NovelToon NovelToon
OTW Salihah

OTW Salihah

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nela Kurniaty Idris

Tadinya berjudul OTW Soleha- dibenarkan sesuai KBBI dan novel cetaknya Ayoo beli.

Hidup adalah pilihan, namun takdir adalah sebuah ketetapan. Bukankah kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita akan dilahirkan ? Begitulah yang selalu membuat Bening tidak pernah menyesali hidup yang di jalaninya

Dia besar dan tumbuh di pemukiman lokalisasi prostitusi, Jauh dari pendidikan moral,tata krama, apalagi agama. Yang dia tau, dia dan Ibunya adalah seorang Muslim. Tanpa dia pernah tau apa kegunaan agama itu sendiri hidupnya.

Dia selalu punya rumus berdamai dengan takdir, itu yang membuatnya mampu melewati lingkungan sosial yang menghina, mengucilkan dan selalu menganggapnya "Anak Haram".

Bening remaja mampu melewati badai kepahitan dan membalas semua hinaan dengan senyuman bangga. Bening berada di puncak karirnya sebagai seorang Fashion designer di usia belia.

Sampai pada satu titik balik yang membawanya jatuh dan hampa, sehingga dia mencari apa penyebabnya. Apakah takdir selalu berbaik hati mengiringi perjalanannya mencari jati diri ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nela Kurniaty Idris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EMBUN YANG BENING

Hari yang dinantikan telah tiba, semua persiapan lomba rasanya hampir sempurna. Semua peserta dan guru pendamping sudah bersiap di lokasi lomba masing-masing. Tak terkecuali Bening. Dia diantar oleh Bern dan yang membuatnya lebih bahagia adalah hari ini mami Sandra ikut bersama mereka dan sudah menunggu di kursi penonton ditemani Bern dan Mr.Stuart. Di kursi penonton juga sudah sangat ramai, dihadiri tamu dari instansi pemerintah, swasta, dan para siswa yang diizinkan menyaksikan peragaan busana untuk mendukung sekolah mereka masing-masing.

Jika pada tingkat sekolah mereka menggunakan tekhnik draping , pada perlombaan tingkat kota bahan sudah harus terjahit sempurna menjadi sebuah busana yang siap di peragakan sesuai tema besarnya. Busana yang akan Bening pakai dan peragakan sendiri nanti sudah diperiksa dengan detil oleh Ibu Jusma, mereka sangat semangat dan optimis untuk mendapatkan hasil terbaik.

Bening dan Bu Jusma masuk ke ruang ganti,di sana sudah ramai para peserta dari sekolah lain dengan ragam design yang tak kalah menarik. Beberapa waktu yang lalu mereka juga sempat bertemu untuk melakukan gladi bersih. Tapi hari ini mereka datang dengan busana dan make up yang siap tampil. Ini ajang lomba busana yang pertama bagi Bening, nyalinya sempat ciut melihat saingannya yang terlihat sangat siap dan keren sekali.

Bu jusma merapikan kerah blezer Bening, menyematkan jarum pentul terakhir di hijabnya. karena temanya adalah busana kantor muslimah, jadi Bu Jusma menyarankan Bening untuk sekalian mendesign sebuah hijab yang cocok dipadankan dengan busananya. Bening tidak keberatan, dan merasa biasa-biasa saja saat harus menggunakan penutup kepala itu saat memeragakan busananya.

"Cantik banget,Ning" Ucap Bu Jusma yang berdiri di belakang Bening yang sedang menghadap cermin.

"Ah masa sih Bu, udah kaya model-model yang suka ada di iklan hijab itu ga Bu?" Bening memutar pipinya ke kiri dan ke kanan saat melihat pantulan bayangan dirinya di cermin.

"Kamu ini , Ibu mujinya sedikit kamu GR nya selangit"

Sejurus matanya menangkap seseorang dari belakang menggunakan busana yang sudah tak asing lagi. Busana yang digunakan orang itu ?  Bening hafal benar setiap detail design yang pernah dia buat. Bening penasaran dan berusaha ingin mendekati dan melihat gadis itu tapi terhalang oleh banyaknya asisten yang ikut bersamanya, mengalahkan model profesional yang akan mengikuti Fashion week saja.

Saat salah satu asistennya sudah selesai memasangkan kancing belakang pada busana gadis itu, Dia pun berbalik badan menghadap Bening.

Lilya ? 

Ternyata Lilya dengan tanpa hak mengambil salinan design busana Bening yang Bening tinggalkan di Lab Busana di hari terakhir dia sekolah di sana. Semuanya persis sama tak ada yang di ubah sedikitpun. Bening bahkan masih hafal dimana letak kekurangan busana itu yang belum sempat diperbaikinya. Bu Jusma menyaksikan juga apa yang disaksikan Bening.

