarung bebas yang bodoh amat, masuk ke dalam tubuh Xaviera, si istri yang sangat mencintai suaminya?
Dan apa yang terjadi pada tubuh Xaviena? ikuti kisah mereka.
Ayo mampir, dijamin ga bikin bosen!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Jennifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter eight
Kamu kemana, Vargas? Jangan siksa aku begini" Xaviero menatap langit-langit kamar Xaviera. Setelah kepergian gadis itu, Xaviero selalu menatap dikamar Xaviera.
"Tuan sudah sangat mencintai Nyonya. Tapi dia tidak menyadari perasaannya. Dia hanya tau yang dia lakukan sekarang adalah keharusan karena Nyonya masih istrinya" gumam Riccardo
Xaviero juga sering mabuk-mabukan karena belum menemukan istrinya. Untung ada Riccardo yang setia berdiri disampingnya.
"Astaga kak Vier. Bukan begini caranya. Mabuk tidak akan membawa Bellè kembali kesini. Kau harus lebih berusaha lagi. Dari dulu aku sudah bilang kan, jangan sia-siakan istrimu, tapi otak kecilmu itu tidak bisa menangkap apa yang aku maksud." Clara marah. Kenapa nanti sudah seperti ini baru Xaviero seperti orang yang ditinggal mati.
Clara menyimpan ponsel yang tadi dia gunakan untuk merekam Xaviero. Dia selalu mengirim videonya ke Jovanovic dan Xander.
"Makanya jangan gengsi, istri kabur baru menangis, Cih" Clara sebenarnya sangat kasihan pada Xaviero. Tapi mengingat perbuatan laki-laki itu dulu, dia kesal. Dia meninggalkan kedua lelaki itu.
Mansion Costa menjadi lebih sunyi dari biasanya. Sang tuan memilih mengurung diri di kamar. Tidak menerima siapapun yang menemuinya kecuali orang yang membawa kabar tentang Xaviera.
Xaviero mengecek cctv yang selama ini tidak pernah dia lihat. Selama ini, Xaviero hanya bisa melihat istrinya dari monitor didepannya.
Terlihat Xaviera yang berjalan menuju ruang kerja Xaviero dengan membawa nampan berisi makanan yang dibuat sendiri oleh gadis itu. Tak lama kemudian, Xaviera keluar dengan badan yang penuh dengan makanan yang tadi dia bawah, karena dilempar oleh Xaviero.
Walaupun begitu, Xaviera trus membawakannya makanan. Xaviera juga datang untuk berbicara dengan Xaviero tapi tidak pernah dibalas sama sekali oleh Xaviero.
Setelah itu, Xaviero tidak pernah pulang kerumah. Tapi Xaviera tidak hilang akal. Dia tetap datang ke kantor Xaviero atau melapor pada ibu mertuanya hingga Xaviero dengan terpaksa akan kembali kerumah.
Makanan yang sering dibuat Xaviera juga sering dibuang Xaviero. Menghina Xaviera adalah rutinitas Xaviero dulu. Xaviera akan diam saja menerima semua perlakukan Xaviero. Begitulah, wanita kalau sudah jatuh cinta akan menjadi bodoh. Sudah berapa kali Xaviera akan dibantu berpisah oleh Clara dan juga kedua kakaknya, tapi Xaviera bersikeras tidak mau bercerai dari suaminya.
"Aku dulu sangat bodoh dan selalu jahat padamu" gumam Xaviero.
"Benar, Tuan. Anda dulu sangat bodoh, begitu juga saya. Maka dari itu kita harus mencari nyonya lebih keras lagi" kata Riccardo.
Tidak tau sejak kapan Riccardo berdiri didekat Xaviero. Hingga Xaviero mengalihkan tatapannya kearah tangan kanannya itu.
"Bantu aku, Ricc. Aku ingin bertemu istriku" Riccardo bisa melihat tatapan keputusasaan dari Xaviero.
"Pasti, Tuan. Kita pasti akan menemukan Nyonya" Jawab Riccardo. Xaviero berdiri dan masuk ke kamar mandi. Memegang kepalanya yang sedikit pusing. Tiba-tiba dia mengingat mertuanya.
"Kita ke Mansion Vargas, Ricc" Riccardo mengangguk dan langsung keluar menyiapkan mobil.
