NovelToon NovelToon
Serda Lilis

Serda Lilis

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:88.7k
Nilai: 5
Nama Author: utiyem

Lilis tumbuh besar bersama kawan kawannya. Tanpa keluarga, tanpa kasih sayang orang tua. Hanya beberapa teman yang selalu ada. Termasuk seorang remaja bernama Kak Nur. Yang selalu ada dan menjadi pelindungnya, walaupun takdir membuat mereka terpisah.

Lilis behasil meraih mimpi menjadi seorang kowad. Dirinya ternyata berbakat memegang senjata. Dalam kariernya dia mengenal cinta. Juga patah oleh cinta itu sendiri.

Kenapa Lilis patah? Lalu mampukah ia bangkit kembali meraih bahagia? Apakah Lilis kembali bertemu Nur lagi?

Bagi yang sudah membaca novel saya, mungkin anda sudah mengenal tokoh ini. Dalam novel ini akan ada orang yang ada kira jahat, ternyata tidak sejahat itu. Dan orang yang anda kira baik, ternyata tidak sebaik itu. Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan tokoh, tempat, dan kejadian, itu hanya kebetulan saja. Selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utiyem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemuda misterius

Nur benar membiayai sekolah Lilis. Pula dengan beberapa anak terpilih lainnya. Walaupun hanya Lilis yang dapat uang saku lebih. 

Saat ini Lilis sudah kelas dua SMA. Gadis itu mengambil jurusan IPA Merasa dirinya tidak terlalu pandai mapel IPS. Lilis sering mengantuk saat menghapal tulisan tulisan panjang. Sekolahnya mengadakan study tour menuju Jawa. Mengunjungi museum keraton. Kota indah namun tidak terlalu terekspos keindahannya.

"Kemasi barang kalian. Bawa buku catatan! Kita akan segera sampai. Ingat, kunjungan ke keraton ini akan menjadi salah satu tugas tertulis nanti," kata guru kelas Lilis. Para siswa itu pun bersiap. Bus yang mereka tumpangi sudah terparkir.

Ternyata saat itu diadakan sejenis pasar tumpah di dekat keraton. Para siswa siswi itu pun girang bukan main. Mereka bisa menyaksikan tradisi khusus yang digelar setahun sekali saja. Walaupun nantinya mereka harus jalan agak jauh karena jalan yang ditutup.

Usai mengamati museum keraton yang akan menjadi bagian dari tugas, para anak anak itu diberi waktu bebas sebentar. Guide mereka menunjukkan Pasar baju terkenal dekat keraton. Sebagai tempat membeli oleh oleh. Akan tetapi Lilis lebih tertarik menuju pasar tumpahnya. Merasa bingung mau ngasih oleh oleh siapa. Hidup di panti kalau mau ngasih oleh oleh harus banyak. Saudaranya banyak, pula dengan ibunya. Sedang uang saku dari Kak Nur tidak mungkin cukup juga. 

Lilis berjalan sendiri menembus keramaian. Melihat bianglala yang menjulang membuatnya penasaran seperti apa pasar unik ini dilihat dari ketinggian. Gadis itu menuju tiket bianglala. Saat dia sudah manis duduk di bianglala, seorang pemuda ikut nyelonong ke tempatnya. Duduk di sebrang Lilis. Seperti tergesa gesa.

"Mas, beli tiket dulu," tegur penjaga bianglala. Pemuda itu mengeluarkan beberapa lembar uang merah dan menyerahkan pada penjaga bianglala.

"Belikan aku tiket. Nyalakan bianglala ini sekarang!" perintah pemuda itu sambil membuka jaket dan menutupi wajahnya. Melihat uang merah yang lumayan membuat penjaga bianglala langsung menuruti pemuda itu. Menjalankan bianglala perlahan. Lilis dan pemuda itu pun perlahan naik. Lilis diam memperhatikan. Ada beberapa orang celingukan di bawah mereka.

"Kamu dikejar mereka?" tanya Lilis buka suara. Pemuda itu baru menyadari ada orang lain dalam bilik itu. 

"Astaga!!! Kenapa ada kamu disini!!" kata pemuda itu kaget. Lilis hanya mencibir. Jelas dirinya yang masuk duluan. Selanjutnya hanya hening. Lilis memang sangat pendiam. Sedang pemuda tadi bernafas lega. Orang orang yang mengejarnya telah pergi.

Lilis melihat ke arah bangunan tinggi di belakang keraton. Tadi kunjungannya di keraton tidak membahas bangunan itu. Pemuda itu menjelaskan tentang bangunan yang di tatap Lilis. Gadis itu cuma terdiam. Hanya kepalanya yang manggut manggut. Demi menghormati orang asing yang bicara padanya.

