NovelToon NovelToon
LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Duniamasadepan / Fantasi Timur / Persahabatan / Mata Batin
Popularitas:501.7k
Nilai: 5
Nama Author: M.Nawawi

Peradaban baru mulai tumbuh, setelah dunia mengalami kehancuran.

Alam murka atas Angkara murka dan ketidak Adilan merajalela.

Yang tersisa hanya dongeng legenda legenda manusia kuat dan luhur Budi.

Satu kelompok menyakini legenda itu nyata, dan ingin membuktikan ke seluruh dunia bahwa legenda ada dan akan terlahir kembali

Berawal dari lahirnya bayi memiliki tubuh istimewa empat lintang kelima pancer harapan itu terlihat nyata.

Dunia saat itu penuh Angkara murka dan ketidak Adilan merajalela seorang pendekar muda sekaligus seorang raja penerus leluhurnya, dengan tekad yang kuat dan keteguhan hati menanggung beban bisa merasakan setiap orang yang teraniaya dan tertindas.

Shun land bersama Sang Legenda Rajawali api mengucapkan ikrar bersumpah sebagai pendekar dan raja sejati.

"Dengan seluruh jiwa dan raga aku akan tegakan keadilan, membela yang lemah memerangi Angkara murka

Aku yakin bisa memenuhi ikrar sumpah ku, karna aku LEGENDA RAJAWALI API".

SALAM NUSANTARA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Nawawi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8.Berlatih di dalam gua

Boma mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalan menemani Shun land, uang tabungan dia bawa semua karna dia pikir di sana akan ada barang barang bagus.

wajahnya sumringah tak sabar hari esok ingin segera datang

''Aku akan membeli perhiasan kalung dari bahan kerang yang cantik untuk mu kekasih belahan jiwaku'' Boma berencana membelikan barang cantik dari luar daerah untuk sang pujaan hati dan mengungkapkan isi hatinya

Bisa di banyangkan betapa dongkol hati Boma setelah tahu tujuan sebenarnya dalam menemani Shun land.

beberapa waktu yang lalu

Panglima Shu khal menemui Boma atas titah sang Ratu memerintahkan Boma untuk menemani Shun Land pergi ke luar istana

''Boma sang Ratu menugaskan kamu untuk menemani sahabat mu Shun Land besok pagi'' panglima Shu khal menyampaikan perintah Sang Ratu SHI

''Baik tuan panglima, tapi kira-kira kemana tujuan perjalanan pangeran tuan panglima''

jawab Boma

''mungkin hanya jalan-jalan menuju kota pelabuhan'' Jawab sang panglima tidak memberi tahu tujuan sebenarnya takut di ketahui orang-orang yang tidak suka akan istana

itulah sebabnya Boma begitu gembira menerima titah sang Ratu dan begitu bersemangat menunggu hari esok

keesokan harinya di belakang pintu istana bagian belakang perdana menteri Jhasun, Bunda Ratu SHI panglima Shu khal melepas kepergian Shun land hanya Boma belum terlihat.

Yang di tunggu sedang duduk depan pintu, di pintu bagian depan istana sejak pagi buta

"mengapa masih sepi tidak ada kereta atau pengawal yang akan mengantar pangeran apa aku datang terlambat'' batin Boma kebingungan

karna menurut pemikiran Boma bila pangeran akan berjalan-jalan jauh akan mengunakan kereta dan beberapa pengawal, pastinya sang Ratu dan perdana menteri tidak akan menempatkan puteranya dalam bahaya

tak begitu lama seorang pengawal datang menghampiri dan berkata

''nak Boma di tunggu di pintu belakang istana oleh Bunda Ratu''

tak berapa lama berjalan akhirnya Boma melihat empat orang sedang melihatnya senyum senyum setelah dekat Boma menghaturkan sembah hormat ke semua yang hadir di sana.

''Bunda Ratu, ayahanda dan paman panglima Ananda pamit'' Shun land berpamitan

setelah berpamitan Shun land berjalan menuju gerbang belakang istana di ikuti Boma setelah sebelumnya menghaturkan hormat.

sambil berjalan mata Boma melirik ke panglima Shu khal penuh curiga dan tanda tanya

sang panglima Shu khal hanya tersenyum dan menganggukkan kepala dalam hati panglima tertawa terbahak bahak melihat Boma dalam berpakaian dan wajah penuh kebingungan,

memang Boma berpakaian seperti akan menghadiri pesta

setelah di luar gerbang Shun Land tertawa terbahak bahak

Boma berjalan cepat mendahului Shun land dan berbalik sambil berkacak pinggang dengan sorot mata penuh kecurigaan.