Terhitung sudah 9 kali Xaviero datang ke Mansion Vargas tapi mertuanya selalu mengatakan Xaviera tidak pernah pulang.
Jesslyn melihat Xaviero dan Riccardo yang masih setia berdiri didepan pintu. Victor duduk dengan tenang di samping istrinya.
"Dia sudah cukup tersiksa sayang. Kita tidak boleh seperti ini" Jesslyn memegang tangan suaminya.
"Sedikit lagi, Sayang. Biarkan dia merasakan kehilangan. Kamu lupa apa yang dia lakukan pada putri kita 4 tahun ini, hm?" Ini baru 7 bulan sayang" Balas Victor.
"Apakah tidak keterlaluan?" Jesslyn tidak tega.
"Tidak sayang. Ini tidak berlebihan. Hanya sedikit pelajaran saja. Aku janji, jika dia datang lagi aku akan memberitahu dimana putri kita" Victor mengelus tangan istrinya. Berusaha menenangkan.
Sudah 7 bulan lebih Xaviera pergi, Xaviero hanya bisa terduduk diam didalam kamar Xaviera. Lagi.
Tidak beranjak, hanya duduk diam dan menunggu kepulangan istrinya.
Riccardo sudah mencari sang Nyonya di berbagai belahan daerah, bahkan keluar negeri tapi tidak ada tanda-tanda sang Nyonya. Clara juga, dia sama sekali tidak tau kemana Xaviera pergi.
Dia sudah mencari sampai ke Mansion Vargas, tapi kata Jesslyn dan Victor, Xaviera tidak pernah pulang.
Jesselyn dan Victor sudah ada di Mansion sejak 3 bulan lalu. Itupun karna permintaan Xaviera. Xaviera masih bersama Xaviena di Peru.
"Bibi tidak tau kemana Bellè, Lala. Bibi terakhir melihatnya saat makan malam di Mansion besar Costa" Jesselyn sebenarnya tidak tega membohongi sahabat anaknya itu. Tapi ini permintaan Xaviera sendiri.
"Xaviero sangat tidak terurus sekarang bibi. Dia berusaha mencari keberadaan Xaviera. Dia-" terdengar teriakan pelayanan dari luar rumah.
Victor langsung keluar melihat apa yang terjadi. Karena penasaran, Clara dan Jesselyn menyusul ke depan.
"Papa, tolong. Katakan padaku kalau Xaviera ada disini. Aku mohon" Xaviero berlutut di lantai. Tidak mengangkat pandangannya.
"Maaf Vier. Papa tidak tau. Kamu suaminya, seharusnya kamu yang lebih tau" Victor kasian melihat keadaan sang menantu.
Terakhir kali dia melihat Xaviero, anak itu sangat bahagia sekali. Dan itu pasti karena anaknya, Xaviera. Walaupun selama ini dia juga melihat Xaviero yang selalu datang melalui layar.
"Papa sebenarnya sangat kecewa saat tau kalau pernikahan putri papa sangat tidak bahagia bersamamu. Tapi dia sangat mencintaimu sehingga papa tidak bisa berbuat apa-apa. Namun sekarang dia sudah melepaskan mu. Biarkan dia memilih, Vier. Lagipula bukannya ini yang kau mau?" Kata-kata Victor seperti sebuah hantaman besar yang memukul wajahnya.
"Aku Mencintanya Papa. Tolong bantu aku untuk membawa istriku kembali. Aku sangat mencintainya" Clara menghapus air mata yang menetes melihat sepupunya yang terlihat rapuh itu.
Jesselyn menarik napas panjang sebelum ikut mendekat. Tangannya yang halus menyentuh bahu Xaviero, membuat pria itu akhirnya mengangkat wajahnya. Mata yang dulu selalu dingin dan angkuh kini terlihat kosong, cekung, dan dipenuhi penyesalan.
“Vier,” suara Jesselyn bergetar, “kalau cintamu memang sebesar itu, kenapa kau baru menyadarinya setelah dia pergi?”
Pertanyaan itu membuat Xaviero terdiam. Bibirnya bergetar, matanya memerah.
“Karena aku bodoh, Ma” jawabnya lirih. “Aku pikir dia akan selalu mencintaiku. Aku aku....” Xaviero bahkan tidak bisa melanjutkan perkataannya.
