NovelToon NovelToon
SUAMIKU CEO TAMPAN BERDARAH MAFIA

SUAMIKU CEO TAMPAN BERDARAH MAFIA

Status: tamat
Genre:Obsesi / CEO / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Momy ji ji

TAHAP REVISI✍️
Usahakan baca sampai ending, baru memberikan ulasan!!

Araa frendzone Berlin. mau tak mau harus menukar posisi mengantikan kakak tirinya.
Catlin frendzone Berlin untuk menikah dengan CEO sekaligus mafia berdarah dingin.

Aston zesnard Phoenix lelaki berusia 30 tahun yang kini duduk di bangku kebesarannya, menawarkan pernikahan kepada Lelaki tua yang perusahaannya di ambang kebangkrutan.

Bima frendzone Berlin tidak memiliki cara lain untuk menyelamatkan perusahaannya. kecuali dengan menerima penawaran lelaki di hadapannya ini.

Haruskah dia menyerahkan satu putrinya??
Lalu siapa putri yang akan menjadi istri Aston??

Bagaimana ceritanya? selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8.

Araa hendak membaringkan tubuhnya saat tiba-tiba pintu diketuk. Pelayan yang tadi menyambutnya kini masuk ke dalam kamar.

​"Nona, Tuan memanggil Anda untuk turun makan malam bersama. Anda belum makan sedari tadi, Tuan mengkhawatirkan Anda," ucap pelayan itu dengan sopan.

​Memangnya dia bisa khawatir juga, ya? batin Araa sembari menyentuh perutnya. Dia memang lapar sejak acara tadi, perutnya masih kosong melilit.

​"Baiklah. siapa namamu?" tanya Araa.

​"Dini. panggil nama saya saja Nona, jika memerlukan sesuatu." jawabnya.

"Baiklah Bi Dini, bisakah kamu juga memanggilku dengan nama. saya Araa, salam kenal ya." Balas Araa sambil tersenyum ramah pada Bi Dini yang posisinya adalah kepala maid di mansion milik Aston.

"Baik nona." jawab Bi Bini.

"Araa, panggil nama saya saja Bi." balasnya cemberut.

"Tapi nona, nanti saya dimarahi tuan karena tidak sopan hanya memanggil nama anda." jawab Dini takut, Ia mencoba membuat Araa memahami posisinya saat ini.

"Sekarang kan tidak ada tuanmu. jadi panggil namaku saja ya, aku tidak akan melaporkanmu kok. kalau Bibi tidak mau kita tidak jadi berteman." ucapnya polos sambil menampilkan wajahnya memelas.

'Nona anda sangat menggemaskan sekali. saya yakin dalam waktu singkat tuan akan tergila-gila padamu.' Batin Bi Dini.

Dia menatap istri majikannya ini. Dini tahu apa yang sebenarnya terjadi hingga tuannya menikahi Araa. karena dia termasuk salah satu orang kepercayaan Aston. juga sekaligus kepala Maid di mansion pria itu.

"Baiklah nona Araa. mari saya antarkan." balas Bi Dini pasrah agar nonanya cepat turun. kalau tidak, takutnya Aston akan marah besar karena dibuat menunggu.

Di meja makan, Aston sudah duduk di kursinya. disampingnya Jack berdiri tegap. Aston bisa melihat Araa turun bersama Bi Dini.

'Ternyata dia memakai gaun itu, cantik juga.' batinnya tanpa sadar.

Araa sudah berdiri di meja makan dan hendak menarik kursinya untuk duduk. dia melihat Aston yang masih menatapnya begitu datar.

​"Apakah saya secantik itu, Tuan?" celetuk Araa, membuat Aston tersentak dari lamunannya.

​"Siapa yang mengatimu cantik? pede sekali kamu. saya hanya melihat gaun itu. gaunnya bagus, kan itu pemberian saya." balas Aston menyangkal.

"Kan sama saja." balasnya lagi.

"Diam dan makan makananmu, jangan banyak bicara. jika tidak ingin mati." Kata Aston pada Araa dengan nada tegas dan serius.

Mendengar itu, Araa kaget dan menatap serius Aston. dengan cepat dia mengambil makanannya dan menyantapnya.