"Yang sabar ya, Ning" Guru pendamping yang tak kalah Fashionable itu menarik tangan Bening untuk lebih dekat dengan tangga menuju panggung utama .

"Eh, Ibu. Bening gak apa-apa kok Bu. Lagian kan design yang sekarang lebih fresh dan sudah Ibu periksa semuanya"

"Iya, kamu benar. Ayo berdiri disini, sebentar lagi acara akan dimulai"

***

Usai sudah segala rangkaian acara ceremonial, semua sudah tak sabar menanti para siswa tata busana dari seluruh SMK di Kota itu keluar memeragakan busana hasil karya mereka sendiri.

Semua penerangan di matikan , kecuali lampu utama yang ada dipanggung dan lampu sorot yang akan mengikuti langkah para peserta, musik latar mulai dimainkan, layar besar di belakang yang akan menampilkan penampilan peserta pun sudah stand bye. Pemandu acara memanggil satu persatu nama peserta  dan sekolahnya sesuai urutan tampil.

Penonton sudah siap dengan ponselnya masing-masing, namun tetap tertib dan duduk ditempatnya dengan rapi. Satu persatu peserta telah disebutkan namanya dan berjalan melenggak lenggok di atas catwalk , bergerak menampakan detail yang ingin di tunjukkan dari busana masing-masing.

Saat pemandu acara memanggil nama Lilyana Natsir, Lilya keluar belenggok dengan anggunya memeragakan detil busana yang bukan hasil rancangannya sendiri. Tak bisa dipungkiri, Lilyana dengan wajahnya yang memang tidak bersahabat sangat menguasai diri di atas catwalk . Rasa percaya dirinya berlipat-lipat ganda lebih besar karena yakin busana yang dia gunakan adalah yang terbaik malam ini.

Dari balik panggung, Bening sudah sangat berdebar namun tak sabar ingin menunjukan pesonanya. Saat pemandu acara menyebutkan namanya,

"Bening Ivanka  peserta tata busana dari SMKS Global"

Hanya satu orang yang tampak tidak senang saat Bening keluar dari balik tirai, Lilya. Dia begitu menampakkan kebencian dan rasa tak ingin kalah dari Bening. Namun Bening tidak memperdulikan keberadaan Lilya sama sekali.

lampu sorot mengikut langkah anggun Bening yang memilih kombinasi warna pastel. Hitam,abu-abu muda dan pink, pemilihan warna lembut dan natural ini bisa mengakali area bahunya yang sempit. Potongan longline pada bagian badan berwarna pink dengan kerah rever hitam yang terbuka tanpa button dart seperti jas pada umumnya. warna lengannya senada dengan warna inner yang diberi aksen  belt dengan tali menjuntai berwarna hitam di pinggang. Salah satu detil unik dari busana yang Bening peragakan adalah saku paspoile non kleep  yang diberi detil tumpukan bulu angsa imitasi halus berwarna abu-abu yang memberi kesan mewah dan elegan serta menghilangkan kesan kaku.

Langkah kakinya yang tidak terlalu panjang juga mengeksplor Skinny skirt  dengan detail kerut di ujung celana, Bening memilih bahan Wooly  untuk blezernya dan premium silk untuk bahan dasar celananya. Kedua matterial dari serat halus dan alami sehingga walau panjang dan menutup hampir semua bagian tubuh namun tidak menimbulkan efek gerah dan nyaman saat digunakan untuk bekerja di ruangan tertutup, dan melindungi kulit saat di ruangan terbuka.

Sedangkan untuk kain penutup kepala yang juga mendapat penilaian tak kalah penting. Bening memberi sentuhan motif untuk dipadankan dengan busananya yang polos. kain segi 4 berukuran 130cm itu dibentuk sesederhana mungkin sesuai bentuk wajahnya untuk menyempurnakan busananya yang sudah sangat ciamik.

Bening melangkah semakin berani, tatapannya tajam dan hanya fokus ke arah depan. Sedangkan wajahnya sengaja ditampilkan tanpa ekspresi. Di sisi sebelah kanannya ada seorang perempuan yang menyaksikan gadis kecilnya dengan perasaan haru,bahagia dan bangga yang menjadi-jadi. Untuk yang pertama kali dia melupakan semua kubangan lumpur yang selama ini orang-orang lemparkan padanya.

Melihat Bening dengan hasil jerih payahnya telah berani menunjukan diri di hadapan orang ramai. Jantungnya kini benar-benar sulit di kondisikan. Tak tahan lagi, air matanya mengalir deras menganak sungai di kiri dan kanan pipinya.

Terlebih melihat hijab yang Bening pakai, mungkin saat ini Bening menggunakan kain penutup itu sebatas untuk kebutuhan kompetisi, Namun Sandra mengamit dalam hati, semoga kelak dirinya bisa menjadi mami yang baik dan mencontohkan hal baik untuk Bening, walau entah kapan.

