Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 8
Tuhan aku tak kuat lagi seperti ini, haruskah keberhenti dan kemBali pada kehidupanku yang dulu lagi. Ku merasa berat dengan jiwa dan raga ini setelah ditinggal kedua orang tuaku, aku jatuh kejalan yang salah, yang menbuatku hilang arah.
Bagaimana kalau anak-anaku bertanya, kenapa Umi tak pernah bimbing kami, kenapa Umi tak pernah ada buat kami, kenapa Umi serasa semakin jauh setelah kake dan nenek sudah tiada?.
Aku bingung harus jawab apa!
Dan bagaimana cara memberikan pengertian pada anak anaku. Aku sadar tidak pernah ada buat mereka karena ku sUmi k dengan segala urusanku yang membuat lupa waktu, tuhan kenapa ku jadi begini. Harta ku tak pernah kurang tapi kasih sayang dan cintaku yang hilang. Anak anakupun bimbang akan keadaan seperti ini.
Tuhan kemBali kan cinta dan kasih sayangku yang dulu indah dan bermakna, tapi rasanya tak mungkin aku bisa merasakan itu semua, karena kusudah jatuh pada lubang hitam yang kelam. Mungkinkah aku dapat kemBali seperti dulu. Mungkinkah aku merasakan nikmatnya karunia-mu yang dulu menghampiriku. Kini anak anaku lebih dekat dengan pembantuku daripada aku.
Aku tidak tahu lagi harus berbagi dengan siapa dan harus melangkah kemana dengan kondisiku sekarang seperti ini, rasanya mustahil aku dapat bangkit tanpa dukungan seseorang yang betul betul mengerti. Aku bingung dengan kondisi rumah tanggaku, suamiku seorang utusan/delegasi terpercaya dan ternama jadi jarang ada disaat aku butuh nasehat darinya. Aku butuh sosok pengayom, pembimbing dan pengarah agar aku tak jatuh terlalu dalam.
Suatu ketika disaat minggonan, aku sengaja mendatangkan para pemuka ataka, untuk mengutarakan pandangan dan pendapat tentang kebahagian, keutuhan dan ketahanan masyarakat yang ada diwilAyah ku, ada seorang kiyai sebutlah namanya bapak kiyai haji anwar musadad beliau memberikan petuah yang panjang lebar serta membuat semua hadirin memahaminya, dan alhamdulillah aku mendapat secercah cahaya untuk bisa bangkit kemBali menguatkan hati ini dengan kemBali kejalan tuhan.
Aku masih kelam walau sudah mendapat secercah cahaya tapi aku susah bangkit menuju kebaikan, aku terkungkung hawa napsu yang terlalu dalam, aku hanya berdoa tuhan kemBali kan hati ini dengan cahaya-mu yang suci
Disuatu ketika sumaiku pulang, aku tumpahkan semua rahasia dan kejadian yang sudah terjadi pada diriku termasuk permasalahan anak anak. Aku luapkan semuanya dengan bicara hati kehati. Suami terperangah dan tak yakin itu semua terjadi. Suami tak tahu bahwa anak anak sering terlantar karena kesUmi kan keduanya, suamiku tidak tahu bahwa mereka tidak bahagia. Suamiku tahunya mereka bahagia dan tidak apa apa, padahal sebenarnya mereka rindu akan kassih sayang keduanya yang mengharap bimbingan dari keduanya. Apalagi sisulung yang sudah paham akan kehidupan dia melihat dan paling sering protes akan kejadian ini.
Setelah tahu kejadiannya seperti itu, suamiku, aku dan anak anakku berkumpul diruang tv untuk membicarakan kejadian yang sedang terjadi, terjadilah siding kecil dirumah tanggaku. Seolah olah aku terdakwa yang membuat mereka terlantar. Dengan suara lantang dan menakutkan suamiku mulai bertanya.
Suamiku
“Apa yang sedang terjadi dirumah tangga kita mom? Dan apa yang membuat itu bisa terjadi!”.
Umi
“Entelah, mungkin karena kamu terlalu sibuk dengan semua urusanmu dan tak pernah peduli akan keadaan dirumah, akhirnya inilah yang terjadi”.
Suamiku
“Aku kan mencari nafkah dengan nada ketusseharusnya kamu focus pada anak anak”.
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...