Clara memalingkan wajah, dadanya terasa sesak. Untuk pertama kalinya, ia melihat Xaviero sepupunya seperti lelaki yang kehilangan segalanya.
Victor membantu Xaviero duduk di sofa ruang tamu. “Duduklah. Keadaanmu seperti ini tidak akan membawa Xaviera kembali.”
Xaviero menunduk, tangannya saling menggenggam erat.
“Papa, setiap malam aku tidur di kamar itu. Aku menunggu. Aku berharap pintu terbuka dan dia masuk seperti biasa. Aku bahkan masih menyuruh pelayan menyiapkan makan malam untuk dua orang.”
Jesselyn menutup mulutnya, air mata jatuh tanpa bisa ditahan.
“Namun dia tidak pernah datang,” lanjut Xaviero. “Dan sekarang aku sadar… aku memang sangat tidak berguna sehingga istriku pergi dariku.”
“sejak dia keluar dari Mansion milikmu kau sudah kehilangan hak untuk menahannya,” lanjut Victor tegas.
Jesselyn menatap Victor lama, lalu berkata,
"Jangan seperti itu papa. Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka. Apapun keputusan mereka nanti. Ingat Xaviera seperti apa sekarang" Jesselyn menatap Xaviero lagi.
“Kalau memang itu niatmu, maka berhentilah mencarinya dengan paksaan.”
Victor masih tidak terima tapi akhirnya dia mengangguk.
Dada Xaviero terasa tenang namun entah kenapa, hatinya bergetar sesaat.
Jesselyn menatap Victor. Dia menganggukkan kepala. Victor datang mendekat dan membantu Xaviero berdiri.
"Papa akan memberikan kesempatan terakhir untuk kamu, tidak ada kesempatan lain. Jika sampai kamu menyia-nyiakan kesempatan ini, papa sendiri yang akan membuat kamu menghilang dari hadapan Xaviera. Dan ingat, kalau dia tidak mau jangan paksa dia. Xera tidak suka dipaksa" Xaviero memeluk ayah mertuanya dan menggumamkan kata terimakasih.
"Kau bisa mencari Xera disini. Dia tinggal disana sekarang" Jesselyn memberikan secarik kertas berisi alamat pada Xaviero.
Xaviero menatap alamat di tangannya lama sekali, seakan secarik kertas itu adalah satu-satunya penopang hidupnya sekarang. Tangannya bergetar halus.
“Terima kasih, Ma… Papa…” suaranya parau, nyaris tak terdengar.
Riccardo berdiri tak jauh, menunduk hormat pada Victor dan Jesselyn.
“Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.”
Victor hanya mengangguk singkat. “Pergilah. Ingat, jangan memaksa kalau Xera tidak mau"
"Tolong jangan sakiti dia lagi, Nak. Mama percaya padamu" kata Jesselyn.
"Maafkan perbuatan ku dimasa lalu, Ma, Papa" Xaviero pergi dengan cepat dari sana.
"Kalau dia tidak terima tentang jiwa Xaviera, aku tidak segan-segan memisahkan mereka. Aku sendiri yang akan turun tangan kali ini" ucap Victor.
"Tidak akan sayang. Yang dicintai Xaviero adalah Xera yang sekarang. Dia tidak akan melepaskan putri kita" balas Jesselyn.
.
.
.
.
Bersambung!
duuuh kalo liat cara kerja mafia ,,
ngeri2 sedaaap🤭🤭🤭🤭
ayooooo qta lihaat masa2 Xander bucin ke axel 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
sayang byk2 ,, 🫰🫰🫰🫰🫰
mafia juga manusia kn ,, bisa sakit ,, bisa manja ,, bisa Nangis juga ,, 🤭🤭🤭🤭 ,,
semoga kalian selalu bahagia ,, 😁😁
lanjuuuut kak ,,
udh lama gx up eeh pas up si kk bawa bawaang banyaaak bangeet ,,
ayooo Xavi km harus kuat ,,
jgn pergi tinggalin Xaviera ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak ,,
baguuus 😊😊😊😊
cerita ny baguuus ,,
ide ny brilliant semua👍👍👍👍👍😁😁😁😁😁😁