Tak lupa Sandra juga menangkap gambar dan video setiap inchi pergerakan Bening agar tak ada yang terlewati.

She's My girl , My Baby, My Bening . She is mine. Teriak Sandra bersorak sorai dari dalam hati.

"Tante, look at her, she's your pretty daughter !"

Bern juga tak kalah kagumnya melihat diri Bening di atas titian sana. Selama ini Bern dan Bening sering menonton pertunjukan busana, tapi hari ini Bening benar-benar ada di atas sana dengan busana karyanya sendiri. Suatu kebanggaan dia selipkan dalam hatinya karena menjadi teman Bening melewati hari-hari terik yang sulit.

Mr.Stuart yang berada disamping Bern ternyata juga ikut menahan haru, siapa yang menyangka ternyata kaca mata hitam yang selalu dia gunakan sehingga tampak gagah ternyata adalah caranya menyembunyikan kelopak mata yang selalu basah jika melihat adegan-adegan penuh drama seperti ini.

"Apa kau ikut menangis Mr?" Tanya Bern berbisik karena mendengar suara Mr.Stuart menarik nafasnya yang sedikit tersendat dan berserat.

"Tetaplah fokus ke arah Nona Bening saja tuan" Jawab Mr.Stuart tanpa mengalihkan pandangan.

"Coba sini kaca mata mu ku buka" Ledek Bern menahan gelaknya.

"Tuan"

"Hahaha. Hati mu ternyata sama halusnya dengan Mami Sandra ya"

Mr.Stuart tidak menjawab lagi ocehan Majikanya.

Sementara diantara barisan para peserta yang sudah tampil, Lilya dengan pose yang manis sebenarnya sangat panas dan gerah menahan diri menyaksikan betapa sempurnanya penampilan Bening. Padahal dia sudah berhasil menyingkirkan Bening sebagai saingannya di sekolah bahkan dia sudah mencuri design milik Bening, tapi ternyata malah bersaing ditingkat yang lebih serius lagi.

***

Saatnya pengumuman hasil lomba. Semua peserta berjalan beriringan satu putaran mengelilingi catwalk dan berpose di posisi masing-masing. Semua sudah siap mendengarkan siapa pemenang kontes malam ini yang juga otomatis sebagai perwakilan Lomba Tata Busana SMK mewakili Provinsi.

 Pemandu acara membacakan keputusan dewan juri dengan begitu dramatis, ditambah musik efek yang mempermainkan detak jantung para peserta pun penonton di bawah sana. Pembimbing di belakang panggung tak kalah cemas menunggu hasil bimbingan mereka.

Saat nama Lilyana Natsir telah disebutkan dan Ia harus puas sebagai juara kedua, hampir semua orang bisa memprediksi siapa pemenang kontes ini. Dengan mata yang terpejam, Bening mendengar dengan jelas namanya disebutkan di iringi gegap gempita.

"Selamat kepada Bening Ivanka peserta nomor 8 dari SMKS Global"  Ucap si pemandu acara yang disambut sorak sorai serta standing applause dari dewan juri dan penonton. Yang Bening cari pertama kali di bawah sana adalah ekspresi sang Mama yang berdiri, bertepuk tangan dan menangis.

Bening sekali lagi berjalan mengelilingi titian keberuntungannya malam itu. Lenggak-lenggoknya kini lebih anggun dan percaya diri, aura pemenangnya terpancar walau wajahnya tanpa polesan make-up yang berarti karena ini adalah kontes peragaan busana, riasan wajah adalah poin penilaian ke sekian.

Bening berhenti di tempat semula, Bu Jusma sebagai pembimbing diminta naik mendampingi Bening menerima beberapa hadiah dan penghargaan dari panita penyelenggara. Menerima buket bunga,piala dan beberapa hadiah lain serta berpose dengan Bu Jusma dan segenap orang-orang penting. Banyak sekali kamera yang media yang perhatiannya tertuju pada Bening. Bening juga menjawab pertanyaan wawancara singkat dari beberapa media yang hadir.

"Selamat ya Nak " Bu Jusma memeluk Bening erat penuh rasa haru dan kebahagiaan.

"Selamat untuk Ibu juga" Balas Bening.

***

Bu Jusma keluar dari arah belakang panggung bertemu dengan guru pembimbing lain yang sudah menunggunya untuk memberi ucapan selamat. Sedangkan Bening langsung turun dari arah tangga depan menemui Mami Sandra, Bern dan Mr.Stuart yang sudah menunnggu untuk menyambutnya dibawah tangga.

Bern menyodorkan lima tangan di udara ke arah Bening yang langsung membalasnya dengan tepukan penuh semangat.

