kisah tentang berbagi cinta antara seorang gadis belia berusia 16 tahun bernama dinda kanaya yang terpaksa menjadi dirinya madu sementara kakak tirinya yang sedang koma hampir dua tahun lamanya. ia terpaksa mengikuti keinginan ayahnya demi pengobatan ibunya. menikah karena terpaksa mengatasnamakan bakti kepada orang tua tanpa membawa cinta dan berharap ini segera berakhir.
apakah dia akan bahagia selama menjalani lakonnya sebagai madu sementara kakak tirinya atau ini awal dari penderitaannya.
apakah kontrak pernikahan yang diberikan suaminya menjadi neraka sendiri bagi dirinya sedangkan senyum merendahkan selalu diberikan suaminya.
akankah Reno abraham seorang CEO Garment terbesar di negeri ini yang terkenal dingin dan keras hati akan luluh dan menerima dinda.
IG : titeue_keumalasaringl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon titeue keumala sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
panik
reno panik, saat melihat dinda hilang kesadaran dipelukannya. ia langsung menggendong tubuh lemah gadis itu dan meletakkan gadis itu disamping kemudianya dan menurunkan stelan dudukan agar lebih rendah dan nyaman untuk dinda. lalu ia langsung tancap gas membawa gadis itu pulang kerumahnya. diperjalanan ia menghubungi dokter pribadi keluarganya sekaligus sahabatnya tersebut dan meminta datang kerumah secepatnya.
reno sampai dirumahnya dan langsung menggendong dinda kembali memasuki rumah dan menaiki tangga untuk membawa dinda kekamarnya untuk dibaringkan.
"dinda, kenapa ren" tanya mama reno panik
"dia pingsan dikuburan ibunya" ucap reno
"Ya Allah sayang sadar nak, kamu pasti sangat terpukul atas kepergian ibumu" ucap mama reno.
mereka melihat dinda mengigau memanggil ibunya. Mama terus mengusap rambut dinda dan memberikan minyak angin untuk membuat Dinda sadar dan menyeka banyak keringat dingin diwajahnya.
"ibu... ibu..... dinda mau ikut ibu...."
"bu... dinda gagal menyelamatkan ibu.. "
"ayah dan tuan reno berbohong pada kita bu, mereka tidak menyelamatkan ibu"ucapnya lirih dalam ketidaksadaran sambil menangis terisak.
"dinda sadar sayang, ada mama dan papa yang akan sayang sama dinda, kamu sadar ya nak"ucap mama reno sambil mengelus rambut menantu belianya tersebut dan baru menyadari dinda demam saat menyentuh dahi gadis itu.
"panggil dokter ryan ren dinda sepertinya demam" ucap mama kepada reno
"aku sudah menghubungi dokter itu sedari gadis itu pingsan, tunggu saja ma" ucap reno
"mama kecewa denganmu reno" ucap mama reno.
"apalagi salah reno ma" ucap reno
"banyak ren banyak" ucap mama reno
dokter ryan tiba dan langsung memeriksa keadaan dinda lalu memberikan resep penurun demam dan beberapa vitamin.
mama reno langsung pemerintahan salah satu asisten rumah tangganya untuk keapotik untuk membeli obat diapotik didekati rumahnya.
"bagaimana keadaan dinda ryan" ucap mama reno
"dia demam dan hanya kelelahan tante, jangan khawatir sebentar lagi dia pasti sadar tante dan saat dia sadar niatnya langsung diminum ya tante" ucap dokter ryan
ryan adalah sahabat dari reno yang kini menjadi dokter pribadi keluarga abraham.
"baiklah,terima kasih ya ryan, tante pamit mau lihat dinda dulu " ucap mama reno
"sama-sama tante, silahkan" ucap ryan
ryan menatap reno dengan tajam. seakan bertanya siapa gadis belia yang terbaring dikamarnya tersebut. ia heran mengapa gadis itu disana sedangkan reno masih berstatus suami karina.
"siapa dia" ucap ryan
"siapa? "ucap reno
"gadis ABG itu" ucap ryan
"bukan siapa-siapa" ucap reno
"bukan siapa-siapa tetapi tidur dikamarmu" ucap ryan
"bukan urusanmu" ucap reno
"jangan-jangan dia selingkuhanmu" ucap ryan
"kau mau tau saja urusan orang" ucap reno
"kau tertarik pada ABG sekarang" goda ryan
"pergi sekarang" ucap reno
"santai, ternyata cintamu sudah beralih kepada ABG ternyata kawan" ucap ryan
"sana pergi" ucap reno
"ok fine aku pergi" ucap ryan lalu berlalu
mama reno sudah masuk kekamar reno untuk melihat keadaan dinda, gadis itu terbaring lemah.
