NovelToon NovelToon
Ibu Susu Anak CEO Arogan

Ibu Susu Anak CEO Arogan

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Ibu susu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:394.8k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Suaminya ketahuan selingkuh dan anak yang dikandungnya meninggal adalah petaka yang paling menyedihkan sepanjang hidup Belcia. Namun, di saat yang bersamaan ada seorang bayi perempuan yang mengira dia adalah ibunya, karena mereka memiliki bentuk rambut yang sama.

Perjalanan hidup Belcia yang penuh ketegangan pun dimulai, di mana ia menjadi sasaran kebencian. Namun, Belcia tak memutuskan tekadnya, menjadi ibu susu bagi bayi perempuan yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Penasaran dengan kisah Belcia? Ayo kita ikuti di novel ini🤗

Jangan lupa follow author💝
Ig @nitamelia05
FB @Nita Amelia
TT @Ratu Anu👑

Salam Anu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8. Demam

Perdebatan itu tak menemui ujung, karena Jasper malah memilih pergi tanpa suara. Semua disaksikan langsung Sharon yang ada di lantai dua, wanita itu menyeringai tipis, seakan mendapat celah untuk mendekati Jasper.

"Bagus, sekarang Jasper sendirian. Dan dia akan membutuhkan aku!" gumam Sharon.

Akhirnya Tuan Morgan mengajak Lidya untuk pulang, ia juga menawarkan tumpangan kepada Belcia, tapi wanita itu menolak. Belcia ingin pulang sendiri dan mencari ruang untuk mencerna semua yang telah terjadi.

Sedangkan Jasper masuk ke kamar putrinya. Leticia masih menangis dalam gendongan Maria. Pemandangan itu membuat Jasper terenyuh, tapi saat ini dia benar-benar belum bisa berpikir jernih. Di hatinya hanya dipenuhi dendam dan amarah.

"Sini biar aku yang tenangkan dia," ucap Jasper sambil mengulurkan kedua tangan. Maria langsung mengalihkan perhatian, lalu menyerahkan Leticia yang sesenggukan. "Kamu siapkan susu sana!" lanjutnya memberi perintah.

Maria tak langsung mengiyakan, karena dia jelas mendengar bahwa Jasper melarang Leticia meminum ASI yang didonorkan Belcia. Lantas susu apa yang dimaksud oleh pria itu?

"Kenapa masih berdiri di sana? Buatkan putriku susu formula," seru Jasper yang melihat dari ekor matanya Maria belum keluar juga.

"Tapi ...."

Helaan nafas Jasper membuat Maria tak bisa melanjutkan kalimatnya. Akhirnya dia pergi dan menuruti apa kata majikannya. Di dapur dia bertemu dengan Duni, wanita itu langsung menariknya ke sudut ruangan dan memastikan tidak ada orang lagi selain mereka.

"Ada apa sih, Dun?" ketus Maria karena langkahnya terseok.

"Mar, maafkan aku ya," ujarnya dengan mimik bersalah. Dia merasa bahwa perdebatan tadi terjadi karena ulahnya yang tidak bisa menjaga mulut.

Kening Maria berkerut karena tidak ada angin tidak ada hujan, rekannya ini malah meminta maaf.

"Buat apa, Dun?" tanya Maria, kemudian dia mengambil susu formula yang belum sempat dia buang. Dia ingin tuannya itu tahu sendiri bahwa Leticia tidak mau meminumnya.

"Aku yang memberitahu Tuan Jasper kalau kalian mengambil ASI di rumah sakit, aku keceplosan dan tidak tahu kalau ternyata Nyonya Lidya belum bicara soal ini," papar Duni sambil memilin-milin jemarinya.

Mendengar itu, Maria langsung membalik badannya. Dia terperangah, tapi tak bisa berkomentar apa-apa sebab semuanya sudah terjadi. Akhirnya Maria hanya menghela napas panjang.

Huh ....

"Kamu benar-benar kacau, Dun, tapi ya sudahlah ... mau bagaimana lagi? Ditutup-tutupi juga nantinya Tuan Jasper tetap tahu. Yang penting lain kali kamu jangan bicara sembarangan, aku kasihan melihat Nyonya Lidya dan Nyonya Belcia dimarahi seperti tadi. Kamu tahu kan Tuan Jasper sangat seram, apalagi sepeninggal Nyonya," terang Maria, jujur saja dia juga takut saat Jasper berteriak memerintahnya, karena hal tersebut kali pertama selama Maria bekerja di rumah ini.

