Tiara adalah salah seorang dokter di Rumah sakit X yang kecantikannya sudah bukan rahasia umum lagi. Banyak laki-laki yang mengaguminya.
Tapi dari kecil Tiara hanya mencintai satu laki-laki yang merupakan cinta pertamanya sekaligus teman masa kecilnya.
Laki-laki itu bernama Aldi yang dijuluki manusia es oleh teman-temannya karena sikap nya yang begitu dingin, dan memiliki saudara kembar bernama Aldo. Aldo ternyata diam-diam mencintai Tiara. Aldi mengetahui itu, begitupun juga dengan Aldo. Tidak sampai disitu, diam-diam kedua orang tuanya ternyata menjodohkannya dengan teman semasa kecilnya bernama Dimas. Namun karena suatu insiden. Dia melupakan semua kenangannya bersama Dimas. Dimas yang sudah menyukai Tiara dari dulu, berusaha untuk mendapatkan cinta Tiara lagi ketika bertemu dengannya lagi setelah 25 tahun.
Kisah cinta yang rumit ini, siapakah pemenangnya? Dimas, Aldi, atau Aldo?
yuk simak ceritanya di novel ini🤗
happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Person S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aldo kembali
"Ra" Panggilan Tasya membuyarkan lamunan Tiara saat itu. Seharian ini Tiara terlihat tidak bersemangat melakukan pekerjaannya. Beberapa kali dia mendapatkan teguran dari Tasya karena terus-terusan melamun. Sehabis menangani pasien, dia akan kembali lagi ke ruangannya. Dan ketika di ruangannya dia akan termenung sendiri. Bayangan tentang pertemuannya dengan laki-laki dari anak sahabat Papanya membuatnya tidak berkonsentrasi hari ini.
"Ra, kamu memikirkan apa? dari tadi aku lihat kamu melamun terus" Tanya Tasya.
"Hmmm, aku tidak tahu Ca, aku malas sekali untuk menghadiri acara makan malam bersama keluarga dari sahabat Papa, papa bilang jika anak dari sahabat Papa ingin sekali bertemu denganku, aku takut dijodohkan dengannya Ca" Kata Tiara sambil tertunduk lesu.
"Bagus dong Ra, jadi semakin cepat kamu bisa move on dari Aldi" Kata Tasya namun langsung menutup mulutnya karena merasa salah bicara.
"Tu kan, kenapa orang-orang memintaku untuk melupakan Aldi, apa aku harus melupakannya Ca? apa aku bisa?" Kata Tiara.
"Kamu tidak pernah mencobanya Ra, aku tidak ingin kamu terus-terus larut dalam harapan yang tidak pasti seperti ini. Kita tidak tahu Aldi bagaimana diluar sana. Mungkin dia sudah punya pacar atau istri" Kata Tasya yang langsung membuat Tiara menangis.
"Duh, salah bicara lagi" Batin Tasya.
"Maafkan aku Ra, aku tidak bermaksud" Tambah Tasya kemudian memeluk Tiara.
"Hiks, itu juga yang aku takutkan Ca, hiks" Kata Tiara sambil terus menangis dipelukan Tasya. Tasya selalu setia menemani Tiara disaaat sedih seperti ini. Dia sudah menganggap Tiara seperti saudara sendiri. Bahkan sekarang disaat air mata Tiara sudah membasahi bajunya lagi. Dia hanya bisa menghela nafas karena dia harus mengganti baju lagi. Untung saja dia selalu membawa baju ganti setiap hari. Menurutnya Tiara jauh lebih penting saat ini daripada lelahnya ketika harus mengganti baju beberapa kali. Dia bisa merasakan apa yang Tiara rasakan karena dia pernah mengalami sakitnya patah hati dulu. Tapi rasanya kisah percintaannya jauh lebih beruntung daripada Tiara saat ini.
"Menurut aku Ca, cobalah kamu kenalan dulu dengan anak sahabat Papamu, coba buka hati untuk dia kalau memang dia orang baik, tidak ada salahnya mencoba kan" Kata Tasya yang kemudian dibalas anggukan oleh Tiara.
***
Hari ini Tiara pulang lebih awal dari biasanya, Tiara langsung menuju parkiran untuk mengambil mobilnya. Di parkiran dia merasa ada yang sedang mengawasinya. Dia pun menengok kebelakang. Namun tidak ada siapapun disana. Karena takut, dia pun mempercepat langkahnya. Namun langkahnya langsung terhenti ketika tangannya ditarik seseorang. Saat menengok, betapa terkejutnya dia ketika melihat sosok yang tidak asing sedang tersenyum padanya.
"A-Aldo" Kata Tiara dengan ekspresi terkejut. Kakinya lemas seketika hingga dia hampir terjatuh. Tapi untung saja Aldo menahan tubuhnya hingga tidak sampai terjatuh
"Ra" Kata Aldo kemudian memeluk Tiara erat. Tiara hanya terdiam, dia masih terkejut dan belum sadar sepenuhnya.
"Apa ini mimpi" Kata Tiara tiba-tiba.
