NovelToon NovelToon
Ketika Takdir Kembali Memilih

Ketika Takdir Kembali Memilih

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Nikahmuda / Single Mom / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rosee_

Novel Ketiga

Berdasarkan survei, sedia tisu sebelum membaca😌

--------
Mencintai, lalu melepaskan. Terkadang cinta itu menyakiti, namun membawa kebahagiaan lain di satu sisi. Takdir membawa Diandra Selena melalui semuanya. Merelakan, kemudian meninggalkan.

Namun, senyum menyakitkan selalu berusaha disembunyikan ketika gadis kecil yang menjadi kekuatannya bertahan bertanya," Mama ... apa papa mencintaiku?"

"Tentu saja, tapi papa sudah bahagia."

Diandra terpaksa membawa kedua anaknya demi kebahagiaan lainnya, memisahkan mereka dari sosok papa yang bahkan tidak mengetahui keberadaan mereka.

Ketika keegoisan dan ego ikut andil di dalamnya, melibatkan kedua makhluk kecil tak berdosa. Mampukah takdir memilih kembali dan menyatukan apa yang telah terpisah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback : Menderita Sendirian

..."Cinta mungkin akan memberikan luka. Tapi, luka akan membuatmu lebih dewasa."...

...•...

...•...

Dian duduk bersandar pada kepala ranjang dengan tangan memelut lutut. Ia termenung memandang kesunyian malam yang terlihat kelam di luar jendela. Nampaknya alam ikut merasakan suasana keadaan dirinya.

Dian beranjak dari duduknya. Ia merapatkan selimutnya yang membalut dirinya yang telanjang, lalu berjalan menghadap dinding kaca yang menampakkan kegelapan malam. Setitik butiran kristal mengalir dari sudut matanya.

Malam ini terjadi lagi. Untuk kedua kalinya ia kembali memberikan tubuhnya pada lelaki yang masa depannya bukan untuknya. Sudah hampir tiga bulan malam itu terjadi dan sekarang kembali terjadi.

Ia menoleh, menatap pria yang terlelap di atas ranjang. Begitu tenang dalam tidurnya. Wajahnya begitu menggoda kaum wanita, siapa yang bisa menolaknya? Dan ia hanya gadis beruntung yang kebetulan menjadi istrinya.

Meski pernikahan ini tidak diinginkan, kau tetap memperlakukanku dengan baik. Kau menepati janjimu untuk membiarkanku menjadi istrimu sampai kekasihmu kembali. Terima kasih dan aku menghargainya.

Malam ini, Nico kembali dalam keadaan mabuk. Entah apa yang terjadi padanya diluar sana hari ini, namun ia terus menyebut nama Melly dalam racauan nya. Begitu cintanya kah Nico pada wanita itu?

Dian hanya mampu menerima itu. Mereka sudah sepakat dan ia bukan gadis yang akan menjilat ludahnya sendiri. Sakit memang, dimana kau menerima kenyataan bahwa kau sudah mencintai pria itu.

Ia mencoba mengabaikannya, lalu kembali menatap keluar sana. Menatap langit, Dian berdoa pada Tuhan.

Tuhan, biarkan aku terus mencoba tersenyum dalam sebuah kesakitan. Langit tidak selamanya cerah, kadang hujanpun bisa membawa bencana dan perasaan juga sering kali bisa terluka. Aku menerima sebuah takdir yang kau tulis untukku, cukup beri aku kekuatan. Maka, aku akan menerima bahagiaku di kemudian hari.

Kenyataan memang tak selalu beriringan dengan harapan tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan.

.......

...--- o0o ---...

.......

Dian tersenyum sedih menatap sebuah gambar kecil yang terpampang jelas dua makhluk kecil seukuran kacang. Ia meraba perutnya yang datar dengan lelehan air mata menyakitkan ikut menyertainya. Sudah dua bulan sejak malam kedua mereka terjadi, Dian akhirnya dinyatakan positif hamil bayi kembar.

Ia tidak menangis karena membenci, tapi bagaimana ia akan menjelaskan pada kedua anaknya kelak jika mereka terlahir tanpa seorang ayah? Dian tak bisa membayangkan saat keduanya lahir dan tumbuh tanpa sosok papa yang menjadi pemimpin.

