Instagram : @imeldona
SEASON 2 : Tentang Kasih Sayang dan Perjuangan Orangtua untuk mengungkap kebenaran anaknya, juga berlatar belakang kisah cinta Remaja.
SEASON 1 :Kisah Cinta pertama.
Saling mencintai namun karena pertentangan orangtua, mereka saling dipisahkan.
Hingga Kemudian Mereka dipertemukan kembali, tapi mereka sudah tidak dapat bersama karena Sefia sudah menjadi istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tes Kesuburan
Sefia menahan gundahan hatinya, Ia bingung setengah tak percaya apa yang sudah Ia dengar dan apa yang sudah Ia lakukan.
"kamu dari mana saja ,Sef?" tanya Angga mengagetkan Sefia yang melamun ketika masuk ke dalam rumahnya
"cari angin", jawab Sefia acuh dan masuk ke dalam kamarnya
Kemudian Angga pergi menyusulnya.
"kamu kok pulang gak pamit sih, Sef? gak sopan tahu"
"apa mas?" Sefia terhentak kaget, "bisa bisanya ya kamu ngomong gitu sama aku, aku lagi sakit hati mas"
"ya tapi setidaknya kamu bicara baik baik, mama kan cuma mau yang terbaik"
"iya, yang terbaik untuk kamu, bukan aku" sahut Sefia setengah berteriak
"astaga Sefia, bisa gak sih kamu berpikiran lebih dewasa jangan seperti anak anak begini? aku gak suka kamu tiba tiba pergi gitu aja, aku malu sama mas Bram dan Heni"
Sefia tertawa frustasi, "kamu gak mikirin perasaan aku ya?" tanyanya sambil bertepuk tangan
tawa itu bercampur dan menjadi tangis kemudian.
"kamu bener bener jahat, mas"
Sefia kemudian berlari ke kamar mandi, mengguyurkan tubuhnya dipancuran air dingin. Sesekali Ia memukul dadanya yang sesak, bagaimana bisa Ia cukup sabar selama ini.
hanya pikiran "mas Angga mencintaiku" itulah yang dipegangnya erat selama ini dan mampu bertahan.
setelahnya Ia mengganti pakaiannya dengan piyama dan berbaring tidur disisi suaminya, Angga.
"Sef" bisik Angga
"iya mas, apa?" Sefia kemudian berbalik menatap suaminya
"jangan marah marah kaya tadi ya?! aku gak suka"
bukannya sebuah permintaan maaf tapi malah perkataan yang membuka luka keluar dari mulut suaminya.
"iya mas", jawabnya lemah, "Sefi minta maaf"
"ya udah kamu tidur, mas juga besok sibuk!"
"tapi mas, bisa gak kamu sempetin antar aku kerumah sakit dan kita periksa bareng?" pinta Sefia memohon
"aku sibuk, Sef" sahutnya parau
"Sefi mohon sama mas, kita pergi kerumah sakit dan cek kesuburan kita. apa mas gak mau punya anak dari aku lagi?" tanya Sefia putus asa
"maksudmu apa sih, Sef? mas tuh gak ngerti"
"tadi aku gak sengaja ketemu sama perempuan yang pengen mama jodohin sama kamu", sahut Sefia membuat Angga kaget tak percaya
"jadi kamu udah ketemu sama Lia?"
"Oh, jadi namanya Lia", Sefia membalikkan tubuhnya sudah putus asa
"tenang Sef, aku gak ada pikiran buat deket apalagi nikah sama Lia", ucap Angga membuat Sefia senang dan membalikkan tubuhnya lagi menatap Angga.
"jadi gimana, mas mau ke rumah sakit sama aku?" tanya Sefia sekali lagi.
"oke, baiklah"
"makasih mas", Sefia lantas menghadiahkan kecupan di pipinya suaminya karena senang.
****
Kini Sefia bangun pagi pagi sekali berdandan tapi karena sebelum ke kantor, Sefia akan lebih dulu menyempatkan diri untuk periksa dirumah sakit.
"mas, ayok!" ajak Sefia
"kemana?" Angga mengerut kening
"ya ampun mas masa kamu lupa, kita kan mau pergi periksa ke rumah sakit"
"Oh iya, mas hampir lupa!"
Sefia hari ini masuk kedalam mobil suaminya, lalu berlaju pergi menuju kerumah sakit untuk melakukan Tes kesuburan mereka.
mereka sudah melakukan serangkaian Tes dan pemeriksaan guna mengetahui, apakah mereka bisa mempunyai keturunan atau tidak.