"Kau bukan orang sini?" tanya pemuda itu sambil mengamati Lilis. Cantik. 

"Bukan," jawab Lilis singkat. Mengamati riuh pasar tumpah itu. Pemuda itu mengulurkan tangannya.

"Aku Aji, namamu siapa?" lanjut Aji mengajak kenalan. Lilis menatap sejenak uluran tangan itu. Setelah itu menyambutnya.

"Aku Lilis," jawab Lilis singkat. 

"Kamu asal mana? Logatmu bukan orang sini?" tanya Aji lagi. Penasaran dengan gadis cantik yang sedikit beku ini.

"Aku study tour disini," jawab Lilis jengah. Malas di tanya tanya pemuda asing ini. Apalagi terlihat sekali pemuda ini begajulan. Celana jeans robek lutut, kaos oblong tanpa lengan, jaket entah…. Rambut juga entah….. ah, Lilis malas melihatnya. 

"Ow…. Anak anak dari xxx yang study tour ke museum keraton? Wah, kalian beruntung sekali kesini pas pasar unik begini," cerocos Aji. Lilis hanya mengangkat alisnya. Aji menceritakan isi museum yang baru saja didatangi Lilis dengan semangat dan tepat. Bianglala itu berhenti. Lilis langsung keluar begitu saja. Padahal Aji masih asik nyerocos. Sampai pemuda itu tercengang tidak percaya. Tidak sopan, tapi kenapa sangat menarik perhatian?

"Kenapa kamu sendirian? Kamu tidak takut tersesat?" tanya Aji yang ternyata mengikuti Lilis. Gadis itu menatap jengah pada Aji. 

"Dulu para wali menggunakan pasar ini untuk menyebarkan agama Islam. Siapa yang mau lihat tontonan pasar ini, harus mengucapkan dua kalimat syahadat. Dan mereka tentu saja masuk islam," kata Aji berikutnya. Lilis menoleh. Ternyata pemuda yang lumayan cerdas. Batin Lilis. Tertarik juga dengan asal usul pasar tumpah ini. Tugasnya pasti lebih menarik kalau tidak hanya menceritakan museum tadi, tapi juga pasar ini.

"Lalu?" tanya Lilis. Menyuruh pemuda itu nyerocos lagi. Aji senang mendapat respon dari Lilis, walaupun sangat pelit. Dia pun menceritakan sekaten ini untuk memperingati kelahiran nabi. Juga beberapa tradisi di dalamnya. Termasuk salah satunya membeli kinang, telur asin, dan nasi gurih. Yang memiliki filosofi dan makna tersendiri.

"Tapi itu tidak wajib. Cuma punya makna," kata Aji. Lilis manggut manggut. Otaknya mencatat dengan teliti.

Aji mengajak Lilis menuju pelataran Masjid dalam komplek itu juga. Disana ada gamelan dibunyikan. Susana jawa kental terasa. Aji tidak mau mendekat kearah gamelan. Padahal Lilis penasaran sekali dengan bentuk gamelannya. Akhirnya Lilis mendekat sendiri. Menyaksikan beberapa saat gamelan yang ditabuh dengan epik itu. 

"Gamelan itu berbunyi sepekan penuh sebelum hari kelahiran nabi. Saat hari H nanti ada gunungan yang berisi buah, sayur, dan lain lain. Nanti diperebutkan penduduk sekitar," jelas Aji, saat Lilis kembali kedekatnya. Lilis manggut manggut. Aji kemudian mengajak Lilis duduk lesehan. Memesan nasi liwet atau nasi gurih di sekitar pelataran masjid itu. Makan nasi gurih, dengan suara gamelan. Benar benar suasana baru untuk Lilis. Dia menyukainya. Aji ternyata tidak se berandal yang dipikirkannya. Dia sopan sekali saat memesan nasi liwet pada penjualnya. Cuma penampilannya saja yang memang ajaib dan bikin sakit mata.

"Terimakasih penjelasan dan traktirannya. Aku harus kembali ke parkiran bus sekarang," kata Lilis. Tanpa terasa bibirnya menarik senyuman untuk Aji.

"Sama sama. Aku antar sampai parkiran. Aku takut kamu tersesat," kata Aji belum mau berpisah.

"Aku tau arah dengan baik, terimakasih," tolak Lilis. Akan tetapi Aji tetap mengantarnya. Aji membeli berondong nasi dan harum manis di jalan mereka menuju parkiran bus.

"Kalau tradisi orang tua membeli kinang, telur asin dan nasi gurih, maka tradisi anak muda ini. Selamat, kamu sudah lulus berkunjung ke sekate," kata Aji sambil menyerahkan dua makanan itu pada Lilis. Gadis itu tertawa. Mereka berpisah dengan senyum masing masing di bibir.