''terangkan padaku akan kemana tujuan kita aku curiga kau bersekongkol dengan panglima mengerjai ku'' Boma berkata mengintrogasi dan mencurigai Shun land membantu musuh bebuyutannya

memang panglima Shu khal dan Boma bagai kucing dan tikus walau sebatas candaan

Shun Land berhenti mengerlingkan matanya dan tak henti tertawa Shun land tau bahwa Boma telah di kerjain pamannya

''jangan tertawa jawab atau aku akan lapor ke ibu'' Boma mengancam

Shun Land termenung sejenak, Shun land sangat takut ibu Boma marah walau secara status hanya pelayan tapi bagi Shun Land dia ibu keduanya setelah sang Bunda Ratu yang sangat di hormatinya

''tunggu tunggu dulu aku ceritakan dengan jelas......

kemudian Shun land menceritakan tujuannya dan menceritakan semua kejadian dulu sampai tidak pulang hampir lima bulan.

Shun land pun menceritakan pula alasannya dia ingin mempunyai ilmu Kanuragan tinggi, karena dia mempunyai keyakinan bahwa kakak dan adiknya masih hidup.

apabila ilmu olah Kanuragannya sudah sedikit tinggi dia berencana akan pergi menjelajahi daratan khal besar bahkan sampai menyebrangi lautan untuk mencari sang kakak dan adik tercintanya.

semangat dan tekad Shun Land terlihat dari sorot mata dan kata katanya

mendengar itu semua Boma matanya berkaca-kaca sangat terbaru betapa semangat tinggi dan tekad Shun land untuk mencari kakak dan adiknya sebegitu kuat.

Boma memeluk Shun Land penuh haru

''kemana pun tujuan mu bagai mana pun bahaya yang menghadang sahabat dan saudara mu ini akan selalu menemanimu dan mendukungmu sampai cita-cita mu tercapai walau nyawa ini taruhannya''

Shun Land tidak meragukan kesetiaan sahabat dan saudara angkatnya ini maka dari itu dia ceritakan semua tidak ada yang di tutup tutupi.

Dulu pernah ada suatu kejadian ketika itu Shun land berurusan dengan sepupunya Khal Shugal hingga pertarungan tidak bisa di hindari Kala itu Shun land kalah di sebabkan kekuatan fisik Khal Shugal lebih besar karna berbeda usia dua tahun.

Kala itu Badan Boma jadi tameng untuk melindungi Shun Land dari amukan Khal Shugal sampai Boma babak belur hingga tak sadarkan diri.

walau pun Boma mempunyai tabiat semaunya dan tak tau aturan tapi untuk kesetiaan Boma berani mati untuk membelanya.

status antara anak Junjunan dan anak pelayan tidak menghalangi rasa persaudaraan dan kesetiaan mereka berdua.

mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju hutan

Dalam perjalanan tidak henti-hentinya Boma mengomel mengeluarkan kemarahan pada panglima Shu khal yang telah mengerjai dirinya habis habisan.

Shun Land tak menanggapi hanya senyum senyum saja karena bila mereka bertemu sang paman bisa saja menjinakkan dan menggambil hati Boma, mereka mudah akur dan mudah bertengkar

setelah sampai di pinggiran hutan Shun land berhenti sejenak lalu mengunakan kekuatan batinnya memanggil Lodaya sang harimau besar

Tak begitu lama dedaunan dan ranting kecil bergoyang tiba-tiba meloncat Lodaya sang harimau besar ke depan mereka berdua

sang harimau besar menggeram dan menatap Boma penuh selidik berjalan mengitarinya

tentu saja Boma ketakutan setengah mati, tetapi Shun Land diam saja, sang harimau besar mendekati lalu mendengus-denguskan hidung nya ke badan Boma

Boma mematung terkesima dengan wajah pucat pasi mulutnya menganga tapi tidak keluar suara nafasnya tertahan, matanya melirik ke arah Shun land mengisyaratkan minta tolong

Shun land tertawa terpingkal-pingkal melihat ada rembesan air keluar di Sengkang Boma merubah warna celana sampai ke bawah

setelah mengendus endus badan Boma Lodaya sang harimau besar menghampiri shun Land.

akhirnya Boma bisa bernapas agak lega

tinggi Lodaya sang harimau besar sebatas dada orang dewasa kepalanya di gesek-gesekan di perut Shun Land, telapak tangannya Shun land mengelus-elus kepala Lodaya sang harimau besar dengan lembut

melihat kejadian itu Boma kaget luar biasa ternyata harimau besar itu begitu jinak di hadapan Shun Land.

