Aera, gadis 20 tahun yang memiliki hobi belanja, jalan-jalan dan menghabiskan uang orangtuanya. Memiliki cita-cita menjadi istri orang kaya!
Karena suatu alasan orangtua Aera meminta Aera untuk menikah dengan Mike, seorang pengusaha kaya raya bergelimang harta!
Demi mewujudkan cita-citanya sebagai istri orang kaya, Aera pun menyetujui permintaan orangtuanya! Tanpa pernah Aera ketahui bahwa Mike sangat tidak menyukai kehadirannya sebagai serangga kecil pengganggu yang akan menyusahkan hidup Mike saja!
Akankah Aera menyesal setelah mengetahui sifat asli Mike?
Atau malah bertahan demi mewujudkan cita-citanya sebagai istri orang kaya?!
Atau akankah Mike merubah pandangannya terhadap Aera dan mau menerima kehadiran Aera dalam hidupnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan
Aera menatap pantulan tubuhnya yang sudah dibalut dengan gaun peach yang menambahkan kesan cantik, manis, mewah dan elegan pada dirinya. Rambut panjangnya ditata rapi, lengkap dengan mahkota cantik yang bertengger menghiasi kepala Aera, bak seorang putri raja.
Setengah jam sebelum acara dimulai, Mama Yuna kembali memasuki ruang rias pengantin wanita, di luar sana, tamu undangan terus berdatangan dan mulai mengambil posisi.
"Aera." Mama menatap Aera tanpa berkedip, "Cantik sekali."
Aera tersenyum simpul, ia tidak bisa menghilangkan perasaan berdebar dalam dirinya, Aera benar-benar merasa tegang sekarang.
"Tenang, Sayang, semuanya pasti berjalan dengan baik-baik saja atas berkat Tuhan."
Mama Yuna terus menemani Aera, menenangkan gadis itu. Di dalam sana juga ada Kaela, yang tak kalah cantiknya, ia menggunakan dress putih panjang dan hak tinggi dengan warna yang senada.
Di ruang sebelah, tepatnya ruang rias pengantin pria, ada Papa Arga dan Mike, keduanya sama-sama diam, Mike sedang dibantu memakai jasnya, sedangkan Papa Arga masih memperhatikan dari sisi kanan. Pria paruh baya itu menatap Mike lekat, masih tak menyangka kalau putranya benar-benar menuruti semua keinginannya.
Penata rias yang baru saja menyelesaikan tugasnya itu menunduk sopan, ia mundur beberapa langkah, memberikan ruang antara Mike dan Tuan Arga.
"Bagaimana perasaanmu, Mike?"
"Sedikit tegang."
Papa Arga tersenyum, ia mengelus pundak Mike pelan. "Tenangkan dirimu, dan percayalah kalau ini adalah awal kehidupan yang baik untuk kalian."
Mike terpejam, bayangan Mama yang tersenyum ke arahnya mampu menenangkan hati Mike. Andai sosok itu masih di sini sekarang, pasti Mike akan jauh merasa lebih tenang dan bahagia.
Tepat pada tanggal 16 Juni, keduanya sudah terikat secara sah di mata negara ataupun agama, dengan para saksi dan tamu undangan yang hampir menyentuh angka 3 ribu orang, semuanya menyaksikan momen di mana Mike dan Aera mengucapkan janji suci pernikahan mereka.
Aera yang diapit oleh Bara dan Papa Leo menghampiri Mike yang berdiri di tengah-tengah karpet merah yang terbentang sepanjang jalan menuju singgasana mereka. Tangan Mike terulur, disambut oleh tangan kanan Aera. Keduanya berjalan beriringan menuju singgasana, bak seorang Putri dan Raja.
Aera melirik Mike yang memasang wajah tenang dengan senyuman yang tidak begitu lebar. Pria itu tampak terlihat tampan dengan setelan kemeja putih dan jas berwarna abu muda, senada dengan celana ya ia gunakan.
Sejenak, Aera kembali tersenyum dengan pipi yang memerah, teringat momen di mana Mike mencium bibirnya di hadapan semua orang setelah mereka mengucapkan janji suci pernikahan. Reflek Aera menyentuh bibirnya sambil menggeleng pelan.
"Mau diulang lagi?"
Aera menoleh, Mike ternyata sedang menatapnya dengan tatapan aneh.
"A-apa?" tanya Aera gugup, dan bodohnya kenapa dia malah bertanya!
"Tidak ada, kasian lipstikmu luntur."
"Benarkah?"
Gadis itu kelihatan panik, ia menatap segala arah, mencari di mana para penata rias, Aera ingin memastikan apakah makeup-nya baik-baik saja! Jangan sampai ada yang aneh, dan membuatnya malu seumur hidup!
"Bagaimana ini?" lirih Aera. Takut ada yang aneh dengan wajahnya.
"Cantik."
Gadis itu kembali menoleh pada Mike. "Cantik?"
"Iya."
"Siapa?"
"Bunganya."
Aera berdecak pelan. Para tamu undangan mulai menaiki pelaminan secara bergantian, mengucapkan selamat serta doa-doa penuh berkah untuk kedua mempelai. Kaki dan pipi Aera mulai terasa keram. Belum lagi harus melakukan sesi foto bersama dengan keluarga, kerabat dan teman-temannya.
"Jangan lupa isi tenaga sebelum---"
Ck. Justin mengentikan ucapannya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Mike. Meski begitu, pria itu tetap tersenyum ke arah Aera.
"Kalau Mike tidak bisa, jangan sungkan untuk hubungi aku, ya!" godanya.
Pria itu tertawa puas setelah berhasil membuat wajah Aera memerah.
Justin, pria yang sempat dituduh oleh Papa Arga sebagai pasangan Gay Mike, tingkahnya memang selalu brutal, tak tau tempat, bahkan saat mendapatkan tuduhan itu, Justin dengan santai menanggapinya, tidak mengelak, padahal dia masih pria sejati, masih menyukai wanita cantik berbadan bohay.
Semua rekan bisnis dan teman Mike sudah berlalu, sekarang giliran teman-teman Aera. Hampir semua temannya berdecak kagum dengan pernikahan Aera, terutama dengan suami gadis itu. Tak sedikit dari mereka yang menginginkan pernikahan yang sama, bahkan iri pada si pemilik julukan Dewi Keberuntungan.
"Tutor dong, Ra!"
"Bagi tipsnya dong!"
"Ra, doain aku juga ya, biar cepet nyusul!"
"Ra, comblangin dong sama temen suami kamu!"
"Aku juga mau, Ra!"
Dan masih banyak lagi, ucap-ucapan yang berhasil membuat Aera merasa muak.
"Tutor, tutor, aku aja hasil dijodohin orangtua!" kesal Aera.
berhamburan istilah benda2 yg jatuh berserakan