NovelToon NovelToon
Tangan Es Si Menantu Samaran

Tangan Es Si Menantu Samaran

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Menantu Pria/matrilokal / Identitas Tersembunyi / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:374.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: IAS

#Superhero

Kenneth Barry Winkler, seorang ilmuan jenius menjadi satu-satunya orang yang berhasil lolos dari ledakan laboratorium. Ia tiba-tiba memiliki sebuah kemampuan khusus karena efek dari ledakan berbagai bahan penelitian yang dilakukannya.

Karena menjadi incaran banyak organisasi, Kenneth menyembunyikan identitasnya sebagai seorang bartender di sebuah bar.

Namun sungguh sial, karena sebuah peristiwa dirinya harus menikahi seorang wanita dari keluarga terpandang.
Dengan menggunakan nama Kenneth Benjamin, ia menjadi menantu yang selalu diremehkan oleh istri dan keluarganya sebab dianggap sebagi pria tidak berguna.

Lalu, bagaimana Kenneth menjalani hidupnya dan bagaimana dia melakukan pembalasan dendam terhadap organisasi yang berusaha membunuhnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangan Es Menantu 08

Hari selanjutnya, Ken kembali pulang ke rumahnya. Selama dirinya tidak dicari oleh ayah mertua nya maka dia bisa bebas melakukan sesuatu termasuk kembali pulang.

Hari ini dia harus bisa membuat 'hadiah' untuk Fiona. Tapi sepertinya pun dia tidak boleh berlama-lama juga ada di rumahnya itu. Bagaimanapun Felix Madison juga tidak mudah untuk ditangani. Ken harus berhati-hati.

" Baiklah saatnya mulai," ucap Ken. Dia masuk ke sebuah kamar yang disulapnya menjadi laboratorium mini. Ken menyentuh dinding dan merubah suhu kamar itu menjadi lebih dingin dari sebelumnya. Meskipun di dalam sudah ada pendingin udara, tapi ken perlu menurunkan suhu saat dia meracik formula.

Ken mulai larut di sana, setiap meracik formula, pria yang memiliki kemampuan lebih sebagai seorang ilmuwan itu sangat fokus, dan pastinya senang. Berada di laboratorium adalah salah satu kesenangannya setelah berkumpul dengan keluarga.

Maka dari itu, meskipun usia nya sudah 28 tahun, Ken belum pernah merasakan indahnya cinta. Dari masa sekolah hingga kuliah, Ken tidak tertarik dengan yang namanya wanita. Baginya Laboratorium adalah tempat yang ia cintai, dan semua formula yang ada di dalamnya lah kekasihnya.

" Bang, jangan melulu pacaran dengan tuh cairan-cairan, nanti jadi bujang lapuk baru tau rasa!"

Setiap mengingat kata-kata Brisia--adik Ken membuat pria itu terkekeh geli. Agaknya Brisia lupa, bahwa dirinya juga pernah menolak 2 pria yang datang ke rumah untuk menyatakan perasaan. Ken tahu cerita itu dari sang mommy.

Sekitar 3 jam berada di dalam laboratorium mini miliknya akhirnya Ken berhasil membuat 'hadiah' untuk Fiona. Ia menggenggam tabung kecil itu lebih lama sehingga tabung itu membeku. Ia harus menjaga tabung itu agar tetap dingin. Jika suhunya turun maka khasiatnya akan berbeda.

" Baiklah saatnya pulang ke rumah."

Ken menanggalkan perlengkapannya saat meracik formula. Ia memasukkan tabung formula yang baru saja ia buat ke dalam sebuah wadah terlebih dulu baru ke dalam tas. Ken sangat senang karena bisa membuat itu.

Drtzzzz

Ponsel Ken berbunyi. Sebuah pesan dari teman yang kemarin dia hubungi rupanya.

" Ken, aku sudah sampai di kota Eldoria. Nanti aku akan mengabari kamu secara berkala soal keadaan di sini."

" Baik Narya, aku akan menunggu setiap kabar dari mu."

Ken seperti mendapatkan angin segar. Tapi masih ada yang mengganjal dalam dirinya yakni mengenai Organisasi Corvus Ruber. Sampai detik ini dia belum bisa mendapatkan informasi apapun soal organisasi tersebut.

" Lebih baik aku segera pulang ke kediaman Madison sebelum mereka mencari ku."

Ken segera keluar dari rumah dan menghadang taksi. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang. Biasanya jam-jam begini Fiona tidak ada di rumah. Entah apa yang dilakukan wanita itu, Ken tidak peduli.