Saat mendengar pintu kamar terbuka, Dian dengan cepat menghapus air matanya. Ia kembali mencoba tersenyum, seolah semua baik-baik saja.

"Dian ..." Nico tidak melihat keberadaan istrinya tersebut. Entah mengapa ia ingin melihat gadis itu untuk menghilangkan suasana hatinya yang buruk.

Hari ini, ia mendapat kabar jika kekasihnya telah kembali. Wanita yang dicintainya selama bertahun-tahun itu akhirnya kembali ke Indonesia setelah membatalkan pertunangan secara sepihak dengan alasan karier.

Namun, bukan itu yang ia rasakan. Mengapa ia tidak sebahagia dulu ketika mendengarnya? Ia mulai ragu dengan keputusannya. Rasanya begitu cepat, ia seolah belum ingin Dian pergi. Apa ia mulai mencintai gadis itu?

"Maaf membuatmu menunggu." Lamunan Nico buyar ketika Dian muncul dari balik kamar mandi. Ia tersenyum, memberi ruang pada Dian agar duduk disebelahnya.

"Kau baik-baik saja?" tanya Dian khawatir. Ia bisa melihat wajah Nico yang berbeda.

Pertanyaan itu membuat Nico kembali tersenyum. Gadis ini selalu tahu perubahan dirinya, tidak seperti Melly yang terkadang sibuk dengan urusannya sendiri. See? Ia bahkan mulai membanding-bandingkan keduanya.

"Aku baik-baik saja." Nico merengkuh wajah Dian dan mengelusnya lembut. Jujur wajah ini selalu membuatnya tenang. Rambut pendek ala anak remaja memang membuat Dian seperti anak SMA.

Ia memang gadis 18 tahun! batin Nico mengingatkan.

"Bohong!" Menurunkan tangan Nico. "Ayo jujur padaku. Ada apa?" desak Dian, membuat pria itu terkekeh.

"Tidak ada, aku hanya merindukan wajah menyebalkanmu ini." Nico mencubit pipi chubby Dian gemas, membuat gadis itu memekik.

"Kau yang menyebalkan. Lepaskan, sakit tahu!" Dian mengelus-elus pipinya yang memerah. Nico tertawa, ah bahagianya.

Tapi tunggu! Ada yang aneh dengan gadis ini. "Kau habis menangis?" Nico hendak menyentuh mata Dian yang terlihat sedikit membengkak. "Tidak! Untuk apa menangis," kilah Dian gugup, menepis tangan Nico.

"Sungguh?" tanya Nico curiga. "Tentu," jawabnya meyakinkan.

Nico menghela nafas pelan. "Katakan saja apa yang mengganggumu. Aku akan mencoba membantu sebisaku," kata Nico lembut, membuat dada Dian berdesir.

Bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu jika kau terus memperlakukan ku seperti ini. Memperlakukan seolah kita takkan berpisah.

"Nic ...."

"Hm?"

"Bagaimana jika aku hamil?" tanya Dian ragu-ragu. Ia terus memperhatikan wajah Nico.

"Tidak akan, itu kecelakaan. Hanya sekali tak mungkin membuatmu hamil." Mengelus kepala Dian. Ia berpikir Dian khawatir dengan masa depannya nanti.

"Seandainya iya?" Dian mencoba agar terlihat biasa saja, padahal ia sangat ingin menangis. Mengatakan pada Nico jika ia hamil anak pria itu!

Nico bahkan tidak mengingat malam kedua mereka!

"Aku akan merawatnya dengan baik bersama Melly."

Hancur. Hilang sudah harapan kecilnya. Bagaimana mungkin Nico begitu mudahnya mengatakan itu. Bahkan jika ia masih remaja, ia adalah gadis yang akan menjadi ibu mereka. Dian takkan rela menyerahkan anak-anaknya untuk wanita lain, namun ia juga tak ingin egois.

