Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh
Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.
Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.
Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.
Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.
"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"
"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7- sang penggoda
Thara terkikik geli saat berhasil menggoda suaminya. Benar saja...
Ayaz langsung memerah bak kepiting rebus, saat ditawarkan ciuman dari Thara. Tubuhnya mengeras tak bergerak saat bibir sexy milih Thara mendarat di pipinya.
Dan Thara merasa puas telah berhasil menggodanya. Ayaz membeku karena baru pertama kalinya seorang wanita menyentuhnya.
Thara masuk begitu saja, tanpa menyadari tatapan orang yang aneh melihat penampilannya. Ada yang kagum, dan tidak sedikit pula yang menertawakannya.
"Oh My God.... Thara?! ini beneran kamu?"
Thara membeku ditempatnya. Dia baru sadar kalau penampilannya sudah berubah. Dan sekarang Thara terdiam padahal sebentar lagi dia akan menuju keruangannya.
"Ya iyalah, lo kira setan!"
"Sial! lo udah tobat?! jangan sampe nih dunia kiamat."
Hahahahaha
Suara tawa dan teriakan membuat Thara kesal. Mereka semua mengejeknya. Para rekan kerjanya berdatangan silih berganti untuk melontarkan kata-kata yang membuatnya kesal.
"Mau pengajian dimana buk?"
"Eh.... ada ustadzah."
"Tobat buk? semalem mimpi kena azab apa?!"
Dan masih banyak lagi cercaan dari mereka yang membuat Thara merasa jengah. Thara memilih masuk kedalam ruangannya dengan membanting pintu dengan keras.
"Sial! Mereka ngetawain aku habis-habisan. Ini semua gara-gara baju sialan ini."
"Sayang, kamu kemana aj-" Viky tidak jadi melanjutkan ucapannya. Matanya membelalak kaget melihat penampilan Thara. Sebelum akhirnya mengeluarkan suara tawa yang menggema. Begitu sakit di telinga Thara saat mendengarnya.
Bhahaahahah
Thara berdecak kesal. Melempar pria itu dengan barang yang ada dimejanya.
"Berenti gak!!"
"Hahahahah. Kamu sehat?" Viky menempelkan tangannya didahi Thara. Yang mana membuat wanita itu menepisnya kesal.
"Kamu tuh yang gak sehat! ketawa kayak orang gila."
"Ya abis, kamu aneh.... dimana Thara yang biasanya sexy mempesona? kenapa sekarang berubah jadi ibu-ibu pengajian...?"
"Stop ngatain aku ibu-ibu!! inituh juga bukan keinginan aku."
"Terus?"
Thara menghela nafasnya. "Kamu nggak tau apa kalo Papi aku meninggal. Bahkan disaat aku terpuruk kamu nggak ada buat aku! pasti kamu lagi asik ke klab sama temen-temen kamu, kan? sekalian nyari lont* disana!"
"Astaga... mulut kamu sayang... udah pakek hijab kok masih aja kata mutiaranya keluar?" Viky terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Tapi emang bener, kan?!" Thara meninggikan suaranya.
"Kata siapa? jangan asal nuduh kalo nggak punya bukti. Akutu sibuk ngurusin kerjaan karena kamu nggak masuk, jadi aku berbaik hati nge handle semua pekerjaan kamu."
Thara terdiam. Entah dia harus percaya atau tidak namun Viky benar. Dia juga tidak punya bukti atas semua tuduhannya. Dan tanpa sadar, kini Viky sudah berada dihadapannya dengan seringai aneh.
"So, masih boleh dipegang gak, kalo udah pakek pakaian kayak gini...?"
Thara terjingkat kaget dan segera mundur, saat tangan Viky mulai menyentuhnya kembali. Entah mengapa kali ini ada rasa bersalah jika dia bersedia disentuh lagi oleh pria ini. Mengingat statusnya sekarang sudah menjadi istri pria lain.
"Ada lagi hal mengejutkan yang harus kamu tahu, Vik."
"Ck, nanti ajalah... aku ini kangen sama kamu. Udah lama nggak ngemut bibir kamu. Nggak meluk kamu." Viky berucap sembari berusaha memeluk Thara. Namun wanita itu juga dengan sekuat tenaga menolaknya.
"Nggak. Kamu harus dengerin aku dulu. Mulai sekarang kamu udah nggak bisa nyentuh aku lagi"
"Kenapa? karena hijab kamu?" Lagi-lagi Viky tertawa geli. "Udasih, lepas aja. Kamu tuh jelek pakek ginian. Kayak ibu-ibu tau nggak?! malu-maluin."
