NovelToon NovelToon
Hopeless

Hopeless

Status: tamat
Genre:Patahhati / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:648.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

Nezia, yang telah menjalin hubungan serius selama bertahun-tahun dengan Dito, bahkan hubungan keduanya akan segera diresmikan dalam sebuah ikatan pernikahan, tak menyangka bahwa semua ini harus dia alami.

Sebuah kenyataan pahit menampar wajah Nezia ketika di hari dirinya fitting baju pengantin, gadis itu melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa ternyata lelaki yang sangat dicintainya berselingkuh dengan seseorang yang sangat dia kenal.

"Tega kamu, Bang!" seru Nezia yang memergoki calon suaminya, seraya menampar keras pipi Dito.

"Nez, ini tidak seperti yang kamu lihat, Nez! Aku bisa jelasin semua!" Dito berlari mengejar Nezia.

Akankah pernikahan keduanya tetap berlanjut?

Simak kisah Nezia, dalam Novel ; HOPELESS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa yang Kamu Pikirkan, Dik?

"Akhirnya ... setelah sekian lama membuat janji temu, baru kali ini kesampaian bertemu dengan orang nomor satu di Jonathan Group," ucap Yoga seraya memeluk pemuda yang memanggil namanya.

"Apa kabar, Abe?" tanya Duta setelah pemuda tersebut melerai pelukannya dengan Yoga.

"Ck ... lu, Ta. Selalu saja manggil gue seperti itu!" protes pemuda berbadan tinggi tegap dan berwajah tampan yang didampingi dua orang anak buahnya tersebut, berdecak.

Keduanya kemudian berpelukan, melepas rindu setelah sekian lama tak saling bertemu karena kesibukan masing-masing.

"Itu 'kan inisial nama lu, Bram. Gue enggak salah, kan?" Duta terkekeh pelan.

"Iya-iya, terserah lu, deh, DM!" balas Abraham seraya tersenyum 𝘴𝘮𝘪𝘳𝘬.

Sesaat kemudian mereka bertiga, terkekeh bersama.

"Ayo, Tuan Muda Alexander, kita masuk!" ajak Duta seraya menepuk bahu teman lamanya tersebut.

"Panggil nama aja, Ta. Kayak sama siapa aja, sih!" Pemuda yang merupakan pimpinan Jonathan Group tersebut kembali protes.

Mereka semua kemudian masuk ke dalam 𝘱𝘳𝘪𝘷𝘢𝘵 𝘳𝘰𝘰𝘮.

"Gue enggak enaklah, mau manggil nama langsung. Ada anak buah lu," bisik Duta, sesaat sebelum mereka duduk.

"Santai aja, mereka sudah tahu, kok, gue kali ini bertemu dengan siapa," balas putra sulung Ayah Alex yang kini memegang perusahaan peninggalan sang kakek.

Perusahaan keluarga yang tadinya dikelola oleh tante dan omnya, Sandra dan suaminya, karena ayahnya memilih mendedikasikan diri pada RPA Group seperti permintaan almarhum Opa Jonathan.

Abraham duduk dengan diapit sekretaris dan manager keuangannya, sementara Yoga, diapit oleh Faris dan Duta.

Mereka bertiga yang merupakan kawan lama sewaktu kuliah dulu, asyik ngobrol mengenang masa beberapa tahun silam sebelum membahas tentang pekerjaan.

"Gue enggak nyangka, loh, si Malik memilih berdomisili di Bandung," ucap Yoga. "Aku pikir, dia yang akan meneruskan Om Rehan," lanjutnya.

"Bang Mirza yang meneruskan perusahaan," balas Abraham.

Obrolan ketiganya terus berlanjut. Faris hanya diam dan menjadi pendengar setia, begitu pula dengan dua orang yang mendampingi Abraham.

Kedatangan waiters yang membawakan manu makan siang, menghentikan obrolan mereka bertiga.

"Isi amunisi dulu, yuk!" ajak Duta, setelah semua hidangan tersaji di atas meja panjang tersebut. "Baru setelah ini, kita bahas proyek yang sudah kami ajukan," lanjutnya.

Mereka berenam makan dengan nikmat, sambil sesekali diselingi obrolan.

Faris pun mulai terlihat akrab dengan wanita cantik yang merupakan sekretaris Abraham, yang duduk tepat di hadapan asisten pribadi Yoga tersebut.

"Jadi gimana, Ga, apa yang bisa gue bantu?" tanya Abraham, setelah mereka menyelesaikan makan siang.

"Gini, Bram. Gue bermaksud mengembangkan bisnis di bidang lain dan gue butuh support dana. Gue harap, lu bersedia menjadi investor," terang Yoga.