"Toss" Sahutnya

"Good Job Girl, Congratulation"  Sambil memberikan sebuah parcel Squishy koleksi terbaru yang sukses membuat mata Bening terbelalak dan langsung memeluk pinggang Bern.

"Aaaaaaaaaaaa,Bern Juliian yang terbaik"

Mami Sandra tersenyum melihat tingkah gadisnya. Setelah melepaskan pelukannya dari Bern,Bening menatap manik mata maminya yang masih lembab dan tanpa berkata apa-apa Bening langsung berhamburan dalam dekapan maminya yang malam itu juga mencuri perhatian banyak mata. Begitu lama Ibu dan anak itu saling berpelukan disana.

Bening melepas pelukannya saat mami ponsel mami Sandra berdering dan sedikit menjauh dari keramaian untuk menjawab panggilan itu. Tiba-tiba juga seseorang masih memakai seragam teknisi datang menghampiri Bening.

"Embun ! " Dia menyebut nama itu tapi melihat dan berdiri tepat di hadapan Bening

"Embun?" Tanya Bening

"Eh, maksud aku Bening"  Ralatnya. "Tuh kan jadi salah."

Haha, Embun katanya . Memangnya aku se-menyejukkan itu kak?

"Selamat ya Bening"  Ucapnya. Hanya mengucapkan. Tanpa mengulurkan tangan.

"Ternyata Kak Ahmad tau nama ku ya ?" Tanya Bening. Mengingat selama mereka berinteraksi belum pernah satu kalipun Kak Ahmad memanggil namanya.

"Kita kan satu kontingen Bening."

Bening masih teramat bahagia Ahmad tau namanya dan ini untuk pertama kalinya Ahmad menyapanya terlebih dahulu. Berarti prasangka buruk ciptaanya kemarin tidak beralasan. Buktinya sekarang Ahmad mengucapkan selamat . Padahal busana yang dia pakai sekarang juga tercipta dari pembalasan rasa rendah diri karena merasa Ahmad mengabaikannya. Tapi bagaimana bisa Bening bisa sebahagia itu padahal Ahmad hanya memberinya ucapan bukan mengajaknya jadian.

"Kak Ahmad juga hebat"

"Aku hanya juara 2, tidak bisa ikut ke tingkat provinsi " Ada peningkatan jumlah kata dalam ucapan Ahmad walau hanya satu kalimat.

"Wah, itu juga udah keren kan Kak. Selamat juga untuk Kak Ahmad. Doain aku ya kak"

Kalau boleh sih semangatin sekalian.hihi

"InsyaAllah. Yasudah, sampai ketemu di sekolah ya. Sekali lagi selamat. Aku permisi dulu balik ke temen-temen. Assalamualaikum"

"Wa'alaikumsalam, Kak Ahmad tunggu"

"Ya ?"

"Nanti aku traktir di kantin kalau kak Ahmad mau"

"Tidak usah Bening, terimakasih. Sudah dulu ya, aku permisi." Ucapnya sambil berlalu.

Bern memperhatikan komunikasi dua anak sekolah di hadapannya. Yang satu memberi ucapan selamat biasa, tapi yang satunya kegirangan sampai lupa masih ada Bern diantara mereka.

1
Endriani
nah benar iqbar kan suami humai
Endriani
iqbal suami hmay kan ya
Endriani
ben anak viona sebelum sama samuel sepeeti nyq
She_Rha🍁
Ning I'm coming dari masa depan /Chuckle/
Lina M.
Masyaallah,, sebuah cara kembali pada-Nya yang senantiasa dirindukan setiap manusia di dunia 😊
Nangis terharu aku kak enka baca novel terindahmu, serasa aku diposisinya, semoga bisa menjadikan kita hamba yg selalu mencari jalan untuk selalu taat kepada Sang Pemilik Jiwa&Raga ❤
may
Panitia hari kiamat😭apaan lagi ini
may
Tersesat kelamin😭ya ampun ngakak sekaleee akuuu🤣
may
Mas ahmad cemburu?
may
jadi.....
bern kakanya bening? 😯
nana's Apel
ternyata ini karya dah lama & aku baru baca di Januari 2025
Siti Hany
jd ilfil sma bening... kabor💃💃💃
Siti Hany
rasakan kmu bening gmn sakit gk ya sakit lh pasti... karma d byr kontan
Siti Hany
aku ikutan sedih Bern.,.. sabar ya msh bnyk Bening² laen d luarn sana
Siti Hany
gw jd gedek sma lo bening... 😡😡
Siti Hany
thor ko tega bngt sih kmu sma Bern😭😭😭
Siti Hany
kejutan bngt ni author 😤
Siti Hany
tegang thor🤭
Siti Hany
😂😂😂😂
Rosida maghrib
sedihhh banget gx kebayang kehilangan pasangan hidup selamanya
Rosida maghrib
part paling sedih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!