NovelToon NovelToon
Gadis Ranjang Tuan Muda

Gadis Ranjang Tuan Muda

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Pengganti / Tamat
Popularitas:242.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: patrickgansuwu

"Kamu masih segel?"

Misha mengangguk sembari menutupi tubuhnya.

"Baiklah, saya akan tuntaskan semuanya dan saya janji kamu pasti mendapatkan kepuasan!"

"Mulai hari ini dan seterusnya, kamu adalah milik saya! Milik tuan Fabian Labib Walandouw! Tidak ada siapapun yang bisa sentuh kamu, kecuali saya! Paham?!"

Lagi-lagi Misha hanya bisa mengangguk kecil.



Fabian, sosok pria berusia 27 tahun yang mungkin bisa dibilang kurang beruntung dalam urusan pernikahan, ya karena dia belum pernah mendapat sentuhan dari istrinya.

Bertahun-tahun Fabian menahan diri menghadapi sikap dingin sang istri yang lebih mementingkan karirnya dibanding hubungan rumah tangga mereka.

Akhirnya Fabian tak tahan lagi, dia pun mencari wanita yang bisa melayani dan memuaskan keinginannya di ranjang.

Disitulah Fabian menemukan Misha, sosok wanita muda dan cantik yang masih berusia 17 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar

Fabian bangkit dari posisinya, ia merasa linglung dan pusing, tak sedikitpun yang ia ingat tentang kejadian semalam bersama istrinya disana.

Lelaki itu terkejut saat mendapati Khayra tengah tertidur di sebelahnya tanpa mengenakan sehelai benangpun.

"What? Ada apa ini? Kenapa saya bisa kayak gini? Akh pusing sekali!"

Tak lama, Khayra terbangun saat merasakan gerakan dari Fabian. Wanita itu ikut duduk di samping suaminya dan menatap wajah Fabian sambil tersenyum.

"Mas, selamat pagi!" sapa Khayra.

"Hah? Khay, apa yang semalam kita lakukan? Kenapa kamu gak pake baju?" tanya Fabian.

"Loh, kamu gimana sih mas? Emangnya kamu lupa kalau semalam kamu udah tidurin aku?" jawab Khayra dengan jengkel.

"Tidurin kamu?" Fabian terkejut seolah tak percaya jika dia telah melakukan itu.

"Iyalah sayang, masa kamu udah lupa aja sih?" ujar Khayra tampak kesal.

"Sorry sorry! Aku emang gak inget apa-apa, kepala aku rasanya pusing sekali. Tapi, gimana bisa itu terjadi? Bukannya kamu selalu nolak tiap kali aku ajak bikin anak?" tanya Fabian.

"Ya kamu yang paksa aku, aku akhirnya pasrah aja karena gak bisa apa-apa. Sekarang kamu udah jebolin kamu, jadi kamu gak boleh tinggalin aku ya!" bohong Khayra.

Fabian terdiam menatap Khayra secara intens, ia masih berusaha mengingat-ingat kejadian semalam yang seakan hilang dari kepalanya.

"Berarti yang semalam saya setubuhi itu Khayra, bukan Misha? Tapi, saya kok ngerasa lagi main sama Misha ya semalam? Aaarrgghh pusing banget!" pikir Fabian.

Khayra merasa heran dengan tingkah suaminya.

"Mas, kamu kenapa sih? Kamu kok kayak gak senang gitu abis tidurin aku? Aku ini istri kamu loh mas," tegur Khayra.

"Bukan gak senang, aku masih gak percaya aja kalau kita akhirnya ngelakuin itu setelah tiga tahun," ucap Fabian.

"Ya mau gimana lagi? Namanya suami-istri pasti bakal ngelakuin itu juga," ujar Khayra.

Cup!

Tiba-tiba Khayra mendaratkan bibirnya di wajah Fabian, lelaki itu terkejut dan reflek menatap tajam ke arah Khayra.

"Ada yang salah mas?" tanya Khayra, ia tersenyum tipis memandang Fabian dengan mata indahnya.

Fabian menggeleng pelan, sungguh ia masih tak percaya jika semalam mereka sudah melakukan hubungan suami-istri.

"Kalau gak ada yang salah, kenapa kamu diem terus kayak gini mas?" tanya Khayra bingung.