"Rencana, proyek tersebut akan ditangani langsung oleh asisten gue, Faris," lanjut Yoga seraya menunjuk asisten pribadinya.

Faris mengangguk sopan seraya tersenyum ramah pada Abraham.

"Oke, Ga. Gue setuju," balas Abraham dengan entengnya. "Kebetulan, besok seluruh saham gue di PT. Triple.Di, akan gue tarik," lanjutnya dengan wajah yang tiba-tiba berubah mendung.

"Triple.Di? Bukankah, itu perusahaan milik keluarga Dito, Bram? Calon adik ipar lu, kan?" tanya Yoga yang memang mendapatkan undangan dari Dito, yang juga merupakan salah satu teman seangkatan sewaktu kuliah dulu.

Abraham terdiam, pemuda itu menghela napas panjang. Kedua anak buah pemuda tersebut, hanya bisa saling pandang.

"Kalian berdua, juga diundang sama Dito, kan?" tebak Abraham kemudian karena rencananya, Dito akan mengadakan pesta bujang dan mengundang seluruh teman kuliah, sehari sebelum resepsi pernikahan digelar.

Yoga dan Duta mengangguk, bersamaan.

"Adik gue batal menikah sama Dito, Ga, Ta," ucap Abraham dengan lirih, tetapi masih dapat didengar oleh kedua teman kuliahnya tersebut, termasuk Faris.

"Ada masalah apa, Bram? Bagaimana dengan adikmu?" tanya Yoga, khawatir.

"Inez semalam menghilang dan hingga detik ini belum kami ketahui kabarnya," balas Abraham dengan netra berkaca-kaca.

Mendengar kata-kata Abraham, Faris langsung menatap bos Jonathan Group tersebut. 'Apa mungkin, Ganis adiknya mas ini?' batin Faris.

"𝘖𝘧𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘳𝘦𝘤𝘰𝘳𝘥 ya, Ga, Ta. Kami tidak mau kalau sampai publik tahu dan itu akan semakin membuat adik gue bersedih," pinta Abraham, kemudian.

Yoga dan Duta mengangguk, mengiyakan.

"Keluarga kami, masih berupaya untuk mencarinya. Ini aja gue sengaja nyempetin waktu untuk memenuhi janji gue pada kalian berdua, sekalian mau memberitahukan bahwa tidak akan pernah ada pernikahan antara Dito dan adik gue," lanjut tuan muda Alexander Jonathan tersebut.

"Apa yang bisa kami bantu, Bram?" tanya Duta, kemudian.

Abraham menggeleng. "Makasih, Ta. Orang-orang suruhan keluarga besar gue, sudah dikerahkan. Semoga, segera ada hasilnya."

"Maaf, Mas. Eh, Tuan Muda. Apa tidak coba dilacak melalui ponselnya?" tanya Faris memberanikan diri.

"Panggil mas saja, tidak apa-apa," balas Abraham. "Ponselnya tidak dapat dilacak dan menurut penyelidikan polisi, ponsel adik saya tertinggal di dalam mobilnya yang terbakar," lanjut Abraham.

"Mobil terbakar? Apakah mobil jenis sedan yang menabrak pohon besar di jalan lingkar?" cecar Faris yang merasa yakin, bahwa gadis yang saat ini berada di apartemennya adalah adik dari pemuda di hadapannya.

"Iya, benar. Apa Anda melihatnya semalam, Mas?" tanya Abraham balik.

Sejenak, Faris nampak ragu. 'Tapi, aku sudah janji padanya tadi, gimana ini?'

"Ris, apa kamu melihatnya semalam? Kamu 'kan kemarin dari daerah sana?" tanya Yoga yang mengurai lamunan Faris.

"Eh ... iya, Mas." Faris tergagap.

"Maaf, boleh saya tahu foto adiknya, Mas?" pinta Faris. "Maaf, bukan apa-apa, barangkali saja saya pernah melihatnya." Asisten pribadi Yoga tersebut menatap Abraham penuh harap.

Abraham mengeluarkan benda pipih miliknya, membuka galeri untuk mencari foto sang adik dan kemudian menunjukkan pada Faris. "Ini adik saya."

Netra Faris membulat sempurna melihat foto tersebut. "Ganis!" seru pemuda tersebut, spontan.

"Ganis?" Abraham mengerutkan dahi.

"Em iya, Mas. Tapi mohon maaf sebelumnya, saya tidak ada maksud apa-apa. Gadis ini, em...." Sejenak, Faris menjeda ucapannya. Pemuda itu nampak kebingungan, menatap Yoga dan Duta bergantian.

