NovelToon NovelToon
Jadi Tawanan Preman Galak

Jadi Tawanan Preman Galak

Status: tamat
Genre:Mafia / Obsesi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:93.1k
Nilai: 5
Nama Author: Candradimuka

Kesialan hidup Suri dimulai setelah dia menyelamatkan seorang preman yang sekarat. Niat Suri cuma menjadi manusia baik dan punya kontribusi sosial menolong yang susah, ternyata malah jadi alasan dirinya terjebak dalam belenggu posesif preman aneh.

Preman itu tidak mau menyebutkan namanya, tidak mau menjawab pertanyaan Suri, melarangnya bekerja dan tidak mau pergi, hingga rasanya seluruh hak pribadi Suri direnggut paksa.

Tapi, dia preman yang bisa memberi bertumpuk-tumpuk uang pada Suri seperti sedang meludah.

*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candradimuka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Penyiksaan Adalah Bantuan

Jelas, Suri mematung.

Uang segitu tidak bisa ia pegang meski bekerja tiga bulan penuh, tapi dia baru saja membakarnya?! Orang sinting ini baru saja membakar uang yang bisa menghidupi sepuluh manusia macam Suri?!

Wah, orang gila! Orang tidak waras! Orang tidak layak hidup!

Suri rasanya mau berlutut, meratapi betapa mahal kertas-kertas itu didapatkan sampai keringat dan air matanya kering, terus dia malah membakarnya di depan Suri!

"Lo!" Saking syoknya, Suri tidak bisa berkata-kata banyak. Padahal dalam kepala, Suri berteriak dengan berbagai macam bahasa.

"Ini harga diri." Cowok itu malah bergumam rendah. "Yang kayak gini enggak penting, tapi bikin lo mau mati."

Dia menginjaknya penuh keyakinan.

Padahal masih ada bara.

"Lo kira ini ada harganya? Orang lain yang bikin ini ada harganya."

Suri terbungkam. Mematung memandangi manusia yang kini terlihat macam raja iblis ingin memusnahkan umat manusia.

"Kalo buat lo enggak ada harganya, berarti enggak ada harganya. Cuma kertas." Lalu dia berbalik, mendorong tiang infusnya menuju kasur.

Terlelap begitu saja.

*

Suri tidak bisa tidur memikirkan segepok uang dibakar.

Alhasil pagi ini ia seperti zombie, keluar dengan mata terkantuk-kantuk sampai harus minum obat dan kafein agar tetap terjaga.

Sekaya apa dia sampai uangnya dibakar dia tetap tak berekspresi?

Apa jangan-jangan dia segelintir manusia yang merasa kalau uang itu cuma untuk orang-orang miskin?

Tidak, kalau dipikir-pikir, orang itu bahkan tak pernah berekspresi. Tapi kenapa dia harus membakar uangnya cuma karena Suri menolak?

Pikiran Suri dipenuhi pertanyaan, meski begitu ia harus tetap fokus bekerja.

Maka Suri datang ke tempat kerja pertamanya, namun dihadapkan pada situasi aneh.

"Maaf yah, Mbak. Kemarin ada maling masuk ke sini, ngambil barang-barang di kantor Bos. Bos marah banget, minta semua staff terutama staff kebersihan diganti. Sori, yah. Ini pesangon."

Suri melongo.

Apalagi waktu menerima selembar uang lima puluh ribu di tangannya. Kepalanya nyaris pecah hanya karena hal itu, tapi Suri bahkan tak bisa protes.

Kalau maling masuk kenapa Suri yang harus kena?

Suri kan staff kebersihan, bukan staff maling!

Sayangnya, naif kalau Suri pikir cuma itu penderitaannya. Waktu ia pergi ke tempat kerja ke dua, tak ia sangka akan mendengar ucapan nyaris sama.

Sama-sama ia ditendang.

"Udah ada peraturan staff yang kerja harus punya minimal kartu mahasiswa. Enggak tau deh kenapa Bos tiba-tiba bilang selain itu enggak boleh. Maaf yah, Suri."

"Loh, Mbak. Enggak bisa gitu dong. Saya kan kerja di sini udah masuk setahun. Kok egois banget mecat saya?"

