Entah keberuntungan atau kesialan bagi seorang Sheril dengan mudahnya jatuh ke dalam pesona seorang Arion yang ketus, galak dan cuek.
Arion si pemilik sejuta pesona, mampu memikat banyak hati orang, tapi nyatanya hati Arion lah yang paling sulit untuk dipikat.
Bagi Sheril, Arion adalah orbitnya. Dunia Sheril seakan hanya tertuju kepada Arion seorang.
Bagi Arion, Sheril adalah salah satu dari sekian banyak bintang yang mengelilinginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon haniyahhputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07 - Skandal Keluarga Arion
Sesampainya Arion di rumah, lelaki itu langsung pergi menuju dapur untuk mengambil air minum dingin. Udara panas kota Jakarta membuat Arion tidak betah, dari semua hal yang ada di Indonesia hanya cuaca panaslah yang paling sulit untuk Arion terima.
Ia melirik jam dinding, tutornya akan datang 1 jam lagi. Setelah pulang sekolah Arion tidak memiliki waktu bermalas-malasan. Bahkan di rumah pun jadwalnya lebih padat di bandingkan aktivitas sekolah.
Jonathan Williams-ayah Arion, telah menyiapkan 3 tutor khusus untuknya. Sarah-tutor yang mengajarkan semua tentang Indonesia, 1 tutor khusus yang mengajarkan ia management dan bisnis, serta 1 tutor lagi untuk mengajarinya pelajaran di sekolah khususnya tentang Sains.
Jujur, Arion belum terbiasa belajar menggunakan bahasa Indonesia. Apa lagi bahasa sehari-hari orang Indonesia tidak tersedia di kamus. Di tambah lagi ia tinggal di ibu kota yang rata-ratanya orang berbicara menggunakan bahasa gaul.
Setidaknya saat di rumah, sejenak Arion bisa merasakan khas 'Amerika' yang telah mendarah daging. Semua orang yang berada di rumah ini sangat fasih berbicara bahasa Inggris.
Rumah Arion sangat besar, begitu mewah, bisa kalian bayangkan betapa mewahnya rumah seharga puluhan milyar? Seperti itulah keadaannya.
Katherine tersenyum lebar menyambut kepulangan Arion, wanita berambut pirang itu yang baru berumur 30 tahun, kini telah menyandang status sebagai ibu Arion.
"How's your day, Martin?" Katherine berusaha mengakrabkan diri dengan Arion.
Arion mengangguk malas menjawab pertanyaan Katherine. "Not bad," jawab Arion seadanya.
"How's your friend? You got a friend?"
Arion meletakkan gelas di atas meja kemudian menghela napas dengan gusar, ingatannya terlempar kembali saat Sheril memperkenalkan beberapa teman kepada dirinya.
"Yeah, I got some friends," jawabnya disertai anggukan.
Katherine membulatkan matanya, "Benarkah? Itu bagus! Kau bisa mengajak teman-temanmu kemari," ujarnya antusias.
"Maybe soon, Kate." Sahut Arion sambil berlalu.
"Stop call me just my name! Can you call me 'Mom' from now?" Pinta Katherine untuk kesekian kalinya, bahkan wanita itu sampai berkacak pinggang menghadapi tingkah anak sambungnya.
Arion mengedikkan bahunya tak acuh. "Maybe soon, Kate." Ia memberikan jawaban yang sama.
Katherine menghela napas. "Okay, terserah maumu. Aku hanya ingin memberitahu jika aku akan kembali ke Manhattan besok pagi. Aku harap kau baik-baik saja selama di sini." Ujarnya memberi tahu.
Mendengar hal itu, Arion mengurungkan niatnya pergi ke kamar yang berada di lantai atas.
"Kau akan pulang ke rumah?" Tanya Arion memastikan.
"Yes!"
"Can you stay here for a while?" Pinta Arion. Di bandingkan Katherine menjadi ibunya, Katherine lebih seperti teman bagi Arion.
"Aku tidak bisa Martin, maafkan aku. Aku akan kembali kesini dua bulan lagi. Aku akan menemuimu." Ujar Katherine penuh penyesalan.
"Ayahmu membutuhkanku, aku akan pulang untuk membantunya menyelesaikan skandal." lanjutnya.
Arion mengerjapkan kedua matanya saat Katherine mengingatkan dirinya kembali tentang skandal keluarga mereka yang terjadi di negara asalnya.