"Katakan saja, Ris. Apa kamu melihat Inez?" desak Yoga.

Faris mengangguk.

"Dimana adik saya?" kejar Abraham dengan tidak sabar.

"Neng Ganis, di-dia ... ada di apartemen saya, Mas," balas Faris gugup. "Se ...."

"Ayo kita ke apartemen kamu!" Abraham segera berdiri, sebelum Faris sempat menjelaskan.

"Bro, kita lanjutkan obrolan kita lain waktu. Gue pinjam asisten lu, sebentar," pintanya pada Yoga.

"Kita kesana bareng, Bram. Lu sama kita aja, biar anak buah lu kembali ke kantor," tawar Yoga.

"Oke."

Abraham segera memacu langkah keluar dari restoran yang diikuti Faris,Yoga dan Duta. Pemuda itu nampak tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang adik.

Faris segera naik ke bangku pengemudi, yang diikuti Abraham yang memilih duduk di depan karena ada banyak hal yang ingin dia tanyakan pada asisten pribadi Yoga.

"Kenapa semalam Anda tidak mengantar adik saya pulang, Mas? Atau, lapor polisi?" cecar Abraham.

"Panggil Faris saja, Mas," pinta Faris sebelum menjawab. "Maaf, saya tidak bermaksud menyembunyikan adiknya Mas Bram. Semalam, saya sudah muter-muter sampai lelah ingin mengantarnya pulang, tapi Ganis ... em, maksud saya gadis itu menolak dan mengancam akan loncat dari mobil saya, Mas," terang Faris.

"Oh, jadi karena ada Inez, itu kenapa tadi kamu terlambat masuk kantor?" tebak Duta.

"Iya, Mas Duta."

"Katanya pusing?" lanjut Duta.

"Kepala saya memang beneran pusing," balas Faris. "Mikirin tuh cewek, Mas. Dia enggak mau menyebutkan nama dan enggak mau juga kasih tahu siapa orang tua dan alamat rumah dia," imbuhnya.

"Lantas, tadi kamu juga bilang kalau mau ke kantor polisi? Apa itu juga ada hubungannya dengan Inez?" tabak Duta kembali.

"Iya, Mas. Tadinya saya mau mencari tahu tentang identitas pemilik mobil yang terbakar semalam, tapi saya malah keceplosan ngomong sama Mas Duta di telepon dan dia mendengar. Adiknya Mas Bram itu sangat marah dan mengancam akan pergi dari apartemen saya, Mas," balas Faris panjang lebar.

Abraham menghela napas panjang. "Inez ... apa yang kamu pikirkan, Dik?"

☕☕☕☕☕ bersambung ...

1
Tina Rachmatina
Kecewa
Mama Rara
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
zian al abasy
trus💪💪 brkarya
Merpati_Manis (Hind Hastry): 🥰🥰🥰🙏🙏
total 3 replies
sherly
kisah yoga dan ana judulnya apa Thor?
sherly
si Faris yg gokil
sherly
Faris ini selalu bisa buat Inez salah tingkah...
sherly
kena batunya si Attar... hahahahah jomblo tu diem, anteng,mingkem biar aman
sherly
emang kalo sultan ya smuanya mah gampang aja
sherly
gitu donk kang langsung bicara ke ortunya ngk usah pakai lewat lagu segala ngungkapinnya...
sherly
gasspolll kang
sherly
cieee dah kasi label aja calon bidadari surganya kang Faris...
sherly
hahahah lucunya kalian smua kompak banget buat Inez malu
sherly
sikap Faris nih lah buat org senyum2 sendir...
sherly
Luar biasa
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
sherly
Faris jd ikutan stress
sherly
lucu banget blm percaya Ama Faris tp dah numpang dirmh org, gaje juga nih si inez
sherly
keras kepala, ngk mikirin ortu..sok galau sendiri tp nyusahin org rame rame
sherly
aduh Inez ngk ada sopan2nya numpang dirmh org, namanya aja ngk mau dikasi tau, untung farisnya baik.. ternyata bukan rehan aja yg baik farispun juga baik.. hahahhaha
sherly
kenapa coba hrs seperti itu Nez? kan bisa cerita ke ortu kelakuan Dito, trus usaha Dito dibuat bangkrut, knp kamu pula yg kabur ngk jls gt... jdnyakan si Dito bisa bilang kamu yg ngk mau nikah Ama dia...
sherly
si Dito itu emang meeting tp Ama selingkuhannya... mantull Nez knp hanya ditampar disiram donk pakai kopi panas biar seger tu dito
sherly: jdnya reunian Ama semua keturunan Rey, Alex,Devan...
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!