'Apa dia akan membunuhku. tapi kenapa? aku kan tidak bersalah.' batinnya polos berusaha mengendalikan rasa takut pada pria di depannya ini.

Jack yang melihat itu diam-diam memerhatikan gerak gerik Araa.

'Ternyata anda punya kelemahan lain juga ya nona.' batinnya menyeringai.

Setelah selesai dengan kegiatan makan malamnya. Aston berdiri dan hendak melangkah menuju tangga dan di ikuti Jack dibelakangnya. sedangkan Araa masih menatap pergerakan dua pria itu, Aston berhenti sejenak dan berbalik menatap Araa.

"Kamu mau tidur disitu? " Tanya Aston dingin dengan tatapan datarnya.

Araa mengikuti Aston dengan tubuh bergetar hingga memasuki sebuah kamar. dia ternganga melihat sekeliling, kamar ini sungguh mewah melebihi kamar yang dia masuk sebelumnya. desain kamar ini bernuansa hitam, lebih modern dan terlihat mahal.

"Tuan, saya akan kembali ke kamar saya." Kata Araa.

​"Siapa yang menyuruhmu keluar?" Aston berucap sambil mulai membuka kemejanya, memamerkan tubuh atletisnya di depan Araa.

​Araa menelan ludah kasar. matanya sulit dialihkan dari otot-otot kekar pria itu. namun saat ia sadar, ia segera berbalik ingin kabur, tapi pintu sudah tertutup rapat. tiba-tiba sebuah baju melayang mengenai wajahnya.

​"Apa isi pikiranmu? kamu pikir saya mau melakukan apa padamu? jangan berkhayal. Gadis ingusan sepertimu bukan seleraku." tegas Aston sinis.

​"Saya juga tidak mau tidur dengan Anda!" balas Araa keceplosan. Dia langsung menutup mulutnya rapat-rapat saat melihat tatapan tajam Aston.

​"Siapkan air hangat untukku." perintah Aston singkat.

"Anda mau mandi atau minum tuan?" tanya Araa menatap Aston mencari jawaban disana.

"Kamu pikir saya buka baju untuk pamer padamu." balas Aston kesal pada Araa.

Kenapa gadis ini bisa begitu bodoh dan menyebalkan, jauh dari perkiraannya bahwa gadis ini adalah gadis lugu polos dan penurut hingga gampang di kerjai.

'Dih, kan memang begitu. padahal anda kan bisa membukanya di bathroom.' batin Araa tak kalah kesal.

Tidak mau berdebat dengan makhluk didepannya Araa melangkah menuju bathroom untuk menyiapkan Air hangat. dia baru membuka pintu namun yang membuatnya bingung, didepannya ada wastafel dengan kaca besar disana. sedangkan dikedua sisi hanya dinding kaca yang menjulang tinggi dengan desain gelap. terkesan sangat privasi.

Pikirnya mungkin dia salah masuk karena disana tidak ada pintu atau ruangan lain yang menunjukkan adanya bathroom milik Aston.

Araa keluar dan memerhatikan seisi kamar, dia bisa melihat ada satu ruangan lain di kamar itu. dia melangkah masuk namun itu walk in closet milik Aston, memangnya siapa lagi.

'Astaga dimana bathroom kamar ini.' Pikir Araa. lalu dia keluar dan berdiri memerhatikan seisi kamar itu dengan bingung. lagi-lagi dia melangkah masuk di ruangan sebelumnya.

Tanpa dia sadari, Aston menatap semua pergerakannya sambil menyeringai. dia tahu apa yang sedang dilakukan gadis itu, hingga bolak-balik tidak jelas. bukannya memberi tahu, dia malah menikmati kebingungan Araa.

Araa masuk dan memerhatikan dengan teliti sisi kanan dan kiri lalu dia menyentuh dan mendorong kuat partisi kaca didepannya. usahanya sia-sia dia melihat kearah wastafel disana ada sebuah remote yang menempel di dinding.

Araa mengambilnya lalu menekan satu tombol merah pada remote itu. Tiba-tiba lampu di atasnya redup, dengan panik dia menekan sekali lagi namun lampunya malah padam. Araa kembali menekan terlihat lampu itu menyala seperti semula.