Tentu Suri coba protes, karena kalau kerjaannya hilang, kontrakan mana bisa ia bayar?

"Duh, marah-marah sama saya juga kan enggak ngubah apa-apa. Soalnya ini Bos yang bilang. Kita bisa apa?"

Terus Suri juga bisa apa? Masa ia dipecat dari dua tempat berbeda tanpa alasan logis?

Tatapan Suri mati. Dadanya sudah sesak menerima perlakuan tak adil, dan kepalanya mau pecah memikirkan bulan depan ia membayar kontrakan bagaimana.

Uangnya sudah ia berikan pada Ayudia.

Tapi, ternyata dunia dendam pada Suri.

Karena waktu ia mendatangi Ayudia untuk membantu lebih awal, perempuan itu malah bilang, "Gue kayaknya mau ke Bandung dulu, Ri. Lama kayaknya. Di sana banyak klien minta dibikinin kue."

Saking frustrasinya, Suri cuma bisa senyum. "Gitu, yah? Toko di sini tutup dong, yah?"

Kalau toko tutup, berarti Suri dipecat dong, yah?

Takdir ampas.

Suri tersenyum kecut. Menyambar tasnya untuk berlari pergi, ke mana saja ia bisa menghilang.

Dunia menjengkelkan dan tidak adil ini, lebih baik runtuh saja!

*

Tanjung menunggu Suri pulang hari ini, karena ia tahu dia pasti akan pulang cepat. Semua tempat kerja Suri pasti sudah menolak gadis itu, jadi dia mau tak mau harus pulang menerima uang yang Tanjung berikan.

Memang merepotkan. Harusnya dia terima saja kalau Tanjung memberinya sesuatu.

Tapi ternyata salah. Malam memasuki pukul sebelas, gadis itu belum kunjung datang.

Ponsel baru di saku Tanjung jelas langsung ia gunakan menghubungi Ikram.

"Dia ke mana?" tanyanya langsung.

"Dia siapa?"

"Cewek yang gue bilang."

"Ah, yang lo siksa?" balas Ikram spontan. Mungkin karena spontan, dia bicara tanpa otak.

Siapa yang menyiksanya? Buat apa juga Tanjung menyiksa orang asing?

Tanjung mendengkus. Ia memutus semua sumber penghasilan Suri agar mau menerima uang dari Tanjung.

Daripada dia kerja dari pagi sampai malam, Tanjung bisa memberinya lebih banyak tanpa melakukan apa-apa. Biar dia tahu Tanjung tidak main-main.

Ia membantu. Kenapa malah menyiksa?

Dasar bodoh.

*

1
Kurnia Triartanti
plisss, lanjut kak
Rafkah
tnjung kyk org amesia
Rafkah
gk ppa kmu bnyk sury asl jgn ngrokok. gk enk kesan ny
Lintang Villa
bagus, tulisannya mudah dipahami ini jejeran novel terbagus sih _ menurutku
Mei Muntiani
Luar biasa
Sulaiman Efendy
KOQ GANTUNG CERITANYA.... BIKIN KECEWA....
secret 🌪️
kaka author novelnya ko ga dilanjutin padahal lagi seru"nya
Take: iya kan :((( kangen Tanjung pake banget
total 1 replies
Sadar Usman
novel yg paling keren yg pernah gue baca.. sehat slalu thoor..
Sadar Usman
paling ga suka cewek ngeroko alaw cuma dlm cerita ..semangat thorr
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya
secret 🌪️
ceritanya seru bikin penasaran tingkat dewa terus emosi nya dapet ga datar pas bacanya👏
Helmi Manalu
pertahankan terus istri dan anak mu Tanjung,,, jangan menyerah... lanjut thor semangat,,
Rumi Tirta
ceritanya unik
Helmi Manalu
jangan pisahkan Suri,Rana,sama Tanjung dong Thor
Kam1la
keren... bikin deg degan...
Raning Raning
bagus thor semangat upnya
Kam1la
seru....!
Helmi Manalu
sdh mulai seru nih,,,deg-degan,apa suri bakalan ninggalin Tanjung nggak ia,,, lanjut thor semangat
Kam1la
like kak...
Helmi Manalu
kira"kertas apa itu ya,,,jd penasaran... lanjut thor semangat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!