Keluarga Williams terkena skandal cukup serius. Jonathan Williams telah di fintah melakukan penipuan laporan keuangan perusahaan demi menarik investor dunia yang dilakukan salah satu perusahaan terbesar di Amerika Serikat. Williams Company, yang menduduki peringkat ke-6 perusahaan terbesar di AS terbelit skandal penipuan pada para investornya.
Bukan hanya skandal itu saja, skandal Jonathan bahwa telah berselingkuh saat masih menikah dengan Isabella-ibu kandung Arion pun tak kalah hebohnya. Nyatanya, sebelum Jonathan bercerai dengan Isabella dan jauh sebelum Jonathan berhubungan dengan Katherine, Isabella yang telah berselingkuh darinya terlebih dahulu.
Keluarga Williams tidak mengerti kenapa orang-orang memfitnah Jonathan hingga serendah ini. Sampai-sampai Arion perlu di asingkan seperti ini untuk menghindari hal yang tidak di inginkan.
Sementara kakak perempuan Arion yang bernama Elina sedang berkuliah di Korea sejak tahun lalu. Elina dan Arion tidak di perbolehkan pulang sampai keadaan membaik.
Sebenarnya Arion merasa senang dengan kehadiran Katherine di keluarga Williams. Wanita muda itu benar-benar menerima keluarga Williams apa adanya, lagipula ternyata Jonathan dan Katherine sudah bersahabat sejak masih duduk di bangku sekolah.
Fakta penting dari skandal ini, orang yang telah memfitnah Jonathan melakukan penipuan bisnis adalah pacar Isabella sekarang.
Dunia memang di penuhi oleh orang munafik.
"Kau tidak apa-apa di sini sendirian? Ajaklah teman-temanmu kemari, pergilah bermain seperti apa yang di lakukan oleh remaja, aku tidak ingin kau merasakan kesepian."
Katherine memberikan senyum lembut keibuan, Arion melangkahkan kaki menuruni tangga kemudian memeluk Katherine sebagai ungkapan rasa sayangnya.
"Jangan khawatir Kate, aku akan baik-baik saja. Jaga dirimu. Aku menyayangimu."
Mendengar kalimat-kalimat manis yang di lontarkan oleh Arion membuat Katherine tersenyum bangga.
"Kata-katamu sungguh manis, namun aku pikir ada yang kurang dari perkataanmu," komentar Katherine sambil mengacak-acakkan rambut Arion.
Arion melepaskan pelukan antara ibu dan anak. Memutar bola matanya malas menanggapi komentar Katherine.
Tidak ingin membalas, Arion sudah tahu apa yang kurang dari perkataannya.
"Andai saja kau memanggilku dengan sebutan ibu, pasti aku akan lebih tersentuh dengan kata-katamu," protesnya.
Arion berdecih sinis, mengedikkan kedua bahunya tak acuh lalu kembali menaiki anak tangga. Katherine bisa berperan sebagai teman sekaligus seorang ibu.
Katherine membalikkan badannya, hendak pergi menuju kamarnya sendiri untuk mengurus barang bawaannya yang sebenarnya tidak banyak.
"Kate!" panggil Arion dari atas tangga.
Katherine menghentikan langkahnya, ia menoleh kearah sumber suara. "Hmm?"
Arion menarik napasnya dalam-dalam, kemudian memberikan senyuman terbaik yang Arion punya kepada Katherine.
"Thank's for everything, mom." Ujar Arion sangat tulus, tanpa menunggu jawaban Ia langsung menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
Sementara Katherine mematung, terkejut sekaligus bahagia karena ini adalah pertama kalinya Arion memanggilnya dengan sebutan 'ibu'.
🌞🌞🌞
Setibanya di kamar, Arion menyalakan ponsel. Ia sedikit terkejut mendapatkan pesan spam dari kontak bernama 'Sheril Patricia'
Sudut bibirnya tertarik ke atas mengingat kejadian Sheril meminta kontaknya saat di sekolah tadi.
🌞🌞🌞
Sheril menyerahkan ponselnya kepada Arion yang tengah menatapnya dengan tatapan bingung.
"Karena kita banyak tugas kelompok, yang artinya guru nyuruh kita ngabisin waktu di luar sekolah bareng, yang artinya gue berkesempatan ngenalin lo ke jajanan khas Indonesia, yang artinya gue harus sering chat elo biar gampang kita bahas tugas atau buat janjian kerja kelompok, terus juga-"
"Stop it! Just tell me, what do you want?" Potong Arion, tak sanggup mendengar alasan Sheril lebih jauh.
