Kelanjutan dari Cinta Pengganti Season 1 (Season 2)
Rafandra Jhonathan Sanjaya, sosok pria yang di gandrungi para wanita karna sosoknya yang begitu sempurna. Siapa yang tidak mengenal putra tunggal dari Nathan dan Anel.Pewaris satu - satunya keluarga Sanjaya.
Tapi sayangnya Fandra harus menelan pil pahit saat baru kembali dari menempuh pendidikan, dirinya harus menikah dengan Rania seorang pembantu rumah tangga orang tuanya, karna kesalahan yang tidak ia sengaja.
Akankah pernikahan Fandra sama dengan kisah orang tuanya, ataukan Fandra akan menerima statusny dengan lapang dada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
08.Keputusan Akhir
Fandra melanjutkan pekerjaannya lagi,tak beberapa lama Aldo masuk ke dalam ruangan Fandra."Bagaimana Tuan Muda?"tanya Aldo saat bokongnya sudah duduk sempurna di kursi depan Fandra
Fandra menatap lurus ke depan,melihat ke arah asisten sang Papa dan mencoba mencerna pertanyaan yang Aldo berikan."Bisakah Paman memanggil nama Fandra saja,sepertinya itu lebih baik.Dan maksud pertanyaan Paman apa?"tanya Fandra cepat
"Jika itu saya tidak bisa Tuan Muda,karna jika di kantor saya harus tetap memanggil anda dengan panggilan Tuan Muda."Kata Aldo cepat."Dan maksud pertanyaan saya adalah,apa Tuan muda sudah mengambil keputusan terhadap masalah Tuan kemarin."Ucap Aldo lagi
"Ya paman,aku sudah mengambil keputusan.Dan aku tidak tau keputusan ini benar atau tidak."Kata Fandra sedikit lemas
"Seperti yang saya bilang,semua keputusan ada di tanganmu.Tapi saya berharap sebagai seorang CEO anda harus bisa mengambil keputusan secara tegas."kata Aldo dengan senyum penuh arti lalu pergi meninggalkan Fandra yang masih terlihat bingung.
*****
Tanpa terasa jam pulang kantor pun tiba,Fandra berjalan keluar dari ruangannya menuju lif khusus.Langkah Fandra terlihat sangat berat.Fandra yang mengira jika harinya di tanah air akan menyenangkan malah berbanding terbalik
Fandra keluar dari dalam lif dan bergegas menuju parkir untuk mengambil mobilnya.Hari ini ia memutuskan untuk pulang larut karna ia belum ingin bertemu dengan keluarganya itu.Fandra menancap pedal gas mobilnya lalu melajukan mobil itu keluar dari Prusahaan.Fandra tidak perduli dengan arah tujuannya,yang ia ingin hanya menghindar sementara dari masalah yang ada di rumahnya sekarang.
Hampir satu jam Fandra menelusuri jalan tanpa arah tujuan,dan kini Fandra tau ia harus kemana,Fandra membelokan mobilnya menuju ke satu tepat yang bisa membuatnya sedikit lebih tenang.Dan disini lah mobil Fandra terparkir sekarang,di rumah mewah satu lantai dengan gaya classic yang dulu sangat sering ia datangi.Fandra keluar dari mobilnya lalu melangkah menuju pintu utama,dengan satu tarikan nafas Fandra mengetuk pintu ruamah itu perlahan.
Tak lama kemudian pintu itu terbuka dengan lebar,terlihat seorang anak laki laki tampan berdiri di ambang pintu.Tingginya hampir menyamai Fandra,umurnya sekitar 23 Tahun.anak laki laki itu tengah menatapnya dengan dahi berkerut.Sepersekian detik wajah yang semula penuh tanda tanya kini sudah terlihat menampakan senyumnya.
"Kak Fandra."ucap Deva senang dan langsung memeluk tubuh kekar yang sudah lama tidak pernah ia lihat.
Ya rumah yang Fandra datangi adalah rumah kediaman Danu.Sahabat dari Papanya.Dan sekarang yang tengah memeluknya adalah Devano Putra Ghenio,Anak tunggal pasangan Danu dan juga Amel
"Aku kira kau sudah melupakan Kakak mu ini."kata Fandra sambil membalas pelukan Deva
Deva melepas pelukannya."Hahahaha,mana mungkin aku melupakan kakak.Dan kapan Kakak pulang?kenapa tidak memberi tau Deva?"tanya Deva cepat
"Kakak akan jawab semua pertanyaan mu saat kamu sudah mengijinkan kakak masuk ke dalam."Kata Fandra penuh sindiran
"Hehehehe,maaf kak.Deva lupa karna terlalu senang kakak ada di sini.Mari masuk kak."ajak Deva cepat
Mereka berdua masuk ke dalam rumah,Deva mempersilahkan Fandra untuk duduk lalu berlalu untuk mengambilkan Fandra minum.