Sesampainya di Mansion milik Felix Madison, lagi-lagi Ken melihat beberapa orang yang tengah mengadakan pertemuan. Ia melintas dengan acuh, baginya apapun yang dilakukan oleh ayah mertuanya itu bukanlah urusannya.

" Kau berhenti!" panggil Felix. Ken yang hendak masuk ke dalam rumah langsung menghentikan langkahnya. Ia membalikkan tubuhnya lalu berjalan mendekati Tuan Madison.

" Apa Tuan memanggilku?" tanya Ken dengan sopan. Ia benar-benar berlagak seperti pria yang takut dnegan jabatan Felix Madison sebagai Wali Kota Salvalon.

" Mengapa kamu baru pulang jam segini? Kamu bebas bekerja tapi jangan lupakan identitasmu sebagai menantu keluarga Madison," ucap Felix memperingatkan.

" Maaf tadi saya harus pulang ke rumah saya untuk mengambil beberapa barang. Saya akan sellau ingat dengan status saya saat ini,"

" Huh, bagus. Pergilah!"

Felix mengibaskan tangannya sebagi tanda ia mengusir Ken. Beberapa orang yang ada di sana menatap hina ke arah Ken. Tapi dia lagi-lagi tidak peduli. Keberadaannya menjadi menantu keluarga Madison hanyalah sebagi kamuflase yang sempura. Jadi bodoh amat akan tatapan orang-orang itu.

Ken masuk ke kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Hal yang tidak bisa ia lakukan saat Fiona ada di rumah.

" Uuugh, nyamannya. Memang paling bagus itu tidur di kasur dan bukannya di sofa."

Baru saja Ken ingin memejamkan matanya tiba-tiba tubuhnya di guyur oleh air. Ken jelas sangat terkejut, ia langsung berdiri.

" Kau! Apa yang kau lakukan!" Ken tidak bisa menahan amarahnya.

" Heh, beraninya kau marah denganku. Cih, sampah sepertimu tidak layak untuk memarahiku. Cepat bersihkan tempat tidur ku. Aku tidak ingin kuman di tubuhmu menempel di sana! Aku khawatir kamu membawa kuman yang bisa membuatku sakit. Dasar Pria tak berguna!"

Fiona langsung masuk ke kamar mandi dan mencuci tangannya. Ia benar-benar menganggap Ken sebagai benda kotor.

" Wohooo, Nona kau sungguh sangat pandai membuat diriku ini naik darah. Tidak masalah, setelah ini kamu pasti akan menikmati 'hadiah' yang aku persiapkan untukmu."

Ken menyeringai. Sambil mengganti seprai yang basah dia mengeluarkan tabung kecil yang berisi formula buatannya tadi. Ken juga mengambil sarung tangan dan pipit, lalu menuangkan sedikit demi sedikit cairan itu ke beberapa sisi tempat tidur.

" Done, semoga kamu suka dengan hadiah ku Nona Fiona Madison."

Ken segera keluar dari kamar. Tentu dia tidak ingin melihat pertunjukan yang tidak lulus sensor nanti. Ken memilih berangkat ke Pioneer Bar lebih Awal untuk mencari aman.

" Selamat menikmati kamar panas. Anda pasti akan membutuhkan banyak pendingin udara Nona ha ha ha."

TBC

1
A R
😍
ML.Quinn_Zamira07
udah selesai nih yang baca, akhirnya^^
Amir Hasan
suami goblok
Agang Junior
nice...panjang pendek yg penring tuntasssss
mimma
Luar biasa
Agus
kirain fiona akan jd jodoh author,ternyata tdk
Agus
jahil jg ni
Agus
👍
Agus
awalnya sombong,ujg2 nya pasrah
Agus
lanjut
Agus
seru jg ni,semoga ceritanya sampai tamat
Ucup Funky
Alur ceritanya singkat, jelas dan padat
tidak terlalu bertele2
tapi masih banyak typo

secara overal, novelnya bagus banget
Muryani Nasa
Luar biasa
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, tetap semangat 💪💪 berkarya ya 🥰🌹❤️
bakpao
/Good/
bakpao
/Good/
Ari Kuswati
nah gitu dong ken, jujur kacang ijo sm ortu, tanpa ada yg d rahasiakan
Ari Kuswati
aduhhh kok aq yg jantungan ya
ayana234
suka dengan karakter Ken☺️
dhani satria
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!