Shun Land menunjuk Ke boma lalu berkata

''Dia Boma sahabat dan saudara ku''

Lodaya menatap Boma dan menganggukkan kepalanya mengerti maksud ucapan tuannya

mereka pun melanjutkan perjalanan masuk ke dalam hutan, Lodaya sang harimau besar berjalan di depan

Lodaya sang harimau besar tidak mau tuannya mendapatkan bahaya dari hewan buas lainnya

setelah mereka semakin dalam memasuki hutan, mereka banyak menjumpai banyak hewan buas mau menghadang tapi melihat Lodaya sang harimau besar semuanya lari tunggang langgang

ketika semakin dekat ke tepian danau seekor ular dengan sisik kehijauan sebesar badan orang dewasa menghalangi jalan kepala dan ekornya tidak terlihat yang nampak hanya perutnya menghalangi jalan

mental Boma sangat shock karena selama perjalanan menjumpai berbagai hewan buas dengan ukuran sangat besar sebelumnya menjumpai sekelompok serigala hutan yang ganas dan sekarang seekor ular besar untungnya mereka memiliki Lodaya sang harimau besar selalu melindungi.

Lodaya sang harimau besar menerjang dengan cakarnya merobek perut ular tersebut Sabil mengaum keras.

tak ayal lagi luka besar menganga di perut ular hijau besar itu, merasa hidupnya terancam ia segera menghindar cepat yang ia bisa.

tak berselang lama Akhirnya sampai juga di tepian telaga dekat tebing tinggi permukaan tebing di penuhi pohon-pohon besar menutupi mulut gua dengan rapat.

Shun Land tidak langsung masuk ke dalam Gua, tapi berjalan ke tepian telaga yang landai Boma dan Lodaya mengikutinya di belang

Shun Land menatap ke seberang dengan sorot mata penasaran tapi yang di harapkan tidak terlihat di sana, setelah tidak melihat gadis cantik yang selalu mengganggu pikirannya selama ini, Shun Land menarik nafas dalam-dalam, terlihat di wajahnya rasa kecewa, lalu ia berjongkok untuk minum menghilangkan rasa hausnya.

Boma membuka perbekalan dia tidak sabar untuk makan karena seharian perutnya tak di isi hanya buah buahan saja yang masuk itu pun tak banyak.

sedangkan Lodaya setelah memeriksa danau dia duduk di bawah pohon besar h

''shun Land cepatlah aku sudah tak tahan cacing di perut ku sudah mengamuk''

walaupun sudah seperti saudara sekandung tapi Boma tidak berani mendahului makan dia tetap mengedepankan adab dan tatakrama terhadap anak majikannya

(ini adalah ciri khas peradaban Dataran luas Sunda land menjunjung tinggi Adab dan tatakrama, tutur sapa yang santun, sekali pun berhadapan dengan musuh tetap tidak keluar bahasa kasar yang berlebihan, ini warisan yang tidak berbentuk tapi tetap lestari sampai sekarang)

🙏🙏🙏🙏🙏🙏

lain waktu dan kesempatan kita sambung kembali jangan lupa jaga kesehatan. terima kasih yang telah Sudi meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini yang jauh dari kata bagus bay bay ........

1
Ati Cikal
👍👍👍
M.Nawawi: eeh baca juga
total 1 replies
Ahmed HeninK
mantap, cerita ini mengingatkanku pd novel pedang naga api yg mengupas banyak tempat bersejarah di nusantara.
Durahman Rag
Luar biasa
Iron Mustapa
😉
M.Nawawi: naon seri?
total 1 replies
Kang Umar
ternyata ada drama Korea juga
asta guna
baru nyimak.. kita lihat alurnya. semoga seseru sang musyafir jaya Mantingan
Dhëmït_Glosoran_Nikmati_Senja
Tambah istri lagi gak nih
M.Nawawi: Entahlah 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Darni Anriani
harusnya indo bukan Ambo kalau perempuan bugis
Wak Jon
❓️❓️❓️❓️❓️❓️❓️❓️❓️
Wak Jon
🆗️🆗️🆗️🆗️🆗️🆗️🆗️🆗️
Ali Anto
waw mantap sejarahx
Ali Anto
sipppp
M.Nawawi
siap kang
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Semangatz 🙋 🙋 🙋
Sibungas
Tetap semngat thor.. segala sesuatu yg kita mulai dgn niat yg tulus harus kita tuntaskan apapun rintangan dan halangan
Narraherry
Masih bingung baca ceritanya.. 🤔
glanter
burung empritttt.... enak dibikin burung penyek ....
Ridho Deskarido
top
Sak. Lim
nyari mati dasar idioooooot
Anton s
lanjuut thor
M.Nawawi: siap komandan 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!