NovelToon NovelToon
Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:291.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.

"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.

Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.

Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.

Dapatkah Angga menemukan Viviane?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 8

Keesokan harinya Viviane terbangun dengan badan yang begitu lemas. Mungkin semalam dia tidak bisa tidur karena memikirkan Angga. Bukan memikirkan dalam artian senang dengan kehadiran Angga, melainkan bagaimana caranya agar Angga tidak bisa menemuinya lagi.

Viviane bangun dari tidurnya melangkahkan kakinya ke kamar mandi. setelah beberapa menit akhirnya mandinya selesai. Tapi Viviane merasakan kepalanya sangat pusing.

“apa lebih baik aku tidak masuk kerja saja ya?” gumamnya pelan sambil mencari obat sakit kepala. Sayang sekali obatnya habis.

Viviane menghela nafasnya dalam. Dia mencari ponselnya. Dia akan mengirim pesan ke kantornya untuk ijin tidak bekerja. Setelah itu dia meletakkan kembali ponselnya.

Baru saja Viviane meletakkan ponselnya, tiba-tiba ponsel itu berdering. Tanda ada seseorang yang meneleponnya. Dilihatnya ternyata Edwin.

“halo mas?”

“…..”

“aku nggak apa-apa mas. Maaf semalam aku langsung tidur jadi nggak tahu kalau kamu nelpon”

“…..”

“hmmm iya. Terima kasih mas. Aku udah ijin tidak bekerja hari ini”

“….”

“mas Edwin nggak usah khawatir. Sebentar lagi aku minum obat dan istirahat”

Setelah menutup panggilannya, Viviane mengambil jaketnya. Karena dia akan keluar membeli obat ke apotek sekalian membeli makan untuk sarapannya.

Viviane keluar dari apartemennya untuk membeli obat di apotek dengan jalan kaki, karena jarak apotek sangat dekat dengan apartemennya.

Selesai membeli obat, Viviane membeli makan dan segera kembali lagi ke apartemennya.

Viviane merasa kepalanya semakin pusing. dia melangkahkan kakinya cepat, ingin segera makan dan meminum obatnya. Sesampainya di depan pintu ada yang mencekal tangannya.

“Vi!” Viviane menghempaskan tangan itu dan kembali meraih gagang pintu.

“Vi aku mohon berikan aku kesemp- VIVIANE!!!!”

Tiba-tiba saja Viviane pingsan saat sudah masuk ke dalam unit apartemennya dengan diikuti Angga. Untung saja dengan sigap Angga berhasil menangkap tubuh Viviane hingga tidak sampai terjatuh.

Angga sangat terkejut melihat Viviane yang tiba-tiba pingsan. Mukanya sangat pucat sekali. Apakah Viviane sedang sakit? Padahal setahu Angga semalam Viviane baik-baik saja.

Angga menggendong Viviane dan menidurkannya di sofa ruang tamu. Angga bingung apa yang harus dia lakukan. Dia tidak berani masuk ke dalam kamar Viviane walaupun hanya untuk mencari minyak angin.

Angga melihat bungkusan yang tergeletak di lantai. Sepertinya bungkusan itu terjatuh saat Viviane pingsan. Angga melihat bungkusan itu berisi makanan dan obat.

“kamu sakit Vi?” lirihnya saat melihat obat yang baru saja di beli oleh Viviane.

Kemudian Angga mengambil air putih untuk Viviane minum nanti saat dia siuman. Kemudian Angga duduk di bawah sambil memandangi wajah Viviane yang tertidur.

“maafkan aku Vi membuatmu seperti ini” lirih Angga.

Tiba-tiba saja ponsel Viviane yang tergeletak di meja bordering. Angga mengernyitkan keningnya melihat id pemanggil

“Mas Edwin? Siapa dia?” gumam Angga namun tidak mengangkatnya.

Ponsel Viviane kembali lagi berdering namun Angga tetap mangacuhkannya. Hingga muncul notif pesan dari id yang sama dengan pemanggil tadi. Angga hanya melihat pesan itu tanpa membukanya.

“sayang, bagaimana keadaan kamu” seketika wajah Angga memerah menahan amarah.

Kemudian dia menelepon Mike untuk mencari tahu tentang siapa Edwin. Angga tidak terima ada pria lain yang memanggil sayang pada Viviane.

Terdengar lenguhan kecil dari Viviane. Angga segera mengalihkan pandangannya.

“kamu sudah sadar Vi?”

“kenapa kamu disini?”

“kamu tadi tiba-tiba pingsan. Badan kamu juga sangat pucat. Lebih baik kamu makan dulu lalu minum obat” Angga mengambilkan makanan pada Viviane.

“aku bisa sendiri. Lebih baik kamu keluar dari sini”

“aku nggak akan keluar sebelum kamu makan dan minum obat”

Viviane malas berdebat dengan Angga. Akhirnya dia hanya diam saja dan mengambil makanannya. Setelah makan, Viviane minum air putih yang sudah disiapkan Angga sejak tadi. Kemudian meminum obatnya.

“aku sudah selesai makan dan minum obat. Silakan kamu kel-“

Ucapan Viviane terputus kala mendengar ponselnya berdering. Dia segera mengangkatnya.

“iya halo?”

“…..”

“ehmm…aku baik-baik saja mas. Tadi habis beli obat. Aku lupa obatku habis”

“….”