Meski ia meninggalkan anak-anaknya bersama keluarga Abraham, apa kehadiran mereka tetap diterima? Apa mereka akan diperlakukan dengan baik disini saat ia pergi? Tidak! Lebih baik menjauh daripada memiliki keluarga lengkap namun tidak dihargai kehadirannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
mimief
OMG..udah tamat aja
but anyway
ini serial psikologis yg paling mengguncang buat ku si
nice ending
beautiful,it's very " beautiful story
sangat sangat menginspirasi
semua orang punya cerita dan luka masing"
tapi masih bisa berdiri tegak dan waras itu adalah sebuah prestasi terbesar
memaafkan diri sendiri
itu jalan pertama supaya kah bisa berbahagia
ayo .mkita tumbuh, sembuh dan berbahagia bersama
mimief
memaafkan masa lalu seperti kita memaafkan dirinkita sendiri supaya bisa menemukan kebahagiaan yg lain.
aku.... ikutan terenyuh thor🥹🥹
mimief
tapi kakakku juga begini
walaupun dijaga banget
mestinya kembar tapi yg berkembang janin nya cuman 1🥹🥹
mimief
banyak cerita yg mempunyai tema trauma psikologis
tapi ini yg paling membagongkan si.
kenapa?
karena mang realistis bgt, sebenarnya banyak sekali kasus ini terjadi disekitar kita.
dan kejam nya orang " malah menghakimi dengan jumawa . di cap orang aneh dan sakit..
sakit jelas,masih waras aja udah sebuah keajaiban bukan kalau lu punya hidup seperti ini.
trauma itu seperti racun yg diam diam merasuk disetiap aliran dan pikiran kita.
sembuh total? ga mungkin
dari menerima dan hidup berdampingan mungkin penyembuhan yg paling ajaib.
ayooo kita sembuh dan bahagia bersama🥹🥹🥹
mimief
tapi ini masih masuk akal Thor
ada beberapa kasus psikologi seperti ini
trauma itu ga akan bisa hilang dengan tuntas
berdamai ,iya
atau berjalan bersama dengan traumanya
iyaaa....sembuh? lupa?
ga akan mungkin
apalagi kasus Dian yg seumur hidup nya mendapatkan tekanan psikis dan fisik dr orang yg paling dia percaya untuk melindungi dan yg seharusnya menjadi tempat teraman di dunia ini.🥹🥹
mimief
wkwkwkkwk
kelamaan ,kan selesai dengan cepat bukan?🫣🤣🤣
mimief
wkwkwkkwk
kelamaan ,kan selesai dengan cepat bukan?🫣🤣🤣
mimief
bukan mencemari papa,tapi emang sedini mungkin anak harus diajarin mekanisme perlindungan diri dari pada buaya mangap mangap🤣🤣
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
hanya menyesuaikan lah..
ketika kau baik,aku bisa lebih baik
tapi jika kau jahat....jgn dikira aku ga bisa lebih jahat dari mu 🫣
mimief
🥹🥹🥹🥹
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
jujur ini mah masih sesuai umur Thor
ada yg udah jago jadi hacker
ok...atau mungkin jadi mafia🤣🤣
serah lah
ini kan dunia novel bukan?🤣🤣🫣
mimief
othoooor
ini baru bab awal loh
kok nyesek bgt si
hafiz
selalu menyalahkan ibunya padahal Nico pun ikut andil dlm menyakiti yah walaupun tak sakit secara fisik tapi sakit secara batin, bukankah ibunya Mita tak pernah memaksa Nico menikahi Melly kan dari awal Nico sendiri yg bilang jgn berharap PD pernikahn ini krna dia sudah punya kekasih bahkan tetap akn menikahi kekasihnya tnpa menceraikan Dian,, JD Nico juga salah coba aja Melly gak selingkuh dan hamil dgn lki2 lain mungkin udh lupa dengan Dian
mimief: setujuu si
ibunya emang salah
tapi dia juga salah karena emang dr awal niatnya ga Baek
lah ga ada baru nyesel 😒
total 1 replies
Fitri Ernimalina
bagus banget
Deistya Nur
bagus ka, seman̈gat terus yaa, ditunggu karya terbarunya 👍💪😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Vitriani
👍
Siti Aisyah
pantes agak pusing klo alur cerita nya maju mundur...🤔
Siti Aisyah
kok bisa yaa...dian membiarkan lili pergi sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!