Hai, nama ku Kyra. Aku sekarang ini bekerja di sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam bidang teknologi. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang Astronot. Sejak kecil aku suka dengan cerita mitologi Yunani.
Kali ini aku diberi kesempatan untuk membuktikan kualitas kinerjaku dengan cara diberi tugas menyelesaikan permasalahan di kantor cabang yang ada di Kanada. Aku menerima tawaran ini bukan sekedar membuktikan kualitas ku tapi berlibur.
Tak seperti ekspektasi ku, tak hanya bekerja dan berlibur tapi banyak sekali hal yang terjadi selama aku di Kanada....
Bahkan aku juga mendapat teror selama 5 tahun terakhir di liburanku ini. Siapakah pelaku teror yang tak lelah mengejarku bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun🙀
Aku butuh kalian untuk selalu mendukungku, memberi support dan semangat lewat jejak kalian 🥰
~ Happy reading ^_^
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kantor
Aku melangkah masuk dan di sambut dengan hangat oleh para karyawan. Meski wajah mereka tersenyum tapi aku tau bahwa mereka tidak setenang kelihatannya. Raut cemas yang diwakilkan dengan sorotan mata gugup membuatku menghela nafas tipis.
Seorang perempuan bertubuh tinggi semampai berjalan menghampiri ku.
"Saya antar Anda ke ruang kerja," dia menundukkan kepalanya sedikit.
Aku mengangguk dan mengikuti langkah pelannya.
"Saya Devi. Saya yang akan membantu Anda untuk beberapa hari ke depan," ucapnya ketika tepat di depan ruang kantorku.
Aku mengangguk dan tersenyum, "mohon bantuannya."
"Tolong berikan proposal beberapa waktu lalu mengenai proyek yang harus Saya tangani."
Devi mengangguk pelan," Baik."
Ruang kerjaku saat ini terlihat sangat bagus. Sayangnya ini bukan ruang kerjaku yang sesungguhnya. Tempatku untuk memperlihatkan seluruh kemampuanku akan ku datangi sebentar lagi setelah aku memindai proposal dari beberapa proyek waktu lalu. Tak berselang lama setelah Devi keluar untuk mengambil beberapa proposal proyek kini dia sudah mengetuk pintu ruang kerjaku. Devi menyerahkan beberapa lembar makalah berisi informasi mengenai proyek-proyek yang ku minta. Dengan cepat aku mengamati setiap detail informasi yang tertera.
Aku harus menyelesaikannya dengan cepat agar aku bisa menikmati liburanku lebih lama, tekadku dalam hati.
"Mau Saya buatkan kopi?" Devi tiba-tiba menawari ku.
"Ah tidak usah," tolakku halus. Aku merasa tidak enak jika harus menyusahkannya dihari pertamaku kerja walaupun pekerjaan itu ringan.
"Tidak apa-apa. Saya tidak keberatan," Devi berusaha untuk memaksaku menerima tawarannya.
"Maaf merepotkan mu," aku yang tidak enak dengan Devi akhirnya hanya bisa meng-iya-kan karena ku pikir jika aku menolaknya sebanyak apapun dia akan memaksa sebanyak tolakanku.
Devi keluar ruangan dan aku memfokuskan perhatianku pada proposal yang sedang ku genggam. Sepertinya hari ini akan ku lalui dengan mudah.
Devi melangkah masuk dengan membawa secangkir minuman hitam pekat di tangannya. Dia hendak menaruh cangkir itu di dekat proposal yang sedang ku baca.
"Terima ka.." belum sempat aku menyelesaikan ucapanku, cangkir yang berisi minuman dengan suhu panas itu terbalik dan cairan panas itu memenuhi meja kerjaku membasahi semua proposal yang tergeletak di atasnya. Mataku terbelalak dan aku mendongakkan kepalaku. Devi tersenyum sinis dengan penuh kepuasan di wajahnya. Aku menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Maafkan saya. Saya tidak sengaja. Akan saya ganti dengan yang baru," Devi tersenyum tenang setelah melakukan kesalahan seperti itu.
"Tidak perlu. Keluarlah. Saya akan membereskan ke kacauan ini," dalam hati aku tau bahwa dia sengaja melakukannya. Aku harus menekan perasaan kesalku karena ini hari pertamaku tiba di kantor ini, jika tidak sama halnya aku merusak reputasi ku sendiri.
"Saya benar-benar minta maaf. Kalau begitu saya akan keluar agar tidak mengganggu kinerja Anda," Devi menundukkan kepala dan melangkah meninggalkan ke kacauan yang dibuatnya.
Belum sampai satu jam. Musuh sudah terlihat. Tapi kenapa dia tidak menyukaiku? Apa karena aku berasal dari kantor pusat? Kalau begitu dia akan membenci semua karyawan yang ada di kantor pusat. Apa karena aku cantik? Dia juga cantik, seharusnya dia tidak keberatan dengan itu. Ah pasti karena aku lebih cantik darinya. Iya, hahahaha pasti karena itu.
