Kapal angkasa Zee yang telah digunakannya selama 15 tahun tiba-tiba saja mengalami error sistem dan meledak, ledakannya sangat besar hingga menewaskan Zee..
Zee pikir itu adalah akhir dari hidupnya tetapi ternyata bukan, Zee kembali terbangun tetapi dia tidak terbangun di dunianya lagi melainkan Zee terbangun di 30 tahun yang lalu dan juga tubuh yang di masuki Zee sekarang tidak tahu mengapa dia sedang dalam keadaan panas (terangsang)...
apakah yang sebenarnya terjadi pada Zee dan tubuh Zee yang sekarang??!!...
bagaimana Zee akan menangani keadaannya sekarang??!!...
apakah Zee akan mendirikan apa yang sudah dia capai dahulu??!!...
Transmigrasi wanita jenius abad 21 dan tiga anaknya yang imut akan segera di mulai!!!...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.A.Hana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil..!!!
"maaf tuan, tapi memang benar cctv di hotel itu rusak saat aku tiba disana untuk mengecek dan aku juga sudah 8 hari mencari berbagai hacker terbaik didunia untuk memperbaiki cctv itu dan masih tetap saja tidak bisa benar lagi, jika tuan tidak percaya tuan cek sendiri saja, saya sudah lelah harus bekerja lembur selama 9 hari ini, SAYA L.E.L.A.H." ucap kesal asisten Zian yang sudah lelah bekerja selama seminggu penuh ini karena masalah cctv,
"Hah.. Kamu ini lemah sekali ya, padahal cuma mengerjakan cctv saja, lain kali kamu ikut olahraga bersamaku." ucap Zian sambil meremehkan stamina asistennya
Asistennya yang kesal karena omongan sombong Zian tapi tidak berani mengatakannya langsung, hanya bisa melampiaskannya di dalam pikirannya,
"Dasar Raja Iblis, kamu pikir aku itu sama kaya kamu Hah.. Kamu itu bukan manusia makanya bisa kerja lembur berminggu-minggu tanpa mati, tapi, aku manusia bodoh.. Aku bakal mati jika terus-terusan lembur seperti ini. Kalo saja aku tidak melihat Gaji-nya.. Dari dulu aku udah lempar surat pengunduran diriku ke wajah sombong mu itu." pikir asisten Zian sambil menatap Zian dengan tatapan membunuh.
"Hah.. Tatapan membunuh.!!!" ucap Zian sambil berbalik ke arah asistennya berada berada,
"ada apa tuan?" ucap asisten dengan gerakan mengubah ekspresi secepat pergerakan cahaya.
"sepertinya aku salah. Kamu belum pergi? Kamu bilang mau istirahat?"ucap Zian
Sementara itu di desa,....
"Hoek....?"
"kenapa akhir-akhir ini aku muntah-muntah terus? Apa aku salah makan ya.." ucap Zee sambil mencoba mengingat-ingat makanan apa yang tidak biasa yang telah dia makan,
"ahh... Apa.. Apa jangan-jangan aku Hamil,!!!!" ucap Zee.
Zee lalu pergi ke apotik untuk membuat alat tes kehamilan, kenapa? Karena bagi Zee alat tes kehamilan yang ada di zaman sekarang itu kurang akurat jadi hak itu mengharuskan dirinya untuk pergi melakukan pemeriksaan lagi di klinik kehamilan, dan klinik kehamilan itu jaraknya lumayan jauh sekali dari desa oleh sebab itu Zee lebih memiliki membuat alat kehamilan abad 21.
Setelah seharian penuh Zee berhasil membuat alat tes kehamilan, walaupun tidak sama persis dengan yang ada di abad 21 karena keterbatasan bahan-bahannya.
Tapi walaupun begitu hasilnya tidak dapat diragukan lagi 100% akurat, jadi tidak perlu lagi pergi ke klinik kehamilan untuk mengecek ulang.
"akhirnya... walaupun sulit sebab ada keterbatasan bahan-bahan untuk membuatnya yang membuat ku harus mengubah cara pembuatannya, dan hal itu sulit bagi orang lain tetapi tidak sulit sama sekali untukku, ini malah seperti aku hanya sedang menyusun kembali rubik yang berantakan warnanya. Sangat mudah." ucap Zee dengan penuh kebanggaan.
Zee menggunakan alat tes kehamilan yang dibuatnya saat dia akan mandi, setelah di cek dengan alat tes kehamilan itu menunjukkan centang dua berwarna biru dan menunjukkan kehamilannya sudah memasuki usia 10 hari,
Saat Zee mengetahui kehamilannya, Zee hanya sedikit terkejut sebab dirinya sudah mengira bahwa mungkin dirinya akan hamil setelah malam itu, karena malam itu mereka tidak pakai pengaman ataupun meminum obat kontrasepsi.
Setelah tahu dirinya hamil, Zee tidak ragu untuk memberitahu buyutnya tentang kehamilannya,
"APA!!!! ha,hamil?... Kamu hamil? Sudah 10 hari usianya, Kok bisa" ucap terkejut buyutnya dan mencoba mengingat-ingat apa yang telah dia lewatkan selama 10 hari terakhir ini,
"Jangan-jangan para bajingan itu melakukan sesuatu pada mu, karena itulah kamu pulang dalam keadaan menangis, ah. Jika diingat-ingat kamu juga kesini tidak membawa baju atau apapun. Ah ya tuhan bajingan itu memang harus ku bunuh saat itu juga." ucap buyutnya dengan amarah yang sudah memuncak,
amarah yang ditahan-tahannya selama ini karena sudah berjanji ke cicitnya untuk tidak membahasnya akhirnya meledak saat mendengar kehamilan cicitnya yang masih berusia 19 tahun dari mulut cicitnya sendiri.
Buyutnya yang sudah dipenuhi amarah langsung berdiri ingin langsung pergi ke kota untuk membunuh para bajingan itu yaitu ayah, nenek serta ibu dan anak tirinya, tapi Zee langsung menghentikannya jika berkata dengan lembut pada buyutnya, meyakinkan buyutnya....
"Hae-nya.. Pas kejadian itu aku memang dalam keadaan panas karena obat perangsang yang ditaruh Ji-woo ke anggur 🍷 ku, tapi.. Hae-nya tenang saja aku sudah tahu rencana mereka sebelum mereka membawa ku kemar yang sudah mereka siapkan untuk menjebak ku." ucap Zee
"kamu nggak usah bela mereka, kamu jelas-jelas sudah hamil seperti ini, kamu pikir Hae akan percaya." ucap buyut dengan ekspresi kecewa dan kesal karena mengira Zee membela keluarga bajingan itu
"tidak Hae-nya, aku tidak Sudi membela mereka yang sudah menyakiti ku, tapi yang aku bilang itu benar, dan aku hamil itu memang karena aku tidur dengan seseorang sebab efek obat itu, tapi. Hae-nya aku tidak tidur dengan sembarangan orang ataupun telah masuk jebakan Ji-woo, pria yang tidur denganku, aku sendiri yang memilihnya, dan anak ini aku sendiri pula yang menginginkannya." ucap Zee
"kau pikir Hae akan percaya." ucap buyut marah,
"Hae-nya yang aku bilang itu benar adanya, pria yang tidur denganku aku yang memilih nya, dan anak-anak ku pun aku juga yang memilih menginginkannya, dan aku memberitahumu langsung bukan untuk membuatmu marah pada mereka atau jadi tahu perbuatan mereka padaku, tapi aku memberitahumu karena aku ingin membagikan kebahagiaan ku ini padamu juga Hae-nya." ucap Zee sambil memeluk buyutnya.