“iya. Aku beneran nggak apa-apa”

Angga mengepalkan tangannya kuat mendengar Viviane berbicara mesra dengan seorang pria. Tanpa pamit dia segera keluar dari apartemen Viviane.

Viviane menghela nafasnya lega saat Angga sudah keluar. Kemudian dia masuk ke kamar untuk beristirahat.

***

Sementara itu Edwin saat ini sedang sangat sibuk di kantor pusat yang ada di kota J. tadi pagi saat mendengar kabar bahwa Viviane sedang sakit, membuatnya begitu sangat khawatir. Dia bingung siapa yang akan menjaga kekasihnya itu saat tidak ada orang yang dekat dengannya. Edwin tahu bahwa Viviane tidak begitu memiliki banyak teman disana.

Hanya Jessica saja sepupunya yang menjadi teman dekat Viviane. Namun Jessica juga sibuk sendiri dengan pekerjaanya, jadi tidak mungkin harus standby saat Viviane sedang sakit.

Edwin berusaha secepat mungkin menyelesaikan pekerjaanya agar bisa segera pulang. Biarkan dia lembur sampai malam asal besok semua pekerjaannya selesai.

Tok tok tok

“masuk” ucap Edwin menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu.

“Mas Edwin!!”

“apa Ra?” ucap seorang perempuan yang langsung duduk di sofa ruang kerja Edwin.

“nanti malam jalan yuk mas!”

“maaf Ra, mas harus cepat selesaiin pekerjaan ini biar bisa cepat pulang”

“lho bukannya mas Edwin satu minggu disini? Kok buru-buru pulang sih?”

“iya, soalnya kekasih mas sedang sakit. Mas khawatir sekali”

“apa?? Mas Edwin udah punya kekasih?? Kok diam aj nggak dikenalin ke aku atau sama mama dan papa?”

“hmmm…. Belum lama Ra,. Iya nanti akan mas kenalin ke kamu sama om dan tante”

“awas kalau bohong! Ya sudah Laura pergi aja kalau gitu”

Edwin hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Laura, adik sepupunya. Edwin sudah menganggap Laura seperti adik kandungnya sendiri. Karena memang Laura seumuran dengan adik kandung Edwin yang sudah meninggal karena kecelakaan lima tahun yang lalu. Laura juga menganggap Edwin seperti kakak kandungnya sendiri karena memang Laura adalah anak tunggal dari Wilson dan Rachel.

Edwin kembali melanjutkan pekerjaannya setelah Laura keluar dari ruangannya.

***

Saat ini Angga sedang duduk di sebuah café dekat dengan hotel dia menginap. Dia sedang menunggu kedatangan Mike. Angga meminta Mike mencari informasi tentang Edwin. Orang yang dekat dengan Viviane saat ini.

“Hai Ngga!” sapa Mike basa-basi

“nggak usah basa-basi. Cepat katakan!”

“sabar napa” Mike berdecak kesal melihat sikap Angga yang tidak sabaran.

“ck”

“ok. Dengerin baik-baik apa yang aku ceritakan. Edwin adalah wakil direktur dari perusahaan dimana Viviane bekerja. Sekaligus kekasih Viviane. Mereka menjalin hubungan sejak dua bulan yang lalu. Sebenarnya sudah lama Edwin mendekati Viviane. Namun Viviane masih enggan membuka hatinya. Entahlah karena apa” Mike melirik Angga, dia memang berniat menyindir Angga.

“lanjutkan!”

“Viviane awalnya takut menjalin hubungan dengan Edwin lantaran masa lalunya yang sangat pahit. Namun Edwin mau menerima semua itu apa adanya”

Angga tidak percaya dengan informasi yang diberikan Mike. Angga tidak terima kalau Viviane sudah membuka hatinya untuk pria lain.

“aku minta kamu cari sisi buruknya si Edwin itu!”

“apa???”

.

.

.

*TBC

1
ione
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thuor
Dewi Kesumawati
you have no idea what they've been through
Dewi Kesumawati
mantap👍👍
Dewi Kesumawati
angga terlalu ngasih hati sama laura😏
Sri Fauziahanwar
otw thorr
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗😍
total 1 replies
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
otewe 🏃🏃🏃🏃🏃
Bayong Jantoli
lanjut
Mping 🌸
kalo ganteng namanya cowo bu 😭🙏🏻
Mping 🌸
sabar woy, kalo lu nyari pasti dapet pasangan yang sempurna. Banyakin doa aja dulu babang, cemungut😂
Mping 🌸
haii mba, aku mampir. Semangat terus buat update novelnya, semangat! 💕
~°•●Dee_K●•°~: mksih dedek
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
yuhuu
Wong Ngapak
jejak dulu, bacanya nanti 😊
~°•●Dee_K●•°~: ok mksih👍👍
total 1 replies
Momy Haikal
masih misteri
Wien wie alkhana
,🥰🥰🥰
Yolanda Tahalea
laaah pake kasian sama ajh ngasih angin itu hadeeeeh
Emak Femes
Hu hu huh hu
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟
~°•●Dee_K●•°~: mksih💕💕
total 1 replies
👑Meylani Putri Putti
hadir thor
Destilia oki
kyagnya ada yg jodoh sama nathan.. 😁
~°•●Dee_K●•°~: benar sekali👍👍👍 benar2 ngawur😂😂😂😂
total 1 replies
Emak Femes
Semangat selalu kak Dee-K
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!