"semoga aku bisa hamil dan punya anak", harap Sefia cemas selagi menunggu hasil tes keluar
"berdoa aja Sef, semoga kamu gak beneran mandul", ucap suaminya terdengar pedas
Sefia mengusap dadanya mencoba menahan amarah, wanita mana yang tak akan sakit hati jika harapan yang Ia bangun malah diruntuhkan dalam sekejab.
Kemudian Angga mendapat panggilan telepon, Ia mengangkatnya jauh dari istrinya.
"berikan aku kesabaran ya Tuhan, tenang, tenang", gumam Sefia mengelus dadanya.
"Sef", tiba tiba Angga terlihat buru buru dan Sefia menoleh, "aku harus ke kantor sekarang, kamu gak apa apa ya aku tinggal?"
"tapi mas, ini kan hal yang penting bagi kita"
"pekerjaanku jauh lebih penting, Sef! kamu ngertiin mas ya?", Angga menepuk bahu istrinya, "aku pergi dulu!" ucapnya pergi tanpa memperdulikan istrinya yang tengah bersedih karenanya.
Sefia hanya memandangi nanar punggung suaminya yang tengah berjalan meninggalkan dirinya, Ia kemudian menundukkan kepalanya sedih.
sepertinya kesedihan itu adalah rutinitasnya sehari hari, tak luput dari kesedihan yang tak terlihat.
"Ibu Sefia"
dokter memanggil Sefia lalu Ia masuk ke dalam ruangannya.
"iya dok, apakah saya mandul?" Sefia langsung mengajukan pertanyaan
"ini hasil Tesnya", dokter memberi hasil lab, "disini mengatakan bahwa hormon Ibu sangat baik"
"jadi saya gak mandul dok?" Sefia senang seperti mendapat kejutan
"iya Ibu tidak mandul, malah Ibu sangat subur tetapi tidak untuk Bapak Angga"
"ma...maksud dokter, suami saya mandul?" Sefia membelalak kaget
"iya Bu, sel sperma milik bapak angga juga jumlahnya tidak bisa dikategorikan dalam keadaan baik maka bisa dikatakan pemicu kalian tidak bisa memiliki anak adalah karena Bapak Angga mandul"
"apa ada cara lain dok supaya suami saya subur dan kita bisa memiliki anak?" tanya Sefia penuh harap
"saya mohon maaf, karena sel sperma yang tidak baik maka saya tidak dapat mengusahakan apapun. Anda hanya perlu berdoa saja supaya Tuhan memberikan keajaiban"
Sefia terkulai lemas menghadapi kenyataan pahit dalam kehidupan rumah tangganya.
"terimakasih dok"
Sefia menghembuskan nafasnya panjang dan menghembuskannya perlahan, kemudian Ia pergi kembali untuk bekerja
****
Seperti biasa hari ini Sefia mendampingi Dedi setiap pertemuan rapat, juga mendampingi Dedi bertemu dengan relasi bisnis.
tapi tak sekalipun Dedi menatap mata Sefia secara langsung, hatinya masih bergejolak marah karena mendapat penolakan.
"apa dia sedang marah padaku?" gumam Sefia pada dirisendiri.
"yah, tentu dia akan marah tapi kenapa hatiku juga merasa sakit karena dia sekarang bersikap acuh tak acuh padaku"
Sefia tak mampu menebak isi hatinya saat ini, perasaan terlarang dan tak seharusnya ada. perasaan dahulu yang seharusnya terkubur yang lenyap menghilang, kali ini kembali datang.
"jadwal penting selanjutnya apa?" tanya Dedi sambil menatap berkas yang ada ditangannya
buru buru Sefia membuka catatan dan membacanya dengan lantang, "menghadiri pesta penyambutan Nona Sherly"
eh, namanya seperti tak asing bagiku
"Oh, ya sudah. kamu sebaiknya sekarang pulang karena nanti sore aku harus datang ke pesta Sherly"
"kenapa saya harus pulang sekarang?" tanya Sefia tak mengerti
"Oh jadi kamu ingin tetap tinggal disini?" tanya Dedi menoleh pada Sefia dan Ia pun terkejut dan langsung menundukkan pandangannya
"Bu..buka begitu pak, tapi saya tidak mengerti kenapa Anda mengatakan bahwa saya sebaiknya pulang?"
"karena kamu sekretarisku, nanti sore akan ada pesta dan kamu wajib mendampingiku. sekarang kamu paham?"
"iya pak saya paham", Sefia mengangguk
Sefia pun bergegas membereskan meja kerjanya, lalu keluar untuk pulang.
setibanya di parkiran tiba tiba Dedi menggapai tangannya dan menyeretnya masuk dengan paksa ke dalam mobilnya.
"apa yang bapak lakukan?"
****
aga & Yuna jg donk Thor.. lg seru2 nya..