"Aku lagi pusing, kamu bisa tolong pijat kepala aku gak?!" jawab Fabian lirih.

"Bisa!" Khayra mengangguk antusias, ia langsung mendekati Fabian dan mulai memijat kepala suaminya dengan lembut.

"Gimana? Enakan?" tanya Khayra.

"Ya, terus begitu! Lumayan enak juga pijatan kamu," suruh Fabian.

Khayra dengan senang hati melakukannya, ia memang sedang ingin memanjakan suaminya agar Fabian tidak bermain dengan perempuan lain di luar sana.

"Yes! Kayaknya rencana aku berhasil deh buat bikin mas Biyan nyaman sama aku. Tapi, tetap aja aku harus cari tau siapa Misha! Apa mungkin Misha itu cewek yang kemarin?" gumam Khayra dalam hati.

Misha tiba di sekolahnya dengan tukang ojek yang mengantarnya, ia tampak murung dan gelisah sebab memikirkan Fabian.

Entah mengapa tiba-tiba Misha merasa khawatir pada Fabian, dia juga heran mengapa lelaki itu tak sama sekali mengabarinya sejak kemarin.

"Pak, ini uangnya ya." Misha menyerahkan uang bayaran kepada si tukang ojek.

"Makasih neng!" ucap tukang ojek itu menampani uang dari Misha.

Misha tersenyum singkat, lalu melangkahkan kakinya memasuki area sekolah. Ia terus celingak-celinguk ke sekeliling sembari berharap Fabian akan datang untuknya.

"Ah enggak Misha! Kamu kenapa jadi berharap tuan Fabian muncul sih? Dia itu cuma anggap aku gadis ranjangnya, ngapain juga dia datang kesini buat temuin aku?" batin Misha.

Tanpa diduga, seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Misha terkejut dan menyangka orang itu adalah Fabian.

"Tuan Biyan!" Misha membalikkan tubuhnya, menatap seseorang itu. Matanya membulat seketika setelah tahu bahwa yang ada disana bukanlah Fabian.

"Hah? Tuan Biyan siapa Misha? Ini gue Elin, temen lu. Jangan-jangan lu lagi ngelamun ya, mikir kalau lu punya pacar mafia kayak di novel-novel, terus lu panggil dia tuan, ya kan?!" tebak Elin.

"Apa sih?! Aku gak kayak gitu kok, aku tadi cuma salah kira aja," elak Misha.

"Terus, tuan Biyan itu siapa lu? Pacar??" tanya Elin.

"Eee..."

"Iya, saya memang pacarnya." kedua gadis itu amat kaget melihat seorang pria tiba-tiba berdiri di dekat mereka.

Terutama Misha, wanita itu bahkan sampai melongok lebar menatap lelaki di dekatnya itu.

"Saya yang dipanggil Misha dengan sebutan tuan Fabian, dia pasti tadi nyariin saya dan ngira kalau kamu itu saya." jantung Misha makin berdetak tak karuan mendengar ucapan Fabian.

"Ohh, tapi bukannya kemarin lu bilang kalau cowok ini sepupu lu ya? Kok sekarang malah jadi pacar lu sih? Gue heran deh," tanya Elin.

"Gak perlu heran, saya emang sepupunya Misha. Tapi, gak ada salahnya kan kalau kita pacaran seperti di novel-novel?" jawab Fabian.

"Eh eee iya juga ya.." Elin yang bingung kini perlahan mengerti ucapan Fabian barusan.

"Yaudah, saya boleh minta waktunya sebentar untuk bicara dengan Misha berdua?" tanya Fabian.

"Oh, iya iya boleh. Gue ke kelas duluan ya Misha? Selamat pacaran!" ujar Elin.

"Ih apa sih kamu?!" Misha merasa malu dan tak bisa menyembunyikan wajahnya yang sudah merona itu.

Elin pun pergi meninggalkan Misha bersama Fabian disana, sontak Fabian langsung mendekati Misha dan memegang dua tangan wanita itu.

"Ikut saya dulu yuk!" ajak Fabian. Misha mengangguk setuju dan mereka pun pergi menuju taman dekat sekolah.

Fabian mendudukkan Misha pada kursi taman yang sepi itu, kedua tangan mereka masih saling bertaut dengan mata memandang satu sama lain.