"Iya, Mar, sekali lagi maafkan aku," balas Duni terus menundukkan wajah.

Maria sudah selesai membuat susu, dia menepuk bahu Duni beberapa kali dan kembali ke kamar Leticia.

Jasper mengambil alih peran, dan dia tersentak saat Leticia menangkis botol yang sudah masuk ke dalam mulut mungilnya.

"Mamma," jerit Leticia, kembali menangis kencang dan menolak apa yang Jasper berikan.

"Sayang, di sini kan ada Papa. Leticia minum susu dulu ya, Papa janji tidak akan pergi," ucap Jasper dengan lembut dan kembali membujuk putrinya. Namun, lagi-lagi tangan Leticia menepis, disertai gelengan keras.

"Mamamamama," oceh Leticia dengan lelehan air mata. Maria merasa tak tega, tapi dia tak punya kuasa, jadi lebih baik dia mengunci mulutnya dari pada kena imbasnya.

Jasper menelan ludahnya dengan kasar. Ternyata tidak semudah yang dia bayangkan, padahal biasanya Leticia mau menurut padanya.

Tok ... Tok ... Tok ...

Arsen mengetuk pintu kamar yang sudah terbuka lebar itu, hingga mengalihkan atensi orang-orang yang ada di dalamnya.

"Maaf, Tuan, apakah Anda jadi pergi ke makam Nyonya Maureen? Mengingat waktu yang cukup sempit ini, sebaiknya kita pergi sekarang, karena kita bisa ketinggalan pesawat," jelas Arsen, dia bukan tidak memahami keadaan tuannya, tapi dia juga butuh kejelasan supaya masalah perusahaan tetap berjalan lancar.

Seketika rahang Jasper mengeras, pikirannya berkecamuk diiringi jeritan Leticia yang tidak habis-habis.

"Kau tidak lihat bagaimana keadaan putriku? Pergi sana, cari orang lain untuk menggantikanku!" seru Jasper dengan tegas. Dia ingin membuktikan bahwa dia juga punya waktu untuk Leticia, tidak seperti apa yang dikatakan oleh ayahnya.

"Tapi, Tuan ...."

Dari tatapan mata Jasper saja sudah menjelaskan bahwa pria itu tak mau dibantah. Jadi Arsen langsung menganggukkan kepala.

"Baik, saya akan minta yang lain untuk mengantikan Anda pergi ke luar kota," pungkas Arsen, berusaha untuk menangani masalah ini sendiri.

*

*

*

Semula Belcia memutuskan untuk tidak memompa dadanya, tapi ternyata rasanya sangat nyeri sampai membuat dia jadi demam dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya.

Karena tak kunjung keluar dari kamar, sontak ibunya pun menyusul, Bianca dibuat cemas saat memeriksa suhu tubuh Belcia yang sangat panas.

"Sayang, kenapa tidak bilang kalau kamu sakit?" ucap Bianca, dia segera memanggil anggota keluarga yang lain untuk menelpon dokter.

"Dadaku sakit sekali, Ma," rengek Belcia sambil tergugu. Dia melakukan semua ini karena teringat dengan ucapan Jasper yang tak ingin Leticia mendapat donor ASI darinya. Dan akhirnya dia menyiksa dirinya sendiri.

"Kamu belum memompanya?" tanya Bianca sambil mengusap dahi Belcia yang berkeringat dingin. Wanita itu menggeleng lemah. "Sayang, itu semua berpengaruh ke tubuhmu. Di mana kamu menyimpannya, biar Mama bantu."

"Aku sudah menelpon Leo," seru Brigitta, saudara kembar Belcia yang tinggal dengan Bizard dan Bianca di rumah ini.

"Baguslah, semoga dia cepat sampai," balas Bianca, dia mengambil alat pompa ASI dan langsung membantu putrinya, selain itu dia juga meminta pelayan menyiapkan air hangat untuk mengompres.

Sedangkan Brigitta menatap prihatin, karena ternyata penderitaan saudarinya belum berakhir juga, padahal ia sudah kehilangan anak dan suami badjingannya.

"Sabar ya, Ci," kata Brigitta sambil mengelus-elus punggung Belcia dengan lembut. Tapi Belcia malah menangis.

Tak berapa lama kemudian sepupu mereka yang berprofesi sebagai dokter datang. Dia segera memeriksa keadaan Belcia dan memberikan obat.

