Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sah
Ayu merenung seorang diri memikirkan tawaran Rayyan padanya, rasanya tidak mungkin menjadi orang ketiga dalam hubungan orang lain.
Ayu kembali menemui Rayyan setelah berpikir panjang, Ia mengetuk pintu kamar Pria itu.
Tok tok tok " Ayu memberanikan diri mengetuk pintu itu walau hatinya was was.
" Boleh aku masuk Ray "
Rayyan yang mendengar suara Ayu sontak tersenyum.
" Masuklah, pintunya tidak di kunci " Jawab nya.
Wajahnya kembali dingin seperti biasanya.
..." Semangat Ayu, kalau yang di ucapkan nya benar pasti dia tidak akan keberatan kalau aku memintanya menghubungi Andra " Batin Ayu....
" Ada apa " Tanya nya dengan suara berat.
" Bolehkah kamu menghubungi Adikku Andra, aku ingin berbicara dengan nya. Aku begitu merindukan nya "
" Apa kamu tidak percaya padaku, baiklah "
Rayyan mengambil ponselnya dan menghubungi nomor ponsel yang baru dia berikan pada keluarga dari Ayu itu.
Ia memberikan nya pada Ayu ketika ponsel itu tersambung, Ayu melangkah menjauh dari tempat itu agar leluasa untuk nya berbicara.
" Hallo Kak, hallo......... hallo " Suara di seberang.
" Hallo Ndra, ini Kak Ayu sayang "
Ayu hampir saja menitikkan air mata nya manakala mendengar suara adiknya, Ia begitu merindukan adik kesayangan nya itu.
" Kak Ayu, Kakak kemana saja Andra kangen. Kata Ibu Kakak bekerja di tempat Kakak itu agar aku bisa jajan setiap hari. Maaf ya Kak, Andra sudah merepotkan Kak Ayu "
" Tidak apa apa Ndra, bagaimana keadaan kalian disana. Apa Kakak itu baik pada kalian "
" Ia Kak, Kakak itu sangat baik. Andra di belikan banyak mainan dan baju baru katanya itu uang dari Kak Ayu, makasih ya Kak.
Ayu merasa lega ternyata apa yang di katakan Rayyan benar adanya, dia benar benar memperhatikan kehidupan keluarganya.
" Bagaimana "
Ayu di kejutkan dengan suara Rayyan yang mengulurkan tangan nya menyambut ponsel miliknya yang masih di tangan Ayu.
" Bagaimana apanya "
🌷🌷🌷
Di sebuah aula nampak sudah banyak orang yang berkumpul, Ayu memandang dirinya di depan kaca rias, tubuhnya yang berbalut kan gaun pengantin dengan riasan sesuai dengan wajahnya.
Berulang kali Ia menarik nafas dan menghembuskan nya secara kasar, mencoba menghilangkan kegelisahan nya.
" Apa keputusan yang aku ambil ini boleh di benarkan. Pikirkan lagi Ayu, setelah ini terjadi kamu bahkan tidak bisa mundur lagi. Ya Allah, menjadi yang kedua sesungguhnya bukanlah keinginanku, tapi takdir ini. Takdir ini memaksaku harus menerima semuanya "
Bunyi ketukan Pintu menyadarkan Ayu dari lamunan nya.
" Mbak Ayu buka pintunya, semua di bawah sudah menunggu " Sebuah suara perempuan terdengar di luar pintu kamar itu.
Ayu mengayunkan kakinya walau terasa berat menuju aula tempat di adakan nya akad nikah.
Ayu duduk di samping Rayyan tanpa berani memandang wajah Pria itu, sedangkan Rayyan sejak tadi sudah terpukau dengan kecantikan alami calon Istrinya itu.
" Sudah bisa di mulai "
Rayyan menganggukan kepalanya pertanda setuju. Disamping sudah ada Aldy dan seseorang lainnya yang di paksa menjadi saksi oleh Rayyan, dengan sedikit ancaman semuanya beres.
" Saya Terima nikah dan kawin nya Ayu Lestari binti Rahmat Abdullah dengan mas kawin 100gram emas murni serta seperangkat alat sholat di bayar Tunai "
Hanya dengan satu tarikan nafas Rayyan mengucapkan janji nikahnya pada Ayu, yang menjadikan dirinya siap tidak siap sudah menjadi Istrinya.
Sah........ Sah...... Sah..... !
Para saksi dan semua yang hadir disana terdengar mengucapkan kata yang sakral itu. Dengan ucapan Sah dari semua yang hadir disana, Ayu sah menjadi Istri dari Rayyan Amir Wiratama.
Ayu diam kelu tidak dapat berbuat apa apa, hingga tangan nya di tarik oleh Rayyan ketika akan memasangkan cincin di jari manis wanita itu.
Cincin berhasil melingkar di jari manisnya, Ayu memandangi nya dengan seksama. Cincin berlian dengan motip yang sangat indah mungkin bagi orang yang melihatnya namun tidak bagi Ayu.
..." Apa Mbak tidak ingin mencium tangan suami Mbak, lihatlah semua orang memperhatikan Mbak Ayu "...
Seorang wanita yang merias dirinya yang juga menenaninya sejak tadi berbisik di telinganya membuat Ayu tersadar kalau semua itu benar adanya.
Karena banyak pasang mata tertuju padanya, Ia mencium punggung tangan Rayyan yang kini sudah sah jadi suaminya walau Ia sebenarnya sangat malu, sementara Rayyan begitu sangat bahagia apalagi ketika bibir dari wanita itu menyentuh kulitnya, bulu roma nya serasa berdiri semua.
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat