MENGANDUNG UNSUR DEWASA HARAP BIJAK DALAM MEMBACA....
Icha Pratichia Dirga putri seorang pengusaha kaya raya, kehidupannya yang diatur sejak kecil hingga sekarang ini membuatnya jenuh dan berniat mencari kebebasan diluar.
Tapi sayangnya dalam perjalanan terjadi insiden yang membuatnya mau tidak mau harus menikah dengan seorang pria.
Icha yang polos dan tidak tahu apa apa harus belajar ini itu setelah berstatus istri sah sang pria.
Bagaimana kisah cinta Icha setelah menikah dibaca yuk novelnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MASAK SENDIRI
ChaCha begitu kesal terhadap suaminya, wajahnya ditekuk duduk disampingnya, bagaimana tidak begitu kesal karena didepannya hanya ada piring kosong, tidak disisakan untuknya sedikitpun makanan diatas meja semua ludes dilahap oleh suaminya yang duduk tenang tanpa dosa.
"peraturan disini jika ingin makan silakan masak dulu, baru makan!!" kata Sera penuh penekanan diakhir kalimat lalu bangkit dari duduknya dan berjalan.
"aku berangkat kerja dulu hati-hati dirumah jika ada tamu tak dikenal lebih baik jangan bukakan pintu" katanya lagi sebelum menghilang dibalik pintu. Seperti seorang ibu yang berpesan terhadap anaknya saat hendak kerja atau berpergian.
"kenapa dia begitu menyebalkan, tak punya hati nurani sebagai manusia, manalagi perutku laper banget hu hu" ChaCha berkata sambil mengusap perutnya yang rata.
Ting...
Hp disaku celana berbunyi tanda ada pesan yang masuk, segera dia mengambil dan melihat siapa yang kirim pesan kehpnya, tapi begitu tahu itu pesan dari siapa ChaCha meremas hpnya begitu gemes, kesal, dan marah karena berbunyi.
"JIKA TIDAK BISA MASAK SURUH AJARI SAMA MBAH GOOGLE SAJA!!"
"Sera...." teriaknya lantang saking kesalnya terhadap suami sendiri.
Sera yang sedang duduk didalam mobil cuma tersenyum geli, tak sadar jika dari tadi ada yang memperhatikan dirinya dari kaca spion melihatnya senyum senyum sendiri sambil melihat hp.
Sebelum keapartemen Sera menyuruh seseorang untuk memasangkan cctv diapartemen suaranya juga tidak dibisukan, makanya dia senyum sendiri saat mendengar istrinya teriak dengan lantang memanggil namanya karena kesal.
"mm yang lagi kasmaran seyum senyum sendiri" sahut Aji melihat temannya itu dari kaca spion diatasnya.
"kalo begitu cepatlah menikah agar tahu rasanya punya istri" ucap Sera terkekeh.
"tuhan masih menginginkan aku sendiri dulu" Aji membalas tanpa melihat kaca spion diatasnya.
"bukan tuhan yang menginginkanmu sendiri, tapi kamu yang masih belum mau, ngeles saja kalo disuruh nikah" Aji cuma tersenyum mendengar perkataan bosnya dibelakang.
"siang nanti kita ada rapat diluar kantor" kata Aji mengingatkan.
"ya" jawab Sera singkat.
Diapartemen ChaCha bingung sendiri, dia yang tidak bisa masak harus berkutat didapur, beberapa kali memasak tak ada yang bisa dimakan hingga membuatnya marah sendiri.
Dia menghentakkan kakinya kasar meninggalkan dapur kearah kamar, dilempar badannya keatas kasur dan diraihnya dengan kasar guling didekatnya dia peluk guling itu hingga membentuk pipih.
ChaCha tak peduli lagi dia tertidur pulas dengan perut yang masih lapar karena kesal dengan hati dan pikiran, membiarkan dapur yang masih berantakan.
"selamat berkerja sama pak Reza" ucap Sera menjabat rekan bisnisnya.
"apa anda mau makan bersama pak Sera" tanya pak Reza.
"maaf saya tidak bisa mungkin lain waktu, saya harus pergi sekarang" jawab Sera hendak berjalan keluar.
"oh gak papa silakan pak Sera" kata pak Reza.
Sera hanya membalas dengan senyuman dan segera meninggalkan restoran, dia ingin segera pulang melihat keadaan istrinya, walau terkesan cuek sebenarnya sangat memperhatikan istrinya, dia yakin jika istrinya belum makan apapun saat ini.
"Ji kamu naik taksi ya" kata Sera sambil membuka pintu mobil.
"ya" Aji memperhatikan wajah bosnya yang terlihat mengkhawatirkan sesuatu entah apa itu.
Sesampainya diapartemen Sera membuka pintu buru-buru, dia menelisik keberadaan istrinya disetiap sudut, tak ada bayangan seorang pun disana cuma terlihat dapur berantakan dengan beberapa masakan aneh, jangankan mencicipi melihat saja bikin merinding.
Terakhir kamar ChaCha yang belum dilihat, Sera menghela nafas kasar hendak membuka pintu itu, jika istrinya ada didalam semoga dia baik-baik saja.
Cklek...
Pintu terbuka lebar-lebar Sera menarik nafas lega karena apa yang dikawatirkan ternyata tidur dengan lelap diperaduan, Sera menggerakkan tangannya hendak membangunkan istrinya, niat hati ingin mengajak istrinya makan diluar tapi rasanya tidak jadi lantaran Sera hal lucu baginya ChaCha nginggau.
Tiba-tiba ChaCha berdiri sambil memeluk guling begitu erat dengan nada kalem manjanya dia memaki suaminya. "dasar brengsek, menyebalkan, tidak punya hati nurani kamu harus dibeginikan, begini lalu begini" ucapnya sambil memninju atau mencubit gulingnya seolah itu adalah Sera lalu tidur lagi.
Sementara Sera masih melongo ditempatnya melihat kelakuan ChaCha yang ternyata menginggau saat tidur, dia menarik sudut bibirnya keatas digerakkan tangannya kearah badan ChaCha hendak membangunkannya tapi dengan cepat tangan Sera malah ditarik dan dipeluknya erat-erat.
Sera mau tak mau harus berbaring disisi ChaCha karena dia tidak bisa bergera bebas.
"cantik, sangat cantik" batin ChaCha memperhatikan istrinya yang memang sudah cantik dari sananya apalagi kulit putihnya yang sudah putih sejak lahir itu.
Pandangan Sera teralih kebibir tipis ChaCha berwarna cery, membuat sesuatu yang tertidur bangun dengan sendirinya. Dia manusia jika ada sesuatu yang menggoda dirinya pastinya hal yang tak diinginkan akan muncul.
"gawat" Sera berusaha menarik tangannya tapi sayangnya pelukan ChaCha terlalu kuat membuatnya kesusahan.
"aku tidak bisa membencinya karena aku MENYUKAINYA" ucapan kata suka yang keluar dari mulut ChaCha seketika membuat Sera dia dan melihat istrinya begitu intens.
*****
apa benar sera hanya karyawan perusahaan punya temennya kalo iya knp berbohong menjadi orang kaya,di nantikan penjelasannya ka autor