"Haha, Tidak Ra, ini aku Aldo. Dan aku sangat merindukanmu" Kata Aldo dan pelukannya pun semakin erat.
"A-aku juga merindukanmu, hiks" Kata Tiara yang kemudian tiba-tiba menangis dipelukan Aldo. Aldo merasa bingung dengan tingkah Tiara. apa dia begitu merindukanku sampai menangis seperti ini. Pikir Aldo kemudian tersenyum
"He, kenapa menangis Ra" Tanya Aldo sambil mengusap air mata Tiara.
"Kamu jahat Do, kemana kamu selama lebih dari satu tahun ini. Aku sangat merindukanmu dan Aldi. Hiks" Kata Tiara sambil memukul lengan Aldo. Aldo tersenyum miris mendengar nama Aldi dari mulut Tiara.
"Ternyata dia masih mencintai Aldi" batin Aldo.
"Maafkan aku Ra. Aku sibuk mengurus bisnis baruku, aku tidak sempat menguhubungimu" kata Aldo berbohong.
"Kamu bohong Do. aku bisa melihat dari matamu, kita sudah kenal lama Do, kamu tidak bisa membohongiku, hiks" Kata Tiara.
"Apakah terlihat jelas ya? Hehe. Apa kamu sudah makan Ra?Sepertinya aku merindukan makanan Indonesia" Kata Aldo. Tiara sangat tahu jika Aldo sedang mengalihkan pembicaraan. Dia akan bertanya lagi nanti, yang terpenting sekarang, dia bisa bertemu Aldi juga nanti. Dia pun menghapus air matanya dan melepas pelukan Aldo.
"Belum, ayo kita makan." Kata Tiara kemudian berjalan meninggalkan Aldo. Aldo hanya bisa tersenyum dengan tingkah Tiara.
"Ini yang sangat aku rindukan darimu Ra" Kata Aldo kemudian berlari mengejar Tiara yang sudah berjalan lebih cepat.
"Ra tunggu aku" Kata Aldo.
"Kamu masih saja lambat kalau berjalan" Kata Tiara.
"Kamu saja yang jalannya kecepatan Ra" Kata Aldo kemudian menggenggam tangan Tiara. Tiara sangat terkejut. Karena ini pertama kalinya Aldo menggenggam tangannya. Dia melirik tangannya yang ada digenggaman Aldo.
"Do, apa diluar negeri pegangan tangan hal yang biasa?" Tanya Tiara yang langsung dibalas anggukan oleh Aldo. Tiarapun tersenyum kemudian membiarkan tangannya digenggam Aldo.
"Jika ini hal yang biasa, jadi tidak apa-apa" pikir Tiara. Karena yang paling dia takutkan sejak dulu jika Aldo benar-benar menyukainya. Walaupun beberapa temannya sering mengatakan jika Aldo menyukainya. Tapi dia tidak pernah mempercayainya. Menurutnya Aldo tetap sahabat terbaiknya sampai kapanpun juga.
"Aku tidak pernah menggenggam tangan perempuan manapun kecuali kamu Ra. Maafkan aku karena menghilang lebih dari setahun ini. Aku sudah berusaha untuk melupakanmu. Tapi aku benar-benar tidak bisa bahkan sekarang. Perasaanku makin besar padamu. Aku sudah memutuskan untuk mengejarmu Ra. Aku harap suatu saat nanti kita bisa bersama Ra. Walaupun mungkin kamu masih mencintai Aldi. Tapi aku akan terus berusaha untuk mendapatkan cintamu Ra" Batik Aldo.
"By the way, kamu tahu aku kerja disini darimana Do" Tanya Tiara.
"Rahasia dong" Kata Aldo.
"Ishhh, Nyebelin" Kata Tiara kemudian melepaskan genggaman tangan Aldo dan cemberut. Aldo yang merasa gemaspun langsung mengacak-acak rambut Tiara. Kemudian mengambil tangan Tiara dan menggenggamnya kembali.
"Kapan-kapan aku ceritakan ya" Kata Aldo kemudian dibalas anggukan dan senyuman oleh Tiara.
-Bersambung-
"Hal yang paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah ketika cinta kita bertepuk sebelah tangan atau orang yang kita cintai hanya menganggap kita sebatas teman"
(Aldo)
Happy reading guys
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
salam dari karyaku
TERPAKSA MENIKAHI SI ANAK MAMI
❤
CINTAKU PEMBUNUH KEKASIHKU❤
salam dari karyaku
TERPAKSA MENIKAHI SI ANAK MAMI
❤
CINTAKU PEMBUNUH KEKASIHKU❤
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
Sambil nungguin up nya yuk mampir di cerita pertama aku
'Perfect CEO is her second husband'
Gimana nih seorang CEO tampan nikah sama wanita janda bekas korban kdrt. Yuk baca lanjutannya aku tunggu ya kehadirannya heheh
makasi kak sukses selalu🥰
semangatt yaa
yuk baca juga cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
dijamin baper deh bacanyaa
mari saling support ❤️
thanks