"dinda pasti kelelahan menangis dan terkejut atas kematian ibunya, sedari pagi ia tidak makan, ia sibuk menyiapkan sarapan untuk kami dan membuat bekal untuk ia berikan kepada ibunya, maafkan mama ya sayang atas segala kesedihanmu yang begitu berat ini karena reno, Mama janji kau akan bahagia sayang mama janji" batin mama reno.
mama renopun tertidur sambil duduk dengan mengenggam erat tangan dinda. ia begitu khawatir melihat keadaan dinda sang menantu.setelah dokter ryan pergi reno masuk kekamarnya untuk memastikan keadaan gadis itu. yang terlihat begitu lelap dan melihat mamanya ikut tertidur sambil duduk menggenggam tangan dinda. reno begitu intens melihat secara bergantian dinda dan mamanya.
"mama begitu menyayangi gadis ini, berbeda sekali dengan karina membantu merawat karina juga tidak mau" batin reno
hingga ketukan pintu menyadarkannya.
"masuk" ucap reno
"selamat malam tuan, anda dipanggil tuan besar diruang kerjanya" ucap bik tatik
"baik bik, aku akan segera kesana" ucap Reno lalu berlalu meninggalkan kamarnya menunubruang kerja ayahnya.
reno mengetuk pintu ruang kerja papanya dan masuk.
"ada apa papa memanggilku" ucap reno
"kau masih bertanya anak k•tang ajar" ucap tuan abraham
"apa gadis itu mengadu kepada papa dan mama" ucap reno menduga
"p•cik sekali pikiranmu itu, lepaskan gadis itu" ucap tuan abraham to the point
"maksud papa apa" ucap reno
tuan abraham langsung melempar sebuah amplop besar kehadapan anaknya. kemudian reno membuka amplop tersebut yang isinya surat kontrak pernikahannya.
"bisa kau jelaskan" ucap tuan abraham
"aku hanya membantunya dengan syarat" ucap reno
"kau memperdaya gadis itu kau sadar dia baru berusia 16 tahun dan kalian membiarkan ibunya" ucap tuan abraham
"aku tidak melakukan itu, aku membiayai seluruh biaya rumah sakit ibunya" ucap reno membela diri.
"operasi ibu dinda gagal dan ia meninggal, tetapi pihak rumah sakit tidak bisa menghubungi orang yang bertanggung jawab padanya kau dan mertuamu yang l•cik itu, ibu dinda semalaman diruang mayat" ucap tuan abraham mulai marah.
reno terkejut dengan ucapan padanya karena seingat dirinya saat membawa Dinda pergi, ayah dinda yang tak lain mertuanya berjanji menjaga dan memberikan kabar adapun terjadi.
"besok pagi kau talak dia dan lepaskan dia, toh kau tidak mencintainya kau hanya memanfaatkan kepolosannya dan aku tidak suka itu, dimana pikiranmu ren" ucap tuan abraham
"tapi pa" ucap reno
"hutang dinda padamu akan aku lunasi, itu kan maksudmu" ucap tuan abraham
"lakukan atau tak ku ijinkan namaku ada dibelakang namamu" ucap tuan abraham
"bukan begitu maksud reno pa" ucap reno
"kau lebih baik urus istrimu karina, lagi pula saat ia sadar ia juga akan marah jika tau kau menikah lagi" ucap tuan abraham.
"perjanjian ini berakhir saat karina sadar" ucap reno
"p•rsetan dengan perjanjian itu aku akan mengambil semua yang kau miliki sekarang jika kau masih berkeras hati" ucap tuan abraham.
tuan abraham kemudian juga memutar cctv saat dirumah sakit dan terdengar jelas membicaraan dinda dari awal saat bersama ayahnya dan saat reno tiba.
"pa, aku juga korban ini ulah dinda dan ayahnya mereka pasti bersekongkol" ucap reno
"dinda atau kau reno" ucap tuan abraham
"kenapa papa membela gadis itu dari pada aku anak papa" ucap reno
"karena kau memang bersalah" ucap tuan abraham
"baik besok aku akan mentalak gadis l•cik itu dia memang madu sementara ku dan aku akan m•mbuangnya saat aku tidak membutuhkannya lagi" ucap reno
"akhirnya kau keluarkan sifat aslimu itu, aku merasa tidak pernah mewarisi padamu jiwa p•cundang" ucap tuan abraham
nanti kalau sudah timbul fitnah dan salah paham, dinda selalu berlindung dengan asas kepercayaan tapi faktanya dinda tidak pernah menjaga kepercayaan yang diberikan padanya, dan dia buka merasa salah tapi malah merasa korban dan malah balik menyalahkan pasangannya, dan parah dinda akan membuat masalah seolah masalah paling besar, dan dia mau pasangan bersujud dan mengemis maaf padanya
wanita kayak dinda kalau dijadi kan istri, niscaya suaki pasti akan makan hati dan faktanya istri2 bersifat kayak dinda ini pasti rumah tangganya tidak bertahan lama