"Stop Viky!! kamu nggak bisa seenaknya lagi sama aku, karena aku udah nikah!"
Viky menghentikan aksinya. Mereka berdua terdiam sejenak, sampai akhirnya suara tawa Viky kembali menggema.
Hahahaha
"Emangnya cowok gila mana yang mau sama kamu, Thara? kamu tuh udah-"
"Aku tahu. Dan dia juga udah tahu. Nggak usah diungkit lagi. Tapi kamu harus paham bahwa aku bener-bener udah nikah. Jadi stop memperlakukan aku seenaknya. Kita bukan siapa-siapa lagi sekarang." Thara menatapnya datar.
"Semudah itu kamu bilang kita bukan siapa-siapa? apa kamu lupa, kalo kita biasa bugil bareng? teriak karena menikmati percintaan kita dan-"
"Stop Vik!! aku bilang stop bahas itu. Sekarang semuanya udah berubah."
"Nggak akan ada yang berubah, sayang. Aku nggak peduli, mau kamu udah nikah atau apa?! kamu tetep milik aku." final, Thara tidak bisa menyela ucapan Viky kali ini. Pria itu berucap dengan arogannya. Dan bodohnya, Thara malah setuju karena memang pada dasarnya dia juga masih suka dengan pria ini.
"Dan satu lagi. Aku nggak suka kamu pakek itu! jelek. Nanti aku beliin lagi dress sexy buat kamu pakek. Oke sayang, aku pergi dulu." Viky keluar dari ruangannya. Namun sebelum itu, pria itu mengecup sekilas pipi Thara.
****
Ayaz menatap heran pada sosok Fatma yang kini tiba-tiba berada dihadapannya. Wanita ini memaksa masuk kedalam ruangannya, sementara dia sedang sibuk berkutat dalam pekerjaannya.
Dan yang membuatnya heran, kenapa wajah Fatma nampak murung?
"Fatma? kamu bilang masih banyak urusan di Turky?"
Bukannya menjawab, Fatma malah balik bertanya padanya.
"Apa bener, Mas Ayaz udah nikah?" terdengar pahit saat dia berucap. Sorot matanya penuh dengan kepedihan. Berharap berita yang dia dengar tidaklah benar.
Ayaz terdiam sejenak, sebelum berucap. "Benar."
Begitu singkat namun menyesakkan. Hatinya hancur. Penantian dan perjuangannya selama ini sia-sia. Dia pikir Ayaz akan bersanding dengannya, kelak. Namun sangat disayangkan karena telah dia telah didului wanita lain.
"Kenapa Mas...? setau Fatma, Mas Ayaz cuma deketnya sama Fatma. Apa selama ini ada wanita lain diam-diam mendekatimu?" Fatma nyaris terisak. Namun dia berusaha sekuat tenaga menguasai dirinya.
"Saya tidak merasa dekat dengan siapapun. Baik wanita lain dan juga kamu! kedekatan kita hanya karena Mama yang sudah menganggap kamu sebagai anaknya sendiri, Fatma."
Fatma terhenyak. Rupanya selama ini dirinya bukanlah apa-apa bagi Ayaz. Hal itu membuatnya semakin merasakan sesak yang begitu menyakitkan.
Ayaz memperhatikan raut Fatma yang semakin sedih. Dia sendiri bingung dengan wanita ini.
"Memangnya siapa wanita yang beruntung itu? apakah dia seorang hafidzah atau dari lulusan mana?" suara Fatma bergetar saat mengatakannya.
"Dia wanita biasa. Pernikahanan kami begitu mendadak, maaf tidak mengundangmu. Kami juga menikah hanya sah secara agama."
"Apa? kenapa seperti itu? memangnya apa yang terjadi, sampe Mas Ayaz harus menikahinya."
"Untuk masalah itu, kamu tidak perlu tahu, Fatma. Itu adalah rahasia pribadi saya dan keluarga. Jika tidak ada hal penting lagi, boleh saya minta waktu sebentar. Pekerjaan saya banyak." Ayaz menunjukkan beberapa berkas yang ada dimejanya.
Fatma mengangguk. Sebelum akhirnya berpamitan untuk pulang.
Dalam perjalanannya, wanita itu berpikir keras. Sebenarnya apa yang membuat Mas Ayaz tiba-tiba menikah? apa wanita itu menjebaknya?
Fatma begitu penasaran hingga tak sabar untuk menemui Gina. Dan mengorek informasi darinya.
"Aku harus mencari tahu dari Mama Gina. Dia pasti tahu sesuatu... "
TBC
Hayuk jangan lupa jempol dan jejaknya ya🥰🥰
thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua
atas lelaki sejati,
fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu
inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya
tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu