Mohon dukungannya untuk karya ku ini!
Di like asal jangan Boomlike!
Berharap pada pernikahan dengan Derald seorang aktor muda yang terkenal atas dukungan moril darinya, membuat Aline di butakan cinta oleh pria tersebut.
Derald hanya memanfaatkan kebaikan Aline. Tak ada cinta tulus dari Derald untuk gadis berkacamata dengan jerawat di wajahnya itu.
Hatinya sudah di butakan oleh cinta. Aline tak bisa membedakan mana itu cinta sejati dan cinta palsu hingga perselingkuhan Derald dengan Chyntia yang sama-sama bekerja di dunia entertainment itu sudah menyadarkan Aline. Tersimpan rasa ingin mengalahkan mereka berdua.
Kehadiran pria berpenampilan preman bermata elang itu membawa perubahan untuk Aline. Gadis itu bermetamorfosa menjadi seorang artis yang cantik dan bisa mengalahkan ketenaran kedua orang yang menghina dirinya.
Kedekatan Aline dan Galen menumbuhkan perasaan di antara mereka.
Bagaimana kisah Aline selanjutnya?
Simak yuk kelanjutannya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayya_zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Model pengganti
Ternyata benar, menurut sebagian orang pernah berkata, tersenyumlah meski orang yang kita berikan sapaan ramah tak pernah menganggap kita, perlahan mereka akan luluh dengan sikap baik yang kita berikan.
Hari ini terbukti oleh Aline. Keberanian menyapa dan berbicara manis kepada orang yang selalu meremehkannya. Ternyata berbalik manis kepadanya.
Baru melewati satu hari, ia beranikan diri untuk berjalan tegap dan ramah terhadap karyawan di kantornya. Awalnya mereka merasa aneh akan sikap Aline yang berubah tiba-tiba.
Wanita yang selalu menunduk tak berani menatap orang yang ada di hadapannya kini mampu berjalan tegap dengan ramah dan berani menyapa lebih dulu kepada mereka.
Banyak yang memuji kecantikan Aline yang tersembunyi selama ini, di balik wajah berjerawat nya dulu. Lesung pipi di pipi kanan dan kiri memiliki keistimewaan sendiri untuknya.
Bayangin ini si Aline tapi gaya rambutnya di Cepol pakai kacamata besar. tapi senyumnya manis seperti ini ya 😊😊 berimajinasi lah.
"Eh, ternyata si gadis bermata empat itu manis juga ya, kalau lagi senyum?" bisik karyawan pria bernama Arman saat melihat Aline tersenyum kepada office boy di depan ruangan Kepala Divisi.
"Iya, semenjak wajahnya bersih dari jerawat, dia lebih percaya diri, buat senyum. Cantik juga ya, dia!" ucap Didi seraya memperhatikan Aline dari jauh.
Arman dan Didi berjalan menuju meja kerjanya. Mereka berpapasan dengan Aline yang baru saja keluar dari ruangan Pak Maryono, ketua Divisi bagian Administrasi penyediaan alat.
Aline memberikan senyum ramah kepada Arman dan Didi, lalu berjalan anggun menuju meja kerjanya. Tak menyadari senyuman manisnya membuat kedua lelaki itu terpesona akan senyum dengan lesung pipi miliknya.
"Gile ... manis juga, coy! senyumnya, bulu matanya juga lentik! Tapi sayang, tuh kacamata tebal plus besar masih betah aja nangkring di hidung bangirnya. Kalau kacamatanya dilepas, rambutnya digerai pasti perfect deh tuh, cewek! bakalan gue jadiin bini ke dua deh, secara gue pandang body nya mah mantep, lah," ucap Arman seraya menggelengkan kepala. Terpesona dengan penampilannya yang sekarang.
"Ranti mau di kemanain, Woy? di dempet sama gunung gedenya baru tau rasa, loh! Bini galak gitu, berani selingkuh, Lu?" Didi mengingatkan dengan nada membentak.
