Ras Phoenix adalah ras yang paling Agung di antara Klan Burung lainnya, sampai akhirnya sebuah bencana menimpa Klan Phoenix yang menyebabkan ras mereka punah sepenuhnya.
Tuan Muda Klan Phoenix dalam keadaan putus asa memberikan bakatnya dan kekuatannya kepada seorang pemuda lemah dari Klan Siluman, Chen Fei.
Chen Fei yang semula sakit sakitan dan dianggap pecundang oleh keluarganya , berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya dan mengungkapkan semua kebenaran.
Tapi, ternyata dia dihadapkan dengan sebuah misi yang tidak akan pernah dia bayangkan sebelumnya, yaitu.... MENYELAMATKAN DUNIA?!
Akankah Chen Fei berhasil menjalankan misinya?
Yuk ikuti kisah Chen Fei ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 8 - Roti Daging
Chen Fei berlari ke bagian bagian Klan Chen lainnya dan bertemu dengan beberapa orang yang berpatroli dan setiap orang yang bertemu dengannya akan langsung mengalami kesialan. Sebagaimana dirinya akan membunuh semua anggota Klan Chen yang ditemui olehnya di perjalanannya.
Hatinya menjadi dingin ketika melihat puluhan orang dari Klan Chen terbunuh dengan begitu mudah, bahkan dia juga merasa ada sedikit kesenangan yang tumbuh di hatinya ketika membunuh semua orang ini.
Di masa lalu, yang menindas nya bukan hanya datang dari keluarganya melainkan para penjaga rendahan seperti mereka juga. Ketika dirinya masih muda, dia akan diinjak injak atau bahkan dipukuli bahkan tanpa dia melakukan sesuatu dan keluarganya diam saja bahkan tanpa mengatakan satu saja kata kata untuk menghentikan para penjaga yang menindas nya, paling tidak untuk menyelamatkan martabat terakhir dari Tuan Muda Klan Chen.
Tapi, siapa yang menyangka bahwa keluarganya bahkan tidak perduli apakah dia hidup atau mati. Lebih tepatnya, mereka akan lebih senang jika dia mati di tempat ini, melihat beberapa tempat dari Klan Chen telah membangkitkan semua kenangan yang penuh dengan kebencian di dalam hatinya.
Chen Fei telah membunuh sebanyak sembilan orang di sepanjang jalan ini dan semuanya memiliki ciri ciri yang sama, yaitu kehilangan semua uang dan memiliki leher yang hancur.
Chen Fei memperkirakan bahwa seharusnya orang orang dari Klan Chen telah mengetahui kedatangannya maka dari itu dia langsung melompat ke atas tembok dengan kekuatannya dan melarikan diri dengan langkah seringan angin.
Dia tidak lagi bodoh seperti di masa lalu, dengan bantuan dari penolongnya, Feng Jun maka dia memiliki banyak ilmu baru dalam menghadapi orang orang. Chen Fei melarikan diri dan berbaur di dalam keramaian pasar dan menepi untuk membeli roti daging yang terlihat sangat menggiurkan.
"Aku beli semua daganganmu ini !" Seru Chen Fei mengeluarkan banyak uang dari sakunya.
"Benarkah ? Terima kasih banyak, Tuan Muda !" Seru penjual roti daging itu dengan penuh rasa syukur.
Chen Fei mengambil satu roti daging yang masih hangat lalu menggigitnya dan baru dia sadari bahwa seperti inilah roti daging yang sesungguhnya, sama seperti yang dimakan oleh adiknya dan keluarganya yang lain.
Tidak seperti yang dia makan di masa lalu, roti dengan kondisi yang telah berjamur tanpa memiliki isian, sangat dingin dan keras ketika dimakan maka akan menyakiti perutnya yang sudah kosong selama satu hari atau dua hari penuh.
Jika melihat ke belakang lagi, maka Chen Fei sendiri tidak tahu kenapa usianya sangat panjang. Bahkan anjingpun tidak akan bertahan di bawah tekanan seperti itu tetapi nyatanya dia bertahan selama 18 tahun.
"Tuan muda, rotinya sudah siap !" Teriak penjual roti daging itu mengemasnya dengan sebuah wadah yang terbuat dari bambu dan masing masing tiga tingkat.
"Ah, ya. Terima kasih, pulanglah lebih awal Paman. " Ucap Chen Fei tersadar dari lamunannya.
Ada sekitar enam atau tujuh wadah bambu yang diambil oleh Chen Fei dan dia menerimanya dengan girang, tetapi setelah pertengahan jalan dia menyadari bahwa ada yang aneh dengan dirinya saat ini.
