Luna Arsintha merupakan dokter cantik yang bekerja di salah satu Rumah sakit ternama,,dia ditinggalkan oleh ibunya saat berusia 4 tahun karena ibunya mengindap penyakit kanker membuat Luna bertekad untuk menjadi seorang dokter..
di usianya 26 tahun ini mama tiri nya menjodohkan nya dengan keluarga Wijaya, keluarga yang terkenal kaya raya,karena mama nya ingin menguasai harta keluarga Wijaya melalui Luna..
papa Luna yang mengidap penyakit stroke membuat nya terbaring tak berdaya,dia hanya bisa menyaksikan hari -hari di mana Riana bisa mengancam anak nya dengan menggunakan dirinya.
bagaimanakah nasib Luna selanjutnya, apakah dia mau menerima perjodohan dengan Pram Wijaya, lelaki yang di juluki sang Playboy..???
baca kelanjutannya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
belum bisa Move on
Pram memang pergi ke Club tempat di mana dia bisa memenangkan diri nya saat ini,tapi kali ini tidak untuk bersenang-senang bersama ****** nya melainkan untuk urusan bisnis,Pram bertemu beberapa teman nya..
beberapa wanita yang di sodorkan padanya di tolak Pram malam ini,dia masih membayangkan lekuk tubuh Luna yang benar-benar tak ada celah lecet sedikit pun.
" kenapa senyum-senyum sendiri Lo,,ke sambet...." ejek Edwin sahabat Pram
" gue lagi nggak mood lihat perempuan" jawab Pram asal sambil menghisap rokok nya
" jangan bilang Elu homo,atau kehilangan ***** sama perempuan...!!!" canda teman Pram lainnya
Pram melemparkan tisu ke wajah teman nya tersebut,dia bukan homo tapi belum bisa move on dari permainan nya dengan Luna tadi.
baru kali ini ada perempuan menolak pesonanya, membuat nya benar-benar menggila pada Luna
Pram hanya minum beberapa gelas alkohol lalu pulang,dia ingin segera melihat Luna, perempuan yang sudah mengganggu pikiran nya seharian ini..
***
Luna yang sudah tertidur dengan mengenakan dress selutut nya wajah nya terlihat tenang membuat Pram mencium bibir Luna berkali-kali karena terlalu lelah Luna tak menyadari perbuatan suami nya itu..
" maaf kan aku" ucap Pram pelan lalu ikut berbaring di sebelah Luna dengan memeluk tubuh perempuan cantik ini..
bunyi Alarm membuat Luna terbangun dari tidurnya nyenyak nya,dia melihat Pram tertidur lelap di sebelah nya dan tangan Pram melingkar tepat di pinggang ramping Luna,ingin sekali terlepas dari lelaki monster ini tapi jika Luna memandangi Pram yang sedang terlelap tidur membuat jantung nya berpacu cepat Lelaki ini memang benar-benar tampan,wajar saja jika banyak wanita yang rela memberikan tubuh nya untuk Pram apalagi di lihat dari segi kekayaan dia cucu lelaki pertama pewaris perusahaan keluarga nya tak akan ada perempuan yang mampu menolak nya termasuk Luna sendiri..
Luna seakan enggan melepas pelukan Pram tapi jika mengingat perlakuan Lelaki ini padanya ingin rasa nya mencakar pipi mulus nya itu dan merobek tubuh nya lalu di berikan pada ikan paus....
Luna menggeserkan tangan Pram dari pinggang nya tapi bukan malah tergeser Pram semakin mengeratkan pelukannya dengan mata masih terpejam seakan-akan Luna seperti guling hidup untuk nya..
Luna merutuki diri nya sendiri yang malah merasa senang di peluk lelaki tampan itu..
" bagaimana ini,aku harus pergi kerja" batin Luna
" Pram.....lepas" ucap Luna pelan
Pram tak menggubris ucapan Luna dia masih menikmati guling hidupnya itu
****
Luna cemberut karena hari ini dia tak bisa bekerja, pukul sembilan Pram baru mau melepaskan pelukannya,seakan tak bersalah Pram bersiul senang di hadapan Luna, padahal hari ini dia sudah ada janji dengan Bian...
" Jangan cemberut hari ini aku traktir belanja" bujuk Pram
Luna menautkan alisnya curiga pada Pram,kenapa dia bisa bersikap lebih manis ada apa dengan nya pikir Luna
" kenapa??" tanya Pram yang melihat raut wajah bingung Luna
" apa kau punya siasat buruk untuk ku?" tanya Luna
Pram menjentikkan jari nya di kening Luna
" pikiran mu selalu negatif"
"tak seperti biasanya, kau terlihat lebih manis jika baik begini " puji Luna membuat Pram tersenyum malu
" sudah, ganti pakaian mu,aku tak ingin di sangka membawa pembantu berbelanja" ucap Pram ketus
Luna mengepalkan tangannya,baru saja dia memuji Pram sudah kumat kembali sifat sombong nya.
pram melakukan kesalahan tapi apakah luna lebih baik jawabanya luna pun sama dia tidak kalau murahan daripada pram
pram melakukan kesalahan, mengaku salah, menyesal, mengemis maaf, berusaha memperbaik kesalahan, berjuang dapat kesempatan dan membuktikn diri dia pantas dapat kesempatan
sedangkan
*luna mengaku salah tidak, menyesalpun tidak, minta maaf tidak, berjuang apalagi, dia hanya istri munafik yang melihat salah suami dan tidak sadar kesalahannya
*kesalahan pram semua sudah tau
*ini kesalahan luna, seorang istri tapi berhubungan dengan pria lain, kontak fisik dengan pria lain, curhat berduaan dengan pria lain, menceritakan dan mengumbar aib suami pada pria lain, memberi harapan pada pria lain, yang paling buat luna tidak pantas dapat kesempatan karena luna munafik yang tidak sadar dan mengakui kesalahannya
dan yang menjadikan novel ini miris, egois, dan tidak adil, novel membenarkan semua kelakuan luna dan menganggap itu bukan kesalahan
miri novel buatan wanita yang menunjukkan wanita itu sangat egois (saya sebagai wanita, malu baca novel2 kayak ini)
nanti authornya bilang, ini hanya novel halu, kalau tidak suka skip aja, ingat thor sebuah novel akan mencerminkan karakter dan pola pikir autuor novel itu sendiri