'Oh ya Tuhan, pusing kepalaku. kenapa malah mempersulit hidupnya dengan semua kebodohan ini.' batin Araa menyandarkan tubuhnya di dinding kaca dan melihat banyaknya tombol pada remote itu.

"Kalau aku menekan salah satu di antara tombol-tombol ini. lalu dengan sengaja dindingnya malah roboh, Omaygat. bisa-bisa aku langsung tertindis dan mati konyol di tempat ini." gumamnya melihat beberapa tombol dengan gambar berbeda-beda.

Araa memberanikan diri menekan salah satu tombol berlogo pintu. tanpa diduga dia langsung terjatuh karena dinding dibelakangnya tiba-tiba terbuka.

Brakkk!!!!!

"Auwwww!!!!!"

Dari dalam kamar Aston bisa mendengar suara jatuh dan teriakan Araaa didalam sana. dia langsung berlari masuk kedalam bathroom dan melihat Araa sedang merintih memegang bokongnya.

"Apa yang terjadi?" dia mengulurkan tangan dan menarik Araa hingga bangkit.

"Sudah tahu masih nanya. hanya kamar mandi kenapa harus ribet sekali tuan. memakai remote segala, apa anda tidak punya kerjaan." omelnya sambil mengusap-usap bokongnya yang sakit.

"Dasar norak." Balas Aston menyentil kening Araa.

"Awww! Tuan, anda malah menambah rasa sakitku dimana-mana." ucapnya kesal menatap Aston.

Aston menjelaskan kegunaan tombol-tombol itu pada Araa. dan memperlihatkan black bathroom nya yang sangat canggih dan mewah. Araa hanya mengangguk beberapa kali.

Apa hitam warna favoritnya? Araa bertanya-tanya, memang seisi kamar hingga bathroom dan walk in closet lelaki itu semuanya berwarna hitam dengan tambahan keemasan di beberapa sudut ruangan.

Tidak mau pusing, Araa menyiapkan Air hangat dengan menambah beberapa tetes aroma terapi lalu dia keluar untuk membiarkan Aston didalamnya. pria itu langsung merendam dirinya di bathtub.

Bersambung..

1
Narsi Tone Ringan
ceritanya menarik
Tante Dee
baru kali ini baca novel bertahun2 Pemeran Utama Kurus banget,, kayak ngg ada gambar lain..
Ani Kurniati
bagus
Momcia
Perhatikan tanda bacanya thor..
illl
buruk
Rohinun Hasibuan
hidup babang Aston akan berwarna dengan hadirnya istri kecilnya
ayu cantik
suka
Eemlaspanohan Ohan
cerita nya menarik thor semangat💪💪💪
Zatalini Molisa
ceritanya sangat bagus tidak membosankan
jaya terus thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 astaghfirullah lucu bangettt, eh mampir thor jd lupa sapa author
Uthie
mampir dulu 👍
G
Masih menyimak...cuman agak aneh dikit...kenapa...kalau ini latar belakang di Indonesia sih...entahlah tapi latar belakang luar negeri,jadi lucu nama lokal BIMA terus FRANZONE BERLIN...aneh gak...aneh lah
Delvina Elsera Manurung
ahahahah🤣
Febby fadila
bisanya mirip sama Jack dan Dona 🤣🤣🤣🤣
Febby fadila
wkwkwkkw hilang sdah wibawah Aston sama Jack 🤣🤣🤣
Febby fadila
🤣🤣🤣🤣 Jack menyandra Dona awas kau Jack jatuh cinta sama dona
Febby fadila
good Ara buat mereka JD perempuan sekalian 🤣🤣🤣
Febby fadila
alhamdllah semua Maslah sudah selesai, gimana kabar Dona Thor,,
Febby fadila
betul mah kata bapakx dlm rumah tangga klw sdah ada masalah pasti ujung²x di ranjang t4 ternyaman untuk menyelesaikan masalah 🤣
Febby fadila
makax Aston cb jujur dari awal biar istrimu nggak salah faham sama kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!