Ziel Alexander, pewaris satu-satunya Keluarga Alexander, terpaksa menikah dengan seorang wanita akibat perjodohan yang disiapkan oleh sang kakek, Romano Alexander.
Athena Beatrice Greene, wanita cantik yang dijodohkan dengan Ziel. Ia menerima perjodohan itu untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Pertemuan pertama antara Ziel dan Athena, membuat Athena tak ragu menerima perjodohan itu juga. Namun, ia tak menyangka sikap dan sifat Ziel langsung berubah setelah pernikahan mereka.
Penderitaan bertubi-tubi mulai dirasakan oleh Athena. Namun rasa yang telah timbul membuat ia menerima semuanya. Hingga suatu ketika ia menemukan dan mengetahui sesuatu yang membuatnya jatuh dan sakit tak terkira.
Ia pun bertekad untuk membuat Ziel menyesal dan merasakan sakit seperti yang ia rasakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#8
Brakkk
Ziel membuka pintu kamar tidur Athena dengan kasar. Ia mengetahui bahwa istrinya itu telah pulang setelah bepergian ntah ke mana.
“Dari mana kamu?!”
“Berjalan-jalan,” jawab Athena singkat.
Ziel menggenggam pergelangan tangan Athena dan sedikit mengangkatnya, “kamu sudah berani melawanku?”
“Aku tidak melawanmu. Tapi bukankah kamu punya kekasih yang harus kamu perhatikan? Pergilah, aku ikhlas jika kamu ingin bersamanya,” kata Athena.
Bruggg
Ziel kembali menghempaskan Athena ke atas tenpat tidur. Athena sudah tahu apa yang akan suaminya itu lakukan pada dirinya. Namun, ia hanya diam saja. Ia tak peduli lagi karena hampir setiap hari ia merasakan kesakitan seperti ini.
Ziel mengungkung tubuh Athena, kemudian memberikan lummatan pada bibir wanita yang adalah sah istrinya. Ia juga meremas kedua aset kembar Athena yang masih terbungkus pakaian itu.
Tak ada suara dessahan atau errangan dari Athena karena ia berusaha keras menahan itu semua. Rasa sakit, hanya itu yang ada di dalam pikirannya.
Srettt
Ketika seluruh pakaiannya sudah terbuka dan dilempar begitu saja oleh Ziel, kini ia hanya tinggal menunggu saat Ziel memasukkan juniornya itu ke dalam gua miliknya.
“Aku tak mengijinkanmu keluar dari rumah ini, mengerti?!” Kata Ziel, bersamaan dengan hentakan pertama yang langsung membuat Athena meringis.
Athena mengakui bahwa suaminya ini sangat kuat dalam urusan ranjang. Ia bahkan bisa melakukannya pada 2 orang wanita dalam 1 hari. Ziel terus menghentakan tubuhnya, sambil meremas kedua aset kembar Athena yang begitu pas dalam genggamannya.
Ziel menghabiskan sore hingga malamnya di dalam kamar tidur milik Athena. Ia tak pernah lagi memberikan Athena minum penunda kehamilan karena yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah amarah karena Athena yang bersikap acuh padanya.
Ia tertidur di samping Athena setelah pergulatan panas yang ia lakukan. Tak hanya sekali, tapi Ziel membangunkannya berkali-kali dan mengulangi lagi penyatuan mereka.
**
“Siapkan aku sarapan,” kata Sylvie saat melihat Athena berada di dapur. Ia sedang menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri.
“Siapkan saja sendiri, memangnya aku pelayanmu,” kata Athena kemudian meletakkan piringnya dan mulai makan.
“Bukankah kamu istrinya Ziel? Seharusnya kamu tahu apa tugasmu!”
“Ya, aku memang istrinya, tapi aku bukan pelayanmu. Lagipula kamu sudah tahu Ziel memiliki istri, masih saja tidak tahu malu berhubungan dengan suami orang.”
“Sialannn! Apa maksud kamu?!” teriak Sylvie.
“Apa maksudku seharusnya kamu tahu, kecuali kamu bodoh dan tidak tahu malu.”
Plakkk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Athena, membuat pipinya yang putih kini memerah. Athena pun langsung berdiri dan menatap ke arah Sylvie.
Plakkk plakkk
Sebuah tamparan balasan ia layangkan ke wajah Sylvie. Tak hanya sekali, tapi dua kali, karena ia tak ingin dianggap remeh.
“Jangan mengira bahwa aku tak berani padamu. Setiap pukulan yang kamu berikan, maka akan kubalas dua kali lipat!” kata Athena dengan geram.
“Si-sialannn!!” Sylvie sudah mengangkat tangannya lagi ke udara. Namun, ada genggaman di pergelangan tangannya yang menahan.
“Ziel, lepaskan! Aku harus membalas wanita jallang ini!” teriak Sylvie.
“Jallang? Menurutmu siapa yang jallang di sini, aku atau kamu?” tanya Athena memandang Sylvie dengan senyum mengejek.
