Akibat kesalahpahaman membuat Bianca dan Daniel di nikahkan secara paksa dan berujung pada pernikahan kontrak selama 3 bulan.
Bianca Aveline wanita sederhana, pekerja keras harus menelan pil pahit kehidupan karena terpaksa menikahi pria yang menjadi musuh nya selama ini, akibat kesalahan Daniel memaksa Bianca harus mendatangi pria itu di apartemen nya namun justru berujung pada kesalahpahaman orang orang sekitar yang memergoki mereka berada di dalam satu apartemen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisaJm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
“Aku ingin mengatakan sesuatu.”
Bianca menatap Daniel yang kini terlihat serius seraya mengunyah makanan yang sudah Bianca siapkan untuk nya, melihat tak ada respon dari lawan bicara nya, Daniel kemudian menatap wajah Bianca sehingga kini kedua nya saling menatap satu sama lain.
“Ini mengenai kontrak kita, aku ingin sedikit mengubah nya.”
Bianca mengerutkan kening semakin tak mengerti dengan ucapan yang Daniel lontarkan, apa yang ingin pria itu ubah? apa hal yang menguntungkan bagi Bianca atau justru hal yang merugikan bagi wanita itu.
“Apa?”
Daniel menarik nafas dalam-dalam, jujur sejak tadi ia sudah memikirkan hal ini matang matang, mengingat jika Bianca bersikap semena mena dengan bertemu dengan Vito di belakang nya.
“Kontrak kita akan berlaku setelah kita berpisah.”
Bianca diam, bukan tak suka tapi ia kurang mengerti dengan apa yang Daniel sampaikan, kontrak mereka berlaku setelah mereka berpisah? Apa maksud nya? Pikir Bianca saat ini.
“Tolong jelaskan lebih detail, aku kurang mengerti.”
Daniel menarik nafas panjang seraya menatap tajam pada Bianca, wanita itu terlihat pintar tapi untuk memahami perkataan nya kenapa ia tidak bisa?
“Kontrak yang kita buat akan berlaku setelah kita berpisah, artinya selama kita belum berpisah maka kita boleh melanggar isi kontrak itu dan boleh mencampuri urusan pribadi satu sama lain.”
Bianca menganga mendengar penuturan Daniel, melanggar kontrak? Yang benar saja mana mungkin wanita itu setuju, ia kontrak itu benar benar akan berbahaya jika di langgar lantaran di sana tertulis tidak akan ada hubungan badan layak nya suami istri lain nya.
Dan jika kontrak itu tidak berlaku maka Daniel bisa melakukan hal itu pada nya? Oh tidak Bianca tidak akan setuju dengan apa yang Daniel usulkan saat ini.
“Tidak bisa begitu! Jika kontrak itu berlaku setelah perpisahan maka apa guna nya melakukan pernikahan kontrak? Apa guna nya membuat kontrak?”
Bianca sedikit emosi bahkan memukul meja makan dengan sekuat tenaga nya meluapkan rasa kesal nya pada Daniel yang seenak nya saja memutuskan sesuatu tanpa berdiskusi pada nya terlebih dahulu.
“Terserah mau setuju atau tidak, yang jelas apa yang aku katakan tadi tidak bisa di ganggu gugat.”
Setelah mengatakan hal itu Daniel beranjak dari kursi nya dan memilih pergi dari sana sebelum menyelesaikan makan nya, Bianca yang melihat itu tentu tidak terima dan mengejar Daniel yang hendak memasuki kamar nya.
Bianca menarik tangan Daniel dengan keras membuat langkah pria itu terhenti dan menoleh pada Bianca, terlihat raut kesal di wajah wanita itu tapi Daniel memilih untuk tidak peduli.
“Aku tidak terima, kau tidak bisa memutuskan hal itu begitu saja tanpa persetujuan dari ku.”
Ia masih kekeh dengan pendirian nya yang tak setuju dengan apa yang Daniel katakan pada nya, namun lagi lagi pria itu tak peduli dengan protes Bianca.
“Sudah ku katakan keputusan ku tidak bisa di ganggu gugat, dan kau menjauhkan dari kekasih mu itu jika tidak ingin melihat nya terluka.”
Wajah nya terlihat serius mengatakan hal itu, sedangkan Bianca kini justru terkejut mendengar penuturan Daniel, bagaimana tidak? Artinya pria itu tahu jika diri nya tadi pergi bersama Vito.