"Wih! itu malah hobi gue, semenjak nikah sama, Ranti. Maenan gue tiap malem tuh," ucap Arman sambil tertawa renyah di samping Didi.
"Sialan, lu! gue belum nikah, njirr? ngomongin gituan lagi." Didi meninggalkan Arman yang puas membalas umpatannya.
"Makanya, cepetan nikah, pepetin aja tuh si Aline! mayan lah, sekarang mah enak dipandang mata!" ejek Arman sedikit berteriak.
Ketakutan yang Aline alaminya dulu semasa sekolah, membuat dirinya sedikit trauma untuk bergaul dengan orang yang ada di sekitarnya. Takut di cemooh dan di hina saat dekat dengannya hanya sebuah ingatan yang selalu di tanamkan olehnya dalam hati. padahal itu hanya sugesti nya saja. Tak semua orang menganggapnya rendah dan mencemooh kepadanya.
Nyatanya saat ini, sedikit perubahan dalam dirinya membawa kelegaan tersendiri untuk Aline. Kepercayaan diri sudah mulai tumbuh dalam dirinya.
"Nah, gitu dong. Senyum! jangan selalu menunduk saat berhadapan dengan orang lain," sapa Riri mengagetkan Aline yang baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi setelah menyerahkan laporan catatan peralatan perfilman yang harus di ganti. Jarak meja kerja antar satu meja dan yang lainnya hanya terbatas oleh papan kubikel.
Aline mendongak ke arah suara yang menyapanya.
"E-eh, Riri!" balas Aline sambil tersenyum malu.
Riri menarik kursi yang bisa di dorong dan berputar itu agar bisa mengobrol sejenak dengan Aline. Dia terus memperhatikan Aline dari dekat.
"Lu sebenernya manis tau, Lin! kalau senyum kayak tadi lesung pipi, lu kelihatan." ujar Riri.
Aline kembali menarik ke atas sudut bibirnya membuat lesung pipi itu terlihat.
"Nah, gini! lu cantik kalau senyum begitu." puji Riri.
"Kamu bisa saja, Ri?" elak Aline.
"Pulang kerja, kita main dulu yuk! hangout ke Mall . Gimana mau gak?" tanya Riri seraya mendorong kursi yang bisa berputar ke arah mejanya. Waktu kerja sudah dimulai kembali setelah satu jam beristirahat.
"Emm ... gimana ya?" Aline berpikir sejenak.
"Jangan kelamaan mikir, shopping sekali-kali, Lin!" sindir Riri.
"Ok, deh." Aline berucap yakin. Tak apalah, toh enggak setiap hari ia pergi hangout, pikirnya.
"Nah, gitu dong! lu bawa motor, 'kan? pakai motor lu, aja ya. Hehe ... hari ini gue enggak bawa motor.
Aline mengangguk pelan.
Mereka melanjutkan pekerjaan yang beberapa jam lagi akan selesai.
***
JCM ( Jakarta City Mall )
"Udah, Ri! ini udah cukup. lu udah belikan tiga pasang baju buat aku." Aline menolak saat Riri akan mengajaknya lagi ke dalam toko pakaian wanita.
Riri membelikan beberapa style pakaian untuk Aline. Sebagai hadiah untuknya.
"Gue, seneng banget tau, Lin! body lu, tuh, awak sampayeun kalau kata orang sunda mah," ucap Riri. Aline mengernyitkan alis dengan ucapan Riri.
"Maksudnya apa, sih, Ri? gue enggak paham."
"Awak sampayeun itu badan yang cocok pakai baju apa aja, kelihatannya pantes aja kalau lu yang pake." Riri menjelaskan seraya mengajak Aline melangkah ke arah salah satu Butik Gaun Pengantin.
Aline mengikuti langkah Riri. Ia terkejut saat mereka berada di hadapan Butik itu.
"Ri, ngapain kita kesini?" Kamu mau beliin aku gaun pengantin?" tanya Aline penasaran. Ia terpukau dengan indahnya gaun yang berjajar di hadapannya.