"Kapan kakak sampai di tanah Air?"tanya Deva saat sudah kembali dari dapur membawa secangkir teh hangat dan meletakannya di depan Fandra
"Kakak sampai dua hari yang lalu.Kakak sengaja tidak memberi tau siapa pun karna ingin membuat kejutan."kata Fandra cepat
"Ahhhh begitu.Bagaimana kabar Paman dan Bibi kak?"tanya Deva lagi
"Kabar mereka semua baik.Apa kamu tidak pernah berkunjung ke rumah?"tanya Fandra yang sedikit heran mendengat pertanyaan Deva
"Iya kak,satu bulan ini Deva sangat sibuk mengurus prusahaan Papa.karna Papa dan Mama sedang tidak ada.Mereka sedang mengunjungi Nenek dan Kakek.Deva juga harus mengurus kuliah Deva."jawab Deva cepat
"Wah ternyata kau lebih hebat dari kakak.Kau bahkan Sudah mampu menggantikan Uncle Danu di prusahaan."kata Fandra bangga
"Deva masih harus banyak belajar Kak,Lalu bagaiman dengan Kakak?Apa Paman sudah lengser?"tanya Deva lagi
"Ya begitulah,kemarin kakak sudah sah menggantikan Papa di perusahaan Sanjay Grup."jawab Fandra cepat
"Aku ucapkan selamat untuk kakak,aku juga sudah sangat ingin menjadi seperti Kak Fandra."kata Deva penuh semangat
"Trimakasih,tapi kakak juga masih perlu banyak belajar.Kau juga harus rajin belajar jika ingin sperti Kakak atau Uncle Danu."Kata Fandra
*****
Waktu berjalan tanpa terasa.Dan tanpa Fandra dan Deva sadari mereka mengobrol sampai tengah malam.awalnya Deva menyuruh Fandra untuk menginap,tapi Fandra harus menyelesaikan masalah yang ada di rumahnya saat ini.
Mobil Fandra melaju kencang menembus jalanan yang sudah sangat sepi.Mobil Fandra melaju bebas tanpa ada gangguan sama sekali.Perjalanan yang bisanya di tempus satu jam dari rumah Deva sampai ke rumahnya kini hanya ia tempuh setengah jam saja.
Mobil Fandra kini sudah masuk ke halaman rumah kediaman Sanjaya.Setelah memarkirkan mobilnya di garase Fandra segera masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya.
Fandra langsung merebahkan badannya yang sudah sangat lelah ke tempat tidur tanpa membersihkan badannya terlebih dahulu.Tapi saat Fandra ingin memejamkan matanya,Fandra mendengar pintu kamarnya di ketuk."Siapa yang masih terjaga tengah malam begini."Batin Fandra
Fandra pun mengurungkan niatnya untuk segera tidur.Ia bergegas bangun dan membuka pintu kamarnya lebar lebar."Ma_ma,mama belum tidur?"Tanya Fandra gugup saat melihat Anel lah yang ada di depan kamarnya saat ini
"Boleh mama masuk Nak?"tanya Anel dengan senyum mengembang di wajahnya,menatap wajah putranya yang terlihat sedikit kacau
"Masuk lah ma."kata Fandra mempersilahkan mamanya itu untuk masuk
Anel masuk ke dalam kamar putranya itu lalu duduk di pinggir tempat tidur."Kenapa kamu berdiri?apa sekarang kau tidak ingin duduk dekat mama Fan."kata Anel saat melihat putranya itu masih saja berdiri di dekat pintu kamarnya
Fandra mendekat ke arah Anel lalu ikut duduk di sebelah sang Mama."Mama kenapa belum tidur?Mama tau ini sudah tengah malam.itu sangat tidak baik untuk kesehatan mama."kata Fandra menatap wajah mamanya yang selama ini selalu menjaga dan menyayanginya
"Apakah menurutmu,mama bisa memejamkan mata mama jika Putra satu satunya belum pulang hingga tengah malam."Kata Anel cepat."Fan,mungkin mama bukan orangtua yang baik untuk kamu,tapi mama hanya tidak ingin putra satu satunya di keluarga ini sampai tidak mengerti arti tanggung jawab.Mama dan Papa Juga tidak bisa memaksa mu,maka dari itu Mama dan Papa terima semua syarat yang kamu berikan."kata Anel penuh kelembutan.
Fandra termenung mendengar ucapan Anel.Fandra menghela nafasnya pelan tapi sangat terasa berat."Baik lah ma,Fandra siap menikah dengan Rania."kata Fandra yang sudah pasrah dengan keadaan.Fandra hanya tidak ingin membuat orang tuanya kecewa.
"Trimakasih nak,maafkan mama."kata Anel dengan mata yang sudah basah.
Fandra berjongkok di depan mama ke sayang nya itu."Jangan menangis ma,mama tidak pernah salah.Fandra yang harusnya minta maaf karna Fandra masih belum bisa membahagiakan Mama dan Papa."Kata Fandra mengusap air mata mamanya itu
Anel tersenyum melihat putranya yang kini sudah semakin dewasa."Tidurlah nak,mama akan menemanimu malam ini."Kata Anel mengusap lembut wajah Fandra
Fandra bangkit lalu duduk dan merebahkan kepalanya di pangkuan Anel.Ia sangat merindukan belaian lembut tangan sang mama.Tidak perduli orang akan berkata apa,karna selama ini jika Fandra mempunya masalah hanya tangan mamanya lah yang selalu bisa membuat ia nyaman dan tenang.
\BERSAMBUNG
dasarrrr ga tahu diri. sdh kasih hati masih minta jantung. begitu kalau wanita sdh tahu kalau laki2 sdh mencintainya. maunya semena menanya menurutnya dia paling benar
ditunggu....
pasti akan langsung masuk list favorit...
semoga si kembar sehat selalu