“Apa jangan jangan dia juga berada di restoran itu?”
Bianca membatin menebak nebak apa yang terjadi, apa mungkin Daniel mengirim pesan pada nya karena melihat diri nya bersama Vito? Semua terasa menyambung hingga Bianca yakin jika memang Daniel berada di tempat yang sama dengan nya.
“Pantas saja dia tahu jika aku belum pulang padahal dia sendiri juga belum pulang.”
Bianca kesal lantaran merasa di buntuti oleh Daniel padahal sebelumnya kontrak mereka masih berlaku tapi Daniel justru sudah melanggar nya terlebih dahulu.
“Tapi kenapa dia mendadak mengubah kontrak nya?”
Aneh juga lantaran pria itu mendadak mengubah kontrak pernikahan mereka padahal sebelumnya pria itu lah yang membuat kontrak pernikahan itu dan paling tidak suka dengan keberadaan nya.
Sedangkan Daniel kini tengah berada di dalam kamar nya merebahkan diri nya di atas ranjang, bingung juga kenapa ia mengikuti saran Kenzo dengan mengubah kontrak itu? Seharus nya ia tak peduli karena memang ia tidak ingin tahu tentang kehidupan wanita itu.
“Bodoh sekali kau Daniel, kenapa juga mengikuti saran Kenzo?”
Dia kesal sendiri bahkan menjambak kasar rambut nya mengingat kebodohan nya yang mengikuti saran tidak masuk akal Kenzo, sejak awal judul kisah mereka memang tentang pernikahan kontrak lalu mengapa ia mengubah nya?
Mendadak pria itu merasa kehausan lantaran tidak sempat minum padahal ia tadi sempat makan dua sendok nasi, Daniel keluar dari kamar nya hendak menuju dapur namun langkah nya terhenti, dan jantung nya juga berdetak lebih kencang kala melihat Bianca yang masih berdiri di depan pintu kamar nya.
“Ah sialan! Mengagetkan saja! Kenapa kau masih di sini?”
Daniel mengumpat pada Bianca yang masih berdiri mematung di depan pintu kamar nya, wanita itu ikut tersentsk mendengar suara keras Daniel yang memekakkan telinga nya.
“Aku juga kaget cecunguk!”
Tak mau kalah lantaran ia juga merasa terkejut, Bianca ikut membalas tatapan tajam Daniel seraya memperlihatkan jari tengah nya pada Daniel dan berlalu meninggalkan pria itu, sungguh sangat sopan bukan.
Daniel yang tak terima sontak menarik tangan Bianca lalu menghimpit nya di dinding hingga membuat wanita itu kembali terkejut lantaran kini wajah nya dan juga Daniel sangat dekat.
“Lepas!” Sentak Bianca seraya mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Daniel dari pergelangan tangan nya, namun bukan nya lepas tangan Daniel justru mencengkram lebih erat dari sebelum nya.
Tatapan mata pria itu kini tertuju pada rok span pendek yang Bianca kenakan, entah mengapa ia baru menyadari jika wanita itu mengenakan rok pendek seharian ini, mata Daniel kini beralih pada bibir Bianca yang cemberut lantaran Daniel tak kunjung melepaskan tangan nya.
“Warna bibir mu menarik, bagaimana rasa nya?”
Perkataan itu muncul begitu saja dari mulut Daniel membuat Bianca ketakutan, entah mengapa pria itu terlihat sangat mengerikan saat ini apalagi setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut nya.
“Jangan macam macam ya, atau ku pukul kau!”
Mengancam saja sebenarnya lantaran ia tak berani melukai pria itu atau orang lain, namun bukan Daniel nama nya jika takut dengan ancaman kecil Bianca, sejak menikah wanita itu memang sudah menguji iman Daniel.
Tanpa pikir panjang, Daniel membungkam mulut Bianca dengan bibir nya lantaran wanita itu terus saja mengoceh mengancam Daniel membuat pria itu merasa gemas dengan bibir Bianca.
“Emmphhh...!!”
Bianca memberontak bahkam mendorong tubuh Daniel agar menjauh dari nya namun tenaga Daniel tentu lebih besar dari nya, tubuh pria itu bahkan tidak bergerak dari tempatnya.
Bianca memukul mukul dada Daniel kala merasakan kehabisan oksigen, menyadari hal itu Daniel pun melepaskan pagu tan bibir mereka lantaran tak ingin membuat wanita itu mati karena kehabisan nafas.
Plak!