“Anna sudah!!” teriak Ziel pada akhirnya.
“Urus kekasihmu itu dengan benar. Merepotkan saja!” Athena mengambil piring sarapannya dan membawanya ke kamar tidurnya. Ia ingin menikmati makan paginya tanpa gangguan dari siapapun. Ia memerlukan tenaga untuk menjalankan semua rencananya.
**
Hari ini adalah tepat 1 tahun pernikahan mereka, tapi sikap Ziel padanya tak pernah berubah. Athena yang telah memutuskan semuanya itu pun telah bersiap.
Kedua orang tuanya dan juga Grandpa Roman mengajak mereka untuk makan malam bersama. Tentu saja Ziel dan Athena menerima ajakan itu karena Ziel selalu ingin memperlihatkan keharmonisan rumah tangganya pada Grandpa Roman.
“Halo, sayang,” Mom Julia memeluk putrinya, begitu pula dengan Dad Charles.
“Halo, Mom,” balas Athena.
Makan malam kali itu diisi dengan perbincangan seputar bisnis dan perusahaan. Athena sangat mengerti arah pembicaraan kedua orang tuanya yang menginginkan tambahan investasi pada perusahaan mereka.
Apa mereka akan kembali meminta uang? Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Ziel. Mereka memang menggunakanku sebagai alat untuk kesuksesan perusahaan. Mereka seakan menjualku dengan cicilan. - batin Athena yang merasa hatinya semakin sesak.
Namun, Athena yang telah menyusun rencananya pun diam selama acara makan malam tersebut. Setelah mereka selesai, kedua orang tuanya mulai berbicara.
“Bagaimana, sayang? Apa sudah ada tanda-tanda?” tanya Mom Julia.
“Tanda-tanda? Tanda-tanda apa?” tanya Athena yang pura-pura bodoh.
Grandpa Roman tertawa, lalu ia menepuk bahu Ziel sembari berbisik, “katakan pada Grandpa, apa kalian sudah merencanakannya?”
“Sebaiknya bicarakan itu di tempat lain, Grandpa,” balas Ziel.
“Tanda-tanda kehamilan, sayang. Apa kamu sudah telat mendapatkan tamu bulanan? Atau mungkin pusing, mual, atau muntah?” tanya Mom Julia.
“Katakan saja, sayang. Kalau kamu hamil, hubungan kekeluargaan kita akan semakin dekat. Bukan begitu Tuan Roman?” Kata Dad Charles.
Ya, kalian menginginkan hubungan keluarga itu, tapi aku tidak. Meskipun aku menginginkan sebuah pernikahan sekali seumur hidup, tapi tidak jika hanya membuatku tersiksa seperti ini. - batin Athena.
Ziel meraih tangan Athena dan menggenggamnya, memperlihatkan pada keluarganya bahwa hubungan mereka sangat baik.
“Kalian tenang saja, aku pastikan dalam waktu dekat akan membawakan kalian kabar bahagia dari kami,” kata Ziel dengan tersenyum dan menggenggam erat.
Namun, tiba-tiba saja Athena melepaskan genggaman tangan Ziel.
“Anna!” Kata Ziel dengan setengah berbisik.
“Tuan Romano yang terhormat, juga Tuan Charles dan Nyonya Julia. Kehadiran saya di tempat ini adalah untuk menjelaskan sesuatu,” kata Athena.
“Anna! Hentikan,” kata Ziel.
“Aku tak akan berhenti sebelum aku menyelesaikan semuanya,” kata Athena.
Athena mengeluarkan selembar kertas dari dalam tas miliknya, kemudian meletakkannya di hadapan Grandpa Roman dan kedua orang tuanya.
“Apa ini?” tanya Grandpa Roman.
“Aku tak akan bisa mengandung anak dari Ziel. Aku mengalami gangguan pada kandunganku,” jelas Athena.
“Apa maksud kamu, sayang?! Jangan bicara yang tidak-tidak,” kata Mom Julia.
“Aku bicara kebenaran, Mom. Dan untuk anda Tuan Romano, maafkan saya karena mungkin tak akan bisa memberikan penerus untuk keluarga Alexander. Oleh karena itu, dengan inisiatif pribadi saya, saya mengijinkan Ziel untuk menikah lagi.
“Anna!” teriak Ziel untuk kesekian kalinya.
“Kamu pasti bahagia kan Ziel? Bukankah kamu berjanji pada Grandpa Roman bahwa kamu akan menceraikanku jika tak bisa memberi Keluarga Alexander keturunan?” Sebuah senyuman terukir di wajah Athena sambil menatap suaminya itu.
Athena memberikan sebuah map yang sesaru tadi sudah ingin ia keluarkan, “Dengan ini, maka hubunganku dengan Ziel telah selesai. Aku dan Ziel telah resmi bercerai.”
“Anna!” teriakan Ziel memenuhi ruang VIP restoran mewah tersebut.
🌹🌹🌹
👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️😍😍😍😍