Misha menatap heran wajah Fabian, ia menangkap bahwa pria itu sedang memiliki masalah.

"Tuan, ada apa? Kelihatannya tuan lagi punya masalah, cerita aja sama aku kalau tuan mau!" ucap Misha.

"Ya, kamu benar. Saya emang punya masalah, dan ini menyangkut kamu." Fabian menjawab dengan pelan sembari mengusap wajah Misha.

"Aku? Kok bisa?" tanya Misha terkejut.

"Iya Misha, saya punya masalah yang menurut saya aneh sekali. Saya gak bisa lepasin kamu dari pikiran saya, semalaman itu saya selalu mikirin kamu. Tapi, saya gak bisa temuin kamu karena saya lagi sibuk banget," jelas Fabian disertai senyum lebarnya.

Misha menggeleng pelan, ia mengulum senyum mendengar gombalan lelaki itu.

"Duh, senyum kamu manis banget deh! Saya benar-benar gak bisa lupain kamu kalo kayak gini, wajah kamu selalu menghantui pikiran saya," ucap Fabian.

"Udah ya tuan, aku gak kuat digombalin terus! Lagian aku takut telat nih, udah mau jam tujuh juga." Misha berusaha pergi dari hadapan Fabian saat ini juga, ia tak mau semakin larut dalam rayuan gombal lelaki itu.

"Oh gitu ya? Yaudah deh, kamu boleh pergi sekarang. Tapi, nanti siang saya jemput kamu lagi disini. Kamu harus lakuin tugas kamu!" ujar Fabian.

Misha mengangguk setuju, "Iya tuan." wanita itu langsung bangkit dari duduknya, diikuti Fabian yang masih menggenggam tangannya.

"Saya gak mungkin cerita sama Misha sekarang kalau saya udah punya istri, bisa-bisa Misha malah menghindar dan saya jadi jauh dari anak ini. Jujur aja, saya gak bisa kalau harus pisah dari Misha! Sepertinya saya memang sudah tergila-gila dengan dia," gumam Fabian dalam hati.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
Ismi Nia
bagus
pat_pat: makasihh
total 1 replies
Ira Wati
ga jelas
Ira Wati
ga jelas banget si
Ira Wati
nurut saya si ini cerita nya terlalu dipaksa
Ira Wati
entahlah pusing mau komen apa masa dua2nya hamil👣👣👣👣👣👣👣👣👣👣
pat_pat: gpp kn bs dimadu
total 1 replies
Ira Wati
masa dua2 nya ditidurin
males ah
pat_pat: biar enak dua2nya
total 1 replies
LOVE YOURSELF
y
LOVE YOURSELF
oh
LOVE YOURSELF
yes
Indiani
coba dikasi detail cara up upx thor🤭🤭
pat_pat: mksdnya?🤔
total 1 replies
Indiani
mampir thor kykx seruuu...
pat_pat: makasih
total 1 replies
LOVE YOURSELF
arghhhh tegang bgttt
LOVE YOURSELF: ceritanya seru ples bikin deg deg an
total 2 replies
Netti Setiani
lanjut
pat_pat: dah abis mak
total 1 replies
Anis Hasan
ouch jadi gitu endingnya .kirain digantung udah tamat ya
pat_pat: iya dong
total 1 replies
LOVE YOURSELF
hiiiii
pat_pat: hi jg
total 1 replies
LOVE YOURSELF
hahaha
LOVE YOURSELF
bagus banget deh pokok
pat_pat: makasih
total 1 replies
Rusly Ita rosmawati
makasih othor.. udh gak nge gantungun cerita ini. hehehe semngt terus dalam berkarya
pat_pat: sip makasih jg kak atas dukungannya
total 1 replies
Rusly Ita rosmawati
lah langsg habis thor.. ceritanya gantung...?? misha kemana? trz kn labib belum sempet d akui anak.. mahen kmna juga ..
Rusly Ita rosmawati: oh ok lh.. semangat thor..
total 2 replies
wulan dari
aih smpe sgtu amat Thor tamatnya pdhl cuma sptong bcaanny dh langsung tamat gimana ceritanya tuh Thor. aku g fham. lalu dmna misha
pat_pat: hayo Misha kmn, tebak² aja hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!