Riri menghentikan langkahnya berbalik menghadap Aline. "Enak, aja masa ngebeliin lu, mulu! sekarang giliran, gue?" ucap Riri kemudian berbalik lagi melanjutkan langkahnya masuk ke dalam butik tersebut.
Salah satu pelayan butik menghampiri mereka.
"Permisi ... ada yang bisa saya bantu, Mbak?" tanya pelayan wanita itu.
"Saya mau buat janji untuk fitting baju pengantin, Mbak!" jawab Riri sontak membuat Aline yang mendengarnya merasa terkejut. Namun, ia tak berani menanyakan nya saat ini. Tak sopan rasanya harus memotong pembicaraan seseorang.
"Oh, ya. Mari ikut saya, Anda bisa bertemu dengan Ibu Maria pemilik toko ini. Kebetulan sekali Beliau sedang berada di butik ini." Pelayan itu mengajak Riri untuk masuk ke dalam ruangan pemilik butik.
Riri berbalik badan ke arah Aline. "Lin, mau ikut ke dalam atau nunggu di sini dulu? sebentar, ko!" ucap Riri pelan.
"Aku di sini aja, Ri! tapi Kamu hutang penjelasan sama Aku ya?" balas Aline.
Riri hanya tersenyum mendengar ucapannya.
Selagi Riri di dalam ruangan pemilik butik untuk membuat janji. Aline berkeliling ruangan melihat banyaknya gaun yang berjajar di sana. Satu gaun pengantin yang berada di patung manekin menyita perhatiannya.
Gaun pengantin berwarna putih dengan lengan terbuka begitu indah terpasang di patung manekin itu. Aline tak berani menyentuhnya. Takut ada kerusakan meski sedikit saja. Aline hanya memandangi gaun tersebut.
"Bagus banget ya, Mbak, gaunnya! itu gaun dari perancang terkenal. Hari ini akan di lounchingkan untuk pertama kalinya. Di Mall ini juga loh, Mbak!" pelayan butik itu memberitahu.
"Benarkah ada pameran gaun pengantin?" tanya Aline penasaran.
"Ya, di lantai dua gedung ini. hanya orang-orang penting yang bisa hadir di sana!" jawab Pelayan butik itu.
Aline menghembuskan nafas pelan, merasa kecewa karena tidak bisa melihat pameran itu.
"Mbak bolehkah saya lihat gaun yang ada di dalam sana? sambil nunggu teman yang tadi!" Aline meminta ijin masuk ke dalam ruangan di depannya.
"Silahkan! tapi jangan coba-coba untuk merusaknya ya?" ucap pelayan itu.
Aline tersenyum kecut. "Iya, Mbak. Enggak akan ko, tenang saja." Aline melangkah menuju ruangan itu.
"Emang nya mau diapakan gaunnya? pegang aja ngeri! iih ... harganya pasti sangat mahal? enggak sanggup deh buat gantiin nya juga," gerutu Aline saat melangkah menuju ruangan depan. Dimana terdapat lebih banyak gaun pengantin dengan berbagai model.
Aline terus memperhatikan berbagai model gaun pengantin dengan sangat hati-hati. Karena takut membuat gaun tersebut rusak.
Aline terus menyusuri deretan gaun di sana. Di pojok ruangan terdengar suara seseorang sedang berbicara kesal sendiri, saat orang itu mematikan sambungan telpon di tangannya.
"Mentang-mentang artis terkenal. Seenaknya aja memundurkan waktu. Udah tau sebentar lagi acara di mulai, malah enggak bisa di hubungi," omelnya pada ponsel yang tidak bersalah itu.
Bayu, nama yang tersemat pada name tag di bajunya. Wajahnya terlihat bingung. sesekali ia melihat waktu pada Arloji di pergelangan tangannya. Langkahnya mondar-mandir sambil terlihat berpikir.