Sheril menunjukkan sederet gigi rapihnya. "Bagi ID Line."
Arion menggaruk lehernya yang tidak terasa gatal. Sheril berbicara panjang lebar hanya untuk menyampaikan 3 kata itu.
"'Bagi' itu persamaan kata 'minta'." Sheril menjelaskan kata yang barangkali tidak Arion mengerti.
Sejujurnya, kehadiran Sheril sangat membantu Arion dalam hal berkomunikasi. Sheril begitu bersemangat menjelaskan kata-kata gaul yang tidak Arion mengerti. Sheril juga yang membantu Arion mendapatkan teman laki-laki lainnya, bahkan sampai 6 orang sekaligus!
Karena itu Arion jadi tidak sabar berteman dengan Gara, Ia ingin melakukan hal liar bersama lelaki itu. Seperti balapan dan hal lain yang menyenangkan.
"Jangan lama-lama dong, tangan Kendall Jenner itu berharga, gue udah pegel nih!" Sheril mulai kesal sendiri karena Arion tak kunjung mengambil ponselnya.
"Yon ih, ambil!" Rengek Sheril.
Melihat Sheril merengek seperti anak kecil yang tidak di belikan mainan baru membuat Arion menahan agar dirinya tidak tersenyum geli saat ini juga.
"Cepetan ambil Ariana!" Amuk Sheril semakin kesal, sengaja melesatkan nama Arion menjadi Ariana.
Dahi Arion bergelombang. "Ariana?"
Merasa kesabarannya mulai habis, Sheril menarik tangan Arion dan menyerahkan ponselnya ke atas telapak tangan lelaki itu.
"Gue bakal manggil lo Ariana kalau lagi kesel. Biarin lo jadi cewek, emang lo cantik," ketus Sheril.
Akhirnya Arion tidak dapat menahan senyumannya. Kedua sudut bibir itu terangkat begitu saja tanpa beban. Menertawakan tingkah Sheril. Sepertinya melihat Sheril kesal seperti ini menjadi hal yang menyenangkan bagi Arion.
Sesaat, Sheril terpaku dengan senyuman Arion. Ini adalah pertama kalinya Arion tersenyum kepadanya. Andai saja Arion lebih sering tersenyum kepadanya, pasti Sheril bakal lebih kesemsem sama bule satu ini!
Sheril pura-pura menahan senyuman, jari-jarinya mencolek dagu Arion, berusaha menggoda Arion yang menjadi salah tingkah sendiri.
"Ciee Arion senyum. Cie. Cie. Gini kek senyum ke gue tiap hari, di jamin gue bakal lebih semangat ke sekolah. Tapi jangan senyum ke cewek lain, gue gak mau cewek lain juga ikut kesemsem sama lo,"
Arion menepis tangan Sheril. Bahkan pipi Arion sudah memerah tanpa di minta.
"Stop it," ketusnya.
Sheril menghentikan pergerakan tangannya, tapi ia masih melemparkan tatapan jahil kepada Arion.
Dengan cepat Arion mengetikkan ID Line di sebuah kolom lalu mengembalikan ponsel kepada pemiliknya.
"Thank you Arion!" Ujarnya sambil memeluk benda pipih itu dengan perasaan senang yang membuncah.
🌞🌞🌞
Arion mengembalikan fokus dan membaca sederet pesan spam yang di kirimkan oleh Sheril.
Sheril Patricia
Spadaaaa
Sheril Patricia
Kendall Jenner disiniiii
Sheril Patricia
Add balik yaaa Oreo, kalau perlu nama gue ganti jadi 'Sheril Sayang'
Begitulah kira-kira rentetan isi pesan yang di kirimkan oleh Sheril.
Arion hanya mengklik tombol add tanpa berniat membalas pesan Sheril. Ia meletakkan kembali ponselnya di atas meja belajar lalu bergegas hendak mandi.
Sebelum kaki Arion menginjak lantai kamar mandi, suara ponsel Arion kembali terdengar. Penasaran, Arion kembali ke dekat meja belajarnya dan membaca pesan masuk melalui notifikasi di layar kunci.
Sheril Patricia
Ya ampun, di baca doang, enggak di bales, jempol lo kesurupan?
Sheril Patricia
Gapapa deh kalau lo gak bisa bales chat gue
Sheril Patricia
Kalau lo bales perasaan gue, bisa kan?
Arion di buat tidak berkutik saat membaca pesan yang terakhir Sheril kirimkan kepadanya.
udh nunggu lama bgt 😭