"Karena bayimu tidak ada, kamu harus rutin mengeluarkannya sendiri, Ci, jangan ditunda-tunda sampai sakit seperti ini," jelas Leo dengan bahasa sehalus mungkin, supaya tidak menyinggung perasaan Belcia.

"Aku dengar kamu mendonorkannya kan?" lanjut pria itu sambil membereskan barang-barangnya.

"Iya, Sayang, kenapa malah membiarkannya begini?" sambar Bianca.

"Dia sudah tidak mau, Ma," lirih Belcia sambil menundukkan kepala.

Bianca dan Leo saling pandang, sama-sama berusaha memahami kalimat yang baru saja mereka dengar.

"Kalau memang dia sudah tidak butuh, kamu bisa mendonorkannya untuk bayi lain, Ci, tidak harus satu kok," ujar Leo yang membuat Belcia seketika tersadar.

Benar, di dunia ini bayi yang membutuhkan ASI bukan hanya Leticia. Jika memang Jasper menolak, dia tidak perlu sesedih ini harusnya, karena Jasperlah yang rugi sendiri.

"Benar, Sayang, yang penting identitasnya jelas, supaya tidak menyulitkanmu di masa depan," timpal Bianca, yang membuat semangat Belcia perlahan kembali.

'Ya, aku tidak boleh lemah hanya karena ucapan pria itu. Lagi pula aku bukan pembunuh! Aku hanya ada di sana, bukan aku yang menabraknya.'

1
Deww_17
mampir thorr, ini anaknya Bee sama Biance yaa😍
Maulidza (Icha)
Bagus
Deistya Nur
keren, sukses dan semangat terus ka 👍💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Manisnya Jas melebihi gula Biang.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ga tau ijab qabulnya tau² sudah pesta anniversary saja Thor... pasti Cua mau punya adik tuh🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iya lah Jiwa sabarnya sudah minggat jadi naga kalau sudah jiwa emak²nya keluar Jas... namanya juga pereempuan.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kaann bener ga tau tempat bucinnya Jasper... untung yang ada di situ ga sampe ileran dan tersedak.🤣🤣🤣
tapi baguslah terus usaha Jas, sampe halal.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuuyyyy... Es batu sudah cair awas meluber tumpah kemana² bucinnya ga bakal tau tempat kayaknya.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm akhirnya pecah b1sul juga ya Jasper.🤭🤭
ploongng karna sudah berani utarain perasaan kamu pada Bel.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pura² sakit demi dapat perhatian dari Bel, dasaaarr tuan arogan grngsiannya sampe kemana sihh.. malu bangeet kalau jatuh langsung gedebuukk sampe ke udel².🤣🤣🤣
tinggal ngaku saja Jasper ga perlu gengsi kalau suka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Diihhh... para siluman Iri... karna ga bisa bersaing dengan Belcia.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tiap baca novel kebanyakan pasti ada adegan pemeran tokoh perempuannya jatuh terus di tangkap sama pemeran laki²nya, pandang²an dan akhirnya pas sadar saling gugup... hadeuuhh jadi hapal banget aku.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berasa korban dan egois banget Sharon padahal Marteen sebagai adik laki² baik dan mengalah terus tapi susah kalau orang sudah obsesi butuh hal yang membuatnya sadar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laahh iya lah Belcia datang buat Jasper karna ada Leticia jadi buat apa juga Bel datang cuma buat kamu yang tukang selingkuh.. apa lagi sudah Celap celup kayak teh celup.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurin kena batunya sendiri kaann..
tinggal menunggu nyonya Bliss dan Sharon yang belum kena.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
paling kerjaan si tuan Bliss dan istrinya supaya Belcia dipersalahkan
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh masa kamar ga di kunci buat seorang Pengusaha dan asisten, padahal mereka katanya bukan orang sembarangan otomatis keamanan diri itu penting biar ga jadi tindak kejahatan atau seseorang yang akan berbuat menjatuhkan, laahh ini kayak biasa saja siapa pun bebas bisa masuk... kalaupun bolak balik kaann bisa minta usahain kunci cadangan pada yang punya tempat.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Bel tinggalkan saja Leticia dan kamu kembali aktifitasmu biarkan si arogan yang pusing mengurus anaknya sendiri dari pada kamu di sana juga di salahkan terus.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah biarin saja Bel, jangan ngajuin diri sebelum Jasper yang ngajak karna dia bisa besar kepala kalau kamu yang duluan mau ikut... sekali² biar dia turunin tuh gengsi dan arogannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Cindy selingkuhannya si Ronan rupanya... tapi Belcia ga sadar dan ga tau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!