"Sudah puas Ndoro??!!!!" tanya seseorang dibelakang Aji sambil merem mas pundak Aji dengan sedikit tenaga. Gemas dengan tuannya yang ini. Bandelnya minta ampun. Aji terkejut. Dia lupa kalau jadi buronan tadi. Orang itu terus menarik Aji. Memberikan baju yang harusnya Aji pakai sedari tadi. Menyeret Aji menuju pelataran masjid lagi. Aji menyerah. Setelah memberi hormat pada ayah dan tetua lain, dirinya ikut duduk menikmati gamelan yang ditabuh oleh para niaga (tukang gamel).

***

Sementara itu Lilis memandangi makanan pemberian Aji. Berondong nasi pink yang dibentuk menjadi seseorang menunggangi motor beserta motornya. Lucu dan unik.

"Tumben beli barang konyol seperti itu Lis," kata Tina, teman sebangkunya di bus. Lilis hanya tersenyum. Tina mengangkat bahunya. Lilis memang terkenal sebagai anak yang sangat pendiam di kelasnya. Bus menuju objek lain yang akan mereka kunjungi. 

1
mumu
dabestt 👍👍👍👍❤️
Siti Suhaenah
Luar biasa
Kemala Dewi
novelnya sangat bgus, ceritanya lebih kerasa nyata, tapi aku g suka Lilis meninggal apalagi dgn cara begitu.g adil banget buat Lilis
maklum y thoor masih terbiasa bca yg happy ending.
Utiyem: iya gpp. othot juga suka yg happy ending. ini tantangan othor buat bikin novel sad ending. happy endingnya di novel sebelah. i love u mas. lanjutan novel ini
total 1 replies
Adliya Chenu Ardhani
Bakatnya nurun dari syahnya
Utiyem: yap benar
total 1 replies
Erneztya Ayoda
Luar biasa
Utiyem: terimakasih🥰😍
total 1 replies
Sri Maryani
pemeran utama kok ninggal penjahat masih hidup krang seru cerita menggantung.
Utiyem: karena hidup juga tidak selalu manis 🤣🤣🤣 mampir lanjutan novel ini di I LOVE U MAS 😁😁😁
total 1 replies
Budi Raka
Luar biasa
Utiyem: terimakasih🥰😍
total 1 replies
ikaindra🌺
broto itu atasan nya sidiq yg komplotannya nur ya🤔
Utiyem: yap benar
total 1 replies
MAY.s
Terima saja karmamu tobrotooooo
Utiyem: dan enyah lah dari muka bumi🤣🤣🤣
total 1 replies
Ai Maswah
Luar biasa
Utiyem: terimalasih😘😘😘
total 1 replies
Munji Atun
ngono yo? 😇😇
Utiyem: yo ngono
total 1 replies
Rajani
terimakasih sudah membuat cerita yang bagus thor
Utiyem: sama sama😍😍
total 1 replies
MAY.s
Jawaban jodohnya Revan ada di novel I Love You, Mas.
Nah, ws thor... aku promosikan lagi tuh
Utiyem: maacih, kayaknya udah pada pindah ke lapak sebelah. hihihihi.
total 1 replies
MAY.s
Bibit buaya Aji mulai muncul di Revan. Tapi lebih parah Riyan sih 🤣
Utiyem: asline sama sama buaya. cuma yang satu terlalu pendiam jadi gak kelihatan 🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Aku iling, jokoe Revan ilang dengan Nada🤣
Utiyem: pacar pertama dan lubang pertama🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Nabila
putri
Utiyem: selamat anda dapat takjil kolak


jangan lupa bayar🤣🤣🤣
total 1 replies
ikaindra🌺
putriiiiii...
Utiyem: yap, kamu benar🤣🤣🤣
total 1 replies
MAY.s
Gk bisa berkata apa² lagi. Intine cerita iki terthe best👍👍👍👍👍Dan aku tahu mana novel yg real cerita othor, tapi aku tak mau kasih tauuuu🤣🤣🤣
Utiyem: terimakasih🤣🤣🤣🤣 jangan. biar di tebak srndiri🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
japemethe
di kira nanti endingnya Lilis nikah sama herman
Utiyem: gak, lilis sama aji. itu suratan takdir othor🤣🤣🤣
total 1 replies
Munji Atun
Oo jd Sidiq tau klo Revan anak pacar kknya ya 😇😇 ada ga sempilan cerita si pengecut Herman ( pengin nampol pk teflon) apa dia tetep karatan abadi?
Utiyem: yo sidiq tau lah. pernah ketemu Revan berkali2 kok. nanti nyempil sedikit di boncap.😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!