"Gimana nih? waktunya tinggal setengah jam lagi! mana cukup waktu buat nyari model pengganti. Aahh ... si*al." Bayu mengacak rambut kebelakang kemudian mendaratkan bokongnya di salah satu bangku yang ada di dalam ruangan itu seraya memijat kening yang terasa pusing akibat ulah pemeran utama yang akan menjadi model di acara pameran Gaun pengantin rancangan Mella Anne, seorang perancang busana terkenal di Indonesia.
Artis yang jadi model utama itu tak ada kabar sampai detik ini. Managernya pun berkata sedang berusaha menghubunginya. namun tak ada balasan juga. hanya berkata kepada Bayu yang merupakan Kru penyedia
Aline melangkah pelan ke arah Bayu. Dengan ragu ia mendekatinya. Bayu masih menunduk sambil memijat keningnya.
"Maaf! Saya lancang bertanya, Mas nya kenapa, ya? ko terlihat sedang dalam masalah besar?" tanya Aline pelan, takut pertanyaannya akan menggangu Bayu.
Aline mundur selangkah saat melihat Bayu bergerak hendak berdiri.
"Pusing saya, Mbak! model yang akan tampil sebentar lagi masih belum datang sedangkan tim make up sudah menunggu dari tadi." Bayu berdiri kemudian melihat ke arah Aline yang tersenyum ke arahnya. Sesaat Bayu terpesona dengan senyum Aline. Lesung pipi menjadi daya tarik tersendiri untuk Aline.
Aline tersenyum saat pandangan mereka bertemu. Senyuman andalannya miliknya.
"Cantik," batin Bayu. Matanya terus memperhatikan Aline dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Meskipun penampilan Aline tidak menarik saat itu. Tapi wajah natural dan tubuhnya sangat mendukung untuk kriteria seorang model.
Ide untuk menggantikan posisi model utama muncul begitu saja. Bayu berpikir akan menggantinya dengan wanita yang ada di hadapannya.
Aline yang merasa aneh dengan tingkah Bayu, Refleks ia menutupi tubuh bagian depan dengan kedua tangannya lalu berjalan mundur selangkah.
"Ada yang aneh ya, Mas?" tanya Aline takut seraya melangkah mundur perlahan.
"Mbak, bisa bantu saya? tolong ...! ini menyangkut kehidupan keluarga saya." tanya Bayu. Ia menangkupkan kedua tangannya di depan dada, memohon kepada Aline agar mau membantunya.
.
.
.
.
bersambung.
PENTING !!!!!!!!
Hai ... kakak... kakak.. semua.
TOLONG JANGAN DI SKIP INFO INI!
Luangkan waktunya sebentar saja..
jangan pergi tanpa jejak.
Aku menunggu reaksi kalian setelah membaca tulisan ku ini.
Kakak yang baik hati tinggalkan jejak kalian
tap Love ❤️ kasih like 👍 komen yang banyak untuk karyaku ini ✍️
karya ini mengikuti event jadi aku mengharapkan arti kehadiran kalian.
Terima untuk kakak pembaca yang sudah berkenan hadir di sini.
Salam hangat dari teteh Author" Mayya_zha 😘😘😘😘
Alhamdulillah akhirnya kisah mereka happy ending,,
banyak pelajaran yang berharga dalam setiap kehidupan yang dijalani oleh Aline,,
dimulai dari penghianatan sang mantan kekasih kemudian berlanjut hingga bertemu dengan Galen,,
yang akhirnya kehidupan mereka berdua bahagia meski banyak kerikil" terjal yang dialami oleh Aline tetapi dengan kegigihan Galen akhirnya bisa teratasi dengan mudah,,
ditunggu kisah Tuan Wijaya thor serta Kartika yang belum berumah tangga,,
tidak terasa kisah mereka sudah TAMAT dan berakhir dengan kebahagiaan yang tak terduga
alhamdulilah akhirnya kisah mereka happy ending
ini bakalan berat ceritanya saat mereka para bocil sudah memasuki tahap dewasa,,
akan ada cinta segitiga diantara para bocil😁🤭🤣
triple z
othornya pinter nyari nama awalan Z semua 🤭
ini ngomong nya kenapa pake Z semua ya😁😁🤣🤣