"Ayo kita bercerai!"
Hana tiba-tiba diceraikan oleh Heston karena sang suami mengalami kecelakaan dan amnesia.
Dunia Hana hancur apalagi dia diceraikan dalam keadaan hamil.
Apa yang akan Hana lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Mau menyerah
Aston tidak langsung pergi melainkan menunggu Hana sampai jam sekolah selesai.
Dia sangat penasaran bagaimana anak-anak yang dimaksud oleh Hana.
Tak lama bel sekolah berbunyi, Aston tidak melepaskan pandangannya dari gerbang sekolah.
"Mama..."
Si kembar berlari dan berteriak memanggil Hana.
Pada saat itu Hana berjongkok supaya tingginya bisa sejajar dengan anak-anaknya.
"Bagaimana sekolahnya? Apa kalian suka?" tanya Hana.
"Kami mengenal huruf dan langsung bisa karena sebelumnya sudah belajar,"
"Kami juga mempunyai teman-teman baru,"
"Katanya wajah kami mirip,"
Mars dan Venus berbicara secara bergantian lalu mereka saling memandang satu sama lain.
"Iuhhhh... kami tidak mirip!"
Hana menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua anaknya itu, mereka memang tidak mau dikatakan kembar identik.
"Ayo pulang!" ajak Hana kemudian.
Hana menggandeng kedua anaknya yang membuatnya terapit di tengah. Ketiganya bersenandung bersama.
Sampai ada sebuah mobil yang tiba-tiba mengerem mendadak untuk menghentikan mereka.
"Hei nona es krim, masuklah ke dalam mobilku!"
Hana melihat ke arah sumber suara dan melihat Aston di sana.
"Kau belum pergi?" tanya Hana tak habis pikir.
"Kami akan naik bus jadi tidak perlu repot-repot!"
"Aku tidak merasa direpotkan, ini sebagai tanda perkenalan kita," balas Aston tanpa beban.
Bersamaan dengan itu, rintik hujan mulai turun dari langit.
"Mama!" seru si kembar karena mereka tidak membawa payung.
Terpaksa Hana akhirnya masuk ke dalam mobil Aston.
Hana membawa kedua anaknya untuk duduk di kursi belakang.
Dari spion mobil Aston bisa melihat jelas wajah anak-anak Hana. Jantung lelaki itu berdebar karena kedua anak itu mirip seperti Heston ketika kecil dulu.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" batin Aston yang merasa menyesal sudah bersikap acuh selama ini.
Tidak perlu tes DNA atau semacamnya, hati Aston mengatakan kalau kedua anak itu adalah keponakannya sendiri.
"Paman..." panggil Mars karena Aston tak kunjung mengemudikan mobil.
"Apa kita akan menunggu sampai hujannya reda?"
Lamunan Aston langsung buyar begitu saja, dia segera menginjak pedal gas mobilnya.
"Tentu saja kita akan jalan," ucap Aston.
Lelaki itu tidak menanyakan alamat Hana karena dia berniat membawa mereka ke restoran bintang lima terlebih dahulu.
"Mars, apa kau melihatnya?" tanya Venus ketika mobil yang membawa mereka masuk ke lobi restoran.
"Bukankah ini restoran yang kita lihat di televisi?" Mars balik bertanya pada saudara kembarnya.
Hana tidak mengerti kenapa Aston membawa mereka ke restoran itu.
"Maaf Tuan, kenapa Anda membawa kami kemari?" tanya Hana yang tidak bisa tenang.
"Tidak perlu bersikap formal seperti itu padaku, bersikap santai saja seperti sebelumnya," sahut Aston.
"Sup di sini sangat enak, kalian harus mencobanya!"
Bukannya senang, Hana justru merasa jika sikap Aston sangatlah aneh. Lelaki itu terlihat kaya seperti penampilannya tapi kenapa justru bersikap sok baik pada orang asing seperti dirinya.
Kalau dipikir-pikir apa tujuan Aston datang ke sekolah si kembar.
Hana jadi curiga dan mulai bersikap waspada.
"Maaf kami tidak bisa masuk," Hana segera turun dari mobil dan meminta si kembar untuk pergi bersamanya.
"Mars Venus, ayo pergi dari sini!"
Menyadari jika Hana tidak nyaman dengan dirinya, Aston berusaha membujuk perempuan itu.
"Aku tidak berniat jahat pada kalian, aku hanya bingung menghabiskan uangku," ucap Aston membuat alasan.
"Kau sungguh aneh, kalau kau bingung berikan saja mentahnya padaku!" Hana menantang karena merasa alasan Aston tidak masuk akal.
"Tentu saja aku akan memberimu uang tapi aku tidak membawa banyak uang cash," tambah Aston.
Hana sepertinya sudah banyak membuang waktunya, dia ingin tetap pergi tapi Aston tetap menahannya.
"Aku bersungguh-sungguh jadi masuklah dan mari kita bicara tentang uang!" ajak Aston tidak mau menyerah.
agak lama yaa nunggu nya