Tiba-tiba saja kepercayaan diri yang sangat besar muncul dalam diriku sebesar yang dimiliki Auris dan Felix.
Berteman dengan mereka sepertinya tidak terlalu buruk.
Aku mulai membereskan ke kacauan yang ada di hadapanku. Proposal yang belum selesai ku baca kini sudah basah kuyup, jika kasar sedikit dalam menyentuhnya kertas-kertas itu akan terkoyak. Meski aku tidak suka dengan perilaku Devi hari ini tapi aku tidak bisa menjauhkan diri darinya karena hanya dia yang ditugaskan untuk memandu ku selama aku di kantor cabang.
Semoga dia tidak mudah naik pangkat, rutukku dalam hati.
***
Aku berjalan menuju ruangan yang berada di ujung kantor. Ruangan bernuansa putih yang dipenuhi dengan berbagai macam benda berteknologi tinggi. Setelah kulihat tidak ada yang salah ataupun cacat pada benda-benda tersebut. Aku tidak menemukan letak kesalahannya ada di mana. Aku berdiri cukup lama hanya untuk melihat keseluruhan isi ruangan itu.
Seorang pria berjalan mendekatiku, "Anda rajin sekali. Baru sampai sudah melihat sampai ke sini."
Aku yang mendengar perkataan secara tiba-tiba langsung menoleh ke arah sumber suara. Ku lihat seorang pria bertubuh tinggi berbadan kekar tersenyum kepadaku. Aku mengulurkan tangan dan tersenyum ramah, "Anda terlalu memuji. Senang bertemu dengan Anda."
Pria itu menerima jabatan tanganku, "Mari ikuti saya. Saya akan menjelaskan tugas Anda selama bekerja di sini. Sepertinya kantor pusat tidak salah menilai orang, mereka mendatangkan orang yang bertalenta."
Aku tersenyum tipis dan melepaskan tanganku dari genggamannya. Dia bernama Davin, manajer di kantor cabang ini. Memiliki tubuh tinggi dan kekar, setelan jas yang membalutnya menambah kesan wibawa pada dirinya. Umurnya tidak terpaut jauh denganku.
Aku berjalan mengikuti langkah lebarnya menuju ruangan yang tidak jauh dari tempatku berdiri tadi.
Davin mengeluarkan beberapa lembar proposal berbeda dari yang sudah ku baca di ruangan ku tadi. Setelah membuka dan membaca setiap lembar proposal yang disodorkan kepadaku aku mengerutkan dahi sedikit berpikir.
Davin membuka suara setelah diam beberapa saat, "setelah Anda membaca proposal itu, Anda pasti mengerti. Permasalahan yang dihadapi tidak sepenuhnya berasal dari kondisi internal saja. Perusahaan yang saat ini sedang melejit menjadi pesaing kita yang lumayan berat. Mengeluarkan produk-produk berteknologi tinggi dan canggih saja tidak cukup. Kita harus menciptakan suatu produk yang berbeda sehingga menarik minat masyarakat luas. Proyek ini tidak cukup jika hanya mengandalkan orang-orang yang ada di kantor cabang."
Aku menghela nafas, "Saya mengerti. Tolong jangan berbicara formal pada saya. Kita berbicara santai saja agar meminimalisir ketegangan selama bekerja."
Davin mengangguk, "proyek kali ini ku serahkan padamu."
Suara pintu terketuk dari luar. Aku dan Davin menghentikan pembicaraan dan masuklah seseorang yang ku kenal. Devi melangkah masuk dengan anggun, beberapa lembar kertas berada di tangannya. Dia tersenyum dan berhenti tepat di samping meja yang ada dihadapanku.
"Dia sekretaris ku dan juga orang yang akan membantumu dalam menjalankan proyek kali ini," Davin memperkenalkan Devi ke padaku, sepertinya kekacauan tadi pagi belum sampai di telinganya. Devi tersenyum polos dan malu-malu sedikit menundukkan kepalanya. Aku tersenyum menerima niat baik Davin meski dalam hati aku kesal setengah mati.
*
*
*
*
*
Hai teman-teman. Terima kasih sudah mampir ke sini. Jangan lupa buat like 👍, komen 🖊️ , dan juga pencet tombol love ❤️, kasih tip dan juga vote 😉 biar author lebih semangat buat lanjutin cerita. Kritik dan saran selalu ditampung biar author bisa berkembang lebih baik lagi 🥰. Aku tunggu jejak kalian di karyaku ini ☺️
Kyra bawa jus strawberry nih, ada yang mau nggak?
klo diliat sekilas, pemilihan kata2nya cukup baik. semoga didalamnya banyak ilmu baru yg bermanfaat.. 😘
mampir bawa 3 like ya ❤️❤️❤️❤️
Boleh intip "Pengantin Pengganti"