"Jika aku membawa semua ini, bukankah Nenek Liu akan merasa curiga ?" Tanya Chen Fei dengan bingung.
Jadi pada akhirnya Chen Fei membagi bagikan roti daging itu sampai hanya tersisa sebuah keranjang bambu untuk Nenek Liu di Desa.
"Terima kasih banyak Tuan Muda !" Seru seorang pengemis yang menerima roti daging miliknya.
"Makan yang banyak dan berpakaian lebih hangat. Musim dingin akan segera tiba, jangan sampai mati kedinginan. " Ucap Chen Fei dengan perhatian.
Dia merasa bahwa orang orang ini sangat mirip dengan dirinya, tapi bedanya mereka memiliki seseorang yang mereka sayangi menunggu mereka pulang dirumah. Berbeda dengannya, tidak ada satupun orang yang menunggunya pulang kecuali Nenek Liu.
Sesampainya di Desa, Chen Fei langsung masuk ke dalam kediaman Nenek Liu dan menaruh roti daging di meja tetapi sejauh ini dia tidak sekalipun merasakan jejak dari Nenek Liu di dalam rumah ini seolah olah rumah ini telah ditinggalkan kosong untuk waktu yang lama.
"Nenek Liu ! Nenek !" Teriak Chen Fei dengan agak cemas dan dia merasakan bahwa seluruh tubuhnya menjadi tegang. Dia takut bahwa sesuatu telah terjadi pada Nenek Liu selama dia pergi.
Bahkan jika baru sebentar dia bersama dengan Nenek Liu tapi kasih sayangnya tulus , jauh melebihi waktu 18 tahun yang diberikan oleh keluarganya.
Dia masuk ke dalam kamar Nenek Liu dan melihat bahwa semuanya kosong sehingga dia berlari keluar dengan panik lalu melihat Nenek Liu yang baru saja kembali dengan sekeranjang sayur.
Tanpa pikir panjang, Chen Fei berlutut dan memeluk Nenek Liu dengan sangat sangat erat seolah olah sangat takut bahwa satu hari nanti Nenek Liu akan dibawa pergi oleh orang lain.
"Ada apa denganmu, A Fei ? Bukankah kamu berencana jalan jalan hari ini ?" Tanya Nenek Liu menepuk kepalanya.
"Aku sangat takut, aku takut bahwa ketika aku pulang maka Nenek sudah meninggalkanku. Aku sangat takut..... ditinggalkan. " Jawab Chen Fei dengan tatapan yang penuh dengan kesedihan dan luka.
Nenek Liu tertegun lalu menatap dengan tatapan teduh dan mengelus kepala Chen Fei dengan lembut lalu membantunya untuk berdiri.
"Manusia pada akhirnya akan tetap mati , yang paling penting adalah menjalani semua yang telah ditakdirkan. " Ucap Nenek Liu.
"Aku tidak ingin mengikuti takdir, aku akan membentuk takdirku sendiri !" Seru Chen Fei dengan penuh tekad.
"Anak bodoh, bagaimana mungkin kamu bisa mengubah takdir ?" Tanya Nenek Liu.
'Aku pasti bisa mengubah takdirku sendiri, aku yang akan menentukan takdirku sendiri !'Pikir Chen Fei tetapi dia tidak mengatakan hal ini pada Nenek Liu dan hanya menganggukkan kepalanya.
Sementara di sisi lain, Klan Chen sendiri yang sudah dipermalukan di depan umum tiba tiba mengalami kesialan di hari yang sama, siapa yang akan percaya bahwa semua ini hanyalah sebuah kebetulan semata ?
"Ini pasti adalah ulah dari Klan Jing sialan itu ! Berani beraninya dia !" Seru Chen Ji dengan marah.
"Belum tentu, Klan Jing tidak pernah terlibat dalam pembunuhan sebuah Klan karena dendam pribadi selama ini. Jadi agak mustahil bagi mereka untuk melakukan ini. " Ucap Chen Yuan.
"Jika bukan mereka, lalu siapa kakek ?" Tanya Chen Ji.
"Aku tidak tahu siapa pastinya orang ini hanya saja tampaknya dia memiliki dendam yang mendalam pada Klan Chen. Setiap serangannya hanya dilakukan sekali untuk melenyapkan nyawa mereka. Dia tentu saja bisa membunuh lebih banyak tetapi memilih untuk hanya membunuh sembilan orang, pastinya dia berniat untuk bermain main dengan kita. " Jawab Chen Yuan.
...----------------...
Jangan lupa like, komen, dan vote ya 😊
ceritanya bagus and alur jelas